OctaFx

iklan

Aturan Floating Leverage Yang Perlu Diketahui Trader Forex

Tidak semua leverage berstatus tetap. Ada pula floating leverage yang meningkatkan risiko margin call bagi scalper dan pengguna robot.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pembahasan tentang leverage umumnya hanya mendiskusikan tentang berapa besar leverage yang ideal, atau risiko leverage untuk trader. Padahal, ada satu topik lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu tentang teknis pemberlakukan leverage oleh broker forex.

Tahukah Anda, broker forex bisa memberlakukan leverage secara tetap (fixed) maupun berubah-ubah (floating)? Perbedaan cara kerja kedua jenis leverage ini sangat jarang didiskusikan, sehingga trader yang tidak memahaminya akan merasa seolah-olah dirinya dijebak oleh broker. Padahal broker forex biasanya sudah memaparkan hal ini kepada trader dalam syarat dan ketentuan atau dokumen lain saat pembukaan akun; tetapi ya, siapa sih yang benar-benar membaca dan memahami T&C!?

 

Perbedaan Fixed Leverage & Floating Leverage

Sebagian besar broker forex menerapkan fixed leverage. Artinya, leverage berstatus tetap dan tidak akan berubah-ubah. Umpama Anda telah memilih leverage 1:100 saat membuka akun, maka proporsi itulah yang akan diberlakukan pada semua aktivitas trading yang dilakukan melalui akun tersebut.

Fixed leverage hanya dapat diubah oleh trader pada akunnya sendiri, atau diubah oleh broker melalui pengumuman khusus sehubungan dengan perubahan aturan regulator-nya. Tapi, ada sejumlah broker forex tertentu yang memberlakukan floating leverage.

Floating Leverage

Floating leverage adalah jenis leverage yang akan berubah-ubah sesuai dengan pertumbuhan volume open posisi. Misalnya Anda biasanya trade dengan leverage 1:500. Setelah total volume posisi terbuka Anda melampaui USD3 Juta, broker akan memberlakukan leverage lebih rendah untuk posisi yang dibuka berikutnya, misalnya 1:400.

Apabila total volume posisi terbuka naik lagi menjadi USD5 juta, broker akan menurunkan lagi proporsi leverage untuk posisi terbuka berikutnya. Mungkin turun menjadi 1:300 atau 1:200. Hal ini akan berlangsung terus menerus, dan perubahannya dilakukan secara otomatis pada akun tanpa notifikasi khusus.

Dalam akun yang menerapkan floating leverage, trader dituntut untuk menyediakan margin lebih banyak demi mempertahankan posisi terbuka dalam volume trading yang besar. Hal ini mungkin tidak akan terlalu mengkhawatirkan bagi trader kecil-kecilan yang biasa open posisi dalam jumlah sedikit. Namun, floating leverage patut diwaspadai oleh para scalper, pengguna robot (expert advisor), dan trader lain yang biasa membuka banyak posisi dalam jumlah besar.

 

Mengapa Broker Menerapkan Floating Leverage?

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa floating leverage itu berisiko tinggi bagi trader. Trader perlu merencanakan pembukaan posisi dengan lebih teliti dan memantau margin dengan lebih jeli. Apabila luput memperhitungkan fluktuasi margin, salah-salah akun akan lekas terkena margin call.

Jadi, kenapa ada broker yang memberlakukan floating leverage? Salah satu alasan utamanya, broker merasa perlu memitigasi risiko yang mereka tanggung dalam posisi trading bervolume besar.

Atas alasan ini, para broker dapat menerapkan jenis leverage berbeda-beda untuk setiap jenis akun atau setiap kelas aset. Suatu broker bisa jadi menerapkan fixed leverage untuk akun mikro, tetapi mengenakan floating leverage untuk akun VIP. Suatu broker juga bisa jadi menerapkan fixed leverage untuk open posisi pada forex (mata uang), tetapi memberlakukan floating leverage pada CFD saham, ETF, dan mata uang kripto.

Aturan floating leverage biasanya sudah dipaparkan dalam dokumen pembukaan akun awal, sehingga trader tidak akan dikirimi notifikasi lagi ketika broker mengubah leverage dalam akun. Hanya saja, aturan perubahan leverage itu akan berbeda-beda pada setiap broker. Ada baiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Customer Service (CS) jika belum mengetahuinya.

 

Broker Mana Saja yang Menerapkan Floating Leverage?

Pada umumnya, broker forex menerapkan leverage tetap. Hanya sedikit saja broker forex yang memberlakukan floating leverage, antara lain:

Broker forex yang biasa menerapkan fixed leverage juga dapat beralih memberlakukan floating leverage untuk sementara waktu demi menanggulangi peningkatan risiko pasar. Umpamanya, suatu broker biasa memberlakukan leverage 1:50 untuk komoditas energi, tetapi mengubahnya menjadi floating antara 1:50 hingga 1:20 karena kondisi pasar minyak dianggap sangat ekstrem selama periode tertentu. Untuk perubahan seperti ini, broker biasanya mengirim edaran pengumuman khusus via email trader.

292865

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.