Belajar Sistem Scalping Untuk Trader Forex Pemula

108010

Sistem scalping dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5-10 pips) dengan cepat. Bagaimana teknis prakteknya? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Scalper adalah sebuah istilah bagi trader forex yang cenderung mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5-10 pips) dengan menggunakan strategi open dan close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya. Teknik trading seperti ini juga disebut sebagai "sistem scalping". Berbeda dengan seorang Day Trader yang mungkin hanya membuat dua sampai empat kali open posisi dalam setiap harinya, seorang scalper biasanya melakukan open posisi hingga puluhan kali tiap hari demi mencapai target profit yang telah ditentukan.

Bagaimana cara menjalankan sistem scalping? Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui oleh trader pemula mengenai seluk-beluk strategi tersebut.

Belajar Sistem Scalping

 

Pengetahuan Dasar Mengenai Sistem Scalping

Pengertian scalping menurut Investopedia adalah "A trading strategy that attempts to make many profits on small price changes (Sebuah strategi trading yang mencoba untuk membuat banyak keuntungan dari pada perubahan harga yang sedikit)". Namun, definisi praktisnya bisa berbeda-beda antar trader. Ada yang mendefinisikan scalping sebagai trading jangka pendek, yang di-close dalam waktu kurang dari beberapa menit. Ada pula yang mendefinisikan scalping sebagai cara trading yang mengambil profit beberapa pips saja, tetapi sambil menerapkan lot besar per posisi.

Manapun definisi praktis yang diterapkan, sistem scalping tidak bisa dilakukan oleh sembarang trader. Seorang scalper harus terus-menerus duduk di depan komputer, dan mereka mesti "menikmati" tekanan dalam menghadapi pergerakan chart. Seorang scalper membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengamati pergerakan chart sekecil apapun. Dibutuhkan mental kuat dan reaksi yang cepat agar mampu membuka dan menutup posisi ketika trade bergerak sesuai keinginan atau malah bergeser ke arah berlawanan.

Untuk menanggulangi beragam kemungkinan, scalper harus bisa memanfaatkan tiga faktor dalam transaksi trading forex ini:

  • Aset keuangan yang semakin likuid, maka semakin baik untuk scalping. Artinya, trader forex harus memilih pasangan mata uang yang ramai diperdagangkan seperti major pairs, bukan mata uang yang jarang diperjualbelikan.
  • Volatilitas pasar semakin tinggi, maka semakin baik untuk scalping. Jadi, trader harus memilih masa-masa trading yang ramai.

Selain itu, trik dan hal-hal yang perlu dipersiapkan bagi para calon scalper:

  • Pilih broker yang memperbolehkan scalping sepenuhnya. Hal ini perlu diperhatikan, karena memang ada sebagian broker yang membatasi atau bahkan melarang penggunaan teknik ini.
  • Kecepatan eksekusi Trading Platform. Karena kecepatan dalam eksekusi ini nantinya akan menentukan apakah posisi Anda dieksekusi atau tidak (requote). Sebaiknya, lakukan tes platform melalui demo account terlebih dahulu bila Anda belum familiar dengan eksekusi suatu broker.
  • Pilih mata uang dengan spread kecil. Memilih mata uang yang ber-spread kecil akan ikut mendongkrak profitabilitas Anda, sedangkan broker dengan spread besar justru akan mempersulit upaya scalper untuk profit. Hindari juga para broker yang menerapkan komisi tinggi.
  • Pilih broker yang menggunakan kuotasi harga 5 digit. Walau tidak harus, tapi cukup bisa dipertimbangkan karena akan membentuk eksekusi profit Anda.
  • Koneksi internet yang cukup. Dalam usaha melakukan trade yang berulang-ulang, Anda harus memastikan bahwa kondisi internet yang Anda gunakan cukup kuat dan stabil. Ketika internet Anda mengalami gangguan, maka Anda harus tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya dengan cepat.
  • Aliran listrik yang mendukung. Bagaimana jika tiba-tiba listrik mati saat Anda open dan belum di-close? Hal ini perlu dipertimbangkan. Apa perlu memakai power supply? apa perlu stop loss? Silakan dipersiapkan dan diperhatikan.
  • Pantau 2-3 chart sekaligus. Gunakanlah chart pada time frame 15 atau 30 menit untuk memperkirakan pergerakan tren, kemudian menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi.
  • Pilih waktu trading yang tepat. Sesi Asia cocok untuk para scalper. Tapi ada juga scalper yang  mengincar waktu menjelang dibukanya sesi Eropa (sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB). Pada jam-jam tersebut, volume trading yang terjadi di pasar forex meningkat cukup besar. Perlu dicatat juga, setiap pergantian sesi sering terjadi pergerakan harga yang cukup ekstrim.
  • Hindari rilis data high impact, kecuali jika Anda ingin mengambil 5-7 pips dari News Trading dengan sistem perangkap.
  • Perhatikan kesehatan Anda, karena terlalu lama duduk di depan komputer bisa mengganggu kesehatan.

