Berkenalan Dengan 5 Pelopor Analisa Teknikal

289842

Sebelum analisa teknikal menjadi populer dan banyak digunakan oleh trader masa kini, rupanya ada 5 tokoh pelopor analisa teknikal penting di baliknya. Siapa sajakah mereka?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bak artis yang tengah naik daun, "pesona" analisa teknikal sebagai model analisa kegemaran trader masih sangat tinggi. Dianggap mudah dan sederhana untuk digunakan, tentu tak mengherankan jika analisa satu ini masih menjadi primadona. Bila dibandingkan dengan analisa fundamental, si teknikal memang menawarkan lebih banyak kemudahan dan kesederhanaan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana analisa ini pertama kali digunakan dan dipopulerkan?

Pelopor Analisa Teknikal

Usut punya usut, rupanya analisa teknikal merupakan "buah" dari kerjasama lima orang pelopor analisa teknikal pada akhir 1800-an. Dimulai dari teori seorang Charles Dow, kemudian dikembangkan dengan penelitian dari William Hamilton, didukung dengan tangan-tangan dingin para peneliti lainnya, sehingga terciptalah analisa teknikal sebagaimana yang kita kenal saat ini. Lantas, seperti apakah proses penciptaannya hingga analisa teknikal kini menjadi idola dan kebanggaan para trader?

 

Ulasan Singkat Analisa Teknikal Masa Kini

Anda tentu sudah paham betul tentang model-model analisa, termasuk analisa teknikal. Dalam praktiknya, analisa ini kerap dikaitkan dengan berbagai indikator rumit nan memusingkan, belum lagi tampilan chart candlestick lengkap dengan beragam polanya. Meski terkesan cukup rumit, tetapi penggunaan chart dan indikator teknikal ini justru menjadi kunci para trader dalam memperoleh cuan di pasar forex. Mengapa demikian?

Bagi kebanyakan trader, indikator teknikal dianggap bisa memberikan informasi pergerakan harga forex secara lebih realistis. Pasalnya, harga ditampilkan dalam beragam model grafik, berikut indikasinya. Pun, penggunaan indikator teknikal tambahan dianggap mampu menjadi pelengkap chart, sehingga analisa yang dilakukan dianggap lebih akurat.

Meski analisa ini banyak diagung-agungkan oleh para penggemarnya, tetapi ada sisi lain yang perlu diwaspadai. Karena kerap dianggap mudah dan sederhana, para trader pemula cenderung menggunakan analisa ini "tanpa senjata tambahan" untuk memulai perburuan di pasar forex. Padahal, kesuksesan trading tak cukup hanya dengan berbekal analisa teknikal saja. Justru kondisi ini merupakan mitos analisa teknikal yang cukup membahayakan, tetapi sudah mewabah di kalangan trader pemula.

Mitos analisa teknikal dalam forex

(Baca Juga: 7 Mitos Analisa Teknikal Yang Harus Diketahui Trader)

Terlepas dari beragam kemudahan hingga mitos-mitos analisa teknikal, ada baiknya Anda juga mengetahui sejarah terciptanya analisa satu ini. Meski hanya digawangi oleh lima orang pelopor analisa teknikal, tetapi keberadaannya kini mampu menyempurnakan aktivitas trader sehari-hari. Siapa sajakah lima orang pelopor analisa teknikal tersebut?

 

Tokoh-Tokoh Pelopor Analisa Teknikal

1. Charles Dow

Cikal bakal analisa teknikal dimulai pada akhir abad ke-19. Saat itu, Charles Henry Dow, yang juga dikenal sebagai Bapak analisis teknikal, mengeluarkan beberapa panduan prediksi harga menggunakan histori pergerakan saham di masa lalu. Ia mencatat semua pergerakan harga saham baik itu harian, mingguan, maupun bulanan. Kemudian, ia mengkorelasikannya dengan pola pasang surut dan aliran pasar. Dari situlah Dow kemudian menyatakan jika pola-pola harga yang terbentuk di pasar cenderung berulang dan bisa diprediksi dari peristiwa sebelumnya.

Charles Dow, Pelopor Analisa Teknikal Pertama

Sebelum dikenal sebagai Bapak pelopor analisa teknikal pertama, Charles Dow banyak belajar seputar finansial dan saham. Karirnya pertama kali dimulai saat menjadi reporter majalah finansial di New York tahun 1879. Tiga tahun berselang, Dow kemudian mendirikan majalah sendiri bersama dengan Edward D Jones.

Ketertarikannya pada dunia saham pun kian terlihat pada tahun 1884. Kala itu, Dow memperkenalkan indeks bursa saham pertama, yaitu Railroad Average. Kemudian pada tahun 1896, dia menerbitkan indeks baru yang disebut Industrial Average, terdiri dari saham yang paling spekulatif di bursa. Indeks inilah yang kemudian dikenal dengan nama Dow Jones Industrial Average (DJIA).

 

2. William P. Hamilton

Setelah Teori Dow diciptakan sekitar awal tahun 1900-an, seorang pakar lain, William P. Hamilton, kemudian menjadi orang kedua pelopor analisa teknikal. Teori Dow sendiri adalah teori yang menjelaskan bahwa tren berfungsi sebagai penunjuk kondisi pasar secara keseluruhan, terutama dalam pasar saham. Karena Dow tidak bisa menjelaskan indikasi tren secara lebih detail, William P. Hamilton kemudian mencoba menerapkan teori Dow dalam indeks saham. Darinya, terciptalah istilah bullish (tren naik) dan bearish (tren menurun).

