Belajar Peluang Investasi Dari Saham CPGT dan BWPT

203242

Belum jelas apakah saham CPGT maupun saham BWPT akan naik atau malah turun. Namun, ada pembelajaran yang bisa kita raih dari pergerakan harga kedua saham tersebut tahun ini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Kuartal 2 tahun 2014, bursa indonesia digemparkan dengan penangkapan 3 direksi Cipaganti Citra Graha Tbk. (kode saham CPGT) oleh kepolisian. Ketiganya ditangkap dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Karena berita tersebut, saham CPGT di Bursa Efek Indonesia langsung merespon negatif. Saham CPGT terus melemah hanya dalam beberapa hari saja. Tercatat, koreksi tajam hingga mencapai 80%, dan pada tanggal 27 Juni 2014 saham CPGT ditutup di harga 53 rupiah.

Kuartal 3 tahun 2014, awalnya pasar memiliki sentimen positif ketika Rajawali Group mengakuisisi sebagian kepemilikan BW Plantation Tbk. (kode saham BWPT). Dengan pengalaman dan finansial kuat Rajawali Group, banyak analis meyakini bahwa prospek BWPT semakin bagus masa depannya. Karena itu, saham BWPT sempat naik untuk beberapa hari dan bergerak anomali terhadap IHSG dan saham CPO lainnya yang cenderung melemah. Tapi, sepekan kemudian atau saat manajemen mengumumkan akan menerbitkan saham baru, harga saham BWPT langsung melemah tajam. Karena harga saham baru jauh lebih rendah dari harga pasar saat itu, saham BWPT dari harga 955 langsung berubah menjadi 460 (harga ini merupakan harga terendah BWPT sepanjang 2014) hanya dalam 3 hari. Atau, selama kuartal 3 saham BWPT melemah 55% dan puncak pelemahannya hingga 66%.

Perjalanan kuartal 2 memang kurang bagus untuk CPGT. Tapi memasuki kuartal 3, perlahan namun pasti harga saham CPGT mulai pulih dan bergerak naik. Meskipun belum mencapai harga disaat belum ada berita negatif tentang direksi perseroan, namun sepanjang kuartal 3 ini saham CPGT sudah tumbuh 42%. Atau, dari titik terendah 53 rupiah per lembarnya, akhir perdagangan september 2014 saham CPGT ditutup di harga 101 per lembar. Dari harga terendah, haga saham CPGT naik hampir 100% di penghujung kuartal 3. CPGT bisa dikatakan sudah pulih. Lantas, apakah kuartal 4 harga saham CPGT akan tumbuh naik lagi? Dan jika dikuartal 3 saham BWPT terpuruk, apakah kuartal 4 ini bisa pulih dan naik kembali?

Di kuartal empat tahun 2014, baik saham CPGT maupun saham BWPT bisa naik atau malah turun, tidak ada yang bisa memastikannya. Namun,ada pembelajaran dari keduanya. Yakni, bagaimana mengambil kesempatan ketika harga saham CPGT dan BWPT terkoreksi signifikan.

belajar - ilustrasi

Fundamental Mantap, Saham CPGT Kembali Menguat

Berita penangkapan 3 direksi Cipaganti Citra Graha oleh kepolisian dengan dugaan penipuan dan penggelapan membuat investor panik. Pasalnya, yang ditangkap adalah orang-orang penting CPGT untuk kasus penipuan dan penggelapan Koperasi Cipaganti. Investor panik dan ramai-ramai melepas saham CPGT karena menduga CPGT ada hubungan dengan Koperasi Cipaganti yang sedang bermasalah tersebut. Dugaan tersebut juga diperkuat dengan ditangkapnya tiga petinggi CPGT. Maka, wajar saja jika banyak investor yang ramai-ramai menjual saham CPGT hingga harga saham CPGT sendiri sempat menyentuh harga terbawah penutupannya, yaitu 53 per saham.


saham CPGTGrafik Harga Saham CPGT Tahun 2014

Namun jika kita perhatikan, ada beberapa hal lain dibalik pergerakan saham CPGT tersebut.

