Advertisement

iklan

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Candlestick Gravestone Doji?

Penulis

+ -

Apakah Anda sedang mencari strategi trading untuk mendeteksi reversal bearish? Sistem trading memanfaatkan pola candlestick gravestone doji bisa jadi salah satu petimbangan. Bagaimana cara menggunakannya?

iklan

iklan

Pola candlestick sangat beragam namun ada beberapa pola candlestick spesifik yang bisa Anda gunakan dalam trading. Hampir sebagian besar trader memanfaatkan pola candlestick tersebut karena merupakan salah satu strategi andalan bagi mereka yang menggunakan metode price action.

Pola candlestick spesifik ini terbentuk pada level yang penting di market guna menunjukkan peluang entry yang bagus. Salah satu pola candlestick itu adalah gravestone doji. Seperti apa pola candlestick gravestone doji? Bagaimana cara tradingnya? Tenang, di artikel ini kami akan menjelaskannya secara detail untuk Anda.

Baca Juga: Menggunakan Konfirmator Candle Doji Agar Trading Lebih Akurat

gravestone doji

 

Penjelasan Gravestone Doji

Pola candlestick doji mempunyai banyak bentuk, namun kali ini kita akan membahas secara khusus tentang gravestone doji. Pola candlestick gravestone doji mempunyai bentuk khusus yang jika terbentuk pada resisten maka akan menandakan peluang tinggi harga bakal melemah.

Dengan demikian, strategi trading yang menggunakan pola candlestick gravestone doji bermanfaat sebagai sinyal entry sell jika terbentuk pada level support resisten.

Jika Anda belum seperti apa bentuk candlestick gravestone doji, perhatikan gambar polanya berikut ini.

Trading Memanfaatkan Gravestone Doji

Candlestick gravestone doji adalah pola candlestick reversal bearish yang biasanya terbentuk pada akhir tren naik. Jadi ketika market dalam keadaan tren naik dan terbentuk pola gravestone doji, hal ini memberikan sinyal awal tren akan berbalik arah menjadi turun.

Gravestone doji terbentuk ketika harga pembukaan (open price), harga terendah (low price) dan harga penutupan (close price) berada pada harga yang sama. Yang paling penting dari pola ini adalah shadow atau ekor atasnya yang panjang karena menunjukkan bahwa market menguji resisten yang potensial.

Pola candlestick gravestone doji terbentuk ketika buyer mencoba menekan harga ke atas dengan melakukan pembelian. Namun, di sisi lain, ternyata seller menahan harga pada resisten dan mendorong harga kembali ke harga pembukaan. Oleh karena itu, tren naik tertahan akibat aksi seller di resisten.

Perhatikan pada grafik di bawah ini, market sedang tren naik sampai akhirnya terbentuk pola candlestick gravestone doji kemudian akhirnya turun ke bawah.

Trading Memanfaatkan Gravestone Doji

 

Aturan Trading Pola Gravestone Doji

  1. Ketika harga bergerak naik mencapai level resisten, tunggu sampai harga membentuk pola candlestick gravestone doji.
  2. Ketika terbentuk pola candlestick gravestone doji, letakkan sell stop 2-3 pips di bawah harga terendah dari pola gravestone doji dan jika terjadi break, maka posisi sell masuk.
  3. Letakkan stop loss 3-5 pips di atas harga tertinggi dari pola gravestone doji.
  4. Gunakan swing low sebelumnya sebagai target profit.

Perhatikan contoh grafik di bawah ini.

Trading Memanfaatkan Gravestone Doji

 

Pentingnya Level Saat Pola Gravestone Doji Terbentuk

Ketika pola gravestone doji terbentuk pada level atau zona resisten, barulah kemudian pola tersebut mempunyai arti yang spesifik dibandingkan ketika terbentuk di tempat tanpa resisten.

Oleh karena itu, Anda tidak bisa mengambil entry pada setiap pola gravestone doji yang terbentuk lantaran tempat atau levelnya sangat penting.

Pada grafik di bawah ini, perhatikan bahwa ada 2 pola gravestone doji, terbentuk namun pola kedua mempunyai arti spesifik karena terbentuk pada level resisten yang jelas.

Trading Memanfaatkan Gravestone Doji

Setelah paham mengenai pola candlestick gravestone doji, maka Anda hanya bisa masuk entry sell pada poin 2 dan bukan poin 1. Pola gravestone doji yang terbentuk tidak pada level resisten bakal mempunyai peluang berhasil yang lebih sedikit dan rasio risk/reward kecil.

Selain level resisten, ada beberapa level yang bisa menjadi level penting untuk melihat pola candlestick ini. Contohnya garis moving average, garis bollinger bands, level fibonacci, dan level pivot.

 

Kondisi Ideal

Selain level resisten sebagai area entry, ada satu komponen penting yang akan menambah peluang berhasil dan rasio risk/reward dari strategi trading pola candlestick gravestone doji. Komponen ini adalah struktur harga atau tren yang sedang berlangsung.

Pola candlestick gravestone doji yang terbentuk di resisten akan mempunyai peluang berhasil lebih tinggi jika keadaan tren yang berlangsung sedang turun. Tentunya, potensi risk/reward yang ditawarkan akan jauh lebih besar.

 

Kesimpulan

Pola candlestick gravestone doji adalah pola candlestick pembalikan (reversal) bearish yang bisa Anda gunakan dalam trading. Pola ini unik menandakan adanya perubahan arah tren menjadi turun. Walapun pola ini jarang terbentuk di market, namun apabila gravestone doji terbentuk di level penting, maka peluang harga berbalik turun menjadi tinggi.

Biasanya pola candlestick ini terbentuk pada sesi Asia karena rendahnya volume transaksi saat itu, yang sering juga dijumpai pada grafik time frame rendah seperti 15 menit atau dibawah 15 menit.

 

Untuk mendeteksi reversal, tak hanya pola gravestone doji, Anda juga bisa memanfaatkan pola candlestick Tweezer Top dan Bottom. Seperti apa carnaya? Simak dalam artikel berikut ini.

297982
Penulis

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.