Benarkah Emas Tidak Cocok Untuk Investasi ?

114263

Jenis investasi emas saat ini semakin beragam. Agar Anda tidak bingung memilih, perhatikan beberapa pilihan investasi emas yang menarik dalam artikel ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Tak salah jika banyak orang menyebut emas sebagai logam mulia. Selain rupanya yang elok, lonjakan harga logam yang satu ini juga bisa mendatangkan keuntungan berlipat-lipat bagi pemiliknya. Karenanya sejak zaman dahulu kala, banyak orang menggunakan emas sebagai salah satu alat untuk membiakkan uang mereka. Namun, agar keuntungannya menjadi lebih maksimal, investor juga perlu mempelajari seluk-beluk investasi emas. Sebab, selain pilihan bentuk investasinya banyak, investasi emas juga memerlukan strategi trading emas khusus.

Benarkah Emas Tidak Cocok Untuk Investasi?

Di Indonesia khususnya, emas telah menjadi salah satu instrumen investasi favorit sepanjang masa. Maklum, secara umum, strategi berinvestasi emas juga sangat gampang. Investor tinggal membeli emas saat harganya murah dan menjualnya kembali saat harganya tinggi.

 

Cara Investasi Emas 

1. Investasi Perhiasan Emas 

Ada beberapa pilihan bentuk investasi emas yang bisa dimanfaatkan investor di Indonesia. Cara yang paling lazim adalah dengan membeli dan menyimpan perhiasan emas. Perhiasan ini bisa berupa kalung, cincin, giwang, anting-anting, dan seterusnya. Perhiasan emas dengan mudah bisa dibeli di toko-toko perhiasan, mulai yang ada di pasar tradisional hingga ke toko perhiasan kelas modern. Bahkan, setiap kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat jual-beli emas sendiri-sendiri. Investasi di dalam perhiasan emas juga memiliki kelebihan tersendiri. Sebab selain bisa menjadi alat investasi, perhiasan itu juga sekaligus bisa dipakai sebagai aksesori sehari-hari. Jadi, wajah makin cantik, dompet juga makin ciamik.

Namun, ternyata menurut para pakar investasi, perhiasan emas sebenarnya tak terlalu cocok untuk investasi. Hal ini karena ketika membeli perhiasan tersebut, investor akan dikenai ongkos pembuatan. Maklum, untuk membuat perhiasan emas menjadi sedemikian elok perlu keahlian khusus. Sementara, ketika menjualnya kembali ongkos itu tidak dihitung. Padahal, ongkos pembuatan itu bisa mencapai sekitar 20% dari harga suatu perhiasan.

Jadi, misalnya Anda membeli gelang emas dan menjualnya lagi di hari yang sama, harga perhiasan itu paling tinggal sekitar 80%-nya. Ini membuat harga jual kembali perhiasan emas menjadi yang paling rendah dibandingkan dengan bentuk-bentuk investasi emas lainnya.

Nah kalau mau untung, kenaikan harga perhiasan emas tersebut harus lebih tinggi dari ongkos pembuatannya. Kalau harga perhiasan emas belum bagus, tapi sedang butuh duit bagaimana? Jangan memaksakan untuk menjualnya. Anda bisa menempuh jalan darurat untuk memperoleh dana sambil menunggu harga emas kembali membaik. Misalnya, dengan menggadaikan perhiasan itu. Agar tak melewatkan momen saat harga perhiasan emas melonjak tinggi, Anda harus rajin-rajin menanyakan perkembangan harga emas ke toko emas langganan Anda.

 

Risiko Investasi Emas Dalam Bentuk Perhiasaan 

Ada satu risiko tambahan untuk investor yang memilih berinvestasi di perhiasan emas, yaitu risiko hilang. Ya, investor harus benar-benar cermat dalam menyimpan perhiasan emasnya. Selain bisa terselip, perhiasan emas juga rawan pencurian. Jika perhiasan itu sampai hilang, hilanglah seluruh investasi Anda dalam bentuk emas ini.

 

2. Investasi Emas Berbentuk Koin 

Investor juga bisa berinvestasi emas melalui produk koin-koin emas. Ada koin emas bikinan luar negeri, ada pula koin emas lokal. Di Indonesia, salah satu institusi yang memproduksi koin-koin emas itu adalah divisi peleburan logam mulia Aneka Tambang (Antam). Namun, investor juga mesti hati-hati. Sebab, di beberapa kasus koin emas ini sering menjadi media money game.

Selain perhiasan, pilihan investasi emas lainnya adalah dalam bentuk koin emas. Ini adalah koin-koin emas yang dibuat untuk mengenang peristiwa atau tokoh penting tertentu. Untuk membelinya, Anda bisa mengunjungi toko-toko emas yang agak besar. Ada koin bikinan Amerika, Inggris, dan Indonesia. Berat koinnya bermacam-macam, mulai dari 1 gram sampai sekitar 33,4 gram atau lebih.

Khusus di Indonesia, koin emas itu biasanya dibuat oleh divisi peleburan logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Asal tahu saja, Antam yang merupakan perusahaan pemerintah ini merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia. Antam memiliki produk koin standar atau koin polos. Ukurannya sekitar 1 gram sampai 10 gram. Selain itu, divisi logam mulia Antam juga telah mengeluarkan berbagai seri koin eksklusif.

Salah satu yang paling populer adalah koin simbol tahun berdasarkan kalender China, seperti tahun kuda, tahun naga, dan lain-lain. Selain itu Antam juga mengeluarkan seri badak, rumah Toraja, orang utan, dan seri kaligrafi. Cuma, ketika kita membeli koin-koin ini biasanya Antam akan memungut biaya pembuatan tambahan yang terpisah dari harganya.

