Advertisement

iklan

Belajar Sukses Trading dengan Prinsip REST

Penulis

+ -

REST bisa membantu Anda dalam melakukan trading dengan menghindari kerugian besar dan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Seperti apa caranya?

iklan

iklan

Tak bisa dipungkiri, keuntungan adalah sesuatu yang Anda harapkan saat pertama kali memutuskan untuk melakukan trading. Sayangnya, kegagalan dan kerugian menjadi pil pahit yang terkadang harus Anda hadapi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui berbagai hal mengenai trading sebelum memutuskan untuk terjun di dalamnya.

Ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan Anda sebagai seorang trader. Salah satunya adalah kemahiran Anda dalam menganalisa berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasar dan harga aset. Selain itu, Anda juga bisa mempelajari berbagai teknik dan prinsip trading.

belajar sukses trading

Ada sebuah prinsip yang mungkin dapat membantu Anda dalam melakukan trading. Prinsip tersebut disebut dengan REST. Prinsip REST sendiri merupakan singkatan dari Risk, Entry, Stop-Loss, dan Target. Berikut ini adalah penjelasan mendalam mengenai prinsip REST.

 

Risk (Risiko)

Risiko menjadi salah satu hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan trading. Wajib hukumnya untuk mengetahui dengan pasti risiko yang akan dihadapi sebelum melakukan transaksi atau menentukan posisi. Terkadang trader menyepelekan atau mengabaikan risiko yang akan dihadapi. Padahal aspek yang satu ini dapat membantu Anda dalam memperhitungkan dan mengambil keputusan.

Sebelum menentukan posisi dalam trading, Anda perlu mengetahui seberapa banyak uang yang mungkin akan hilang. Sangat penting untuk menjaga jumlah uang yang mungkin hilang dalam taraf aman sebelum menempatkannya dalam pasar.

Ada banyak model manajemen risiko yang bisa Anda pelajari. Pada dasarnya, manajemen risiko atau risk management merupakan sebuah proses penempatan posisi dalam trading untuk membantu kekalahan atau kerugian tetap berada di bawah kendali dan mendapatkan rasio risiko yang baik.

Manajemen risiko dapat mencegah trader kehilangan semua uang atau aset saat melakukan trading. Manajemen risiko menjadi salah satu pilar dalam trading. Oleh sebab itu, manajemen risiko sangat penting bagi trader baik pemula maupun veteran.

Manajemen risiko memiliki beberapa tool yang dapat Anda gunakan. Yang pertama adalah trade size atau ukuran trading. Anda harus mengetahui ukuran trading Anda sebelum menentukan posisi trading. Pastikan Anda melakukan trading dengan ukuran yang masuk akal sesuai dengan jumlah aset atau uang yang Anda miliki.

Tool yang kedua adalah 'The 1% Rule’. Trader yang sukses tidak pernah mengambil risiko lebih dari 1% dari aset mereka pada setiap transaksi trading. Dengan mengambil risiko yang lebih kecil, Anda tidak akan mengacaukan aset yang sudah Anda miliki dengan satu atau dua kekalagan.

Tool yang ketiga adalah rasio risk-reward. Selain mempertimbangkan aset yang hilang saat mengalami kegagalan dalam trading, sangat penting untuk mengetahui seberapa besar rasio kemenangan yang mungkin akan Anda dapat. Kebanyakan trader yang sukses tidak akan melakukan trading dengan rasio lebih dari 1:2 untuk risiko dan kemenangan. Artinya, kemungkinan Anda berhasil dalam transaksi tersebut harus dua kali lipat dibandingkan dengan kemungkinan rugi.

Risiko adalah sesuatu yang tak bisa dihindari dalam berbagai hal, termasuk trading. Yang terpenting adalah cara menanggulangi dan mengatur risiko tersebut agar kerugian yang mungkin ditimbulkan dapat terkendali.

 

Entry

Hal penting lainnya yang harus Anda pelajari dalam melakukan trading forex adalah entry point. Entry sendiri diartikan sebagai posisi di mana Anda terjun ke pasar jual-beli forex. Posisi ini menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Baca Juga: Cara Menentukan Open Posisi

Sangat disarankan untuk memasang posisi entry di angka bulat dengan akhiran 50 atau 00. Bagi Anda yang sudah berpengalaman di bidang ini tentu menyadari bahwa angka bulat memiliki tingkat yang baik dalam support dan resistance.

