Advertisement

iklan

Bermodal Hanya USD100, Berapa Ketahanan Trading Anda?

Modal menjadi komponen penting dalam trading. Lantas, seperti apakah ketahanan dana Anda jika trading dengan modal kecil? Berikut ini skenario lengkapnya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Besar kecilnya modal memberikan pengaruh terhadap hasil trading. Apakah semakin besar modal, peluang profit yang didapat juga sudah pasti semakin besar? Namun sebelum berpikir lebih jauh mengenai profit, ada baiknya perkirakan dulu berapa besar risikonya. Dalam artikel ini, akan dijelaskan skenario trading dengan modal kecil seukuran USD100, untuk mengetahui seberapa besar ketahanan dana yang dimiliki.

Pertama-tama, ketahui dulu berapa aturan Margin Call dan Stop Out yang diterapkan broker. Hal ini tentu saja untuk mengetahui batasan yang ditetapkan broker. Dalam skenario ini, broker forex Anda menggunakan Margin Call 100% dan Stop Out 20%.

skenario trading 100 dolar(Baca juga: Apa Beda Margin Call Broker Dan Stop Out?)

 

Anda dapat menggunakan seluruh modal USD100 sebagai deposit, sehingga balance akun Anda adalah USD100. Pada kondisi ini, maka status akun Anda adalah sebagai berikut:

trading

 

Menghitung Margin Yang Dibutuhkan

Penting bagi Anda untuk mengetahui margin sebelum bertransaksi. Hal tersebut membantu Anda menentukan strategi trading yang akan digunakan nanti. Margin merupakan jaminan yang perlu Anda bayarkan setiap kali transaksi. Agar tidak bingung, Anda dapat langsung memperhatikan contoh ini.

Anda ingin menjual pair EUR/USD di harga 1.20000 dan membuka posisi 5 mikro lot (1,000 x 5). Margin Requirement yang digunakan adalah 1%. Setelah itu, berapa margin yang Anda butuhkan untuk membuka posisi trading ini?

Sebelum menghitung margin, Anda perlu melakukan konversi USD ke EUR. Jika EUR1 = USD1.2, dan EUR1,000 X 5 mikro lot = EUR 5,000, maka EUR5,000 = USD6,000

Selanjutnya, Anda dapat menghitung margin minimum dengan rumus:

Margin = Nilai Trading x Margin Requirement

Dengan asumsi akun trading menggunakan mata uang USD dan Margin Requirement 1%, maka perhitungan margin minimumnya adalah USD6,000 X 1% = USD60.

 

Mengkalkulasi Used Margin

Selama kita open hanya satu posisi, maka Used Margin sama dengan nilai margin minimum itu sendiri, yaitu USD60.

 

Menghitung Equity

Asumsikan bahwa tidak banyak terjadi perubahan dalam pergerakanEUR/USD, dan posisi Anda saat ini adalah breakeven. Itu berarti, floating profit/loss = USD0.

Dengan begitu, perhitungan Equity adalah:

Equity

= Balance + Floating P/L

= USD100 + USD0

= USD100

 

Berapa Free Marginnya?

Setelah mengetahui equity, maka Anda dapat menghitung free margin yang dikalkulasikan dengan mengurangkan Equity dan Used Margin. Dalam skenario ini, maka Free Margin = USD100 - USD 60 = USD40.

 

Menghitung Margin Level

Nilai margin level dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut:

Margin Level = (Equity/Used Margin) x 100%

Itu artinya, (USD100/USD60) x 100% = 167%.

 

Skenario Loss (Margin Call)

Ketika EUR/USD meningkat 80 pip menjadi 1.2080, Used Margin akan berubah pula. Jadi, margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi juga akan berganti.

EUR1 = USD1.2080

EUR1,000 X 5 mikro lot = EUR5,000

EUR5,000 =  USD6,040

Jadi, nilai akun Anda adalah USD6,040. Dari nilai sebelumnya yang USD6,000, ada penambahan USD40. Sekarang, kita menghitung margin yang dibutuhkan.

Margin

= Nilai Trading x Margin Requirement

= USD6,040 x 1%

= USD60.40

Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diketahui margin yang dibutuhkan juga berubah seiring dengan perubahan pada nilai trading Anda.

 

Nilai Floating Profit/Loss (P/L)

Saat Anda trading mikro lot, maka 1 pip sama dengan USD0.10 per mikro lot. Anda membuka posisi 5 mikro lot. Hal itu berarti setiap ada perubahan (naik atau turun) sebanyak 1 pip, maka nilai profit atau loss-nya adalah sebesar USD0.50.

Karena dalam skenario trading dengan modal kecil ini, Anda menjual EUR/USD, maka berarti Anda mengalami Floating Loss sebanyak USD40. Perhitungannya adalah:

Floating P/L

= (Current Price – Entry Price) x 10,000 x USD0.50/pip

= (1.2080 – 1.2000) x 10,000 x USD0.50/pip

= USD40

 

Maka, Equity dan Free Margin Anda adalah:

Equity

= Balance + Floating P/L

= USD100 + (-USD40)

= USD60

 

Free Margin

= Equity – Used Margin

= USD60 – USD60.40

= -USD0.40

 

Karena bernilai minus, Free Margin Anda sama saja dengan USD0. Selanjutnya, Margin Level Anda menurun ke 99%, dari perhitungan di bawah ini:

