OctaFx

iklan

Berani Beda, Apa Rahasia Sukses Trader Contrarian Melawan Mayoritas?

281811

Dasar trader nyentrik, saat semua trader koar-koar Buy, dia malah Sell. Selagi pasar lagi panik jual, eh dia malah Buy. Malah untung pula, apa sih rahasianya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dari namanya saja sudah ketahuan, trader Contrarian, selalu mengambil kesempatan untuk bertindak bertentangan dengan mayoritas. Menurut mereka, mendapatkan keuntungan dengan melawan opini masal itu lebih menjanjikan. Pasalnya, trader Contrarian berasumsi pasar Forex pada dasarnya adalah Zero Sum Game, di mana keuntungan trading satu trader berasal dari Loss trader lain.

 

strategi trading contrarian

 

Umpamanya nih, seperti operasi tangkap-jaring, trader Contrarian akan menangkap basah para trader-trader “culun” yang barusan tadi siang belajar Forex, cuma ikut-ikutan arus. Eh, saking polosnya mereka, tak sadar lampu kuning sudah berkedip-kedip, tanda arus akan segera berhenti. Setelah lampu merah menyala, “Prit…!”, ujung-ujungnya pindah semua deh “uang damainya” ke kantong si Musang. Begitulah singkatnya, analogi aksi preman Contrarian di pasar Forex.

 

Apa Dasarnya Preman Contrarian Menjalankan Aksinya?

Strategi trading Contrarian berfokus pada pemahaman mengenai momentum trend dan dinamika psikologis pasar. Gampangannya, ketika suatu trend terjadi, entah itu trend mendaki atau menurun, trader Contrarian harus tahu bagaimana reaksi trader mayoritas terhadap trend tersebut. Apakah mereka (mayoritas) sedang dalam euforia untuk terus mendorong harga naik atau malah sebaliknya, terjerumus dalam kepanikan untuk menekan harga.

Apa tujuannya?

Kita ambil contoh simpel aja nih sewaktu pasar lagi Bullish. Misalkan saja saat ini harga telor dinosaurus adalah Rp. 1,000,000 per butirnya. Beberapa waktu kemudian ada kabar berita disiarkan secara publik, menurut Profesor X, dinosaurus akan punah kira-kira 10 tahun ke depan, jadi produksi telor mereka akan berkurang. Nah, pasar bereaksi keras terhadap berita tadi. Alhasil, telor dinosaurus tiba-tiba meroket hingga 10% hanya dalam waktu satu hari.

Katakanlah, 1 minggu kemudian harga telor dinosaurus bertengger di kisaran Rp 1,500,000 per butir. Karenanya, pasar sudah hampir mencapai titik jenuh beli (Overbought). Pada kondisi itu, satu per satu pemborong sudah mulai mundur karena mereka sadar bahwa harga yang mereka bayarkan sudah terlalu tinggi, begitu juga resikonya jika mereka terlambat menjualnya kembali.

Saking hebohnya kenaikan harga, para pelaku pasar mengompor-ngompori trader ritel untuk ikut-ikutan mendongkrak harga lebih tinggi lagi. Tujuannya, biar harga terus naik lagi, meskipun pada dasarnya harga sudah terlalu melenceng jauh dari nilai hakikatnya. Pada momen-momen inilah para preman Contrarian melihat kesempatan untuk memalak trader ritel lain yang tidak paham betul dengan momentum trend dan nilai intrinsik suatu aset.

Intinya, trader Contrarian harus beberapa langkah lebih “cerdas” daripada kebanyakan trader ritel lain. Jadi, saat mayoritas sedang dalam kondisi dimabuk berita atau opini masal, Contrarian harus mampu mengetahui momentum atau “elastisitas” harga sebagai patokan untuk mendapatkan profit.

