Apa Yang Menyebabkan Deflasi?

182571

Penyebab deflasi utamanya adalah penurunan permintaan agregat, tetapi ada banyak skenario yang melingkupinya.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Sudah umum dipahami oleh masyarakat bahwa kenaikan harga-harga (inflasi) itu berdampak buruk, karena bisa mengakibatkan ponurunan nilai uang yang kita miliki. Bahkan, inflasi tak terkendali bisa membahayakan perekonomian suatu negara. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi penurunan harga-harga barang dan jasa (deflasi) juga sama berbahaya!? Penyebab deflasi bermacam-macam dan efeknya cukup mengerikan dalam jangka panjang.

 

Bahaya Deflasi

Baru-baru ini, bank sentral kawasan Euro (European Central Bank) telah memangkas tingkat suku bunganya hingga ke level 0.15%, sedikit di atas bank sentral Jepang (Bank oof Japan) yang 0.10%. Kedua negara tersebut, kawasan Euro dan Jepang, terpaksa mengambil kebijakan berisiko tinggi tersebut karena sama-sama mengalami deflasi. Jepang malah sudah lebih lama mengalaminya, hampir dua dasa warsa. 

Masyarakat menerima inflasi sebagai kenyataan yang selalu terjadi karena berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tetapi deflasi? Mungkin Anda mengira penurunan harga-harga di tingkat konsumen akan menyebabkan biaya hidup lebih ringan. Untuk sementara memang demikian; tetapi dalam jangka menengah dan panjang, Anda akan segera merasakan dampak negatifnya.

Penyebab Deflasi - ilustrasi

Keadaan deflasi terjadi ketika perekonomian suatu negara sedang menurun. Pada umumnya, keadaan deflasi ditunjukkan oleh meningkatnya tingkat pengangguran akibat pemotongan gaji atau macetnya kenaikan gaji, serta pemberhentian sementara atau pemutusan hubungan kerja yang merajalela.

Dalam kondisi deflasi, keuntungan sektor bisnis termasuk industri, manufaktur dan wholesaler terus turun sehingga akan sulit untuk melakukan ekspansi atau memperbarui sumber daya produksi. Sementara itu, output produksi sektor manufaktur dan industri terus turun, juga persediaan barang-barang di tingkat wholesaler dan retailer. Apabila berlanjut terus menerus, dalam jangka waktu lama akan menyebabkan sektor manufaktur dan industri menghentikan aktivitasnya, atau mengalihkan lokasinya (relocation) ke luar negara.

Fenomena ini sudah nampak di Jepang. Perusahaan-perusahaan Jepang sulit menaikkan harga produk yang dijual di dalam negeri maupun meningkatkan gaji karyawannya. Untuk ekspansi, para pebisnis akhirnya mengalihkan aliran modalnya ke mancanegara dan mendirikan pabrik-pabrik baru di luar Jepang.

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan deflasi?

 

Penyebab Deflasi

Deflasi memang fenomena yang jarang terjadi dan tidak termasuk dalam siklus ekonomi normal. Jika keadaan ini terjadi, tentu ada yang salah dalam perekonomian. Ada beberapa faktor penyebab deflasi yang semuanya berakar dari permintaan dan penawaran.

Kita tahu bahwa harga barang dan jasa dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Jika permintaan turun, maka harga juga akan turun. Pada umumnya, penyebab deflasi antara lain:

  1. Terlalu banyak produsen dengan produk yang sama. Jika terlalu banyak perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang sama, maka persaingan akan ketat sehingga harga cenderung menurun. Faktor ini bisa disebabkan oleh rendahnya tingkat suku bunga atau perubahan kebijakan bank sentral, karena makin mudahnya produsen memperoleh pinjaman dari bank maka akan memicu ekspansi usaha atau produksi barang-barang baru.
  2. Inovasi dalam proses produksi menyebabkan efisiensi dan produktivitas meningkat sangat pesat, hingga akhirnya menyebabkan turunnya harga-harga barang dan jasa.
  3. Berkurangnya jumlah uang beredar yang menyebabkan harga-harga barang dan jasa turun agar bisa memenuhi daya beli konsumen. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan bank sentral seperti yang pernah diterapkan oleh The Fed yang menyebabkan deflasi hebat di AS pada tahun 1913.
  4. Program penghematan pemerintah, dimana pemerintah memangkas pengeluaran seperti yang terjadi di Spanyol pada tahun 2010.
  5. Penurunan permintaan agregat karena latar belakang apapun. Umpamanya kemerosotan populasi produktif Jepang telah lama disinyalir menyebabkan deflasi, lantaran pertumbuhan permintaan jadi cenderung stagnan.