Pertama, CPGT mengalami penurunan bukan karena kinerja perusahaan bermasalah, namun lebih dikarenakan masalah hukum 3 direksi, dan dugaan adanya hubungan antara perusahaan dengan koperasi juga menggunakan nama Cipaganti. Padahal, tiga pimpinan CPGT ditangkap kepolisian karena kasus yang menimpa koperasi Cipaganti, dimana perseroan tidak terlibat didalamnya. Sedangkan, manajemen CPGT sudah mengkonfirmasi bahwa CPGT tidak ada hubungannya dengan koperasi Cipaganti. Selain itu, mengenai kerugian yang diakibatkan oleh koperasi, CPGT tidak ada kepentingan apapun untuk mengganti kerugian tersebut karena tidka memiliki hubungan bisnis atau afiliasi dengan koperasi. Mungkin saja sial bagi CPGT yang namanya  sama-sama Cipaganti, sehingga ikut terseret beritanya.

Setelah ketiga direktur ditangkap, investor sempat khawatir apabila penangkapan tersebut akan mengganggu operasional CPGT. Namun, jika kita cermati bahwa CPGT merupakan perusahaan terbuka dimana didalamnya terdapat manajemen yang bekerja sebagai tim, CPGT pasti memiliki orang-orang yang kompeten dan siap melengkapi sementara posisi manajemen yang kosong. Dengan begitu, selama 3 direksi tersebut fokus terhadap kasusnya, CPGT masih bisa survive.

Kedua, meskipun mengalami penurunan, kinerja CPGT terbilang masih bagus. Pendapatan perseroan tahun 2013 masih bisa tumbuh tipis 1% dan laba bersih tumbuh 3%. Meski tumbuh tipis, Net Profit Margin Cipaganti Citra Graha naik menjadi 12,2% dari sebelumnya 11,9% ditahun 2012. Dengan perolehan laba bersih tersebut, perseroan berhasil mencatatkan ROE sebesar 13% dan ROA 6%. Sedangkan hutang perseroan berkisar 1,42 kali dari ekuitas, dimana ini masih bisa dinilai wajar.

Selepas kuartal 1 tahun 2014, memang Cipaganti Citra Graha mencatatkan penurunan kinerja. Penjualan turun 14% dari periode yang sama ditahun sebelumnya, juga dengan laba bersih nya yang turun hingga 67%. Namun, menurut penulis, penurunan tersebut masih wajar, mengingat emiten transportasi lain seperti ASSA juga mencatatkan kinerja yang serupa. Perusahaan transportasi benar-benar sedang menghadapi tekanan dan tantangan bisnis cukup berat. Dimulai dari naiknya biaya operasional transportasi karena kenaikan harga BBM, perlambatan ekonomi domestik, hingga semakin populernya mobil LCGC yang membuat konsumen mobil second beralih ke LCGC.

Ketiga, disisi lain, Cipaganti Citra Graha masih punya image sebagai perusahaan transportasi terbaik. Perseroan juga memiliki konsumen korporasi yang masih memakai jasa perseroan. Selain itu, pada kuartal 2 tahun 2014 mereka membuka pangkalan baru di Medan dan Makasar. Pembukaan tersebut semakin memperluas pangsa pasar CPGT.

Keempat, Cipaganti Citra Graha sudah melakukan divestasi anak usaha yang bergerak di usaha persewaan alat berat dan pertambangan. Dengan divestasi tersebut, kini perseroan bisa lebih fokus menggarap usaha transportasi, membuat CPGT lebih besar dengan pangsa pasar lebih luas lagi.

Dari poin-poin diatas, maka rasanya CPGT merupakan perusahaan yang masih menarik untuk investasi. Namun, ketika harga sahamnya terus mengalami penurunan secara signifikan, mungkin saja saat itulah waktu yang pas untuk memasukkan saham CPGT ke dalam portofolio. Dalam hal ini, nasehat investasi Warren Buffet, “Takutlah saat orang-orang tamak, dan tamaklah saat orang-orang takut” mungkin saja berlaku. Orang-orang takut akan terjadi sesuatu pada CPGT sehingga ramai-ramai melepas saham CPGT, dan harganya turun hingga 53 per lembar. Padahal jika diamati, bisnis dan posisi fundamentalnya bagus dan menarik. Ketika saham semacam itu turun signifikan karena suatu hal, maka penurunan tersebut tidak akan berlangsung lama, dan akan cepat naik kembali harga sahamnya dengan cepat.

Ternyata kini, dari harga 53 per lembar saham, sekarang sudah naik kembali dan bertengger di harga 101 per lembarnya. Coba saja ketika CPGT turun hingga level bawah, dan kita masuk pada saat itu, sekarang kita tinggal hitung berapa gain yang kita dapatkan.

