Apa Perbedaan Investor Dan Trader Saham?

288154

Saat ingin menekuni lebih dalam mengenai seluk beluk dunia saham, besar kemungkinan Anda bingung menyebut diri sebagai investor atau trader. Apa bedanya?

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Halo sobat trader di seluruh nusantara, apa kabar? Kali ini, kami akan mengulas sebuah artikel tentang cara menentukan tipe trading saham yang cocok untuk Anda. Apa bedanya investor dan trader saham? Kenapa menentukan pilihan menjadi sebuah hal yang sangat penting? Apakah short-term trading lebih baik dari long-term trading? Atau Anda akan memilih menjadi seorang investor? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yuk kita simak dulu artikel berikut ini.

 

Perbedaan Investor Dan Trader Saham Menurut Karakternya

Di dalam dunia saham, terdapat berbagai macam karakteristik trader ataupun investor. Karakteristik yang dimaksud disini adalah sebagian trader menyukai short-term trading, sebagian lagi menyukai long-term trading, ada yang niatnya untuk investasi, dan sebagian lagi menyukai menggabungkan ketiga tipe tersebut. Perbedaan investor dan trader saham ini, bisa dilihat dari aksi yang mereka ambil.

1. Seorang Short-Term Trader

Yaitu mereka yang biasanya membeli dan menjual saham dalam waktu relatif singkat. Biasanya 1 hari, 2 hari, atau jika terjadi kesalahan dalam menganalisis akan melakukan cut-loss untuk menghindari kerugian. Seorang short-term trader umumnya mengandalkan analisis teknikal dengan menggunakan Tool Stochastic, Crossing EMA, MACD, dan lain sebagainya.

Short-term trader mengandalkan pemasukannya dari saham melalui capital gain, yaitu pendapatan yang diperoleh dari transaksi saham berdasarkan selisih nilai pembelian dan nilai penjualan. Contoh: pada hari Senin Anda membeli saham seharga 1,000 rupiah per lembar saham. Kemudian, pada hari Selasa, saham yang Anda beli tersebut ternyata harganya naik menjadi 1,100 rupiah per lembar saham. Maka, keuntungan yang Anda peroleh adalah sebesar 100 rupiah per lembar saham atau mendapatkan capital gain sebesar 10% dari harga beli.

beda investor dan trader saham lainnya

(Baca Juga: Plus Minus Investasi Deposito, Emas, Properti Dan Saham

 

2. Trader Yang Menyukai Long-term Trading

Seorang long-term trader biasanya bertransaksi membeli saham kemudian di hold atau disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama, bisa sampai berbulan-bulan tergantung dari target price yang ingin dicapai atau tergantung dari trend harga saham yang dibeli.

Mereka umumnya memperoleh pendapatan melalui capital gain dan yang lebih sabar biasanya rela menunggu jadwal pembagian dividen. Seorang long-term trader biasanya menggabungkan pendekatan analisis teknikal dan fundamental untuk menganalisa saham yang menjadi targetnya.

Contoh: seorang trader membeli saham seharga 1,000 rupiah dan menentukan target price yang ingin dicapai sebesar 1,500 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 50% bahkan melebihi target price jika kondisi market sedang bagus. Ketika harga belum mencapai target price, mereka akan tetap menahan saham tersebut untuk tidak dijual.

Umumnya, seorang long-term trader akan menggabungkan analisis teknikal dan fundamental untuk mengeksekusi order. Dengan menjadi trend follower, mereka baru akan benar-benar terpaksa menjual sahamnya saat trend harga saham berbalik dari kondisi trend bullish ke bearish meskipun belum mencapai target price yang diinginkan. Seorang long-term trader biasanya akan menggunakan Tool Simple Moving Average atau trendline untuk melihat kondisi trend harga yang terjadi.

 

3. Menjadi Seorang Investor Saham

Seorang investor, murni menggunakan analisis fundamental melalui analisa rasio-rasio laporan keuangan tertentu dari sebuah perusahaan. Seorang investor mengandalkan keuntungan yang diperoleh melalui dividen tahunan yang dibagikan perusahaan.