Terakhir, indikator apa yang bisa digunakan untuk scalping? Sistem scalping yang banyak dijumpai saat ini menggunakan minimal 2-3 indikator teknikal. Bahkan ada yang menggunakan hingga 7-10 indikator. Namun, Anda juga bisa menggunakan satu jenis indikator saja yang cocok di time frame rendah, seperti Bollinger Bands atau Moving Average. Yang terpenting, apapun pilihan indikator Anda untuk scalping, pastikan Anda telah menguasainya dengan baik.

 

Apakah Anda Cocok Menjadi Scalper?

Bagi banyak trader forex, sistem scalping merupakan strategi terbaik. Mengapa? Scalping memungkinkan untuk melakukan trading forex dengan jumlah 100-500 kali melebihi deposit, sehingga bisa menghasilkan profit besar dalam tempo singkat.

Pasar forex memiliki perubahan yang lebih besar dibandingkan pasar saham atau aset keuangan lain. Rata-rata, mata uang bergerak 50-100 poin dalam satu hari. Hal ini diperhitungkan dari harga pembukaan dan penutupan pada suatu hari tertentu. Namun, jika kita mengingat bahwa nilai mata uang tidak terus-menerus naik dalam satu hari, tetapi ada fluktuasi (naik-turun) yang signifikan, maka bisa disimpulkan bahwa scalping pada setiap kenaikan dan penurunan bisa menghasilkan poin lebih banyak setiap hari.

Sistem Scalping Untuk Trader Pemula

Tugas para Scalper adalah mendapatkan uang dari setiap pergerakan mikro. Selama satu hari beberapa trader membuka lebih dari 100 posisi trading, dengan setiap posisi hanya dipertahankan selama beberapa menit. Untuk beberapa menit tersebut, jika pasar forex bergerak ke arah yang diperkirakan, maka trader langsung menutup posisi untuk take profit. Profit per posisi ini sangat kecil, tetapi dapat mencapai jumlah yang signifikan jika ditotalkan. Ketika deal tidak menguntungkan dan pasar bergerak ke arah berlawanan, maka posisi harus ditutup dengan cepat tanpa penyesalan; karena jika tidak, maka kerugiannya akan besar.

Sistem scalping bisa menjadi suatu strategi trading yang menyenangkan. Namun, juga bisa membuat Anda stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus Anda capai, dan jangan terjebak untuk trading berlebihan. Saat Anda mengalami loss, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam atas kerugian yang telah diderita. Masih ada hari esok dimana Anda bisa trading kembali untuk meraih cuan yang diinginkan.

