OctaFx

iklan

Belajar Jadi Trader Untuk Full-Time Atau Fun-Time?

62594

Saat belajar jadi trader, keinginan untuk menjadikan trading forex sebagai pekerjaan full-time tentu muncul. Namun, hal itu tidaklah mudah untuk dicapai.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Apa tujuan Anda belajar jadi trader? Seorang teman trader pernah bercerita bahwa ia bercita-cita ingin menjadi trader full-time, dalam arti bisa meninggalkan pekerjaan konvensionalnya dan berfokus untuk menjadi trader saja. Memang menarik sih. Siapa yang tidak ingin kerja dengan waktu yang fleksibel, cukup dari rumah tapi dengan penghasilan yang melimpah? Wahh, sepertinya semua orang juga mau deh. Namun… apakah dalam kenyataannya akan senikmat itu?

Pada awal saya belajar trading forex, mentor saya pernah berpesan: sebaiknya jangan jadikan trading sebagai pekerjaan utama. Mengapa?

Belajar Jadi Trader - ilustrasi

 

Trading Sebagai Hobi vs Trading Untuk Bayar Tagihan

Pengalaman "trading for living" yang dialami oleh para trader full-time akan berbeda dengan pengalaman orang-orang yang "trading just for fun". Itu kata teman trader saya lainnya yang sudah bisa menjadikan trading sebagai pekerjaan utamanya. Dia mengakui, banyak keuntungan menjadi trader. Pekerjaan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dan tidak terikat keharusan-keharusan seperti pada pekerjaan konvensional. Akan tetapi, tetap saja beda rasanya antara trading sebagai hobi dan trading untuk membayar tagihan. Perlu mental yang matang sebagai trader untuk menjadikan trading forex sebagai pekerjaan utama.

Terus terang, saya sendiri masih menjadikan trading sebagai hobi. Saya biasa melakukan kegiatan trading forex sesuai dengan mood. Kadangkala trading menjadi obat saya saat sedang bête. Sekedar melihat chart, mengamati bagaimana sebuah candlestick terbentuk, tarik-tarik fibonacci, corat-coret sana-sini, hati bisa menjadi terhibur. Tapi, di sisi lain, dari pengalaman masa lalu, saya bisa katakan, trading dengan kondisi psikologis yang sedang labil bisa membahayakan account.

Ketika kondisi psikologis sedang tidak menentu, saya memilih untuk menenangkan diri dahulu sebelum memulai trading lagi.  Mmm… terus terang, kurang lebih 3 minggu ini saya malah "cuti" trading, karena masalah online maupun offline yang menyebabkan kondisi psikologis jadi agak kacau. Yah, daripada trading dengan acak-acakan dan bahkan dengan niat melakukan bunuh account.

Nah, karena trading ini sangat berkaitan dengan psikologis, maka untuk menjadikan trading sebagai pekerjaan utama, sebaiknya Anda sudah mempunyai kondisi mental dan psikologis  yang stabil. Lah, coba bayangkan kalo Anda terlanjur mengandalkan penghasilan utama dari trading forex, sedangkan kondisi emosi dan psikologis sedang tidak stabil, apakah Anda juga bisa dengan mudah memutuskan cuti trading selama 3 minggu seperti saya? Wehh, bisa-bisa kacau balau deh, cash flow Anda.

Belajar Jadi Trader - ilustrasi

 

Sudahkah Siap Menghadapi Konsekuensi?

Apabila Anda ingin menjadi seorang trader full-time, maka Anda harus siap dengan segala konsekuensinya. Temen saya yang sudah bertahun-tahun menjadi trader itu pun mengakui bahwa trading forex mengandung resiko yang sangat tinggi. Memang sih, resiko ini bisa kita manage dengan berbagai penguasaan teknik. Akan tetapi tetap saja, menurut saya, untuk menjadikan trading sebagai penghasilan utama, ada kandungan resiko ketidakpastian pendapatan yang lebih besar dibanding jenis pekerjaan konvensional.

Eh, saya sampaikan pendapat ini tanpa bermaksud untuk mematikan semangat Anda belajar jadi trader lho. Saya pribadi tetap bersemangat untuk terus belajar hingga setidaknya menjadikan trading forex sebagai sebuah hobi yang mendatangkan penghasilan sampingan dalam jumlah besar. Syukur-syukur mungkin malahan lebih besar daripada pendapatan dari pekerjaan utama.