Keadaan deflasi akan berdampak spiral atau terjadi dengan percepatan yang tinggi. Jika indikasi-indikasi penyebab deflasi tidak cepat diatasi, maka akan membutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya dan mengembalikan perekonomian ke keadaan normal, sebagaimana terjadi di Jepang.

 

Tertarik bahasan mengenai topik ekonomi serupa? Simak juga artikel "Dampak Deflasi terhadap Perekonomian dan Mata Uang".

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Ilham M
Dari beberapa penyebab deflasi yg disebutin diatas, mana yang termasuk penyebab deflasi di Jepang & Zona Euro?
Darwin Kalisto
Deflasi ini kondisi yang muncul setelah harga turun secara terus-menerus kan? Inflasi sedikit drop belum tentu itu nantinya pasti akan deflasi kan? Kalau ada suatu penurunan inflasi apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya deflasi? Dan apakah ada contoh negara yang berhasil keluar dari masa deflasi ini?
Fxnubai
mskipun jepang udh lama deflasi tp knp y kok keliatanx dia masih stabil aja? bhkn jepang kan slh 1 negara maju yg ekonomix juga mapan. dlm hal ini sebenerx pengaruh negatif dr deflasi buat perekonomian jepang apa saja?
Wahyu Hidayat
Biasanya ketika ada penurunan tingkat inflasi, bank sentral akan berusaha memberlakukan kebijakan moneter longgar seperti memotong suku bunga dan memberikan stimulus untuk memacu kegiatan ekonomi dan meningkatkan inflasi. Efeknya, nilai mata uang dari negara yang mengalami deflasi akan melemah. Jelas tidak mudah bagi suatu negara untuk lolos dari zona deflasi terutama jika sudah terjebak di waktu yang lama.
Kiki Sudarma
mskpn udh deflasi tp apa msh mngkin bbrp indikator sprt tngkt pengangguran itu mngalami kmajuan? scr jngk pnjng bs jd prospek prtmbhn d suatu ngr terdeflasi itu lemah. tp itu tdk lnts membuat smw indikator ekonomi trus berakhir dg data2 yg buruk scr terus2an kan? psti ada dmpk stlh bank sentral melonggarkn kbjkannya, lalu dlm taraf apa suatu negara sdh bs diktkn sdh tdk terdeflasi? selain dr tingkat inflasi sih, krn bbrp indikator sprti retail sales kdg bs mengindikasikn lbh awal apa nantinya inflasi bs meningkat atau tdk. jd bgmn tanda2 dr indikator2 awal yg bs mengindiksikan lbh awal jika suatu negara akan lps dr kondisi deflasinya?
Martin S
@ Ilham M :
Di Jepang terutama karena yendaka (menguatnya mata uang Yen), bubble di pasar saham dan pasar kredit, di kawasan Euro juga terjadi penggelembungan kredit disamping nilai tukar mata uang Euro yang relatif kuat.
Martin S
@ Darwin Kalisto :
- Ya, benar.
- Yang akan dilakukan adalah menstimulasi aktivitas ekonomi antara lain dengan menurunkan suku bunga pinjaman.
- Ada, yaitu Amerika Serikat yang pernah mengalami deflasi panjang antara tahun 1920-1933.
Martin S
@ fxnubai :
meningkatnya beban hutang riil (real debt burdens) perusahaan2 besar, kredit macet di sektor perbankan dan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat.
Martin S
@ kiki sudarma :
- ya, benar, seperti di kawasan Euro tingkat penganggurannya juga ada perbaikan.
- Indikasi awal biasanya dari sektor produksi yang meningkat dan tenaga kerja yang bertambah.
Zain
Kenapa Jepang masih susah untuk bangkit dari inflasi yang rendah? kan dia negara maju, kok kya nya susah buat dia mengatasi itu..
Martin S
@ Zain:
Tidak hanya Jepang, di negara-negara Uni Eropa yang termasuk maju juga sedang mengalami deflasi. Deflasi memang tidak bisa cepat diatasi seperti inflasi. Jepang dengan Abenomics-nya sedang mencoba berbagai cara untuk mengatasi, antara lain dengan program stimulasi dari bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang beredar.
Sugi Anwar
sebenarnya deflasi di Jepang itu menurut saya bisa dipahami, karena biaya hidup di Jepang terutama ibu kotanya sudah sangat amat tinggi (Tokyo pernah menjadi kota dengan biaya hidup tertinggi).