Pasalnya, banyak trader besar mengambil posisi entry dan exit pada angka-angka genap atau bulat. Hal ini tentu membawa pengaruh besar terhadap kondisi pasar pada harga-harga dengan angka bulat. Meski tidak semua angka bulat menjanjikan keberhasilan secara pasti, namun angka-angka tersebut berada di pertemuan antara harga bullish dan bearish. Oleh sebab itu, angka bulat menjadi entry point yang sempurna.

Baca Juga: Level Psikologis Dalam Trading Forex

Entry point biasanya menjadi salah satu komponen yang diperhitungkan dalam strategi sebelum trading. Penentuan entry point dapat menekan risiko invesatasi dan menyingkirkan faktor emosional dalam pembuatan keputusan. Menentukan entry point yang baik menjadi langkah awal menuju kesuksesan trading.

Anda harus melatih kesabaran dan menunggu waktu yang tepat untuk membeli aset yang diinginkan. Hal ini akan memberikan lebih banyak keuntungan bagi Anda. Tak hanya menentukan entry point, Anda juga harus memikirkan kapan harus memasang posisi exit.

Kedua aspek ini sangat penting untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari transaksi yang Anda lakukan. Trader atau investor harus memastikan ada jarak yang cukup antara entry dan exit point agar risk reward ratio tetap kondusif untuk pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan entry point berdasarkan kondisi pasar. Entry point yang bagus dalam trending market biasanya tercipta setelah pergerakan counter trend yang pendek atau periode konsolidasi. Anda bisa menggunakan garis trend, Moving Average (MA), dan indikator lain yang membantu Anda dalam menentukan entry point yang sesuai.

Sementara itu, untuk menentukan entry point dalam Range Bound Markets, Anda perlu memperhatikan level kunci support dan resistance . Entry point yang bagus dan sesuai biasanya terletak dekat dengan level kunci. Untuk menggunakan metode ini, Anda harus menunggu pergerakan head-fake. Pastikan pergerakan head-fake ini berada di bawah atau di atas level kunci secara signifikan sebelum menentukan entry point.

 

Stop Loss

Stop-loss order diartikan sebagai perintah yang diberikan untuk membeli atau menjual aset yang spesifik saat harga aset tersebut mencapai titik tertentu. Perintah ini sangat penting untuk mencegah kerugian yang mungkin ditanggung oleh trader karena penurunan harga aset. Oleh sebab itu sangat penting untuk menentukan stop-loss order sebelum Anda terjun langsung ke pasar saham, forex, dan investasi lainnya.

Daalm situasi apa pun, Anda tidak dianjurkan untuk menetapkan stop-loss order lebih jauh dari harga entry yang Anda pilih saat memasuki pasar. Stop-loss harus dipindahkan menuju harga entry atau melawan arah bias pasar saat ini untuk menekan potensi kerugian.

Baca Juga: Tips Dalam Menentukan Stop Loss

Salah satu kesalahan besar yang kerap dilakukan oleh para tader adalah tidak memasang stop-loss order dan keluar dari pasar secara manual untuk mendapatkan level harga yang diinginkan. Pasalnya, kondisi pasar dan harga aset bukanlah sesuatu yang stabil dan dapat dengan mudah diprediksi. Berbagai faktor dapat mengubah kondisi pasar yang menyebabkan perubahan harga secara spesifik dalam waktu yang sangat cepat.

Stop-loss order merupakan salah satu fitur yang dapat Anda nikmati secara gratis. Jadi tak ada ruginya untuk menetapkan dan mengaplikasikan stop-loss order dalam akun Anda. Stop-loss order dapat Anda gunakan sebagai fitur asuransi gratis yang mencegah kerugian besar dalam trading. Anda juga tidak harus memonitor akun atau aset yang Anda beli setiap saat jika Anda telah menentukan stop-loss order. Fitur ini juga dapat mencegah Anda dari keputusan impulsif yang mungkin Anda lakukan atas dorongan emosional semata.

