Advertisement

iklan

Bahaya Slippage Kripto Dan Cara Ampuh Menghindarinya

Penulis

+ -

Sering loss saat trading kripto? Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena slippage. Apa itu slippage kripto dan bagaimana cara menghindarinya?

iklan

iklan

Bukan rahasia lagi jika mata uang kripto merupakan aset digital dengan volatilitas sangat tinggi. Fakta menunjukkan bahwa harga Bitcoin (BTC) bisa berubah dengan sangat ekstrem bahkan hanya dalam beberapa detik. Hal inilah yang menyebabkan kripto sangat tidak direkomendasikan untuk trader pemula yang belum memiliki manajemen risiko yang baik.

Salah satu risiko terbesar yang muncul saat trading kripto adalah terjadinya "selip harga" atau biasa dikenal dengan istilah slippage. Bahaya slippage tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Jika slippage yang terjadi terlalu lebar dengan harga yang ditawarkan, tentu trader akan kehilangan modal lebih banyak.

slippage kripto

Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas slippage kripto dan langkah-langkah apa saja yang perlu diambil untuk menghindarinya.

 

Apa Itu Slippage Kripto?

Secara definisi, slippage adalah perbedaan antara harga yang ditawarkan dengan realita harga yang diperoleh trader pada saat melakukan transaksi trading. Kondisi "selip harga" ini dapat terjadi kapan saja. Lazimnya, kondisi slippage akan kerap muncul pada market yang memiliki volatilitas tinggi, salah satunya kripto.

Baca Juga: 7 Situs Pemantau Harga Kripto Terbaik Selain CoinMarketCap

Pada saat melakukan transaksi di platform exchange kripto, trader tentu mengharapkan angka jual dan beli sesuai dengan harga yang berlangsung. Namun karena pergerakan koin-koin kripto sangat fluktuatif, bisa jadi trader akan menghadapi slippage dan membuat order dieksekusi di harga yang berbeda.

Hal ini tentu bisa sangat merugikan. Posisi Buy yang dibuka bisa dieksekusi di harga lebih mahal karena slippage, sehingga trader akan mengeluarkan dana lebih besar untuk membeli koin kripto tertentu.

 

Jenis Slippage Kripto Yang Perlu Diketahui

Meski slippage kripto terkesan buruk, ternyata fenomena selip harga ini bisa jadi menguntungkan. Pasalnya, ternyata ada dua jenis slippage yang perlu diketahui, yaitu slippage positif dan negatif. Slippage positif terjadi ketika trader mendapatkan harga lebih baik dari yang ditawarkan di awal, sehingga dalam konteks ini trader akan lebih diuntungkan. Sebaliknya, slippage negatif membuat trader mendapatkan harga lebih buruk dari yang ditawarkan.

Agar lebih mudah dalam memahaminya, trader bisa melihat contoh kasus di bawah ini.

Slippage Positif Negatif

Contoh Slippage Positif

Trader melakukan pembelian koin kripto Dogecoin di harga $0.1117 sebesar $100, sehingga perkiraan Dogecoin yang didapat adalah sekitar 895 Doge. Namun pada saat dieksekusi, terjadi slippage dan order tereksekusi di harga $0.10009. Alhasil, trader mendapatkan jumlah Dogecoin yang lebih bayak yaitu sekitar 999 Doge.

 

Contoh Kasus Slippage Negatif

Masih dengan skenario yang sama, seorang trader melakukan order Buy Dogecoin di harga $0.1117 sebesar $100, sehingga kemungkinan koin yang didapat adalah sebanyak 895 Doge. Namun karena terjadi slippage negatif, order justru tereksekusi di harga 0.12221. Trader tersebut rugi karena koin Dogecoin yang didapat hanya sebanyak 818 Doge.

 

Apa Yang Menyebabkan Terjadinya Slippage Kripto?

Slippage bisa terjadi kapan pun terutama pada saat kondisi pasar sedang tidak seimbang. Yang dimaksud tidak seimbang adalah jumlah volume trading dan permintaan harga antara buyer dan seller terpaut jauh. Hal seperti ini terjadi karena adanya berita penting yang mempegaruhi spekulasi pemegang kripto untuk melakukan aksi jual atau beli secara masif dalam waktu singkat. Sehingga yang terjadi berikutnya adalah koin kripto terkait mengalami pergerakan "liar" dan memicu terjadinya slippage, entah itu positif atau negatif.

 

Bagaimana Cara Menghindari Slippage Saat Trading Kripto?

Sebagian besar trader tentu sepakat bahwa slippage kripto sangat perlu diwaspadai, terutama jika itu adalah slippage negatif. Pasalnya, saat terjadi slippage, trader sama sekali tidak bisa mengontrol harga mana yang akan tereksekusi oleh platform trading. Oleh karenanya, untuk menghindari selip harga, setidaknya ada lima cara khusus yang bisa digunakan.

Baca Juga: Apa Saja Kunci Sukses Trading Kripto?

 

1. Memanfaatkan Fitur Pending Order

Salah satu cara paling efektif untuk meminimalisir slippage kripto adalah menggunakan fitur pending order. Dengan fitur ini, trader bisa mengatur eksekusi pembelian dan penjualan di harga yang diinginkan. Secara umum, pending order memiliki beberapa jenis, namun beberapa diantaranya yang paling populer adalah stop order dan limit order.

pending order (Baca Juga: 4 Kunci Sukses Memasang Pending Order)

Jenis-Jenis Stop Order:

  • Buy Stop: Membeli aset kripto di atas harga sekarang, dengan skenario pergerakan harga terus naik.
  • Sell Stop: Menjual aset kripto di bawah harga sekarang, dengan skenario pergerakan harga terus turun.

Jenis-Jenis Limit Order:

  • Buy Limit: Membeli aset kripto di bawah harga sekarang, dengan skenario harga akan bergerak naik setelah order Buy tereksekusi.
  • Sell Limit: Menjual aset kripto di atas harga sekarang, dengan skenario harga akan bergerak turun setelah order Sell tereksekusi.

 

2. Trading Di Exchange Kripto Handal

Terkadang, terjadinya slippage kripto tidak semata-mata akibat volatilitas semata, melainkan karena platform trading yang tidak mampu merespon pergerakan harga ekstrem. Platform seperti ini tidak bisa mengeksekusi di harga yang ditawarkan ketika terjadi pergerakan besar.

Hal ini bisa terjadi karena server platform yang digunakan tidak sanggup merespon banyak order, sehingga eksekusi mengalami delay dan terjadilah slippage. Sebagai solusinya, pastikan selalu trading pada exchange atau platform trading yang sudah kredibel atau memiliki banyak pengguna aktif.

 

3. Menerapkan Slippage Tolerance

Beberapa broker menyediakan fitur khusus agar harga permintaan tereksekusi dengan toleransi slippage sebesar input yang diinginkan. Jika trader mengisikan maksimum deviasi sebesar 3 persen, maka harga masih akan tereksekusi selama slippage hanya sebesar atau kurang dari 3 persen saja. Di luar batas tersebut, harga permintaan tidak akan tereksekusi.

Beberapa platform yang menyediakan fitur slippage tolerance adalah PancakeSwap, Uniswap dan Bakeryswap. Meski default slippage tolerance yang ditetapkan PancakeSwap adalah 0.5%, pengguna tetap dapat mengatur berapa pun % pergerakan harga maksimum yang dapat diterima.

 

4. Selalu Menggunakan Stop Loss

Banyak trader kripto mengalami kerugian besar dalam waktu singkat akibat slippage. Lazimnya, mereka adalah trader pemula yang tidak mengindahkan money management serta stop loss. Padahal, slippage bisa terjadi kapan pun dan berjalan sangat cepat.

Sebenarnya, efek slippage dapat dihindari bila trader mencoba mempelajari cara menggunakan stop loss dengan benar. Pada dasarnya, stop loss merupakan batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh level tersebut, secara otomatis sistem akan menutup order atau posisi. Dengan demikian, trader tidak akan mengalami kerugian di luar toleransi risiko sekalipun terkena slippage negatif.

 

5. Mengamati Market Sebelum Trading

Cara berikutnya agar trader tidak terkena slippage kripto adalah dengan mengamati market sebelum masuk. Seperti yang telah diketahui, salah satu penyebab terjadinya slipppage adalah volatilitas ekstrim akibat sentimen dan munculnya banyak berita negatif. 

Mengamati pasar

Ketika mengetahui market bergerak naik/turun secara drastis dan banyak berita negatif tentang koin terkait, tindakan paling bijak adalah tidak membuka posisi untuk sesaat. Selain market kian sulit untuk dianalisa, besar kemungkinan akan terjadi slippage dalam rentang waktu tersebut.

 

Selain slippage, tentu masih banyak hal-hal lain yang wajib dipelajari trader agar bisa sukses di trading kripto. Jika baru bergabung di dunia kripto, alangkah baiknya jika trader mengetahui arti dari beberapa istilah unik dalam trading kripto ini. Apa saja itu?

297361
Penulis

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywriting, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.