Awas, Dividen Trap!

174683

Sebagai investor saham, ada dua keuntungan yang kita harapkan. Dividen dan capital gain. Dividen berasal dari laba perusahaan, sedangkan capital gain berasal dari harga jual saham dipasar yang lebih tinggi daripada saat kita beli. Dividen dibagi berkala, tetapi berupaya meraup keuntungan dekat waktu pembagian dividen bisa bahaya. Kenapa?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebagai investor saham, ada dua keuntungan yang kita harapkan. Dividen dan capital gain. Dividen berasal dari laba perusahaan, sedangkan capital gain berasal dari harga jual saham dipasar yang lebih tinggi daripada saat kita beli.


Kalau Keuntungan Investor Berupa Capital Gain...

Ketika orientasi investor hanya ingin mendapatkan capital gain, biasanya investasi yang dilakukan dalam waktu yang pendek. Artinya, hal pertama kali yang dilakukan investor sebelum membeli saham adalah menentukan di harga berapa saham itu akan dia jual ketika naik. Serta, juga menentukan di harga berapa saham itu akan dijual ketika harga turun. Loh, padahal beli saham saja belum, tapi mengapa sudah menentukan berapa saham itu dijual?

Ya. Penentuan diharga berapa saham itu akan dijual, di lakukan diawal sebelum saham tersebut kita beli. Karena, yang kita incar adalah keuntungan dari kenaikan harga saham di pasar. Sehingga, ketika sudah membeli saham yang kita inginkan, dan ternyata saham tersebut harganya lebih tinggi daripada saat kita beli, maka kita siap-siap untuk merealisasikan keuntungan. Lalu, mengapa kita juga menentukan diharga berapa saham itu dijual ketika turun harganya?

Jawaban simpelnya sama. Jika saat harga saham naik, kita amankan keuntungan. Dan jika harga turun, kita amankan modal kita. Maksudnya, tujuan penentuan harga jual saat saham itu turun adalah membatasi jumlah kerugian yang nanti kita tanggung. Sangat jelas, jika kita beli saham kemudian kita jual dengan harga yang lebih rendah dari harga beli, maka kita hanya akan mendapatkan uang yang lebih sedikit. Sehingga, semakin saham itu turun maka ketika kita jual, uang yang kita terima akan semakin sedikit pula.

investasi saham rugi - illustrasi
Itulah investor yang tujuannya mencari keuntungan dari kenaikkan harga saham. Risikonya  ya harus siap jika ternyata harga sahamnya turun atau rugi. Lalu, bagaimana dengan investor yang tujuannya untuk mendapatkan dividen?


Kalau Keuntungan Investor Berupa Dividen...

Pertama, investor yang mengharapkan dividen ini, tentu saja dia yang membeli saham kemudian dia simpan dalam jangka waktu yang panjang. Bisa sampai 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau sampai target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karena disimpan dalam jangka waktu yang tidak pendek, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum saham itu dibeli.

Misalnya, bagaimana manajemen mengelola perusahaan, bagaimana keberlangsungan bisnis perusahaan, dan tentu saja bagaimana perkembangan kinerja perusahaan, apakah perusahaan akan menghasilkan keuntungan secara terus menerus, dan membagikan deviden yang jumlahnya meningkat tiap tahun, atau sebaliknya. Investor harus mencermati hal-hal semacam ini. Sehingga, saham yang kita beli benar-benar saham bagus, saham yang dapat menghasilkan dividen sesuai yang kita harapkan.

kinerja perusahaan - illustrasi
Sebenarnya, investor bisa saja langsung membeli saham tanpa melakukan kajian-kajian tersebut. Namun, jika itu yang dilakukan maka resiko yang dihadapi akan lebih besar. Menyimpan saham dalam jangka waktu yang lama, tetapi ketika kita beli saham tersebut hanya berdasarkan rumor, firasat atau tebak-tebakan, maka kemungkinan kita bisa menikmati dividen tiap tahun amat lah kecil. Karena, kita tidak tahu apakah perusahaan yang sahamnya kita punya tumbuh dan berkembang atau tidak. Dan juga keuntungan perusahaan makin naik atau tidak. Kajian-kajian yang harus kita lakukan adalah untuk memastikan apakah perusahaan masih bisa berjalan dalam waktu lama, apakah perusahaan dapat berkembang dalam waktu lama, dan apakah perusahaan dapat menghasilkan keuntuntungan yang makin besar dalam jangka waktu yang lama. Kajian-kajian itu untuk memastikan hal-hal tersebut.