 

Target

Sebelum terjun ke pasar dan melakukan pembelian, Anda harus memiliki target harga yang ingin dicapai. Memiliki target harga yang spesifik akan mencegah Anda melakukan pembelian dan penjualan secara impulsif. Sama seperti stop-loss order, target membantu Anda fokus pada tujuan dan keuntungan yang ingin Anda dapatkan.

Menentukan target juga sangat penting untuk menjaga keputusan Anda tetap objektif. Dengan menetapkan target pada harga tertentu, Anda bisa menghindari pembelian atau penjualan aset berdasarkan suasana hati. Anda mungkin tergoda dengan kemungkinan-kemungkinan kenaikan harga yang memberi keuntungan lebih besar. Namun, tindakan tersebut akan terlalu berisiko mengingat harga aset di pasar sangat fluktuatif dan bisa berubah dengan cepat.

Sangat penting bagi Anda untuk menentukan target dan memegang teguh target tersebut tanpa tergoda dengan kemungkinan yang belum pasti. Selain itu, pastikan pula target Anda tetap masuk akal dan logis. Anda bisa menentukan target harga dengan melakukan riset. Pada umumnya harga pasar memiliki pola yang dapat dianalisa.

Salah satu hal yang harus Anda kuasai dalam menentukan target trading adalah analisa teknikal. Analisa teknikal adalah kerangka yang membantu trader untuk mempelajari pergerakan harga suatu aset. Secara teori, analisa teknikal merupakan analisa yang dilakukan seorang trader dengan melihat sejarah pergerajan harga dan menetukan kondisi trading saat ini.

Melaui analisa teknikal ini, trader diharapkan dapat membuat memprediksi pergerakan harga potensial. Orang yang menggunakan teknik ini dalam melakukan trading biasa disebut dengan trader teknikal.

Analisa teknikal pada umumnya dilakukan dengan melihat chart harga dalam kurun waktu tertentu agar bisa memprediksi harga yang masuk akal. Prediksi ini didasarkan pada keyakinan bahwa harga suatu aset di pasar selalu mengulang pola yang sama. Untuk membuat prediksi Anda lebih akurat, diperlukan riset mendasar pada faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi dunia, kondisi geo-politik suatu negara, hingga kondisi geografisnya.

Selain analisa teknikal, Anda juga bisa menggunakan analisa fundamental. Analisa fundamental pada dasarnya merupakan metode pengukuran yang digunakan para trader untuk memprediksi keamanan nilai suatu aset. Metode ini dilakukan dengan melihat dan memperhatikan faktor keuangan dan kondisi ekonomi dari suatu perusahan terkait. Adapun indikator yang digunakan pada metode ini adalah Return to Equity (ROE), Price to Earning Ratio (P/E), dan masih banyak lagi.

Tak hanya analisa teknikal dan fundamental, Anda juga harus melakukan banyak riset lainnya untuk dapat menciptakan target yang masuk akal sesuai dengan keinginan Anda. Yang paling utama, tetap berhati-hati dalam menentukan suatu tindakan di pasar aset. Target yang terlau muluk akan membuat Anda kesulitan untuk mencapainya. Namun target yang terlalu rendah juga akan membuat keuntungan yang Anda dapat tidak maksimal.

 

Kesimpulan

Prinsip REST di atas dapat membantu Anda meraih keuntungan yang cukup signifikan. Selain itu, penting untuk melakukan pengamatan dan riset secara mendalam sebelum membuat keputusan dalam trading. Pastikan Anda mengetahui betul kondisi pasar dan aset yang ingin Anda jual atau beli. Dan terakhir, selamat mencoba!

 

Sebagai pemula, untuk bisa berselancar dengan aman di dunia trading tak hanya melalui prinsip REST di atas, tapi juga belajar dari para trader sukses, salah satunya ialah Joe DiNapoli. Apa saja yang bisa dipelajari dari strategi trading beliau? Simak penjelasannya di sini.

298766
Penulis

Lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi dengan fokus Komunikasi Massa dan berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 2017 sebagai peserta program Internship di Tempo. Hingga kini secara aktif menulis berbagai jenis dan tema artikel sebagai pekerja lepas.