Beberapa Kesalahan Yang Menyebabkan Kerugian (1)

Sekitar 90 persen trader forex mengalami kerugian. Namun, kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan sebenarnya bisa dihindari dan diperbaiki.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kita tahu banyak trader forex yang mengalami kerugian. Dari statistik muncul berbagai angka antara lain 90% rugi, hanya 5% yang profit dan 5% lagi breakeven, atau 93% rugi dan lainnya. Namun demikian angka tersebut tidak bisa dikatakan pasti, sebagian datanya diperoleh dari broker-broker. Namun yang pasti banyak trader forex yang mengalami kerugian dan hanya sedikit sekali yang bisa profit dengan konsisten.

Beberapa Kesalahan Yang Menyebabkan Kerugian
Memang sulit untuk dipercaya, mereka mengalami kerugian bukan karena tidak mengerti cara trading yang benar, atau tidak paham analisa teknikal dan fundamental. Mereka telah trading pada account demo dalam waktu yang cukup lama. Money management dan rencana trading juga telah mereka terapkan, tetapi masih juga belum bisa menghasilkan profit dengan konsisten. Dari survey yang pernah dilakukan, mereka membuat kesalahan-kesalahan kecil tetapi sering.

Seperti seorang pilot yang menerbangkan pesawat, katakan dari New York menuju ke Los Angeles. Jika dalam perjalanan ia melakukan kesalahan kecil dalam navigasi arah, hanya beberapa derajat saja melenceng, maka pesawat tersebut akan berakhir dan mendarat di kota San Diego. Meskipun San Diego sangat dekat dengan Los Angeles, tetapi kesalahan tersebut jelas tidak sesuai dengan misinya semula. Kesalahan yang berakibat fatal seperti ini sangat mudah diatasi, cukup dengan membetulkan arah navigasi sesuai dengan tujuan. Tetapi pilot tidak sadar dan mengetahui kesalahannya.

Demikian juga dalam trading forex, kesalahan-kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan menyebabkan Anda kehilangan kepercayaan diri. Anda bisa mencapai tujuan jika sadar dan tahu beberapa kesalahan kecil yang telah Anda lakukan, dan kemudian memperbaikinya. Pada umumnya ada 17 kesalahan yang mesti Anda perhatikan:

1. Tidak benar-benar tahu mengapa harga bergerak seperti itu.
Ini adalah kesalahan yang umum. Banyak trader yang tahu banyak mengenai forex tetapi sebenarnya tidak mengerti apa yang menyebabkan pergerakan harga. Dalam hal ini sebaiknya Anda mempelajari tentang permintaan dan penawaran di pasar forex, bagaimana pending order mengisi market order, bagaimana bank-bank dan broker-broker besar melakukan transaksi berdasarkan volume perdagangan, dan sebagainya. Pengetahuan yang mendasar dan lengkap tentang mekanisme perdagangan forex akan sangat membantu dalam memahami pergerakan harga pasar.

2. Hanya trading pada satu time frame.
Banyak sekali trader yang menerapkan ‘strategi hourly’ atau fokus pada time frame 1 jam saja. Itulah sebabnya pada platform populer Metatrader selalu tampil time frame 1 jam (H1) dalam keadaan default-nya. Dengan hanya fokus pada satu time frame trading jangka pendek seperti itu Anda tidak akan tahu arah pergerakan harga pasar secara keseluruhan.

Sebaiknya Anda lihat juga pada time frame yang lebih tinggi (4 jam atau sehari atau seminggu) untuk mengetahui arah trend pergerakan jangka panjang, sementara untuk entry point, stop loss dan target profit bisa Anda tentukan pada time frame favorit Anda. Dengan menganalisa harga pada beberapa time frame (multiple time frame) Anda akan bisa terhindar dari kesalahan antisipasi yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

3. Anda tidak peduli pada detail strategi, angka harapan profit dan rata-rata trade per bulan.
Ketahuilah dengan detail semua hal dalam trading Anda. Mengerti dengan detail strategi yang Anda gunakan akan memudahkan dalam pengaturan terhadap kondisi pasar yang sedang terjadi. Kadang trader menggunakan strategi trend following ketika pasar sedang ranging, atau sebaliknya sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu Anda juga mesti tahu angka harapan profit atau expectancy dari setiap strategi yang Anda gunakan.

