Cara Belajar Naked Trading

116552

Pemahaman mengenai cara belajar naked trading bisa memudahkan Anda untuk trading tanpa bergantung pada indikator.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Cara belajar Naked Trading tidaklah susah. Memang sudah banyak yang membahas mengenai Naked Trading, tapi di sini kita akan mengulas lebih dalam tentang konsep Naked Trading itu sendiri. Kenapa ada orang yang melakukan Naked Trading? Bukankah Naked Trading itu cenderung tanpa indikator, dan hanya melihat grafik harga saja? 

Banyak spekulasi mengenai Naked Trading. Ada yang berpendapat Naked Trading itu lebih memudahkan seseorang untuk menentukan sinyal daripada menggunakan indikator. Ada juga yang mengatakan Naked Trading itu bikin cepat profit. Padahal, profit atau loss itu tergantung tradernya sendiri. Kalau mereka mahir menggunakan Naked Trading, pasti bisa profit, tapi kalau tidak, ya pasti tidak kunjung profit

 

Keuntungan Melakukan Naked Trading

Adanya beberapa trader yang melakukan Naked Trading, pastinya bukan tanpa alasan. Mereka melakukan Naked Trading karena menyadari adanya manfaat yang bisa diperoleh.

Cara Belajar Naked Trading

Seperti yang diketahui, semakin banyak indikator yang dipakai, bukan berarti membuat profit yang diperoleh kian besar. Selain itu, penggunaan indikator yang terlalu berlebihan bisa membuat chart tidak lagi sedap dipandang mata. Parahnya lagi, trader bisa semakin kesulitan mendapatkan gambaran akurat tentang kondisi pasar forex.

Dari sini, trader perlu mempertimbangkan untuk memberi indikator secukupnya saat melakukan trading. Kalau perlu lakukan saja Naked Trading. Jadi Anda tak perlu lagi pusing memikirkan indikator apa yang cocok untuk gaya trading. Pada dasarnya, untuk menentukan pasar dalam kondisi bullish atau bearish itu bukan indikator, melainkan harga. Dengan melucuti semua indikator yang terpasang di chart (Naked Trading), trader akan bisa lebih fokus pada pergerakan harga itu sendiri.

 

Cara Belajar Naked Trading Dengan Melihat Support Dan Resistance

Salah satu cara belajar Naked Trading adalah dengan melihat support dan resistance pada chart. Namun, perlu digarisbawahi bahwa untuk mengidentifikasi kondisi support atau resistance, Bounce harga di level tertentu perlu terjadi minimal dua kali.

Sebuah market disebut sebagai support bila telah terjadi pembalikan harga dari bawah ke atas. Contoh chart tanpa indikator yang berada dalam kondisi support adalah sebagai berikut: 

Cara Belajar Naked Trading Support

 

Sebaliknya, suatu market dikatakan resistance jika harga telah mengalami pembalikan dari atas ke bawah. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Cara Belajar Naked Trading Resistance

 

Dari gambaran di atas, bisa dilihat bahwa support berada di bawah, sedangkan resistance berada di atas. Gambaran di bawah ini akan langsung memberikan contoh keduanya:

Cara Belajar Naked Trading Support Dan Resistance

 

 

Cara Open Posisi Dalam Naked Trading

Tak semua trader mampu melakukan Naked Trading. Namun, bukan berarti hal ini mustahil untuk dilakukan. Pasalnya, tak sedikit pula trader yang bisa open posisi pada Naked Trading, seolah mereka bertrading seperti biasanya. Berikut adalah beberapa langkah menentukan open posisi pada Naked Trading:

1. Amati Apakah Harga Akan Kembali Atau Breakout

Di atas telah dijelaskan tentang cara mengidentifikasi support dan resistance melalui Naked Trading. Sekarang, bagaimana menentukan cara open posisi dari support dan resistance ini?

Caranya cukup simpel, kalau harga tidak kuat melewati support atau resistance maka bakal terjadi pembalikan. Tapi kalau harga bisa melewatinya, maka akan terjadi breakout. Trader hanya tinggal memasang posisi di Buy atau Sell sesuai dengan perkiraaan tersebut. Contohnya bisa Anda lihat melalui gambar di bawah ini:

Cara Belajar Naked Trading breakout

 

2.  Perhatikan Posisi High/Low

Pengamatan terhadap pola suatu harga yang terbentuk bisa menjadi acuan bagi trader untuk membaca kekuatan trend, apakah bullish atau bearish. Kemudian setelah trend bisa diidentifikasi, barulah trader bisa menentukan letak open posisi yang tepat.

