Advertisement

iklan

Berkenalan Dengan Price Action Trading

Pasar keuangan adalah tempat terjadinya transaksi jual beli nilai tukar uang antara pelaku pasar. Nilai tukar uang ini meninggalkan jejak-jejak berupa pergerakan harga atau price action.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Pada artikel-artikel sebelumnya telah dibahas banyak mengenai strategi trading dengan price action dan bagaimana menerapkannya dalam berbagai kondisi pasar. Bagi yang belum mengenal metode price action sama sekali, artikel kali yang didasarkan pada pandangan trader ternama Niall Fuller ini membahas mengenai dasar-dasar price action dan mengapa seorang trader sebaiknya menerapkan metode ini.

Berkenalan Dengan Price Action Trading


Apa Itu Price Action ?

Pasar keuangan adalah tempat terjadinya transaksi jual beli nilai tukar uang antara pelaku pasar. Nilai tukar uang ini meninggalkan jejak-jejak berupa pergerakan harga atau price action yang bisa diamati dengan jelas pada trading chart.

Seorang trader akan membaca, mencerna dan pada akhirnya membuka posisi trade mengikuti jejak yang dibentuk oleh price action. Cara trading seperti ini disebut trading dengan strategi price action atau trading dengan price action setup.

Pada kenyataannya, jejak-jejak pergerakan harga yang dibentuk oleh price action selalu berulang pada kondisi pasar apapun. Hal ini sangat berhubungan erat dengan karakteristik para pelaku pasar, dimana sifat seseorang pada umumnya akan mudah diprediksi bila berhadapan dengan uang. Aksi para pelaku pasar tersebut dengan jelas tercermin pada formasi bar-bar candlestick (jika Anda biasa menggunakan candlestick dalam trading), atau batang-batang bar pada bar chart yang membentuk pola gerakan harga (price action) yang berulang-ulang secara periodik, sehingga price action ini bisa dijadikan sebuah tool dalam trading untuk memprediksi pergerakan harga dengan akurat.

Tidak hanya pada pasar keuangan atau pasar forex saja, strategi price action bisa diterapkan pada pasar apa saja karena sifat dan karakteristik para pelaku pasarnya sama.

Trading dengan strategi price action bisa diterapkan pada time frame apa saja, tetapi sangat dianjurkan untuk menggunakan time frame daily mengingat akurasi data dan sinyal yang dihasilkan, selain itu price action juga cocok dan mudah diterapkan dalam pasar forex karena lebih banyak terjadi pola trending yang kontinyu dibanding dengan pasar lainnya.

 

Kenapa Menggunakan Price Action ?

Sebenarnya mudah untuk dijawab, karena price (harga) adalah adalah unsur pokok dalam pasar keuangan. Seperti halnya sebuah buku, jika Anda tidak tahu bagaimana cara membacanya, Anda tidak akan tahu apa isi sebenarnya atau cerita yang disampaikan dalam buku tersebut. Jika Anda tidak tahu bagaimana membaca gerakan harga (price action) dalam pasar, maka Anda tidak akan bisa mengerti dan mencerna ‘cerita’ harga yang disampaikan pasar.

Hasil akhir dari kombinasi berbagai variabel yang dipergunakan untuk menganalisa atau memprediksi pasar adalah gerakan harga itu sendiri, oleh karenanya sebaiknya seorang trader berfokus pada pemahaman price action dan bukan pada parameter dari berbagai indikator sebagai alat prediksi.

 

Penting Untuk Diperhatikan Pada Strategi Price Action:

1. Ada berbagai formasi bar pada candlestick yang mungkin terbentuk oleh price action pada kondisi pasar yang berbeda-beda. Hendaknya belajar membaca dan memahami satu formasi dahulu sebelum formasi yang lain. Setelah mengerti bagaimana menerapkan dalam trading untuk suatu kondisi pasar tertentu, baru belajar formasi lainnya.

2. Jika sebelumnya Anda biasa menggunakan time frame dibawah daily ( 1 hour, 30 minute, 15 minute, dsb), mulailah belajar trading dengan time frame daily untuk menghindari kesalahan sinyal dan ‘noise’ dalam pergerakan harga, yang akan sangat berpengaruh pada formasi price action yang terbentuk.
Selain  itu semakin kecil time frame yang Anda gunakan, semakin Anda cenderung untuk over-trade atau sering entry, dan oleh adanya noise dan sinyal-sinyal palsu atau salah (false signal) yang sering terjadi pada time frame rendah, Anda cenderung salah dalam memprediksi pergerakan harga.
Jika Anda sudah terbiasa dengan time frame daily, mulailah mengamati formasi bar yang terbentuk oleh price action.

3. Belajar dari trader yang telah berhasil menerapkan strategi price action, atau belajar cara-cara penerapan dari berbagai contoh aplikasi price action dalam trading.

Satu hal lagi, terlepas dari strategi trading Anda saat ini, penerapan metode price action tidak akan mengacaukan trading Anda, malah akan menambah ketajaman Anda dalam memprediksi pergerakan harga pasar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Hilmy Agasty
strategi price action emang cara mudah dan cepat analisa teknikal tanpa harus pasang indikator tambahan apapun
Soetanto
Kalau dengan candlestick memang cukup akurat ya sinyalnya, tapi bagaimana dengan kasus pada platform trading broker yang pembentukan candlesticknya tidak sama dengan broker lainnya? Apa nantinya set up price action di platform trading seperti itu bisa diandalkan juga ?
Yudi Yuwono
menggunakan timefrem daily ini cuman sebagai saran belajar price action aja apa harus dijadikan setup wajib tiap kali trading pake strategi price action? kalo untuk belajar mengenali aja mungkin ane ndak keberatan, tapi kalo untuk dipake seterusnya ane bingung juga karena ane bukan tipe trader longterm. makanya ane juga pengen tanya disini apa kalo pake price action di timefrem daily nantinya trading juga jadi harian? biasanya kalo ane trading kan cuma lihat timefrem daily kan cuma untuk nengok tren jangka panjangnya aja, la kalo price action kan pasti beda sinyalnya antara yg di timefrem harian sama timefrem dibawahnya, jadi gimana gan sarannya?
Asep_purwono
gw sering bc srn trdng price action sm kombi indi lain kyk ma atau sr. sepertix oke juga, tp jadix krg simpel & msh perlu pasang indi2 dulu. lbh bgs mana peluangx kt trng cm pake price action ja atau dgn tmbhn indi lain?

krn klo ntar peluangx masih bgsn price action ja yg tnp tmbhn indi lain gw bs lbh yakin utk g repot2 pasang indi lain..
Ada Orang
@asep, bukannya tu tergantung sama sistimnya masing2 bro? kalau ane sih masih lebih fokus ke setup indikator teknikal ane, pengetahuan soal price action ane jadiin konfirmasi aja. kan bagus juga kalo lagi ada sinyal trus didukung ma pola price action yang sinyalnya sama sama indikasi dari indikatornya. mungkin coba dipraktekin langsung aja bro, kalau nggak suka yang ribet2 coba langsung diakun demo apa mengandalkan price action aja udah cukup buat trading.
Martin S
@ hilmy agasty:
indikator biasanya terbatas pada moving average untuk mengkonfirmasikan arah trend.
Martin S
@ Soetanto:
Kalau brokernya bener biasanya perbedaannya tidak terlalu jauh, dan arah trend-nya tetap sama, jadi sentimen secara keseluruhan tetap sama. Interpretasi price action-nya tidak berbeda, karena price action pada dasarnya mencerminkan sentimen pasar, jadi kalau broker yang satu mengisyaratkan bullish maka yang lain juga bullish dan sebaliknya. Misinterpretasi biasanya terjadi pada time frame rendah, oleh karena itu para trader price action biasanya menganjurkan untuk trading pada time frame tinggi (4 hour atau daily).
Martin S
@ yudi yuwono :
- Bagi trader price action, setup price action tentu saja wajib.
- Price action bisa diterapkan pada time frame rendah, tetapi akurasinya kurang karena adanya noise atau false sinyal pada time frame rendah, jadi kemungkinan ada yang salah (false). Berikut contoh pada GBP/USD time frame 15 menit, ada 1 yang salah.


- Anda sudah benar dengan mengkonfirmasikan trend jangka panjang pada time frame daily, dan untuk cara trading yang Anda maksud, kami sarankan Anda juga menggunakan indikator moving average untuk konfirmasi trend jangka pendek, dan oscillator (RSI atau stochastics) untuk menentukan momentum entry-nya.

Sebagai referensi, Anda bisa membaca ini.
Martin S
@ asep_purwono :
- SR itu bukan indi, tapi mutlak diplotkan pada chart trading, juga garis trend atau channel trend
- Price action, SR dan indi moving average sudah cukup bisa diandalkan
- Tanpa indi sama sekali dan tanpa SR Anda tidak mengetahui arah pergerakan pasar saat ini

- Meskipun dari price action bisa diketahui arah sentimen, tetapi diperlukan momentum yang tepat untuk entry, juga batas-batas stop (stop loss) dan limit (take profit)
- Jadi tetap diperlukan indi (minimum moving average) dan SR (untuk menentukan batas stop dan limit).
Zuryu
bagaimana cara menampilkan indikator Price action?
Martin S
@ Zuryu :
Price action adalah formasi candlestick tertentu yang menunjukkan sentimen pelaku pasar, dan diperoleh berdasarkan pengamatan trader. Tidak ada kaidah baku untuk menentukan formasi atau setup price action, tergantung dari interpretasi setiap trader. Tetapi untuk kasus-kasus tertentu seperti terbentuknya pin bar dan beberapa formasi khusus memang ada yang membuat indikatornya untuk digunakan pada platform Metatrader 4. Indikator untuk pin bar Anda bisa download di: pin bar detector. Indikator untuk mengetahui formasi candlestick bisa didownload di: pattern recognition master v3. Semoga bisa membantu.
Daud
salam kenal , saya nubie, dan tertarik dengan diskusi ini. gimana cara masukin "pin bar detector" dan "pattern recognition master v3"ke dalam chart mt4. makasih saran dan infonya
Martin S
@ R: daud:
Kalau file indikator yang Anda download itu masih dalam format mq4, maka Anda harus menjadikannya ke format ex4 agar bisa dieksekusi oleh MT4. Caranya: buka dengan Metaeditor, lalu compile (masuk ke File - Compile.
Setelah filenya dalam format ex4, yaitu : pinbarDetector.ex4, maka langkah selanjutnya:

  • buka folder dimana Anda meng-install Metatrader 4 Anda
  • disitu ada beberapa folder. Buka folder MQL4
  • buka folder Indicators
  • copy paste file: pinbarDetector.ex4 ke folder Indicators
  • tutup folder tersebut dan jalankan Metatrader Anda
  • Anda bisa menggunakan indikator tsb lewat: Insert - Indicators - Custom -pinbarDetector

Untuk yang indikator: pattern recognition master v3 prosesnya sama.
Rosa Singgih
biasanya sih aku trading di timeframe 4h, kira2 masih valid ga kalo pake 4h buat ikutin price action?? ;D
Martin S
@ Rosa Singgih:
Price action menunjukkan arah sentimen pasar, jadi valid pada semua time frame. Hanya saja semakin rendah time frame-nya akan semakin banyak noise atau sinyal-sinyal yang salah (false signals). Misalnya time frame H1 (1 jam) akan lebih akurat dari time frame M5 (5 menit), dan time frame daily akan lebih akurat dari time frame H1. Tetapi pada dasarnya analisa price action bisa diterapkan dan valid pada semua time frame termasuk time frame H4 (4 jam) yang Anda gunakan.