Beberapa Kritik Terhadap Analisa Teknikal

Beberapa orang sering melontarkan kritik yang meragukan kehandalan analisa teknikal dalam memprediksi pergerakan harga.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader forex yang hanya mengandalkan analisa teknikal untuk mengambil keputusan. Perangkat analisa teknikal yang beragam itu telah dapat diterima oleh sebagian trader forex dan menjadi teman sejati dalam keseharian trading mereka. Namun demikian sebagian trader lainnya merasa skeptis terhadap analisa teknikal. Mereka sering melontarkan kritik yang meragukan kehandalan analisa teknikal dalam memprediksi pergerakan harga, baik di pasar forex, saham, dan jenis pasar lainnya. Berikut ini beberapa kritik yang umum dari para trader terhadap analisa teknikal dan tanggapan dari trader technicalist terhadap kritik tersebut.

Kritik Terhadap Analisa Teknikal


1. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa analisa teknikal bisa bekerja dengan baik.
Klaim yang demikan agak kurang jelas, atau samar-samar saja karena tidak spesifik menyatakan bukti ilmiah bagaimana yang dimaksudkan. Tidaklah sulit untuk membuktikan bahwa analisa teknikal bisa bekerja dengan baik, dalam arti suatu metode tertentu bisa berjalan dengan baik pada periode waktu yang tidak pasti. Memang sebuah metode tidak selalu berjalan dengan baik sepanjang waktu karena dipengaruhi oleh keadaan pasar, dalam arti sifat pergerakan harga pasar yang tidak selalu sama atau proporsional.

Dengan analisa teknikal Anda bisa memprediksi pergerakan harga dengan efektif dibandingkan jenis analisa lainnya. Tidak semua metode analisa teknikal bersifat lagging (cenderung terlambat) seperti pada kebanyakan indikator. Garis-garis support atau resistance, channel trend, pivot point atau level-level Fibonacci retracement adalah beberapa contoh perangkat analisa teknikal yang bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan harga dengan efektif.

2. Analisa teknikal bisa berjalan karena terpenuhi dengan sendirinya (self fulfilling).
Klaim lainnya adalah bahwa analisa teknikal bisa bekerja karena banyak trader yang percaya analisa teknikal bisa bekerja dengan baik sehingga akan bisa terpenuhi dengan sendirinya. Misalnya, sebuah indikator oscillator menunjukkan keadaan overbought (jenuh beli), maka trader akan ramai-ramai buka posisi sell sehingga turunlah harga. Jika kita lihat di pasar saham, seharusnya sebuah saham akan turun tajam kalau pergerakan harganya dibawah garis sma-200 day karena semua trader technicalist menjual saham tersebut, tetapi dalam kenyataannya tidaklah demikian.

Contoh lainnya, teori analisa dengan gelombang Elliot cukup populer dan banyak pengikutnya di Eropa timur (dulu disebut blok timur), tetapi sangat sedikit trader di Eropa barat yang menggunakan analisa tersebut. Jadi bagaimana mungkin harga akan bergerak sesuai dengan gelombang Elliot jika yang menggerakkan hanya sebagian trader Eropa timur saja?
Metode yang diandalkan oleh setiap trader technicalist berbeda-beda sehingga klaim bahwa analisa teknikal bisa berjalan karena terpenuhi dengan sendirinya tersebut tidaklah realistis.

3. Pergerakan harga pasar adalah acak (random) dan tidak bisa diprediksi.
Random Walk Theory ini menjadi populer karena buku yang ditulis oleh Burton Malkiel dengan judul ‘A Random Walk Down Wall Street’ terbitan tahun 1973. Para pengikut teori ini percaya bahwa harga pasar bergerak dengan efisien disekitar nilai hakiki-nya (intrinsic value).

Pengikut teori random dan technicalist mempunyai kesamaan pandangan bahwa semua yang mempengaruhi pergerakan harga telah tercermin pada harga pasar itu sendiri. Perbedaannya, technicalist percaya bahwa perubahan harga bisa diprediksi dengan analisa teknikal, sedang pengikut teori random percaya pergerakan harga disebabkan oleh adanya informasi yang mempengaruhi nilai hakiki harga tersebut. Dengan kondisi saat ini dimana pasar sudah tidak lagi efisien, maka teori tersebut akan gugur dengan sendirinya, dan analisa teknikal masih tetap akan digunakan sebagai alat prediksi pergerakan harga yang efektif.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Asrori
Ane pikir kalo analisa teknikal bisa berjalan karena terpenuhi dengan sendirinya itu bukan hal yang buruk. Meskipun persepsinya salah, tapi kalo itu bener2 terjadi kan justru malah memudahkan trader untuk memperkirakan pergerakan harga dengan indikator tertentu..
Eko 3
Asrori: Tp tu kn g mungkn bro, trnsks forex kn brlngsung 2 arah. kl kyk gt y ntar jd merusak keseimbangan dong... lgian g asik bgt kl psng posisi trading pke 1 indi trus g ada rs pnsrn apa posisi buy/sellx udh bner
Bambang Priyono
Memang setiap analisis dalam trading memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seringkali karena terlalu banyak terlibat dalam penggunaan satu analisis saja, trader jadi melupakan fungsi utama analisis itu sendiri, yaitu untuk memperkirakan pergerakan harga, yang sudah pasti hasilnya tidak akan mungkin selalu benar.
Anisa Irawanto
@bambang :bener itu sy setuju, meskipun ada kritik2 tapi sampe sekarang juga masih banyak yang pake analisa teknikal kok. kalo sy sih lebih susah pas milih2 indikatorx, cuz banyak banget n mesti ati2 sama indikator yang suka ngasih sinyal trading palsu
Bambang Priyono
Mengenali indikator yang tepat juga bisa menjadi salah satu masalh serius dalam penggunaan analisis teknikal. Ada yang mengatakan untuk mencoba macam-macam indikator dulu untuk mengetahui sifat-sifatnya dan kecocokannya terhadap kita.

Menurut saya, akan lebih baik untuk mengelompokkan fungsi indikator kedalam fungsi indikator tren, momentum, dan level-level s&r. Kalau sudah tau perbedaan fungsinya, maka akan lebih mudah untuk memilih dan mengkombinasikan beberapa indikator yang akan dipakai
Danto Exel
Masing-masing pihak, dalam hal ini para pendukung trader teknikal dan fundamental, mempunyai argumennya sendiri dalam bertindak. Kalo memang tidak pakai harusnya juga jangan mengkritisi. Ingat..cara trading itu sangat personal.
Tejo
Justru disitu asiknya dunia forex trading bro. Saling mengkritisi bisa membuka wawasan para pemain baru agar tidak terjebak oleh satu saja pemahaman. Boleh fanatik terhadap suatu sistem namun juga harus ngertiin kalo sistem yang di yakini tersebut tak kebal loss.
Raihan
Ini yang saya suka sebagai pemain klas teri. Gak bakal terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran kayak gitu. Wong cuma modal seiprit. Gak terlalu musingain mo pake sistem apa, yang penting profit konsisten. Daripada bela-belain dan ngikut dukung psywar di forum-forum, eh buntutnya cuma ngrecokin sistem bikinan sendiri yang jelas-jelas udah profit. Bikin gado-gado aja. Kalo ada momentum yang pas buat masuk pasar dengan indi fundamental, apa salahnya? Gak usah ngliat-ngliat lagi indi teknikal.