Margin Level

= (Equity / Used Margin) x 100%

= (USD60 / USD60.40) X 100%

= 99%

Anda akan terkena Margin Call saat Margin Level Anda mencapai 100%. Ini peringatan bagi Anda. Posisi Anda akan tetap terbuka, tapi Anda tidak bisa open posisi baru kecuali Margin Level meningkat di atas 100%. Selanjutnya, Anda dapat melihat kondisi trading dalam account metrics berikut ini.

trading dengan modal kecil

Skenario Loss Lebih Lanjut (Stop Out)

Bagaimana jika tak lama kemudian, EUR/USD meningkat lagi sebanyak 96 pips di harga 1.2176? Dengan adanya perubahan harga ini, Anda harus menghitung lagi nilai Used Margin sebagai berikut:

EUR1 = USD1.21760

EUR1,000 x 5 mikro lot = EUR5,000

EUR5,000 = USD6,088

Setelah itu, Anda dapat menghitung margin yang dibutuhkan.

Margin

= nilai trading x margin requirement

= USD6,080 X 1%

= USD60.88

Sama dengan skenario sebelumnya, jika nilai trading mengalami perubahan, maka margin juga ikut berubah. EUR/USD naik dari 1.2000 menjadi 1.2176, maka ada perbedaan 176 pip.

Karena Anda trading 5 mikro lot, maka perubahan setiap 1 pip dinilai USD0.50. Jadi, Anda saat ini mengalami floating loss sebanyak USD88.

Floating P/L

= (1.21760 – 1.20000) x 10,000 x USD0.50/pip

= -USD88

 

Maka, Equity dan Free Margin Anda adalah:

Equity

= Balance + Floating P/L

= USD100 + (-USD88)

= USD12

 

Free Margin

= Equity – Used Margin

= USD12 – USD60.88

= -USD48.88

 

Selanjutnya, Margin Level Anda menurun ke 20%.

Margin Level

= (Equity / Used Margin) x 100%

= (USD12 / USD60.88) X 100%

= 20%

Di tahap ini, level Margin Anda mencapai Stop Out. Agar lebih detail, Anda dapat memperhatikan account metrics yang menjalankan Exposure akun sebagai berikut:

trading dengan modal kecil

Ketika peringatan Stop Out muncul, maka seluruh posisi trading Anda akan otomatis ditutup. Sekarang, tidak ada posisi yang terbuka pada akun Anda. Akun bisa dikatakan flat karena Free Margin, Equity, dan Balance memiliki nilai yang sama. Tidak ada Margin Level maupun Floating P/L karena tidak ada posisi yang terbuka.

trading loss

Sebelum trading, Anda memiliki modal USD100. Namun setelah trading, uang Anda tersisa USD12. Itu berarti, Anda kehilangan 88% dari modal. Penjelasan dan contoh-contoh di atas mengilustrasikan bahwa dengan skenario Stop Out 20%, modal USD100 memiliki ketahanan sebesar 176 pips apabila Anda buka posisi dengan 5 mikro lot.

Perubahan 176 pips seperti pada skenario di atas itu termasuk perubahan kecil. Sebab, EUR/USD bisa memiliki pergerakan yang lebih besar dalam sehari saja. Ada baiknya Anda mempelajari faktor-faktor apa yang menyebabkan fluktuasi harga.

 

Kondisikan Lot Sebijak Mungkin

Berdasarkan skenario trading dengan modal kecil ini, maka dapat disimpulkan bahwa balance yang kecil untuk membuka posisi memiliki risiko tinggi dan berpeluang besar rugi. Besarnya modal bisa mempengaruhi ketahanan dana, tapi belum tentu menentukan tingkat profitabilitas Anda. Hal tersebut telah dibuktikan dalam cara trading dengan modal USD50 di artikel ini.

Ulasan tersebut membuktikan bahwa trading dengan modal kecil bisa menghasilkan keuntungan selama Anda meminimalisir Exposure akun terhadap risiko. Caranya? Tentu saja dengan menyesuaikan ukuran lot. Daripada langsung membuka 5 lot mikro sekaligus, mengapa tidak mencoba dengan 1 lot mikro dulu? Setidaknya, ketahanan dana Anda akan lebih besar dari 176 pips. Dan jika harga berbalik turun setelah menyentuh level 1.2176, Anda tak akan didera rasa penyesalan yang mendalam.

 

Selain memahami pentingnya perhitungan risiko trading, jangan lupa juga untuk mempelajari indikator trading untuk menghindari skenario kerugian di atas. Jenis-jenis indikator yang sering digunakan trader dapat Anda lihat pada ulasan ini.

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.

Andy
Mumet ndas ku mbae... Maklum Sekolah ga lulus.
Ari Hartawan
wkwkk belajar pelan2 bos, ane jg nyoba bljar nih, trtarik soal x modal kecil cm 100dolar..
Davida Tanjung
Itu belum membaca chart di platform Metatrader 4 atau 5 Om. Itu baru menghitung ketahanan modal kita apbl harga meleset dr prediksi kita.. Di Luar Negeri pelajaran Trading setara kuliah S2. Gak tau di kita wkwkwk
Brianika
Skenario trading pada ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa saat Anda memiliki modal 100 dolar. Selanjutnya, uang itu Anda gunakan untuk membeli barang A dengan harga X dan membeli barang B dengan harga Y. Berapa sisa uang Anda itu tergantung pada fluktuasi harga.