Beberapa Tip Dalam Risk Management

109483

Trader yang telah berpengalaman tentu akan sangat peduli pada risk management. Dalam artikel ini akan membahas tips risk management dari Rick Wright, trader dan instructor Online trading Academy.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Trader yang telah berpengalaman tentu akan sangat peduli pada risk management. Rick Wright, trader dan instructor pada Online Trading Academy menganggap risk management sebagai ‘holy grail’ yang sesungguhnya dalam trading. Dari pengalaman tradingnya, dan dari berbagai pertanyaan dan masukan ketika ia mengajar, ia menuliskan beberapa tip dalam menggunakan risk management seperti tersaji pada artikel ini.

Anggaplah Anda memiliki metode dan strategi trading yang Anda percaya sebagai ‘holy grail’ dalam trading, dan pada suatu kesempatan trading, Anda berhadapan dengan kondisi pasar yang begitu ‘sempurna’ bagi strategi ‘holy grail’ Anda. Nah, apakah Anda akan masuk pasar dengan mempertaruhkan seluruh modal dalam account trading Anda? Disinilah faktor penggunaan risk management yang proporsional berlaku. Anda harus mempunyai pegangan untuk menerapkan risk management dengan logis dan proporsional. Berikut ini beberapa tip dari Rick Wright yang bisa Anda pertimbangkan.

Beberapa Tip Dalam Risk


Tip 1: Besarnya resiko per trade antara 0.5% sampai 2% dari balance account

Jika besarnya account trading Anda $10,000, maka resiko per trade adalah $50 sampai $200. Alasannya adalah jika ternyata Anda nantinya mengalami loss yang berturut-turut, Anda tidak akan cepat terkena margin call, dan masih akan ada kesempatan berikutnya untuk memperoleh profit.                                                                                                                                      

Tip 2: Jumlah posisi trading pada saat yang sama tidak lebih dari 4
Jika besar resiko per trade 2% dari balance account, dan Anda menggunakan leverage 200:1. Dengan misalnya membuka 40 posisi sekaligus, berarti Anda telah mempertaruhkan seluruh account trading Anda. Sekalipun Anda seorang trader yang agresif, cara trading seperti itu sangat sembrono dan terlalu emosional. Anda sangat mungkin akan mengalami kesulitan dalam memanage trade Anda. Dianjurkan agar pada saat yang sama tidak membuka lebih dari 4 posisi.

Tip 3: Tentukan frekuensi trade per hari, per minggu atau per bulan.
Bergantung pada gaya trading Anda, dianjurkan agar Anda menentukan frekuensi trade Anda dalam sehari, seminggu atau sebulan. Data ini akan Anda perlukan ketika membuat jurnal dalam trading plan (rencana trading) untuk evaluasi.

Tip 4: Memperkecil position size (ukuran lot per trade) ketika trading melawan trend
Jika Anda seorang trader jangka menengah ataupun swing trader yang biasa mengacu pada chart daily untuk trend utama, tetapi melihat peluang trading pada time frame 15 menit dengan trend yang berlawanan, Anda bisa masuk dengan position size setengah dari ukuran lot saat Anda trading pada trend utama. Jika Anda menggunakan aturan 2% dari account untuk trading pada trend utama, Anda bisa menerapkan 1% untuk trend yang berlawanan.

Alasannya sederhana: Anda tentunya tidak mengharap profit besar untuk trade yang berlawanan dengan trend utama, jadi akan lebih aman jika resiko Anda lebih sedikit guna mengantisipasi jika trend pada time frame rendah tersebut berbalik arah. Biasanya trader menggunakan cara trading seperti ini bila sedang terjadi retracement yang kuat pada trend utama. Level target profit kecil, demikian juga level resikonya.

Tip 5: Menetapkan besarnya persentasi resiko per hari atau per minggu
Account trading Anda $10,000, resiko per trade 2%, akankan Anda membuka 20 posisi trading dalam sehari? Atau 20 posisi trading dalam seminggu? Jika seluruh posisi trading Anda loss, maka Anda akan mengalami kerugian $200 x 20 = $4,000 atau 40% dari total balance account Anda.

Hal ini sering dilewatkan trader ketika menyusun rencana trading dan baru disadari setelah mengalami beberapa kali loss dalam 2 hari, 3 hari atau seminggu. Walau sangat relatif dan tergantung dari strategi trading Anda, tetapi sebaiknya Anda menetapkan besarnya resiko per periode waktu trading, misalnya 5% per hari atau 8% per minggu.

Tip 6: Gunakan trailing stop atau geser level stop loss ketika sedang profit
Trader yang berpengalaman tentu melakukannya. Dari pengalaman ‘sakit hati’ mereka akibat profit yang sudah tergenggam ‘terbang’ begitu saja. Jika Anda tidak selalu memonitor layar komputer, Anda bisa menggunakan cara manual dengan menggeser level stop loss jika sudah dalam kondisi profit, paling tidak ke level breakeven. Sebaiknya Anda melakukan proteksi dini pada profit yang telah Anda peroleh.


Sumber : Rick Wright - lessons.tradingacademy.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Bayu Sn
Gimana nih dengan level sl/tpnya?
Bambang Priyono
Penentuan stop loss dan take profit itu tergantung dari entry position Anda. Kalau Anda mengambil posisi short maka stop loss lebih tinggi dari harga saat itu, dan take profitnya di level yang lebih rendah. Kalau posisi long maka posisi stop loss lebih rendah dari harga saat itu, dan take profitnya tentu lebih tinggi.
Faisal Rahman
Pengaturan risk yg oke, bisa diaplikasikan dan semoga bs bantu banyak trading dr trader2 lain, khususnya buat yg masi suka kesulitan kontrol emosi, cr pengambilan ukuran trdng yg tot bs jd strategi trading yg membatasi risk bwt mrk
Fino_xx
pelajaran brguna bgt, thx share infox soal manajemen risiko, mulai dr manage persentase ekuitas, posisi trading, penggunaan lot, sampe pengaturan timeframe. utk lbh lanjut mohon diberikan cntoh yg lbh real soal penggunaan aspek2 diatas dg pas
Bayu Sn
@Bambang. Nah buat level tinggi rendahnya tuh ada ukuran maksimal atau minimalnya ga? Misal pas ambil order long slnya bisa diatur minimal/maksimal berapa pip lebih rendah dari harga saat itu gitu, atau ga ada ketentuan jadi bisa bebas ditentukan sesukanya gitu sl/tpnya?
Martin S
@ Bayu SN:
Selain seperti yang disampaikan Bp. Bambang Priyono, penentuan level stop loss dan take profit sepenuhnya berdasarkan pada:

1. besarnya resiko per trade yang telah Anda rencanakan (misalnya 1% atau 2% dari balance account Anda)
2. Risk/reward ratio yang direncanakan (misalnya 1:1, 1:2 atau 1:3 dsb).
3. Level-level kunci yang tampak pada saat itu (level support atau resistance penting). Dalam hal ini level stop dan take profit disesuaikan dengan level2 tsb (sedikit lebih tinggi atau lebih rendah), dengan asumsi harga tidak menembus (break) level2 kunci tsb.

Untuk lebih jelas, dasar-dasarnya bisa Anda baca di: Belajar Memahami Money Management dan Beberapa Cara Menentukan Stop Loss.