Advertisement

iklan

Aplikasi Pivot Point Dalam Trading Forex

91141

Ternyata banyak hal yg bisa kita dapatkan hanya dengan menggunakan pivot point ini. Seperti trend, menentukan level stop loss, take profit, mendeteksi level jenuh.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagaimana kita bisa menggunakan pivot point dalam sistem trading? Ternyata banyak hal yg bisa kita dapatkan hanya dengan menggunakan pivot point ini. Seperti trend, menetukan level stop loss, take profit, mendeteksi level jenuh. Untuk itu mari kita coba telaah satu persatu.

Market Bakal Trending
Pada dasarnya, informasi seputar kapan terjadi trend sangat sulit didapat. Itu karena kita tidak mengetahui secara pasti kapan market bergerak. Walaupun ada indikasi dari fundamental atau pun sinyal teknikal, tetap saja tidak bisa jamin akurat.

Nah, salah satu cara supaya hal tersebut dapat diketahui adalah dengan memperhatikan garis support dan resistance yang ada pada pivot point. Garis inilah yang sebenarnya membantu signal pivot point akan berjalan kemana. Dengan cara mudah, kita dapat melihat garis-garis support dan resisten tersebut mengembang atau menyempit.



Namun, pada saat terjadi permulaan awal trending, garis support dan resisten pada hari-hari sebelumnya sudah dapat terbaca dengan semakin menyempitnya pergerakan, dan memperkecil gerak market yang tercermin pada semakin berdekatannya garis S dan R tersebut.

Market Sedang Sideway
Untuk menentukan market yang sedang sideway pun sebenarnya tidak terlalu mudah. Untuk memperhitungkan sideway yang terjadi, menunggu adalah faktor utama yang harus dipahami dalam prediksi pivot point. Pada saat terjadi trend besar, garis S dan R akan tertembus semuanya. Begitu market mampu menembus semua, biasanya di hari berikutnya harga cenderung pelan dan sideway. Walaupun masih ada juga kemungkinan akan terus melanjutkan trend sebelumnya.



Untuk mengetahui hal tersebut, cukup lihat garis support dan resisten pada pivot point dengan mengamati lebar dan sempitnya antar garis. Dalam pergerakannya, market selalu diawasi oleh garis-garis S dan R pivot point, begitu garis melebar jauh, kemungkinan market tidak jauh-jauh dari garis terdekat pivot point.



Take Profit (TP)
Dalam banyak hal, seringkali transaksi yang kita lakukan tidak bisa ditinggalkan karena suatu sebab. Ada kalanya memang ingin menghasilkan profit yang banyak, atau memang sekedar memantau pergerakan harga dengan menunggu transaksi sampai sesuai yang kita harapkan. Dalam beberapa kasus, kadang kita terganjal pada seberapa kuat market untuk bisa sampai pada TP kita. Salah satu cara menyelesaikannya adalah dengan melihat indikator pivot point dalam menentukan TP nya.



Selalu gunakan TP pada saat market akan menuju ke salah satu garis, baik garis resisten maupun garis support. Hal itu adalah untuk menjaga dari terjadinya titik reversal atau titik dimana harga akan mengalami suatu trend terbalik, dan kalau kita biarkan, dikhawatirkan bukannya profit tapi malah rugi yang didapat.

Stop Loss (SL)
Cara lain untuk mengatasai kerugian adalah dengan menggunakan stop loss. Itu juga tergantung dari sistem yang digunakan. Stop loss pada transaksi dengan menggunakan signal pivot point, cara mudahnya sama seperti pada saat kita menggunakan TP. Cukup gunakan salah satu garis pivot, untuk menjadi acuan stop loss.



Jika harga mulai menyentuh salah satu garis, di situ kita bisa menerapkan stop loss sesuai yang kita inginkan. Stop loss sebaiknya diterapkan pada market yang dinamis, jangan menggunakan point. Itupun kalau memang stop loss yang digunakan benar-benar menggunakan signal dari pivot point. Penggunakan stop loss pada pivot point ini digunakan dalam mengurangi kerugian akibat floating atau kesalahan signal.



Jenuh Buy
Dapat diketahui perdagangan akan dianggap terlalu mahal membuat pembeli tidak mau melakukan pembukaan harga kembali. Sebab keengganan pihak seller dikarenakan harga dianggap tidak layak beli akibat cenderung terlalu mahal.

Dari gambaran tersebut, kita akan tahu pergerakan harga yang terlalu mahal dikarenakan range harian pada tiap-tiap pair telah terlampaui, atau setidaknya mendekati. Bila harga-harga tersebut berada pada bidang range harian Support (S) dan Resistance (R) maksimal, dapat dilihat harga akan cenderung berhenti, atau berbalik arah.


Jenuh Sell
Pada saat perdagangan mulai dianggap terlalu murah, pihak pedagang enggan untuk menawarkan dagangannya kembali ke pasar. Akibat dari keengganan tersebut, menjadikan harga terhenti atau bertengger di wilayah range harian pair.



Penyebabnya adalah karena perdagangan dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental atau faktor teknikal dari setiap trader yang melakukan transaksi. Titik jenuh ini muncul karena para trader di seluruh dunia menyepakati tidak ingin melanjutkan perdagangan di hari yang sama, pada saat range pair terlampaui atau terdapat di sekitar range diatas S dan R maksimal.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Andri Nov
ane lebih suka tunggu trending daripada sideway, peluangnya lebih banyak, kalo sideway ditunggu sama pivot poin paling2 cuma buat dapetin sl tpnya aja
Ivan Hendarsa
@Andri; Meskipun bisa mengenali tren juga tapi pivot point juga bisa difungsikan sebagai penentu level stop loss dan take profit, sama saja dengan menyesuaikan penentuan level-level itu di saat sideways. Kalau pivot point berfungsi sebagai level support dan resistance maka analisa utama ya dengan mengamati break/bounce dan stop loss/take profitnya.
S.fadil
pp bnyk fngsx, sm jg kyk indi sr lain berarti jg bs bwt nyari lvl2 ini. yp sptx ttp ms bth konfirm dr indi laen, trutama bwt nyari tren sm titik jenuh. itu agak bkn rg kl d analisa dr pp aja
Ivan Hendarsa
@Fadil; Benar jika penggunaan pivot point akan lebih maksimal jika digabungkan dengan indikaor lain. Tapi dari beberapa indikator tren dan oscillator yang bisa menunjukkan tren dan posisi overbought dan oversold, sebagian besarnya bersifat lagging, padahal pivot point ini sudah termasuk leading indikator. Sepertinya kalau tidak menantikan awal tren ini bukan masalah, tapi jika ingin bisa trading di awal pembentukan tren, bisa mengantisipasi break dari pivot point dan juga menganalisa pola candlestick yang terbentuk. Kalau sinyal-sinyal dari indikator lain yang muncul kemudian menandakan hal yang searah itu bisa semakin memantapkan posisi trading.
Husen Elton
Klo titik jenuh order nya terus seperti apa? Apa bisa masuk dengan pasang SL dan TP sesuai garis pivot, atau tunggu sampai ada reversal dulu baru bisa masuk posisi? Klo sudah sampai di overbought atau oversold sudah pasti akan reversal kan? Dan seberapa besar sih penguatan reversal yang dihasilkan nanti nya?
Mr. Good
supaya sinyalnya terkonfirmasi bisa melihat price actionnya. bahkan dengan overbought/oversold pun tidak ada yang namanya pasti dalam perkiraan harga. jadi usahakan untuk entry dengan confirmed signal sebaik mungkin dan jangan lupa manajemen risiko