Jadi menurut saya sih mungkin untuk menembus batas yg sudah terlewat tinggi tadi hitungannya makin lama makin sulit. Jadi mirip batas resistansi gitulah di Forex.

Sampai sekarang teman saya yg masih hidup di Jepang semuanya pada bilang kalo biaya hidup di Jepang masih relatif tinggi (gaji pun tinggi, meskipun lapangan pekerjaan tidak semelimpah beberapa dekade lalu), jadi bagi mereka "deflasi" nyaris tidak terasa di tingkat masyarakat atau pedagang ritelnya.
Mentari
berarti kalo gitu Moscow, rusia juga telah mengalami deflasi yah? kan juga salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi tuh, sampai sekarang mungkin... gimana tuh?

Kalau negara2 berkembang seperti Indonesia dan Malaysia gitu mungkin ancaman deflasi masih tidak terlalu terasa yah, kan biaya hidup dari dulu juga tidak begitu tinggi, harga2 juga relatif rendah di tingkat ritel (bukan karena deflasi tapi memang daya belinya cuma kuat segitu, tapi yg beli juga banyak karena murah2 td).
Martin S
@ Mentari:
Russia yang bertetangga dengan Uni Eropa memang terkena dampak deflasi karena negara-negara di Uni Eropa adalah partner dagang utama Russia. Di Indonesia meskipun tidak ekstrem juga kena imbas dari kondisi deflasi global, kalau diperhatikan tingkat inflasi di Indonesia akhir-akhir ini cenderung turun hingga dibawah 5%
Reziki Amal
Di jepang itu selain biaya hidup tinggi, rata2 tingkat konsumsinya juga relatif rendah (karena mungkin orang Jepang lebih suka menyimpan uang di Bank sebagai jaminan hari depannya, atau sejenisnya, dan investor2 besar melarikan dananya ke luar Jepang semua), itulah kenapa terjadi deflasi berkepanjangan di Jepang. Sedangkan di Moscow, saya kurang tahu pastinya,  meskipun biaya hidup di sana super tinggi, selama daya beli dan tingkat konsumsi penduduk di sana juga relatif stabil atau seimbang dengan supply-nya, seharusnya tingkat inflasinya masih bisa terjadi dengan rata2 normal. Gaji tinggi + dan tingkat konsumsi juga sama tingginya = inflasi relatif terkontrol
Sugi Anwar
ya saya pikir juga begitu, mungkin ya memang seperti itu keadaannya di Jepang selama bertahun tahun belakangan
Nanda Silanda
Jepang memang begitu. Di negara kita inflasi adalah sesuatu yang mengerikan. Tapi di negara maju, inflasi malah dinanti-nanti. Kuncinya adalah selalu bersyukur dimanapun kita tinggal.
Rana
Betul, setiap negara memiliki permasalahannya masing2. Tugas kita adalah membangun dan berkontribusi buat negara sendiri supaya bisa lebih baik di sekarang dan di masa mendatang.