Bagaimana Menjadi Seorang Investor Saham

Jumlah investor saham domestik di negeri ini jumlahnya sangat sedikit. Masalahnya, orang-orang bahkan tidak tahu apa itu pasar saham atau pasar modal.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Minggu 8 Juni kemaren, baru saja berlangsung debat antara 2 kandidat calon pemimpin negara ini 5 tahun ke depan. Jokowi dan Prabowo. Ya, dua nama itulah yang menjadi kandidat Calon Presiden (Capres) tahun ini. Dengan tema yang menarik, yakni tentang  perekonomian dan kesejahteraan rakyat, para kandidat menyampaikan gagasan-gagasan khas mereka masing-masing. Banyak argumentasi visi dan misi yang dipaparkan. Banyak data-data permasalahan yang disampaikan. Juga banyak program-program dari dua kandidat yang ditawarkan.

Pada kesempatan debat itu, Prabowo menyampaikan bahwa, tiap tahun banyak dana kita yang bocor dan lari ke luar negeri. Apa dan mengapa dana kita banyak yang lari ke luar negeri? Inilah yang pertama-tama akan penulis paparkan.

investor saham - ilustrasi
Banyak investasi asing yang masuk ke Indonesia dari pembelian saham. Karena itulah, ketika momen pembagian dividen, banyak uang dividen tersebut lari ke luar negeri. Inilah maksud yang penulis tangkap dari penjelasan dalam debat lalu.

Memang, disadari atau tidak, jumlah investor saham domestik di negeri ini jumlahnya sangat sedikit. Padahal, jika dibandingkan dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia, yang menjadi investor hanyalah seper-sekian persen. Pasar modal kita masih didominasi dana dari luar negeri. Makanya sangat wajar jika keuntungan investasi akan lari ke pemiliknya, termasuk pemilik asing.

Sebenarnya bukan masalah ketiadaan dana untuk investasi. Karena, Middle Income di negeri ini tengah tumbuh dengan cepatnya. Banyak orang kaya baru bermunculan. Sehingga, ketiadaan dana untuk investasi sebenarnya bukan jadi soal. Lantas apa masalahnya?

Dianggap Tabu, Padahal Mudah Dan Menguntungkan

Mungkin saja ada banyak alasan mengapa orang-orang di negeri ini tidak mencoba menjadi investor saham. Salah satu alasan yang penulis yakini adalah orang-orang masih menganggap tabu pasar saham. Orang-orang mengira bahwa pasar saham merupakan permainan orang-orang tertentu. Dan pasar saham merupakan dunia yang gelap karena mereka tidak tahu seperti apa pasar saham itu. secara sederhananya, orang-orang tidak tahu apa itu pasar saham atau pasar modal dan kebanyakan orang tidak tahu bagaimana menjadi seorang investor. Itulah yang penulis pikir menjadi masalah mengapa dari sekian banyak penduduk Indonesia, yang sudah menjadi investor saham sangat lah sedikit jumlahnya.

Sebenarnya menjadi investor saham sangatlah mudah, dan tidak memerlukan proses yang ribet. Cukup kita datang ke sekuritas atau pialang saham, isi formulir, dan lengkapi berkas seperti fotokopi KTP dan NPWP. Setelah itu, kita tinggal tunggu akun trading jadi. Dan setelah jadi, kita tinggal beli saham mana yang akan kita pilih. Itu saja. Mudah dan tidak ribet kan?

Beberapa Perusahaan Sekuritas di Indonesia
Proses menjadi investor memang tidak ribet dan sesulit yang orang awam bayangkan tentang investor. Apalagi sekarang sudah pakai sistem online trading. Dimanapun kita berada, kita tetap bisa jual beli saham. Kita tidak perlu ke kantor sekuritas apalagi ke bursa efek. Kita tinggal buka laptop, PC ataupun Gadget kita  sudah bisa transaksi. Mudah dan tidak ribet kan?

Tapi Jangan Asal Pilih Saham                 

Secara proses memang tidak ribet. Hanya saja, kita masuk dan menjadi investor itu tujuannya mendapatkan keuntungan dari investasi kita. Ya, Bagaimana caranya memaksimalkan keuntungan itulah yang mungkin tidak bisa dianggap mudah lagi. Kita tidak bisa asal pilih dan beli saham–saham yang ada di bursa. Sekali lagi, untuk menghasilkan keuntungan investasi yang maksimal, kita sangat perlu menyeleksi saham-saham yang bagus baik secara bisnis maupun performa sahamnya. Sehingga, kita perlu menganalisa fundamental untuk mencari saham yang secara bisnis bagus dan menarik, juga kita perlu menganalisa teknikal untuk mencari saham yang secara performanya naik sepanjang tahunnya. Baik analisis fundamental ataupun teknikal, keduanya sama-sama bisa dipelajari.

Secara pribadi, penulis merasa miris ketika mendengar paparan Prabowo soal dana kita yang lari ke luar negeri. Tidak ada yang bisa disalahkan. Karena para investor asing itu juga menginginkan keuntungan dari investasi di Indonesia. Namun sayangnya, jika para investor asing saja inginkan keuntungan investasi di negara kita, masa kita sebagai warga negara di negeri sendiri tidak mau keuntungan investasi di negeri sendiri. Sungguh sangat ironi bukan?

Selamat berinvestasi.

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.