Tren bullish dan bearish di pasar forex

Menurut Hamilton, Teori Dow hanya menggambarkan sekumpulan tren di pasar yang belum jelas seperti apa penggunaannya, sehingga belum dianggap ampuh untuk "mengalahkan" pasar. Akan tetapi, Hamilton sendiri belum menemukan "apa" yang harus digunakan untuk membaca pergerakan tren. Hamilton hanya berpesan jika aktivitas trading tidak boleh dipengaruhi oleh emosi, melainkan harus diiringi dengan sikap objektif dan melihat apa yang ada, bukan apa yang ingin dilihat.

 

3. Robert Rhea

Pelopor analisa teknikal ketiga sekaligus sang "praktisi" ialah Robert Rhea. Tak hanya sekedar mempelajari Teori Dow, Rhea rupanya menciptakan sebuah inovasi baru; mengubah Teori Dow menjadi indikator praktis guna membantu trader saat entry. Dalam praktiknya, Rhea berhasil menggunakan teori ini untuk mengidentifikasi Top dan Bottom, hingga akhirnya mendapatkan keuntungan.

Robert Rhea berhasil memprediksikan level Bottom pasar pada tahun 1932, sementara level Top berhasil dianalisa pada tahun 1937. Berita keberhasilannya dalam mengembangkan Teori Dow itu pun lantas berpengaruh terhadap jumlah subscriber newsletter investasi Rhea, Dow Theory Comments. Sayang, baru dua tahun berselang dari keberhasilannya mengidentifikasi Top, Robert Rhea dikabarkan tutup usia.

 

4. Edson Gould

Jika tiga pakar analisa teknikal sebelumnya diketahui tak berumur panjang, lain halnya dengan Edson Gould. Ia diketahui menjadi pelopor analisa teknikal dengan track record paling lama sekaligus "peramal" tren dengan tingkat akurasi tinggi. Hingga menginjak usia 81 tahun, Gould masih terus melakukan analisa untuk mendukung aktivitas tradingnya. Selain itu, Gould juga berprofesi sebagai penulis newsletter. Hasil tulisannya itupun lantas dijual seharga $500 pada 1930.

Edson Gould, pelopor analisa teknikal keempa

Keberhasilan Gould menjadi pelopor analisa teknikal ini ditandai dengan prediksi-prediksinya yang dianggap cukup akurat. Ia bahkan bisa memprediksi kenaikan indeks saham Dow Jones hingga 400 poin dalam pasar bullish 20 tahun mendatang. Pun, ia mengatakan jika saham Dow Jones bisa melampaui angka 1,040 pada tahun 1973 dan seterusnya. Diketahui, Edson Gould bisa menyajikan analisa yang cukup akurat karena ia menggunakan grafik, psikologi pasar, serta bantuan indikator teknikal. Dari sini kita tahu bahwa komponen analisa teknikal tercipta pada masa analisa Edson Gould.

 

5. John Magee

Pelopor analisa teknikal terakhir sekaligus chartist yaitu John Magee. Ia adalah satu-satunya pelopor analisa teknikal yang nekat bertransaksi hanya mengandalkan pergerakan harga saham serta pola harga. Ia tidak membaca surat kabar sama sekali alias mengabaikan analisa fundamental, guna menghindari serangkaian berita yang dianggapnya mampu merusak analisa. Meski hanya berbekal chart dan pola chart, Magee nyatanya berhasil menjadi seorang trader teknikal sukses selama empat dekade. Bagi trader jaman now, strategi trading seperti ini kerap disebut sebagai Naked Trading.

Strategi Naked Trading

(Baca Juga: 3 Strategi Naked Trading Simpel Untuk Pemula)

Dalam sejarah analisa teknikal, Magee dianggap sebagai pelopor yang paling berperan. Pasalnya, pola-pola chart yang ia temukan terdiri atas berbagai bentuk, misalnya segitiga, bendera, badan, bahu, dan sebagainya. Secara berurutan, "bentuk-bentuk" yang ditemukan Gould itu merupakan cikal bakal pola Triangle, pola Flag, serta Head and Shoulders. Agar hasil analisanya banyak dibaca oleh trader lain, Gould menulisnya dalam buku berjudul "Technical Analysis of Stock Trends" yang diterbitkan pada tahun 1948.

 

Akhir Kata

Berdasarkan kisah kelima pelopor analisa teknikal di atas, maka kita semua tahu bahwa perjalanannya tidaklah instan. Butuh waktu selama hampir setengah abad untuk menciptakan model analisa yang kini menjadi favorit para trader. Diawali dengan Teori Dow, kemudian dikembangkan oleh Hamilton dan beberapa analis lain, hingga akhirnya dibukukan oleh Magee. Trader masa kini sangat beruntung karena hanya tinggal menikmati "buah" dari "pohon yang ditanam" oleh para tokoh pelopor tersebut.

 

Meski analisa teknikal dan fundamental dijadikan sebagai acuan utama dalam forex, akan tetapi ada satu fakta yang cukup mengejutkan. Percaya atau tidak, kedua analisa tersebut rupanya tidak berguna jika berhadapan dengan pelaku "raksasa" di pasar forex. Penasaran? Mari baca ulasannya di "Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental, Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market".

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.