OctaFx

iklan

Bruce Kovner, Mantan Sopir Taksi Yang Piawai Analisa Intermarket

132161

Dropout dari universitas Harvard, jadi sopir taksi, lalu rugi ribuan dolar saat mulai trading, semua itu tidak melemahkan semangat Bruce Kovner.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan investasi. Salah satunya adalah Bruce Kovner.

Bruce Kovner

 

Bruce Kovner, Manager Komoditi Ulung Mantan Sopir Taksi

Bruce Stanley Kovner adalah seorang hedge fund manager legendaris Amerika Serikat dan Chairman dari Caxton Associates, sebuah perusahaan investasi yang masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Kovner berangkat dari seorang trader komoditi. Pada Maret 2011, kekayaan pribadi Kovner diperkirakan mencapai USD 4.5 milyard. Ia juga dikenal sebagai philanthropist atau seorang billioner yang dermawan dari New York City dan pernah menjabat sebagai Chairman dari American Enterprise Institute. Selain itu, Kovner juga seorang politikus dari Partai Republik AS dan salah seorang donatur kampanye calon presiden Mitt Romney.

Bruce Kovner lahir di Bronx, New York, pada tahun 1945 dan tumbuh di San Fernando. Ia studi di bidang ekonomi di Universitas Harvard, namun dropout dan gagal meraih gelar Ph.D. Kovner kemudian bekerja sebagai penulis dan sopir taxi sebelum muncul ide untuk trading di pasar komoditi. Ia memulai trading pada tahun 1977 di kontrak futures soybeans (kedelai) dengan dana pinjaman dari Master Card sebesar USD 3,000. Dalam waktu yang tidak lama, dananya hanya tinggal separuhnya. Ia kemudian menyadari bahwa ia sangat tegang saat trading dan sama sekali mengabaikan manajemen resiko, sesuatu yang saat itu memang belum dikenalnya.

Dalam kelanjutan karir tradingnya, ia bekerja sebagai trader untuk Michael Marcus di Commodities Corporation (sekarang bagian dari Goldman Sachs), dan diperkirakan ia bisa membukukan keuntungan jutaan US dollar. Sejak itu, Kovner mulai disegani dan dikenal sebagai trader komoditi ulung. Inilah yang menyebabkan ia berani mendirikan Caxton Associates pada tahun 1983 dan pernah mengelola dana hingga lebih dari USD 10 milyard. Sejak tahun 1992, Caxton tidak lagi menerima investor baru.

 

Piawai Dalam Analisa Intermarket

Strategi trading Kovner adalah kombinasi analisa fundamental dan teknikal. Dari segi fundamental ia sangat memperhatikan faktor pengaruh intermarket, dimana ia cukup piawai dalam menganalisa ekonomi dan politik dunia. Dalam analisa teknikal, ia adalah seorang trend follower (mengikuti arah trend) dan cenderung entry saat terjadi breakout (ketika harga menembus level-level kunci).

"Anda mesti yakin Anda akan profit. Memang tidak ada posisi yang menjamin 100% benar, namun Anda harus yakin. Jika Anda mengikuti posisi trader lain yang Anda kurang yakini, Anda akan sulit untuk selalu memperoleh profit." kata Kovner yang juga piawai dalam olahraga basket itu.

Para staff-nya diharuskan siap 24 jam untuk dipanggil, terutama ketika terjadi breakout pada pasar forex, komoditi atau futures, atau ketika ada peristiwa fundamental penting yang akan mempengaruhi pergerakan pasar semisal pengunduran diri seorang perdana menteri atau komentar seorang petinggi bank sentral.

Apa nasehatnya untuk para trader?  "Apapun cara trading Anda, yang harus Anda ketahui adalah manajemen risiko. Sebenarnya Anda tidak harus menyederhakan cara trading Anda hingga Anda akan cenderung over-trading. Masuklah ketika Anda benar-benar yakin." jelas Bruce Kovner yang juga pencinta musik klasik itu.

Selain itu, beberapa tips trading lain dari Bruce Kovner diantaranya:

  • Luangkan sejumlah besar waktu untuk mengikuti dan menganalisis perekonomian negara-negara yang berbeda (meski rumit) dan mengintegrasikan berbagai analisis itu menjadi sebuah gambaran tertentu.
  • Milikilah strategi yang kuat dan selalu lakukan antisipasi terhadap berbagai risiko. Tetaplah rasional dan disiplin di bawah tekanan.  
  • Bila Anda memakai analisa fundamental, tunggulah sampai sebuah berita resmi dikeluarkan, lalu lihatlah bagaimana pasar bereaksi. Jangan percaya pada gosip!
  • Jika masuk market, selalu pasanglah Stop Loss.

 

Dalam menerapkan analisa teknikal yang didukung pemahaman trend following, Bruce Kovner tidaklah sendiri. Trader sukses Ed Seykota contohnya, juga dikenal sebagai trend follower sejati. Bagaimana keberhasilan trader yang menganut strategi tersebut? Ikuti kisahnya dalam artikel: Kisah Trader Sukses Ed Seykota, Trend Follower Sejati.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.