Untuk menjadi seorang investor diperlukan kesabaran yang super extra dan harus rela untuk tidak menjual saham yang telah dikoleksinya. Bahkan saham yang dikoleksi tersebut tidak akan dijual seumur hidup. Tidak peduli apakah saham yang dikoleksi tersebut nilainya naik atau turun dia tetap akan membelinya.

Bila perlu, pada saat harganya sedang anjlok selama perusahaan tersebut sehat dan tetap membagikan dividen yang konsisten, saham yang di koleksi akan tetap dibeli secara rutin. Contoh: seorang investor rutin membeli saham pada tanggal 6 setiap bulan. Pada tanggal 6 Januari dia membeli 1 lot saham dengan harga 1000 per lembar. Pada tanggal 6 Februari, nilai saham yang dibeli pada bulan Januari turun menjadi 950 rupiah per lembar atau yang dikenal dengan istilah Average Down.

Dia tetap membelinya karena yakin bahwa saham perusahaan yang dibelinya adalah perusahaan besar dan terkenal, memiliki laporan keuangan yang sehat, serta tetap membagikan dividen yang konsisten. Hal tersebut rutin dilakukan pada saat tanggal 6 setiap bulan, istilahnya nabung saham.

Semakin banyak saham yang dikoleksinya, maka akan semakin besar pula dividen dari perusahaan yang akan diterima setiap tahunnya.

perbedaan investor dan trader saham

(Baca Juga: 3 Cara Analisa Saham)

 

Mana Yang Lebih Baik, Jadi Investor Atau Trader Saham?

Sekarang Anda telah mengetahui perbedaan investor dan trader saham. Pertanyaannya adalah, tipe yang manakah yang Anda sukai?

  • Jika Anda menyukai trading dalam waktu yang singkat dan ingin memperoleh keuntungan cepat, serta tidak tahan melihat portofolio berubah merah, sebaiknya Anda menjadi short-term trader.
  • Jika Anda ingin memperoleh keuntungan melebihi rata-rata dan memiliki kesabaran untuk menunggu portofolio merah Anda berubah warna menjadi hijau menggemaskan, menjadi long-term trader adalah pilihan yang tepat.
  • Jika Anda tidak peduli terhadap pergerakan harga saham, selama perusahaan yang sahamnya Anda pegang kinerjanya tetap baik, serta ingin mendapatkan pasif income rutin setiap tahunnya melalui dividen, menjadi investor adalah sebuah pilihan yang tepat.

Untuk menjadi seorang trader atau investor yang sukses tentunya Anda harus memiliki pilihan. Hari ini Anda memutuskan menjadi seorang long-time trader. Karena tergiur dengan keuntungan dalam waktu yang relatif cepat meskipun belum memenuhi target Anda tiba-tiba memutuskan untuk menjadi short-term trader dan menjual saham Anda.

Pada saat saham yang Anda beli karena yakin nilainya akan naik malah tiba-tiba turun drastis, Anda memutuskan menjadi investor tapi kurang sabar. Akibatnya, portofolio yang Anda miliki nilainya tidak bertambah bahkan terus merosot sehingga membuat Anda lama-lama bosan dan memutuskan untuk keluar saja dari dunia saham.

Oleh sebab itu kepada sobat semua, mulai sekarang mari tentukan tujuan Anda di pasar modal khususnya di dunia saham. Semua pilihan ada ditangan Anda. Sukses atau tidaknya Anda memulai baik sebagai trader maupun investor kuncinya ada pada diri Anda. Pilihlah tipe yang sesuai dengan kepribadian, tidak perlu mendengarkan kata orang yang kurang bijak, yakini apa yang menjadi keputusan Anda dan ambil keputusan secara bijak. Semoga kita semua sukses berkiprah di pasar modal. Happy cuan!

Tahukah Anda? Selain berburu profit pada dunia pasar modal melalui saham, Anda juga bisa melakukannya dengan berinvestasi pada reksadana. Untuk menambah wawasan Anda, cek juga artikel mengenai rekomendasi tempat beli reksadana online. 

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.