Beberapa waktu lalu, Pegadaian juga pernah mengeluarkan koin ONH dengan ukuran 5 gram dan 10 gram. Tapi, koin ini tak terlalu diminati karena ketika membelinya, investor, harus membayar PPN sebesar 10%. Dan Pegadaian pun menghentikan pembuatannya.

Jika berminat, Anda tinggal membeli koin-koin emas itu. Patokan harga emas yang dipakai biasanya adalah harga di bursa seperti London Metal Exchange (LME). Tapi, di Indonesia, Anda juga bisa mengecek harga emas keluaran Antam melalui Situs LogamMulia.

 

3. Investasi Emas Berbentuk Batangan 

Investasi dalam emas batangan mungkin memang membutuhkan modal awal yang lebih besar jika dibandingkan investasi di perhiasan atau koin. Namun, emas batangan merupakan bentuk investasi emas yang paling ideal. Selain investor tak terkena biaya pembuatan, emas batangan juga tak mengenal penyusutan. Hanya, hati-hati dengan risiko perubahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Investasi emas yang paling tepat adalah dalam bentuk emas batangan atau emas lantakan. Sebab, kandungan nilainya tertinggi dan tak mengenal penyusutan nilai. Selain itu, jika membeli emas batangan, investor juga tidak terkena biaya pembuatan. Karena itu, investor juga tak perlu khawatir keuntungannya bakal terpangkas oleh biaya pembuatan tersebut.

Di Indonesia, lagi-lagi, yang memproduksi emas batangan adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui divisi peleburan logam mulianya. Emas lantakan bikinan Antam ini terjamin keasliannya karena ia memiliki sertifikat dari London Bullion Market Association (LBMA) yang berbasis di London. Karena itu, saat membeli emas ini, jangan lupa untuk meminta sertifikat keasliannya.

 

Untuk membelinya, Anda bisa datang langsung ke kantor divisi logam mulai Aneka Tambang atau toko-toko emas yang besar. Selain itu, Anda juga bisa melakukan investasi emas di pegadaian. Akan tetapi, untuk berinvestasi di emas batangan ini, investor mesti menyediakan dana yang lebih besar jika dibandingkan investasi di koin maupun perhiasan. Sebab, ukuran berat emas batangan jauh lebih besar jika dibandingkan alat investasi emas lainnya. Saat ini, emas lantakan yang tersedia memiliki berat 25 gram (gr), 50 gr, 100 gr, dan 1 kg. 

Strategi investasinya sama saja: beli saat murah, jual ketika mahal. Patokan harga emas yang umum dipakai adalah harga emas di London Metal Exchange (LME). Tapi, hati-hati; harga yang ada di LME dinyatakan dalam dolar. Sementara, Anda berinvestasi di Indonesia dengan harga dalam rupiah. Karena itu, dalam rupiah, harga emas juga sangat bergantung pada pergerakan kurs rupiah dolar. Dalam dolar boleh saja harga emas meningkat; tapi jika di saat yang sama kurs rupiah juga menguat tinggi terhadap dolar, peningkatan itu mungkin tak akan terlalu besar dalam mata uang rupiah.

 

Pergerakan Harga Emas

Seperti yang bisa kita pantau di halaman grafik harga emas Antam yang bisa Anda akses setiap saat, selama tahun 2012 harga emas berfluktuatif dalam area yang "sempit". Dalam rentang 2 Januari 2012 sampai dengan 28 Desember 2012, harga emas Antam (kepingan 10gr) hanya mengalami kenaikan di kisaran 10%.

Kisaran kenaikan yang sebesar 10% ini dihitung sebagai selisih antara harga beli LM 10gr pada tanggal 2 Januari 2012 yang senilai Rp5.115.000 dengan harga titip jual Outlet Dinar pada tanggal 28 Desember 2012 yang senilai Rp5.641.860. Selisih harga beli dan harga titip jual di dapat angka Rp526.860, diperbandingkan dengan harga belinya, maka didapat angka prosentase di kisaran 10.3%.

Benarkah Emas Tidak Cocok Untuk Investasi

Sementara kenaikan sebesar 12.55% bisa kita capai jika kita beli pada tanggal 2 Januari 2012 senilai Rp5.115.000 dan mampu menjualnya kembali dengan harga jual OutletDinar di tanggal 28 Desember 2012 senilai Rp5.757.000.

Selama tahun 2012, harga terendah emas Antam kepingan 10gr mencapai Rp5.115.000 yang terjadi di awal tahun dan harga tertingginya mencapai Rp5.807.000 pada tanggal 12 Oktober 2012.

Rata-rata harga emas Antam kepingan 10gr selama tahun 2012 berada di angka Rp5.412.000.

Benarkah Emas Tidak Cocok Untuk Investasi

Kenaikan harga emas Antam selama tahun 2012 yang cuma berkisar di angka 10-12% tentu saja kurang menggembirakan dibandingkan rata-rata kenaikan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20%. Namun angka kenaikan 10-12% tentu saja masih jauh lebih baik dibandingkan hasil deposito.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

23 Agustus 2019 18:16

1,495.07 ( 0.19%)

Support : 1,492.81
Pivot : 1,498.17
Resistance : 1,503.34

100% Buy 100% Buy 100% Buy

100% Buy
Selengkapnya

Didi
Mengapa harga emas semakin turun dan turun terus, terasa berat bagi yg dananya pas-pasan. Mau jual emas rugi besar, mau gak dijual sedang perlu uang. Emas tak cocok bagi investor yg dananya kecil .