EUR/USD 1.064   |   USD/JPY 154.630   |   GBP/USD 1.245   |   AUD/USD 0.642   |   Gold 2,370.52/oz   |   Silver 28.26/oz   |   Wall Street 37,753.31   |   Nasdaq 15,683.37   |   IDX 7,130.84   |   Bitcoin 61,276.69   |   Ethereum 2,984.73   |   Litecoin 80.17   |   USD/CHF temukan beberapa area support di atas level 0.9100 di tengah sentimen hati-hati, amati ketegangan geopolitik, 14 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/GBP turun di bawah level 0.8550 setelah data IHK Inggris beragam, fokus beralih ke inflasi zona Euro, 14 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Pratinjau IHK Inggris: Inflasi IHK Inggris melunak menjadi 3.2% di bulan Maret versus prakiraan 3.1%, 17 jam lalu, #Forex Fundamental   |   XAU/USD tetap stabil di atas $2,350 di tengah kewaspadaan pasar, 17 jam lalu, #Emas Teknikal   |   PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali melakukan upaya untuk restrukturisasi utang. Kali ini, WSKT melakukan restrukturisasi kredit PT Waskita Fim Perkasa Realti untuk proyek Vasaka Solterra, 20 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Investor asing memborong sejumlah saham, termasuk milik konglomerat Prajogo Pangestu TPIA-BREN dan Garibaldi Thohir ADMR-MBMA, saat IHSG anjlok, 20 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Morgan Stanley (NYSE:MS) berencana untuk mulai memangkas sekitar 50 pekerjaan perbankan investasi di Asia, tidak termasuk Jepang, minggu ini, dengan sebagian besar ditujukan untuk Hong Kong dan Cina, 21 jam lalu, #Saham AS   |   Apple Inc (NASDAQ:AAPL) akan menjajaki kemungkinan untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia, 21 jam lalu, #Saham AS

Bahaya Menggunakan Kartu Kredit Untuk Modal Usaha

Penulis

Memahami resiko dan bahaya dari menggunakan kartu kredit merupakan langkah awal dalam memutuskan apakah memanfaatkan kartu kredit sebagai modal usaha itu bisa dilakukan atau tidak.

Saat ini banyak orang yang merasa kerepotan untuk bisa mendapatkan pinjaman kredit usaha di bank karena ada berbagai macam persyaratan rumit yang harus dipenuhi. Hal tersebut disebabkan oleh adanya persyaratan oleh bank yang mengharuskan untuk mendirikan usahanya terlebih dahulu. Apalagi terkadang jumlah kredit yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Resiko Kartu Kredit

Sebaliknya, justru orang merasa lebih dimudahkan dalam perolehan modal usaha yang bersumber dari kartu kredit. Tak jarang tawaran produk perbankan ini sangat menggiurkan bagi Anda yang membutuhkan likuiditas bagi bisnisnya. Bahkan adanya cerita kesuksesan tentang perusahaan yang berhasil menggunakan kartu kredit untuk modal usaha mereka mungkin membuat Anda juga tertarik.

Sayangnya, menggunakan kartu kredit untuk pembiayaan bisnis Anda adalah seperti bermain lotre, bisa sangat untung besar, tapi juga bisa kehilangan seluruh modal dan bahkan membuat Anda bangkrut. Memahami resiko dan bahaya dari menggunakan kartu kredit untuk membiayai bisnis merupakan langkah awal dalam memutuskan apakah memanfaatkan kartu kredit sebagai modal itu bisa dilakukan atau tidak. Berikut ini adalah beberapa bahaya dan resiko dari penggunaan kartu kredit sebagai modal usaha yang bisa digunakan untuk pertimbangan Anda:

 

1.Bunga Sangat Tinggi

Bank memiliki kecenderungan untuk menerapkan bunga yang sangat tinggi untuk kartu kredit daripada jenis pinjaman bisnis lain atau jenis kredit UKM. Bunga kartu kredit bisa menyentuh 10 persen per bulannya, sedangkan bunga kredit UKM hanya sekitar dua persen saja. Hal ini berarti jika melewatkan pembayaran, maka bunga yang harus dibayar bisa melonjak sangat cepat.

Fauziah Arsiyanti, seorang Financial Advisor dari Fahima Advisory menjelaskan, utang konsumtif dalam bentuk kartu kredit tidak disarankan untuk digunakan dalam berbisnis karena kredit konsumtif biayanya mahal. Dia juga menambahkan, meskipun utang konsumtif bisa diubah menjadi utang produktif jika digunakan untuk keperluan produktif seperti perkembangan usaha, tetap saja bunga kreditnya sangat mahal.

Kartu Kredit - ilustrasi


2. Riwayat Kredit

Kebanyakan pemilik usaha kecil tidak memisahkan kartu kredit untuk keperluan pribadi dan bisnis. Jadi, jika pembiayaan bisnis membengkak, akan ada resiko yang mengintai pada tagihan kartu kredit. Apalagi bila Anda tidak bisa membayar tagihan tersebut, maka Anda memiliki riwayat kredit yang buruk dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia, yang mana itu bisa membuat aplikasi permohonan kredit Anda berikutnya ditolak oleh bank.

Akibatnya, dalam kecerobohan penggunaan kartu kredit seperti ini, maka perusahaan Anda bisa juga akan terseret menanggungnya.


3. Resiko Bangkrut

Kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit bisa menjadi masalah jika Anda tak bisa bersikap disiplin dan bisa mengarah pada kebangkrutan perusahaan. Hal ini dibuktikan oleh penelitian oleh Ewing Marion Kauffman Foundation yang menemukan pada sebanyak 60 persen perusahaan pemula (startup) di Amerika Serikat yang membiayai biaya operasional bisnisnya dengan kartu kredit, dari tiap 1000 dolar AS kredit yang didapat mengakibatkan resiko untuk bangkrut meningkat sebesar 2.2 persen.

 

4. Adanya Limit Kartu Kredit

Kebanyakan kartu kredit dari bank memiliki limit yang bervariasi dan cukup rendah. Penggunaan kartu kredit harus selalu memperhatikan masalah limit ini. Oleh karenanya, kartu kredit tersebut tidak akan bisa memberikan modal yang cukup besar bagi Anda untuk dengan sukses mendanai bisnis baru Anda. Dengan demikian, Anda tetap saja harus mencari lagi sumber alternatif dana lain untuk pembiayaan atau Anda akan mengalami defisit keuangan sebelum bisnis Anda berjalan dengan stabil.


Kesimpulan

Mengingat fakta-fakta resiko dalam menggunakan kartu kredit seperti yang telah disebutkan diatas menunjukkan bahwa untuk mengembangkan usaha dengan modal utang konsumtif sangat tidak disarankan. Disamping itu, pembiayaan usaha dengan kartu kredit juga sangat mudah menjebak pebisnis ke jurang kerugian. Apalagi menjadikan likuiditas dari kartu kredit ini sebagai modal utama bisnis, sangat berbahaya
sekali.

Idealnya kartu kredit digunakan untuk pinjaman jangka pendek atau bisa digunakan sebagai modal untuk kebutuhan dadakan suntikan likuiditas tambahan saja. Sedangkan untuk modal usaha, maka lebih baik mengajukan saja aplikasi untuk mendapatkan kredit bisnis ke bank. Anda bisa mencoba beberapa tips menarik agar bank cepat mengabulkan keinginan Anda mendapatkan kredit untuk modal usaha.

262887
Penulis

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.