Untuk mengidentifikasi kekuatan trend sedang bullish atau bearish, bisa dilakukan dengan melihat posisi suatu harga sedang uptrend atau downtrend)

Contohnya, saat harga mulai membentuk high di level yang lebih rendah dari sebelumnya, itu berarti menandakan kekuatan trend mulai melemah. Tapi jangan terburu-buru membuka posisi sell terlebih dahulu. Anda bisa mengkonfirmasi bahwa suatu trend telah melemah jika terbentuk lower low pertama. Kemudian, tunggu sampai harga gagal untuk membuat higher high, barulah Anda bisa melakukan open posisi Sell. Untuk lebih jelasnya bisa Anda lihat melalui gambar berikut:

Cara Belajar Naked Trading Posisi High Low

 

3. Amati Kerapatan Harga

Open posisi dalam Naked Trading juga bisa dilakukan dengan mengamati kerapatan suatu harga. Bagaimana cara menentukannya? Rapat atau tidaknya suatu harga bisa ditentukan saat ada beberapa candle kecil yang bergerombol di area sempit.

Saat harga mulai menyempit dan bergerombol di wilayah support atau resistance, biasanya itu menandakan trend harga sudah tak didukung oleh sentimen yang kuat. Artinya, trend akan berbalik dan harga akan mengalami breakout dari support atau resistance tertentu. Contoh mengenai kerapatan harga yang terjadi sebelum breakout bisa Anda lihat dengan mudah melalui indikator Bollinger Bands. Hal ini karena biasanya, channel Bollinger Bands akan merapat sebelum harga mengalami breakout dalam volatilitas yang tinggi.

Kerapatan Harga

 

 

Akhir Kata

Cara belajar Naked Trading ternyata tidak sulit, bukan? Satu hal yang perlu Anda ingat jika melakukan Naked Trading, Anda harus mampu mengendalikan psikologi dengan baik. Karena terkadang trading secara naked akan membuat kita rentan memaksakan ilusi tentang pergerakan harga. Jadi, selalu utamakan mengambil keputusan trading dengan kepala dingin, dan jangan mengada-adakan sinyal trading

Supaya lebih mudah memahami penjelasan di atas, kami sudah menyiapkan infografi menarik berikut ini untuk Anda:

Infografi Cara Belajar Naked Trading

Anda kini telah memahami cara belajar Naked Trading. Caranya memang cukup sederhana, tapi selalu utamakan kehati-hatian dalam mengambil keputusan trading. Semua harus tetap dilakukan dengan kepala dingin. Supaya Anda tidak was-was dalam Naked Trading, alangkah baiknya jika Anda membaca 3 Strategi Naked Trading berikut ini.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Alief Annisa
Agak susah ya lihat level support dan resistance kalau naked gitu... in the end masih lebih jelas kalau dengan garis fibo atau perhitungan pivot point
Junadi
bantuan fibo atau pivot biasanya masih tergolong naked lo...
Wahyufx
ane nyebut cr trading kyk gitu ngawang aja, klo trader normal kcil kemungkinan sukses trdng kyk gitu, cuma trdr yg uda bner2 berpengalamn ato dukun aja yg bs liat poin snr tnp indi apa2.
Sukriya
Apa susahnya cuma lihat harga yang sudah terjadi? Kalo itu aja sih semua orang bisa... Lha kan tinggal lihat chart aja terus lihat titik2 support ma resistannya. Yang susah n nggak semua orang bisa ya cari titik support n resistan yg benar terus prediksi apa harga bakal balik atau tembus. Sebenernya yg ditunjukin di atas itu cuman titik2 high low harga. ada beberapa titik2 support yg sebenernya adalah titik low yg membentuk tren. Harga bisa dibilang memiliki support kalo low harga beberapa kali gagal menembus suatu level, begitupun juga dg resistan, cuma bedanya kali ini yg dilihat adalah titik high. Kalo titik2 itu nantinya bentuk pola naik ato turun, bakalan sulit melihat support atau resistan harga karena itu artinya harga sedang trending. Baru pas ketemu titik2 harga sulit menembus level tertentu dg pola yg cenderung datang (lebih sip kali level itu psikologis), maka itu bisa diambil sbg support atau resistance tergantung apa itu titik low atau high.
Ronan Yahya
setuju, saya pikir juga di gambar yang ada banyak lingkaran support dan resistance itu sebenarnya malah menunjukkan top atau bottom harga yang biasanya dijadikan dasar penggarisan trendline. kalau titik-titik harga seperti itu kita umpamakan sebagai resistance maka akan membingungkan sinyalnya karena ada banyak resistance untuk diperhatikan. padahal cara trading dengan support dan resistance biasanya adalah dengan menemukan support atau resistance kunci (biasanya ditentukan dari level yg d atau 3 kali diuji oleh top atau bottom harga, makin sering suatu level diuji, makin valid sinyal yang akan tercipta) baru kemudian memperkirakan apakah harga akan berbalik atau break dari kedua level tersebut.
Alfin Siomar
@wahyu, nggak ada yang nggak mungkin gan, semuanya pasti bisa kalau tekun belajar en banyak-banyak latian. justru mindset yang mudah menyerah itu yang bikin hal-hal yang semestinya memungkinkan jadi mustahil dicapai. padahal trader-trader yang udah pro juga mulanya pasti dari bawah juga, bedanya kan mereka lebih yakin dan disiplin sama tradingnya.
Nico Afrian
@Alfin: Betul sekali, kalau dari awalnya saja trader sudah berpikiran pesimis pasti tradingnya juga tidak berjalan mulus. Saya rasa mungkin ini timbul dari ketergantungan trading dengan indikator.

Selama hasil trading yang dicapai bisa memuaskan mungkin ini tidak menjadi masalah, tapi bagi yang belum merasa pas dengan berbagai indikator, cara naked trading ini sebenarnya salah satu alternatif yang bisa dicoba. Karena sudah dijelaskan bahwa naked trading bukannya hanya menebak-nebak saja.

Setiap petunjuk yang dipakai untuk melakukan order bisa juga disebut sebagai indikator, begitu juga dengan indikator yang mengandalkan pengamatan pada chart tanpa indikator teknikal apapun.
Wahyufx
yah lat naked trdng trus smpe modal hbs dn trnyata masi blm ketemu teknik yg cocok, sori2 aja ane lbh suka yg psti2 pake indikator nyata aja....
Simon Margy
Belum tentu pake indikator lebih pasti. Mau pake indikator ato naked sinyalnya sama" ndak ada yg seratus persen pasti. Mungkin bedanya cuma, di indikator sinyalnya keliatan lebih jelas, klo naked kita kudu lebih pinter menafsirkan price action, pola chart dll.. Tp baik sinyal price action maupun indikator kayak ma misalnya, masih ada kemungkinan meleset. Makanya ini master yg nulis sarannya supaya kita ambil cara mana yg kita paling enjoy. karna walopun sm" ndak pasti tapi peluang berhasil bs lebih besar klo kita trading pake cr yg kita paling paham.
Raras
ini kalo support mestinya ada pembahasan fibo & pivot juga. level - level dari fibo & pivot kan juga bisa bantu mengenali support & resistance lebih jelas. jadi gag cuma lihat harga dgn cara seperti gitu aja...
Faisal Sukirman
Naked Trading sebenarnya adalah sistem Trading Supply and Demmand with Price Action. Sistem ini memang dipergunakan oleh para trader senior yang sudah mumpuni. Indikatornya adalah candlestick (harga), dan mengamati BAGAIMANA HARGA BERGERAK membentuk TREND. Trend yang dibutuhkan adalah Extreme (Strongest) dan atau Strong. Juga diamati BAGAIMANA Reaksi harga yang berlawanan. Dengan bantuan area Supply/Support dan Demmand/Resistence, maka akan diketahui sekuat apa/power dari Seller dan Buyer. Imbalances yang terjadi, itu adalah kunci dari sistem trading ini.
Udin
Sepandai-pandainya orang naked trading, pasti perlu indikator atau tool. Ndak percaya klw ada org yg 100% naked trading gan.