Arti Penting Money Management Dalam Trading

124742

Mayoritas trader akan lebih rela menghabiskan uang untuk menggunakan Robot Forex. Padahal, sebenarnya money management merupakan strategi paling sederhana.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Sebagian besar trader rela menghabiskan uang dan tenaganya untuk menggunakan Robot Forex. Dengan alasan, robot trading lebih efisien dalam pengujian strategi selain itu promosi yang ditawarkan juga menarik dan menjanjikan keuntungan super besar jangka panjang. Mereka seolah lupa, bahwa satu hal yang sebenarnya paling sederhana namun sangat efisien tidak ditentukan dari sebagus apa strategi, sinyal, atau robot apa yang digunakan, tapi bagaimana trader menyusun dan menjalankan money management.

arti penting money management
Meskipun hampir setiap trader menyadari bahwa keberhasilan dalam Forex sangat tergantung pada pengelolaan loss dan profit yang cermat, namun faktor money manajemen justru lebih sering diabaikan. Dibanding pemilihan dan penggunaan indikator, statistik, analisis, dan strategi, banyak trader masih kurang menyadari pentingnya kinerja sebuah money management.

Masalah pertama yang biasanya akan dihadapi oleh seorang trader pemula adalah kerugian. Mereka kemudian akan beranggapan bahwa strategi atau analisis yang mereka gunakan nampaknya tidak banyak membantu. Padahal, penyebab kegagalan bisa saja berasal dari pengaturan money management yang kurang cermat. Oleh karena itu, studi dan praktik mengenai metode money management sangat dibutuhkan dan harus dijadikan syarat utama. Money management mengajarkan kita bagaimana mengelola kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Jika seorang trader mampu mengelola money management dengan baik, maka dalam kesehariannya ia akan terbiasa bertanggung jawab dan disiplin dalam tradingnya.

Ada banyak cara mengelola kerugian, tetapi tidak ada cara untuk menghindarinya. Bahkan seorang trader sehandal George Soros pun sebenarnya masih memiliki sejumlah masalah serius dalam tradingnya. Beliau juga terkadang tak sengaja melakukan kekeliruan, namun orang tetap mengakuinya sebagai trader terhebat bukan? Begitu juga dengan Warren Buffet. Beliau membeli saham sebuah perusahaan minyak pada puncaknya di tahun 2008. Tapi beliau juga pernah membuat pilihan yang salah dengan mengambil alih Salomon Brothers di tahun 90-an. Baik Soros maupun Buffet, mereka dengan lapang dada mengakui kesalahan dan kerugian, bukan menyangkalnya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir merugi atau melakukan kesalahan. Hadapi semuanya dengan tenang.

Para trader besar yang sudah banyak menghadapi kerugian, sanggup mempertahankan eksistensinya tidak lain karena adanya penggunaan money management. Bayangkan saja, jika seorang trader tidak memiliki pengaturan apa-apa maka dalam beberapa kesalahan mereka akan rugi besar dan tidak mampu bangkit dari kegagalan. Sementara itu, dengan menerapkan money management yang baik, trader akan mampu bertahan meski dalam perjalanannya sempat tersandung oleh kesalahan-kesalahan yang membuatnya loss. Namun karena jumlah kerugian dan potensi keuntungan sudah mereka atur sedemikian rupa dengan pelaksanaan money management yang ketat, maka akun trader akan tetap mampu bertahan menghadapi kegagalan yang memang sudah wajar menyertai perjalanannya.

