Apakah Inside Bar Itu?

102855

Inside Bar merupakan salah satu formasi candlestick yang paling sering ditradingkan melalui analisa teknikal. Artikel ini akan menguraikan pengertian dan bagaimana cara tradingnya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Trading menggunakan pola candlestick Inside Bar sebagai acuan analisa teknikal masih menjadi pilihan populer karena kemudahan dan kesederhaannya. Formasinya juga khas dan mudah dikenali, sehingga dapat dijadikan sinyal untuk mengeksekusi order Buy atau Sell di segala pair dan timeframe.

 

candlestick inside bar

 

 

Semakin banyak batang candlestick yang diperhitungkan, semakin besar pula tingkat akurasinya. Jadi kalau cuma satu candle saja, akurasinya diragukan. Tetapi kalau terlalu banyak juga bikin pusing. Inside Bar bukan pola satu candlestick, tapi juga bukan pola banyak candlestick. Itulah alasan kenapa candlestick Inside Bar menjadi pilihan paling cocok bagi trader pemula, untuk belajar pola candlestick akurat dengan mudah.

 

Apa Itu Inside Bar?

Pada dasarnya, pola candlestick Inside Bar adalah formasi dua batang candle dengan aturan sebagai berikut:

  • Candle pertama adalah candle induk, sedangkan candle kedua adalah candle turunan.
  • Nilai tertinggi (High) candlestick kedua selalu lebih rendah daripada High candle pertama. Begitu juga dengan Low-nya yang selalu lebih tinggi dari candle induk. Secara visual, candlestick turunan akan selalu berada "di dalam" candle induk.
  • Trading Inside Bar hanya memperhitungkan nilai High dan Low saja, tidak memperdulikan posisi badan (body). Tidak masalah jika harga Open atau Close candle kedua menerobos range badan candle pertama.
 

pola candlestick inside bar

 

 

Aturan pertama dan kedua adalah ciri khas dari pola candlestick Inside Bar. Sedangkan aturan ketiga membedakan pola candlestick Inside Bar dengan pola Harami.

Candlestick pertama terbentuk pada saat terjadi pergerakan harga kencang ke salah satu arah. Sedangkan candle kedua tercetak dengan pergerakan sebatas range High dan Low candle sebelumnya. Dari pengamatan itu, biasanya pola candlestick Inside Bar sering ditemukan pada akhir sebuah tren. Karena alasan itu juga, trading Inside Bar sering digunakan sebagai sinyal reversal atau pembalikan arah.

 

Apa Yang Terjadi Di Pasar Saat Inside Bar Terbentuk?

Pola candlestick Inside Bar lazimnya terbentuk saat harga dan sentimen pasar bergerak kencang ke salah satu arah, sehingga muncul candle Bullish atau Bearish panjang. Semakin cepat dan besar pergerakan tersebut, akurasi Inside Bar semakin tinggi.

Pada dasarnya, candlestick Inside Bar menampilkan ketidakmampuan penjual untuk menekan harga ke bawah nilai Low, atau kegagalan pembeli untuk mendorong harga ke atas nilai High candlestick sebelumnya. Candlestick Inside Bar mengindikasikan keraguan pasar.

Meskipun pola candlestick Inside Bar umum digunakan sebagai sinyal reversal atau pembalikan arah tren, ada situasi tertentu ketika Inside Bar justru mengindikasikan berlanjutnya tren sebelumnya (kontinuitas). Misalnya pada contoh berikut:

 

strategi trading pola candlestick inside bar

 

 

Pada gambar chart EUR/USD di atas, pola Inside Bar pertama (lingkaran biru) memberikan sinyal kelanjutan tren, sedangkan Inside Bar kedua (lingkaran merah) mengindikasikan potensi pembalikan arah.

Bingung? Sekali lagi, Inside Bar sebenarnya adalah formasi candlestick yang menunjukkan keraguan pasar. Saat pasar dalam kondisi tarik ulur, mereka membutuhkan konfirmasi untuk mendorong atau menekan harga lebih jauh. Itulah alasannya kenapa pola ini memerlukan indikator tambahan seperti Bollinger Bands, Moving Average, atau Trend Channel.

Intinya, trading Inside Bar hanya memberikan indikasi awal potensi pergerakan harga. Analoginya, trading Inside Bar adalah rambu-rambu lalu lintas supaya Anda siaga dengan kondisi pasar berikutnya. Sayang, Inside Bar tidak dapat berdiri sendiri. Anda masih membutuhkan indikator lain untuk memastikan akurasi sinyal.

 

Indikator Inside Bar Untuk Trader Pemula

Kabar baik bagi trader pemula yang ingin belajar trading menggunakan pola candlestick Inside Bar. Anda tidak perlu lagi susah-susah mencari Inside Bar dengan mata telanjang, karena indikator Inside Bar ini secara otomatis mengenali formasinya untuk ditampilkan di chart.