 

Tapi Hati-hati Pada 'Dividen Trap'...

Sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan, jika hanya dividen yang ingin kita dapatkan. Yaitu, dengan membeli di saat cum date dan menjualnya pada saat ex date. 'Cum date' adalah tanggal terakhir saat pemegang saham masih berhak mengklaim dividen di periode tertentu. Sedangkan 'ex date' adalah tanggal saat saham sudah tidak lagi memiliki hak atas dividen periode tersebut. Dengan membeli saat cum date dan menjualnya saat ex date, kita tidak perlu repot-repot menyimpan saham hingga bertahun–tahun. Tapi, cukup kita menyimpannya semalam saja. Biasanya jadwal cum date dan ex date beriringan atau jika jadwal cum date nya hari ini, maka besok adalah jadwal ex date nya. Maka, kita cuma menyimpannya semalam saja bukan?

Memang, untuk mendapatkan dividen, kita bisa membelinya saat cum date. Namun jika seperti ini, jelas risiko nya sangatlah besar. Risiko yang biasa terjadi adalah kita terperangkap dalam dividen trap. Apa itu dividen trap?

Secara simpel begini. Menarik atau tidak jika perusahaan perusahaam membagikan dividen dengan jumlah yang besar? Ya. Semua orang pasti setuju kalau yang lebih menarik itu perusahaan yang membagikan dividen yang lebih banyak. Nah. Dari sinilah dividen trap dimulai.

Besarnya dividen adalah hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dan saat RUPST mengumumkan jika perusahaan akan membagikan dividen dengan yield yang besar, maka seketika itu investor mulai ramai memborong saham perusahaan. Hukum ekonomi dimana permintaan naik maka harga pun akan naik mulai berlaku. Investor ramai membeli saham perusahaan, akhirnya saham perusahaan pun naik.

Karena ada sentimen positif dari besarnya pembagian dividen, harga saham perusahaan sudah naik bahkan sebelum dividen dibagikan. Maka sangat wajar jika saat jadwal pembagian dividen atau cum date, harga saham tersebut merosot.

Investor yang mencari dividen dan karena tertarik dengan dividen yang besar, kemudian membeli saham pada saat cum date, maka besar kemungkinan saham yang baru saja dia beli harganya turun. Mengapa demikian?

Pertama, kecenderungan orang sudah ramai-ramai membeli saham tersebut sesaat setelah hasil  RUPST diumumkan, sehingga harga saham sudah naik lumayan tinggi bahkan sebelum cum date. Hukum ekonomi permintaan dan penawaran berlaku. Kedua, karena sebelum cum date saja harga saham sudah naik lumayan, maka ada kemungkinan saat dan setelah cum date harga saham malah turun. Bahkan, saat ex date, orang ramai-ramai melepas saham tersebut. Dan hukum ekonomi pun berlaku kembali, dimana ketika penawaran lebih besar harga pun cenderung turun.

Sehingga, kemungkinan harga saham setelah cum date turun bahkan lebih besar dari besarnya jumlah dividen yang didapat. Inilah dividen trap. Jika investor masuk dividen trap¸keuntungan secara dividen dia dapat. Namun, dia juga menanggung kerugian dari harga sahamnya yang turun. Bahkan, jumlah keuntungan dari dividen terkadang tidak cukup untuk menutupi kerugian akibat turunnya harga saham. Karenanya, awas dividen trap!

Selamat Berinvestasi.

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.