Jadi, pengelolaan uang alias money management merupakan jantung dan jiwa dari perdagangan, katup pengaman terhadap kesalahan, dan perisai melawan ketakutan dan irasionalitas. Trader boleh saja mengaplikasikan alat-alat analisis teknikal dan puluhan indikator, tapi keterampilan pengelolaan uang hanya dapat diperoleh dengan tekun dan sabar berlatih, serta komitmen total untuk sukses dalam perdagangan. Seseorang yang sudah master dalam mengatur keuangannya, dialah sebenarnya trader teladan.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Junz
widihh gimana ceritanya nick leeson ma jerome ngilangin duit $ 7 milliar O.o , salah analisa kah?
Anugerah
To Junz, ane tau nick leeson itu yang trlibat kasus penggelapan dana trading dari salah satu bank trbesar di inggris. mungkin karena kebiasaan profit. jadi pas rugi bukannya dia evaluasi trading nya tapi malah memperbesar transaksi trading nya sbg upaya balas dendam.
tapi hasil nya malah rugi sampai ratusan juta pound dan parahnya laporan keuangan dari tradingnya itu dimanipulasi.
waktu ketahuan jumlah rugi dari bank itu udah ga terkira besarnya sampai akhirnya bank itu kolaps
Roni Sujana
emang trader itu juga mesti punya kesadaran. kalo g gitu ya bisa kilaf udah loss tapi gg juga realistis malah besarin resiko terus terusan. buat seukuran trader gede semacam mereka aja masih mungkin, apalagi para trader ritel yang sekarang ini bisa buka akun pake modal 10 dolar aja. mungkin karna modalnya gg seberapa jadi malah lebih gampang terus terusan nambah resiko tanpa betul2 sadar sama kesalahannya. yang penting terima ajalah kalo udah loss. terima itu sebagai kesalahan sendiri jangan terus berpikiran buat balas dendam udah ada contoh dari 2 trader diatas ini yang mestinya bisa bikin kapok.
Santoso Muslimin
Betul. Tapi sy kurang setuju kl penyebab trader melakukan balas dendam adalah karena modal trading yang rendah. Dengan adanya bukti dari trader-trader institusional yang juga melakukan hal ini sudah menjadi tanda bahwa jumlah modal bukanlah penyebab utama. Ini tidak lebih bersumber dari psikologi tradernya sendiri yang tidak siap menghadapi kekalahan. Jika seorang trader sudah punya pemahaman yang realistis dan bersedia menerima kekalahan, maka berapapun modal yang dimiliki, ia akan mampu menerapakan money management yang baik untuk mengantisipasi kerugian dan patuh pada aturan tradingnya sendiri.
Ricky Ahmadi
Jadi karena analisis tidak membawa hasil yang pasti, maka money management perlu dilakukan untuk mengelola kemungkinan resikonya, tapi apakah pengelolaan itu akan memperngaruhi peluang profit yang akan diperoleh?
Basori
Udah pasti
Tapi belom tentu pengaruhny bakal negatip.
Karna mengatur manajemen modal pake rasio risk reward juga bisa ngunci profit
Jadi profit yg udah didapet bisa segera diamankan waktu udah mencapai tingkat yg diharapkan
Beda klo tdk ada langkah seperti ini. Walopun bisa lbh memberi ruang bebas buat profit terus bertambah tpi jg ada kemungkinan prgerakan harga yg tdk pasti
Bisa berubah naik turun akan kembali menghabiskan profit yg udah didapat.
Jadi ada pengaruh udah pasti ada.
Cuma klo dilihat dari segi pengamanan maka mm ini fungsinya melindungi profit yg udah terkumpul
Annga_fbrian
@ricky:justru kl ngatur rasio risk & rewardx tpt malah bs ngatur profit dgn persen yg lbh bsr dr resikox. kecuali kl analisa ente keliru & keburu kena sl duluan sih..
Ricky Ahmadi
Nah itu, meskipun sudah menggunakan money management tapi kalo analisa dan strateginya kurang tepat tetap saja hasilnya akan loss.
Memang jumlahnya bisa diatur ke level minimum, tapi kalo terjadi terus-menerus, modal di akun ya tetap akan tergerus.

Slamet Gogreen
@ricky. ya maka itu planning trade kudu lengkap bro. kalau suda ada hitungan manajemen risikonya jangan dikira analisa trading bisa lebih dilepas begitu aja. walopun rasio laba rugi lebih besar dari 1 : 1 bisa tetep mengamankan balance ketika sistem yang dipake win rasionya kurang dari 50 %. tapi pasti ada limit sampe berapa kali loss kita bisa tolerir kekalahan. perkirakan misal dengan sistem yg win rasionya 40 % dan rasio laba rugi 1 : 2 kita bisa berapa kali loss dalam 10x trade supaya jumlah minus juga ga semakin menggunung. intinya pake manajemen risiko ga berhenti sampai di perhitungan pertrade aja tapi juga untuk trade-trade jangka panjang supaya akun trading juga bisa awet
Imam Eff
analisis itu penting, strategi juga, tapi kalo nggak ada money management, resiko yang ditanggung bisa nggak terkontrol. begitupun management yang baik, kalo nggak dilengkapi ana;isis yang teruji juga peluang tradingnya nggak bakal bagus. mending semuanya dipertimbangin secara serius, biar komponen trading jadi lebih lengkap dan peluang profitnya juga lebih besar
Eddy Lubi
money management memang bisa menjadi pengaman kesalahan, tapi tidak cukup kuat untuk benar-benar menghilangkan ketakutan dari emosi trader. jika digunakan money management mungkin bisa meminimalisir ketakutan itu, tapi masih ada faktor lain yang juga bisa menyebabkan emosi trading menjadi tidak stabil.

sebaik apapun trader mengatur sistem trading dan money management-nya, persoalan psikologi adalah hal yang tidak bisa benar-benar dikontrol dengan pasti. ini semua akan terbentuk sendirinya dengan pengalaman trader menghadapi kondisi pasar.

jika masih pemula, sebagus apapun rencana tradingnya tetap akan berpeluang untuk melakukan kesalahan amatir yang disebabkan oleh tidak stabilnya emosi trading.