Boleh jadi juga kelak Anda akan mendapati bahwa Anda tak cocok menggunakan sistem scalping. Namun, di saat yang sama, Anda akan menemukan apakah lebih cocok menjadi seorang Day Trader atau Swing Trader sebagai buah dari segala pengalaman yang diperoleh selama menggunakan teknik scalping. Banyak pro-kontra atas sistem ini, tetapi pada dasarnya tergantung pada bagaimana kondisi kita saja. Tak perlu kita menjadi predator atas cara trade orang lain, karena memang karater setiap trader berbeda-beda.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Hendy88
susah scalping mah, mending ngikut trend ajah.. banyak yg terjadi dalam jangka waktu pendek yang bisa ngerubah harga tiba2.
Juliano
masak target pips dengan teknik sistem perangkap sewaktu rilis data high impact cuman 5-7 pips. meskipun cuman dalam waktu sebentar seenggaknya lonjakan harga bisa sampe puluhan pips kan harusnya? wong dalam kondisi normal aja bisa sampe ratusan kok gan, terutama kalo datanya nfp....

buat nentuin sesi trading, scalper yg masih pemula mending latian di sesi asia dulu, baru kalo sudah mulai terbiasa & masih seneng sama teknik scalping bisa move ke sesi eropa, & kalo pengen lebih setres lagi trading di sesi overlap amerika/eropa.
Yenny Enita
Kenapa scalping perlu banyak indikator? Sedangkan dengan 3 indikator saja sepertinya trader sudah cukup kerepotan, cara trading scalping malah menyaratkan 3 indikator itu sebagai jumlah minimal. Sya paham kalau beberapa indikator itu ada yang dijadikan sebagai indikator utama dan tambahan, dimana sinyal-sinyal yang dikirimkan bisa saling melengkapi dan mengkonfirmasi untuk membuka suatu posisi. Tapi kalau terlalu banyak apa jadinya tidak malah membingungkan dan membuat trading terhambat? Ini karena sepengetahuan saya scalper butuh trading cepat untuk entri dan exit di setiap ada sinyal positif.
Faijul Anwar
@yenny... mungkin aja banyak indi tu termasuk jg indi fundamental, candlestick, chart pattern, dn semacamnya.... indi kan sebetulx bukan cuma yg bia dipasang aja, tapi dari candle, chart, bahkan berita2 pun juga termasuk indi.... kan bahaya juga kalo tradingnya cuma pake indi teknis doang tanpa ada backup dari segi analisa yg laen....
Yenny Enita
Kasusnya bisa jadi seperti itu, tapi entah kenapa sya ragu kalau scalper bisa memperhitungkan banyak hal dari berbagai macam segi dalam analisanya.

Mungkin karena dari persepsi sya scalper itu kegiatan tradingnya selalu rushed jadi setiap kali entry analisanya dengan apa yang disajikan oleh indikator dichartnya saja.

Bahkan ada juga kan yang memasang software trading supaya bisa lebih terotomatisasi? Tapi karena ini hanya persepsi sya saja jadinya masih belum yakin juga. Ditambah lagi untuk scalper yang suka news trading pasti mau tidak mau butuh analisa dari kedua sisi juga, fundamental dan teknikal.
Cathy
scalper enggak peduli news biasanya. Malah kalau lagi news mendingan stop trading dulu, bahaya soalnya. Butuh banyak indikator soalnya scalper mesti bisa dapet pip di semua kondisi, waktu pasar trending harus bisa, waktu pasar ranging juga harus bisa. Padahal kan indikator beda-beda tuh, ada yang cocoknya pas ranging, ada yang cocoknya pas trending, ada juga yang bagus kalo pasar eropa tapi jelek pas pasar asia. Nah, biar bisa deteksi cepat dan tepat, makanya perlu indikator banyak.
Najib_nurcholis (nn)
ane sependapat sama point2 diatas, spread, kecepatan eksekusi, sistim pip, koneksi internet, sampe aliran listrik pun,
yg tadix krg dianggap penting bs jd penting bgt bwt scalper, ada ketidakseimbangan dr slh satux ja bs dianggap merugikan bgt. scalper ni cocok sm trader2 yg gg punya kerjaan laen dn emang mengabdikan dirix buat trading,
kalo sibuk punya kerjaan laen bisa kewalahan ngatasi pergerakan harga yg cepet di tf rendah dn mengikuti sinyal tradingx.