Untuk mengetahui angka harapan profit, Anda mesti tahu persentasi profit dari keseluruhan trading atau winning trades (W%) dan persentasi loss dari keseluruhan trading atau losing trades (L%). Sedang profit rata-rata dalam sebuah winning trade adalah AvW (dalam satuan nilai uang) dan loss rata-rata adalah AvL (dalam satuan nilai uang).
Angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan nilai uang).
Untuk mengetahui parameter-paramer tersebut Anda mesti mencoba strategi trading selama beberapa waktu atau melakukan back-test (biasanya beberapa bulan). Oleh sebab itu Anda harus juga tahu jumlah rata-rata trade yang Anda lakukan dalam sebulan.

4. Anda selalu mencoba-coba strategi trading yang baru
Mungkin ini kesalahan yang sering dijumpai pada trader retail. Berganti dari satu strategi ke strategi lain adalah sama seperti mencoba sebuah topi baru untuk memperbaiki permainan golf. Dengan kata lain kerugian yang sering Anda alami mungkin bukan karena strateginya yang salah. Ketika Anda memilih suatu strategi tentunya sudah Anda uji terlebih dahulu validitasnya. Anda hanya tidak konsisten menerapkan strategi tersebut.

5. Memindahkan level stop loss ke titik breakeven ketika Anda telah memperoleh profit guna menghindari kerugian
Kesalahan kecil ini bisa membedakan besarnya profit yang diperoleh trader. Tindakan tersebut tidak hanya memotivasi rasa takut rugi tetapi juga membatasi kesempatan Anda untuk meraup profit lebih banyak. Katakan pasar memang sedang bergerak trending dan Anda telah meraup profit beberapa pip. Anda pindahkan level stop loss ke breakeven point. Pergerakan harga mengalami koreksi dan menyentuh level stop loss Anda, dan breakeven. Anda memang tidak mengalami kerugian, tetapi juga tidak memperoleh apa-apa. Akan lebih baik jika Anda menutup posisi yang telah meraup progit beberapa pip, tetapi cara ini juga salah, dan tidak direkomendasikan. Lihat kesalahan pada point berikutnya.

6. Anda punya strategi untuk entry tetapi tidak ada strategi exit
Banyak trader yang membuat strategi entry dengan sangat hati-hati dengan berbagai aturan yang melibatkan analisa teknikal dan fundamental. Jam berapa mesti entry, menghindari berita rilis data fundamental dan lain sebagainya, namun mereka mengabaikan strategi exit, atau bahkan tidak ada gambaran sama sekali. 

Kesalahan ini membuat profit yang diperoleh terbatas (ketika profit), atau mengalami kerugian yang lebih besar dari yang seharusnya ketika loss. Cara yang sederhana untuk menentukan exit adalah dengan memperhatikan level-level support dan resistance sebagai batasan pergerakan harga. Level exit bisa sekitar level support atau resistance yang terdekat tergantung dari kondisi pasar. 