Cara install-nya juga mudah, tinggal ikuti saja instruksi berikut:

  1. Download indikator Inside Bar di sini.
  2. Buka MetaTrader 5.
  3. Klik menu File, kemudian pilih Open Data Folder.
  4. Klik folder MQL5.
  5. Pilih Indicators, kemudian masuk ke folder Examples.
  6. Paste file Traditional InsideBar.ex4 ke folder Examples.
  7. Tutup terminal MetaQuotes dan MetaTrader 5.
  8. Buka kembali MetaTrader 5.
  9. Klik menu "Inserts" → "Indicators" → "Custom" → "Inside Bar".
  10. Centang box keterangan "Allow modification...", selanjutnya klik OK.
  11. Indikator Inside Bar siap dipakai.
 

indikator inside bar

 

 

Indikator secara otomatis menandai formasi candlestick Inside Bar terakhir. Garis biru adalah high candle turunan, sedangkan garis merah merupakan Low-nya. Indikator ini juga dilengkapi dengan alarm supaya Anda dapat langsung mengetahui pair mana yang saat ini menampilkan pola candlestick Inside Bar.

 

Bagaimana Cara Trading Inside Bar?

Perlu dicatat, pola Inside Bar seringkali muncul sebelum terjadi pergerakan harga besar. Perhatikan saja, setelah Inside Bar selesai terbentuk, kemungkinan besar harga akan terdorong atau tertekan secara ekstrim. Maka dari itu, pola Inside Bar dapat dikatakan sebagai titik konsolidasi atau pertemuan sebelum harga mengalami breakout ke salah satu arah.

Karena trading Inside Bar butuh konfirmasi dari indikator lain, kita akan menggunakan Bollinger Bands sebagai alat pendukung. Anda juga dapat menggunakan Simple Moving Average berperiode 20 sebagai alternatifnya.

 

strategi trading pola candlestick inside bar

 

 

Lingkaran bernomor ganjil adalah Inside Bar dengan sinyal reversal, sedangkan Lingkaran bernomor genap mewakili indikasi kelanjutan trend sebelumnya (continuation). Coba diperhatikan lagi, bagaimana cara membedakan trading Inside Bar dengan sinyal pembalikan atau lanjutan trend?

Caranya membedakannya sebenarnya cukup mudah, patokannya berada di garis Bollinger tengah atau Simple Moving Average berperiode 20. Jika harga tidak mampu menembus garis tengah tersebut, kemungkinan besarnya Inside Bar menunjukkan potensi kelanjutan trend. Sebaliknya, bila harga bergerak menembus garis tengah, maka harga telah mengalami breakout dan potensi besar untuk membentuk arah trend baru.

Selain menggunakan bantuan indikator lain, Anda juga dapat menggunakan batas Resistance atau Support untuk menentukan arah pergerakan harga setelah candlestick Inside Bar terbentuk.

Masih ingin petunjuk trading Inside Bar lebih lengkapnya lagi? Nih, ada satu video (berbahasa Inggris) mengenai panduan A-Z cara trading Inside Bar.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Priatmaja
pengen nanya gan, seumpama kalo breakout kita tunggu dari level high/low candle yg lebih besar, bukan inside barnya, apa juga bisa?

kok kelihatannya bisa lebih valid seperti itu karena candle yg sebelumnya itu high/lownya lebih lebar daripada inside bar. takutnya kalo cuma dari high/low inside bar masih false signal.
Gilang
tanya langsung di forum tanya jawab sf aja bang. lebih cepet dan lengkap jawabnya
Oki Rusmana
@Priatmaja:
Bisa juga, sepertinya ada pula yang menggunakan strategi itu. Tapi kekurangannya mungkin perlu waktu lebih lama untuk melihat apakah candle berikutnya sudah break dari level high atau low dari mother bar.

Tapi dari contoh di atas saja, kelihatannya memang yang diberikan pembatas untuk breakout adalah sumbu atas dan bawah mother bar, bukan inside bar. Jadi sepertinya bisa saja kalau mau mengambil level high dan low dari candle sebelumnya inside bar
Maim
ane lbh suka cr yg ke2 drpd yg pertama. trkesan lbh teliti aja drpd keburu open posisi brlwnan dgn tren begitu ada inside bar.

apalagi kl trnyt inside bar jg mnsinyalkan penerusan, bkn pembalikan aja. yah wlpun bgt jls msh perlu mm spy lbh aman posisiny. krn dr inside bar aja blm ketahuan sbrp kuat tren baru bkl terbentuk, ato sbrp besar koreksi harga (kl ada) sblm membentuk tren kuat
Jefri
memang sih ya. kebanyakan klo dari sinyal pola candle indikasinya slalu harga bakal bullish ato bearish tajam selepas terbentuknya pola itu. kayak inside bar, pola2 reversal laen sperti engulfing & hammer juga. tapi kenyataannya gag jarang juga harga ternyata gag bergerak terlalu meyakinkan sehabis ada pola candle tertentu.

entah karena polanya ternyata kurang valid, ato harga koreksi dulu sebelum benar2 ada tren baru. yg jelas butuh banyak latian klo mo trading pola candle aja... apalagi yg rencananya mo naked trading tanpa indikator.
Farid Edan
ane sependapat. sewaktu baca teorinya emang langsung terkesan sama analisa candlestick, cz dari chart aja udah bisa membaca pasar buat analisa pergerakan kedepan, tanpa perlu indikator pasangan macem MA, RSI, dn kawan-kawanya. tapi setelah coba diaplikasiin emang nggak segampang keliatannya. disamping karena pola candle ini nggak ada indikatornya (ada cuma dari custom indicator diluar mt4), juga masih perlu dikonfirmasi sinyalnya. terlalu berisiko cuma mengandalkan pola candle aja dlm trading