Peluang Beli Saham BWPT Saat Harga Terkoreksi

BWPT mengalami koreksi besar menjelang berakhirnya kuartal ketiga tahun 2014. Penurunan ini lebih disebabkan oleh perilisan harga saham baru yang lebih rendah harganya ketimbang harga saham yang sudah ada di pasar. Manajemen BWPT menawaran saham baru di range 399-411. Sehingga wajar saja jika harga saham BWPT yang saat itu diperdagangkan di kisaran 955 per lembar, langsung turun sigifikan hingga 460.


saham BWPTGrafik Harga Saham BWPT Tahun 2014

Sebetulnya, jika dilihat dari laporan keuangan semesteran tahun 2014 BW Plantation, kinerja perseroan memperlihatkan pertumbuhan. Dengan membandingkan kinerja penjualan dan laba bersih di tahun sebelumnya dengan periode yang sama, tahun ini pendapatan BWPT tumbuh 36%. Sedangkan laba bersih yang berhasil diraih juga tumbuh sebesar 67%. Nett Profit Margin (NPM) perseroan tahun ini naik menjadi 19% dari tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar 15%.

Di sisi lain, BW Plantation memiliki hutang sebanyak 64% dari aset, atau setara dengan 1,8 kali ekuitas perseroan. ROA perseroan berkisar 4% dan ROE 12%. Sehingga, jika diperhatikan aspek teserbut, memasukkan saham BWPT ke dalam portofolio kita jadi kurang menarik.

Namun, penurunan harga hingga 460 telah menjadikan Price Book Value (PBV) saham BWPT di kisaran 0,9 dan Price Earning Ratio (PER) dikisaran 7,3. Secara histori, ini merupakan PER dan PBV terendah perseroan. Dari tahun 2009 hingga sekarang, PBV perseroan berkisar 2,3 hingga 4,6 dan PER berkisar 10,3 hingga 31,5.

Jadi, jika dari dulu kita ingin memasukan saham perseroan ke dalam daftar portofolio investasi kita, namun belum masuk-masuk atas dasar PBV dan PER cukup besar, koreksi signifikan inilah kesempatan bagi kita untuk memasukkannya dalam portofolio kita. Mendapatkan BWPT diharga rendah nampaknya seperti mendapatkan diskon besar untuk perusahaan yang pertumbuhan aset rata-ratanya sebesar 24% per tahun.

Pelajaran Dari Saham CPGT Dan BWPT

“Takut saat orang lain serakah, dan serakah saat orang lain takut”. Mungkin ini terkesan sangat ekstrim karena berinvestasi ketika pasar sedang kurang bersahabat. Namun, apa yang di perlihatkan Buffet di Bank of America, Goldman Sachs, General Electric, dan juga American Express, menegaskan bahwa strategi ekstrim ini nyatanya mendatangkan keuntungan yang signifikan.

Harga saham CPGT yang di kuartal 2 tahun 2014 turun hingga 53 per lembar saham, di akhir perdagangan kuartal 3 bertengger di 101 per lembar. Jika dulu kita beli, mungkin saja kita telah mendapatkan hampir 100% gain hingga hari ini. Bagaimana dengan saham BWPT?

Membeli saham saat harga saham tersebut turun tajam memang perlu keberanian ekstra. Namun, jika melihat dari kinerja dan fundamentalnya, BWPT menunjukan adanya perbaikan dan perbaikan kinerja ini membuat prospek BWPT dari kurang menarik menjadi agak menarik. Aset perusahaan selalu tumbuh signifikan, dan landbank yang akan dikembangkan untuk perluasan perkebunan perseroan hingga tahun 2018 pun cukup besar. Jika kita yakin akan kinerjanya dan perusahaan bagus untuk investasi jangka panjang, kenapa tidak!?

Masuk disaat pasar sedang terpuruk membutuhkan keberanian. Kalau dari strategi tersebut mendatangkan kentungan, keuntungan tersebut akan Anda nikmati sendiri. Juga sebaliknya, jika kerugian didapat, Anda sendiri yang menanggungnya. Apapun hasil akhirnya kelak, keputusan investasi saat ini ada di tangan Anda. Selamat berinvestasi.

Best regards,
Royan Aziz

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.