(Bersambung)

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Listyani
supaya tau apa yang menyebabkan pergerakan harga musti belajar soal permintaan dan penawaran harga, berarti ini trader juga musti belajar apa yang mempengaruhi permintaan & penawaran harga. disaat apa permintaan & penawaran naik/turun. apa ini dekat hubungannya dengan analisa fundamental? bagaimana cara mengaitkan analisa dengan hukum permintaan & penawaran?
Martin S
@ Listyani:
Kalau dikaitkan dengan analisa fundamental permintaan dan penawaran lebih berhubungan dengan perdagangan (data neraca perdagangan). Yang penting di fundamental adalah suku bunga yang bisa mempengaruhi permintaan mata uang. Secara umum permintaan dan penawaran berhubungan dengan support dan resistance. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Permintaan Dan Penawaran Dalam Pasar Forex.
Rian Alfikri
Ane juga pernah liat ttg strategi multipel timeframe itu. Ada yg dikali2kan ada juga yg dibagi2kan. Tp semuanya itu intinya kita punya timeframe utama dulu y baru nanti bisa idambil timeframe2 yg lainnya. Pertanyaan ane kalo ntar ketemunya timeframe yg nggak ada di platform bgimana? Misal timeframe fav ane 15menit. Trus ane kali 4 buat timeframe yg lebih besar dan ane bagi 4 buat yg lebih kecil. Lah yg lebih kecil itukan hasilnya pasti nggak ada di pilihannya? Apa ada cara tersendiri munculin chart yg timeframenya kita custom sendiri?
Trims....
Martin S
@ Rian Alfikri:
Untuk platform Metatrader kalau time frame-nya tidak standard (diluar dari M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan Monthly) Anda bisa menggunakan Period Converter. Caranya bisa dibaca di: bacaan ini
Untuk time frame trading, sebagai perbandingan bisa baca: Sistem Trading Triple Screen.
Dony
@ rian . gan gmn carax trdng pake 3 tf gt? ane biasax trdng pake 1 tf ja, pa slm ini jrg yg brhsl krn cuma di 1 tf aja itu x ya? padahal ane disitu udh analisa tren kasi sl jg tapi msi jrg profit gitu.
pls ajarn carax pake 3 tf gt dong gan?
Aditya Sujono
Setuju, kalau hanya dengan trading di akun demo, paham analisa, dan menerapkan money management serta rencana trading saja sudah ada jaminan sukses, maka jumlah trader yang berhasil tidak akan sesedikit kenyataannya.

Ketika trader masih pemula sering dianjurkan untuk memahami analisa teknikal dan fundamental, ketika sudah mulai paham masih perlu belajar tentang pentingnya strategi, setelah itu menerapkan money managament, lalu disiplin, dan pengendalian emosi.

Ketika sudah dilalui pun masih tidak ada jaminan kesuksesan. Memang menjadi trader sukses itu bukan hal mudah. Bahkan ketika sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan bisa saja mengalami kegagalan. Jadi apa yang perlu dilakukan?
Martin S
@ Aditya Sujono:
Harus terus berlatih dan belajar, trading dengan disiplin dan terencana dan tidak cepat puas. Kalau menurut para master itu yang paling penting adalah pengendalian emosi agar tidak jadi serakah (greed), takut entry (fear), euphoria dan panik. Untuk keterangan bisa baca: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda.
Aryo Saifudin
apa mungkin trading fx bisa profit konsisten pertradingnya?
dlm jangka berapa lama juga apakah mungkin? biasanya berapa persen profit yg konsisten itu?
apa bisa ditetapkan secara bnar2 tepat sepert 15% atau ada rangenya misal 10-15% begt?
trus dengan loss apa jg perlu dicari konsistensiny?
Martin S
@Aryo Saifudin:Kalau per trade (per tradingnya) tidak bisa dipastikan dan tidak harus ditargetkan supaya profit, yang harus ditargetkan adalah bisa profit secara konsisten dalam jangka waktu tertentu, bisa 2 minggu atau sebulan dsb. Anda bisa memasang target sesuai dengan profitabilitas sistem trading Anda, dari situ Anda bisa tahu angka harapan profitnya. Setelah bisa profit misal 5% sebulan, Anda bisa tingkatkan profit tsb misal 7% atau 8% dengan mengevaluasi sistem trading Anda. Untuk keterangan bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit.