Belajar Support Resistance Di Grup Trading Online

290138

Belajar Support dan Resistance menuntut ketekunan dan ketelitian. Lebih bagus lagi, jika ada mentor yang mengajari.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi trader yang ingin chartnya lebih "bersih", menganalisa chart dengan melihat titik-titik Support dan Resistance kerap jadi pilihan. Tapi perlu diingat, menarik garis Support dan Resistance tidak bisa sembarangan. Jangan sampai karena tidak sabar, Anda memaksakan diri menarik garis yang tidak valid dan malah kehilangan peluang trading.

Jika Anda mencari tempat untuk belajar Support dan Resistance, Seputarforex telah menghadirkan grup belajar Support dan Resistance di telegram. Grup ini dikelola oleh tim Seputarforex, dengan mengajak Rino Purbono dan Rizki Rosadi sebagai mentor. Melalui grup telegram belajar Support dan Resistance, Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai garis-garis "ajaib" ini.

belajar support dan resistance dengan ahlinya

 

Memahami Hukum Support Dan Resistance

Q: Tentang Hukum SnR, apakah jika salah satu candle breakout Support atau Resistance, akan mengejar Support dan Resistance selanjutnya? Apa memang mutlak begitu pak? Mengejar Resistance atau Support selanjutnya?

Rino: Tidak ada yang mutlak ya pak

Q: Pak beda time frame apa beda pula SnR nya? Jadi di Time Frame berapa umumnya menganalisa SnR ini?

Rizki: Baik, pertanyaan pertama saya jawab tentang SnR yang umum digunakan. Saya pribadi menggunakan SnR di Daily sebagai patokan. Chart daily sebenarnya bukan hanya sebagai patokan SnR, namun juga seperti candlestick pattern, dsb. Karena Time Frame Daily lebih jelas terlihat Wave/gelombang harga dan support resistance yang terbentuk. Jadi walaupun entri di low time frame, tetap patokan SnR di Time Fame D1 ya pak

Q: Jd walaupun entri di low Time Frame tetap patokan Support dan Resistance di Time Frame D1 ya pak?

Rizki: Low Time Frame yang dimaksud seperti H4, H1, M15 atau M5 (Intraday). SnR di low TF ini saya jadikan acuan untuk area entry/Re-entry berdasarkan trend D1 yang ada. Sebagai contoh, Daily sedang downtrend, maka posisi sell akan diambil. Sell dilakukan di top berdasarkan metode SnD sedangkan metode breakout bisa dgn 2 cara, agresif (langsung entry ketika breakout) atau konservatif (menunggu pullback).

SnR yang digunakan untuk entry adalah SnR low TF. Namun apabila harga telah mendekati support di D1 maka posisi sell bisa di close (sebagian/semua) untuk mengamankan profit atau kita Hold dengan melihat reaksi pasar terhadap Support Daily.

Q: Mau tanya pak ketika harga sudah menyentuh SnR maka bagaimana kita tau harga akan breakout atau mantul kembali? Apa ada batas-batas tertentu sehingga kita bisa konfirm breakout/pullback? Terkadang harga sudah melampaui batas SnR tetapi berikutnya malah Pullback kembali. Apa ada indikator tools yang bisa membantu?

Rizki: Pertanyaan kedua, tentang bagaimana cara mengetahui harga akan breakout atau malah reversal trend. Selanjutnya pertanyaan tentang batas-batas tertentu untuk konfirmasi Breakout/Pullback. Pertama, tidak ada yang tahu pasti apakah suatu harga akan Breakout atau Pullback, kita hanya melihat tandanya (signal)

Saya pribadi melihat tanda tersebut dengan membuka Time frame yang kecil, seperti M15 atau M5 untuk melihat kekuatan seller/buyer. Sebagai contoh terdapat support H1 yang sudah 2 kali diuji namun belum break. Di pengujian ke-3, harga berhasil break. Terlihat harga berhasil tutup dibawah support H1.

Saya kemudian akan membuka time frame M5 atau M15 untuk melihat Pullback ke area support (walaupun tidak semua break akan diikuti pullback). Apabila pullback diisi oleh buyer agresif maka kemungkinan bukan Pullback yang terjadi tapi reversal trend.

Tanda Agressive Buyer:

  • Body candle makin lama makin membesar,
  • Sudut kemiringan lebih dari 45 derajat (lebih besar dr 60 berarti sangat kuat)
  • Shadow bawah yang panjang

Ketika saya sudah sell namun agresif buyer muncul, saya akan close, profit ataupun loss. Artinya market tidak lagi sejalan dengan trading plan kita. Sedangkan apabila ketika Pulback tidak diisi dengan agressif buyer, tanda-tandanya:

  • Candlestick tidak membesar (disarankan candle yang makin mengecil)
  • Sudut kemiringan pullback kurang dr 45 derajat
  • Tidak terdapat shadow bawah yang panjang, malah shadow panjang ada diatas candle. Berarti seller kuat dan bisa melanjutkan trend turunnya

Untuk konfirmasi Pullback, saya gunakan pola candlestick di TF kecil yang berada pada area key level (support/resisten). Contohnya, jika terdapat candlestick Bearish Engulfing pada resisten atau candlestick Bearish dengan shadow atas yang panjang pada area resisten.

bearish engulfing

(Baca Juga: Pola Bearish Engulfing, Reversal Di Puncak Uptrend)

 

Mengenali Titik Support And Resistance Yang Kuat 

Q: Bagaimana cara mengetahui apakah garis SnR yg kita tarik itu kuat dan gak mudah ditembus?

Rino: Pertanyaan bagus pak. Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu mengetahui ASAL HARGA dari TF berapa dan MAU ke TF Berapa. Sehingga jika kita ibaratkan bus (setiap trend pada time frame itu adalah bus, tinggal kita mau naik yang mana). Jika harga berasal dari S/R MN maka target atau tujuan S/R berikutnya adalah W1 atau S/R2 D1.

Paling penting saat menganalisa kita perlu mapping dari TF terbesar.

Contoh:

grup support dan resistance

XAGUSD yang saya arsir hijau merupakan Support pada TF Monthly. Silahkan rekan-rekan buka chartnya. Maka jika harga Pullback dari support tersebut kita akan masuk sell kembali di Resistance W1. Jika kita masuk di Resistance D1 maka akan jebol. Resistance W1 saya absir warna teal (Hijau). S dan R ini saya dapatkan dari penjelasan Dow Theory, jadi saat kita naik bus di Monthly kita akan berhenti di terminal W1. Saat kita masuk sell (naik bus W1/Resistance) kita akan berhenti di terminal S daily.

TIPS atau SOP transaksi agar probabilitas win besar, jika mau naik BUS H1, untuk BUY maka pastikan masuk di SH4 dengan kondisi D1 dan H4 Trend Naik. Jika mau naik BUS H4, untuk BUY maka pastikan masuk Di SD1 dengan kondisi D1 dan W1 trend naik.

Contoh:

Kita mau naik bus H4 GU, untuk SELL

Maka pastikan W1 trend down

grup belajar support and resistance

Daily Trend DOWN

belajar support dan resistance

masuk di Range D1 saat H4 konfimasi pembalikan arah

belajar support dan resistance 4

SL suka-suka sesuai toleransi yang bisa diterima

Q: SL-nya jika break area pink pak? (chart 4)

Rino: Jika candlestick H4 close di atas area magenta. Harus ada body keluar area pak.

Q: Closed body ya bukan ekor

Rino: betul sekali, pak. Kita butuh validitas bukan asumsi. itu bagian dari resiko pak, tidak apa-apa

Q: Namun jika harga ternyata turun lg pak sesuai plan? Apa kita op sell lg. Sl lg d atas area magenta

Rino: kalo saya sendiri melihat kondisi lagi pak, kalo SL pertama sudah masuk risk saya. Maka akan saya lupakan walapun nanti tetapi profit. yang di manage itu risknya pak. jadi kalo risknya bapak masih oke, bapak mau op lagi bisa sesuai SOP tersebut dgn batasan risk yang bapak sepakati. Biasanya jika sesuai SOP saat ada close candle breakout akan lanjut ke area yang lain, heheheheh

Q: Jadi umumnya naik terus ke resisten slanjutnya ya, jarang yang turun lagi?

Rino: biasanya ya pak, tetapi karena market tidak ada yang fix jadi kita harus selalu terbuka dengan perubahan kondisi pak. Note saya ada di asal harga pak.

 

Memastikan Harga Memantul Di Area Support Dan Resistance

Q: Bagaimana cara mengetahui ketika harga benar benar memantul di area SnR kuat ??

A: Membuat pin bar (Pinokio bar) itu paling valid

belajar support dan resistance 5

GBP/JPY W1 harga ada di support touch ke 3. BUY dengan Risk Candle D1 close di bawah support W1

belajar support dan resistance 6

Sesuai SOP = Asal Harga TF W1 maka terminal terdekat yang akan dikujungi Resistance D1 (open sell disana) (Green area)

Q: Kalau begini sudah break apa belum mas Pur?

belajar support dan resistance

A: Kalo W1 harus valid D1 close candle di bawah support weeklynya baru di sebut breakout, Tunggu saja harga pullbacks atau breakout.

Q: Pinbar yang Closed diatas area support berarti indikasi akan naik begitu ya pak...

belajar support dan resistance dengan ahlinya

A: Asal Harga Support TF W1, Harga sudah sampe Resisten TF D1, muncul setup SnR (Jual dengan Risk saat H4 breakout R TFD1). Tetap Manage risk.

 

Cara Mengidentifikasi False Break Pada Support Dan Resistance

Q: Saya ada pertanyaan..mengenai trading dengan suport dan resisten..bagaimana cara mengidentifikasi false break up / down ?

Rizki: Sederhananya, cara mengidentifikasi false break ada 3 cara:

  1. Melihat Price Action (Candlestick) ketika harga mengenai support/resisten. Tanda yg kita identifikasi (Candlestick) harus menilai apakah harga ini momentumnya kuat atau lemah. Shadow yang panjang di daerah resisten/support cukup menjadi tanda bahwa SnR kuat.
  2. Volume. Ciri utama harga yg akan false break adalah harga yg naik/turun tp volumenya turun.
  3. Intermarket atau Cross Market. Analisis ini membandingkan pair dengan commodity, obligasi atau equity. Contohnya seperti CAD dengan harga minyak. Kalau harga minyak naik, maka kemungkinan besar CAD akan naik dan break resisten.

Q: Makasih bang, Cukup jelas dengan penjelasannya. Mau backtest lebih dulu

Rizki: Saran saya backtestnya di Daily mas. Karena dibawah Daily banyak sekali Support dan Resistance sehingga kurang efektif.

 

Kesimpulan

Dari obrolan di atas, dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah belajar Support dan Resistance antara lain: diawali dari memahami hukum SnR, mengenali titik SnR yang kuat, memastikan harga memantul di area SnR, lalu mengidentifikasi ciri-ciri False Break. Poin-poin tersebut tentu saja baru langkah awal, karena ke depannya masih banyak sekali hal yang dipelajari. Salah satunya adalah penerapan SnR pada kondisi pasar terkini. Karena itu, obrolan di Grup telegram Belajar Support dan Resistance tentu sayang untuk dilewatkan.

Anda juga bisa langsung bergabung pada grup telegram Belajar Support dan Resistance, dengan cara menekan icon telegram di bawah ini:

belajar support dan resistance

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.