Hanya saja, alangkah lebih nyaman apabila kita selalu menjadi trader yang suasana hatinya senantiasa cerah ceria, entah itu kita menjadikan trading hanya sebagai hobi ataupun pekerjaan utama. Trading dengan hati yang tenang (kalau bisa sih malah dengan suasana ceria), tentu akan lebih mengasyikkan daripada trading dengan beban. So, keep smiling saat ber-trading forex.

Belajar Jadi Trader - ilustrasi

Asal tahu saja, menjadikan trading sebagai pekerjaan utama ini merupakan impian bagi sebagian besar trader, apalagi bagi teman-teman trader yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan kegiatan ini. Bayangkan betapa asyiknya menjadi trader full-time, melakukan sesuatu yang menjadi kesenangan dan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. 

Seorang teman trader bahkan bercita-cita ingin tinggal di tempat terpencil yang tenang dan nyaman, asalkan ada sambungan internet dan semua kebutuhannya terpenuhi. Saya tanggapi, lah, emangnya betah githu? Kok jadi kayak pertapa ya? Jangan-jangan memang seperti yang saya duga, sebagian besar trader itu memang jenis orang melankolis yang pada dasarnya suka menyendiri. Yah, apapun cita-cita Anda, sebenarnya sah-sah saja. Asalkan Anda telah memahami dan mampu menangani berbagai konsekuensi dari keputusan untuk belajar jadi trader full-time itu.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Verdi Satrio
memang pas trading dijadikan sebagai aktivitas full trading tiba2 jadi penuh tekanan dan tuntutan karena hasil pekerjaan utama kan emang mesti bisa memenugi kebutuhan sehari2, yg otomatis menuntut penghasilan itu supaya bisa lebih stabil.

masalahnya pergerakan market sendiri sbg sumber mata pencaharian trader itu sifatnya nggak jelas dan nggak bisa ditebak kemana arahnya. jadi wajar aja kalau full time trader jadi ngerasa penuh tekanan, karena hasil trading kan sebisanya perlu diusahain stabil untuk bisa menuhin kebutuhan hidup dlm jangka panjang.
Priangga
Ya kl pengen pendapatan yang stabil kerja kantoran aja bro. Trading forex kan salah 1 jenis investasi, bahkan ga beda jauh juga sama orang punya usaha sendiri, butuh modal, keahlian, kerja keras, dan hasilnya pun juga ga menentu, kadang rame kadang sepi.

Begitupun sama trading, kadang loss kadang profit. Susahnya disini kan ngusahakan supaya profit bisa terus lebih banyak daripada lossnya, tapi kondisi pasar baik trader maupun pengusaha sebenarnya tidak ada yg bisa memperkirakan dengan bener2 pasti.

Bisa dispekulasi, tapi ramalan pasti soal pasar itu mustahil ada yg 100% selalu benar. Anggap saja itu sebagai resiko, yang kalau tradingnya bisa ditingkatkan dengat terus belajar, akan bisa ditekan dan diminimalkan.....
Budianto Fx
ane bingung, mau hijrah ke akun real. tapi bingung mau kasih berapa banyak buat deposit pertama. kalau langsung banyak takut kerasa banget rugix, tapi kalau dikit aja, begitu kena mc pasti ane nantix juga bakal deposit terus.malah ane bisa2 lbih rugi karena ada fee deposit dan kurs dolar rupiah yang masih naik turun.

jadi gimana ya ini solusix?
Teguh Ramadhoni
Wah iya saran suhu greenpip disini oke punya. jadi fun time trader aja, jadiin trading sebagai pekerjaan sampingan yang penghasilannya kalau bisa lebih besar dari kerjaan utama.

Tapi tetep pertahankan kerjaan utama karna resiko trading di forex yang emang suka bikin penghasilan tiba2 ludes kalo kondisi lagi ngg ramah.
Sokib Fc
bukan cuman tipe melankolis, trader bisa-bisa kebanyakan tipe yang rada anti-sosial ato tergolong nerd karena lebih suka bergelut menghadap layar pc. ini bisa jadi dari karakter orangnya yang seperti ini makanya terus memilih jadi trader, atau karena kebiasaan jadi trader yang menuntuk banyak waktu dn perhatian makanya trus dia jadi tipe orang seperti ini.....
Trader
penulis artikelnya ngarahin pembaca sesuai dengan pemikiran penulis....ga suka ah