Analogi lagi nih. Umpamanya seperti karet gelang, ketebalan karet bisa disetarakan sebagai volume trading alias jumlah partisipasi trader. Semakin tebal karet gelang, semakin besar usaha yang dibutuhkan untuk menariknya menjauh dari kondisi semula (“melar”). Tetapi, semakin jauh jaraknya dari posisi semula, maka semakin kuat pula daya tolak-nya (Resistance atau Support).

gelang karet, elastisitas harga

Saat kekuatan mayoritas hampir kehabisan daya untuk melawan daya tolak karet gelang, trader Contrarian sudah bersiap-siap untuk membuka lapak dengan bertrading berlawanan arah.

Dalam kasus karet gelang di atas, trader Contrarian memiliki banyak metode untuk mendeteksi ketebalan karet gelang dan daya tolaknya. Salah satunya dengan menggunakan divergensi pada indikator momentum seperti RSI, MACD, CCI, dsb.

 

Kenapa Mayoritas Trader Jadi Korban Preman Contrarian?

Tidak salah jika banyak guru trading mengatakan pada trader pemula untuk bertrading dengan mengikuti trend saja. Karena idealnya, trader pemula masih dapat menikmati keuntungan selama trend masih berlangsung kuat.

Kesalahan dasar dari kebanyakan trader justru adalah ketika mereka mengikuti trend hanya karena sekedar “numpang beken” saja. Ini nih, daftar kesalahan-kesalahan trader mayoritas yang sering dimanfaatkan oleh trader Contrarian:

a. Bergantung pada trader lain

Salah satu dosa terbesar trader pemula adalah malas berpikir. Ujung-ujungnya, mereka bergantung bantuan dari trader lain untuk mengambil keputusan trading. Ya, kalau yang diikuti menang terus, kalau apes-apesnya kalah terus?

b. Terpaku pada berita dan opini mayoritas

Harga berubah dengan cepat, tanpa peringatan dan tak akan menunggu Anda untuk bergerak naik atau turun. Bisa jadi harga sudah mencapai titik jenuhnya setelah berita penting baru saja tersiar. Sayangnya, trader pemula tidak menyadari jika mereka terlambat memasuki pasar. Mereka mengira trend masih akan berlanjut karena sebagian besar trader dan berita tertentu mengarah pada aksi beli atau jual.

c. Tidak memahami kekuatan trend

Harga tidak pernah bergerak ke salah satu arah saja selamanya. Semakin cepat harga bergerak naik atau turun, maka semakin kuat pula koreksi harga yang akan terjadi. Kalau Anda beranggapan harga akan terus bertahan mendaki atau menurun terus tanpa ada perlawanan, siap-siap saja dikejutkan oleh aksi-aksi Market Maker dan trader Contrarian.


Bagaimana Cara Trader Contrarian Menjalankan Modus Operandinya?

Perlu diingat, strategi trading melawan sentimen trader mayoritas tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Tanpa sistem trading dan manajemen resiko, Anda justru akan mengalami kerugian lebih parah daripada trading dengan mengikuti trend.

Salah satu faktor teknis dalam menunjang kesuksesan strategi trading adalah sistem trading menggunakan divergence serta rasio Risk/Reward tinggi. Contohnya seperti pada chart emas (XAUUSD) di bawah ini:

Contoh:
strategi trading contrarian pada XAUUSD

Terlihat jelas bahwa harga emas mendaki dengan kecepatan (momentum) tinggi. Perhatikan, harga emas sempat terkoreksi, lalu naik lagi dengan nilai tinggi lebih tinggi. Nah, tapi indikator momentum RSI dan MACD justru menunjukkan kebalikannya. Kedua indikator tersebut pada dasarnya mengindikasikan bahwa kekuatan Buyer untuk terus mendorong harga sudah mulai berkurang. Nah, pada kesempatan itulah para preman Contrarian siap beraksi.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Rachmat
Dipasar loak atau di pasar antri, terlebih di pasar dunia, orang baik dan jahat selalu ada.