Cara Investasi Aman Pada Teknologi Blockhain

282793

Blockchain identik dengan risiko tinggi. Padahal, ada cara investasi aman pada teknologi Blockchain, misalnya beli saham perusahaan pengguna teknologi ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Popularitas teknologi Blockchain telah melesat di sepanjang tahun 2017. Hal ini juga diikuti dengan pergerakan Bitcoin yang meroket. Namun sayangnya, banyak investor masih ragu untuk terlibat langsung, karena khawatir pecahnya bubble harga Bitcoin di masa depan.

 

investasi pada kripto

 

 

Risiko Investasi Di Pasar Kripto

Membeli Bitcoin dan mata uang kripto alternatif lainnya adalah cara termudah untuk berinvestasi dengan teknologi Blockchain. Jika kita pernah bergabung dengan pasar Bitcoin maupun Altcoin, maka risiko yang dapat kita terima adalah 100%. Risiko ini muncul karena tidak adanya order pembatas (Stop Loss) pada platform investasi tersebut. Apalagi, jika ada order masih negatif (loss), maka hal yang bisa dilakukan oleh investor adalah menunggu dan berdoa harga naik, atau cut loss dengan menjual kripto tersebut.

Tahun 2017 lalu disebut-sebuat sebagai periode kejayaan kripto dan teknologi Blockchain. Bitcoin mencetak kenaikan sekitar 2,000% pada tahun tersebut, tapi kemudian diikuti oleh koreksi hampir 70% di awal tahun 2018.

Ketidakstabilan harga dengan fluktuasi tinggi justru membuat banyak investor mengambil banyak risiko untuk bisa cepat kaya, tanpa memperhitungkan kemungkinan loss atau kemacetan dana karena investasi masih bernilai negatif.

Sebagai contoh, jika Anda membeli Bitcoin (BTC) pada harga $19,000, beberapa bulan terakhir ini investasi Anda akan bernilai negatif. Salah satu cara untuk mendapatkan profit adalah dengan menunggu sambil berharap harga akan kembali naik di atas $19,000. Anda juga dapat menambahkan order beli dengan dana baru di harga lebih rendah (averaging), lalu menunggu harga untuk rebound minimal separuh dari order tersebut. Lalu, bagaimana jika harga terus mengalami penurunan dan hanya berkonsolidasi hingga beberapa tahun ke depan? Hal ini tentu akan merepotkan bagi investor dengan budget pas-pasan.

Kelompok investor dari generasi sebelumnya memiliki kekhawatiran tinggi terhadap teknologi Blockchain yang dibawa oleh mata uang kripto. Kekhawatiran terjadi karena Blockchain akan mendesentralisasikan likuiditas dari bank sentral dan memberikan akses perbankan kepada massa (publik). Teknologi tersebut dapat menghancurkan monopoli yang sudah mereka kuasai selama ini.

Selain itu, banyak yang masih merasa mata uang kripto cacat secara filosofis karena tidak memiliki wujud real. Pertanyaannya adalah, adakah investasi lain yang layak untuk sesuatu yang tidak dapat Anda rasakan, sentuh, maupun tahan?

 

Manfaatkan Keunggulan Teknologi Blockchain

Banyak yang beranggapan bahwa Bitcoin dan Blockchain adalah satu kesatuan. Namun kenyataannya, keduanya jelas sangat berbeda. Bitcoin memang mengadopsi teknologi sistem blok dan merupakan kripto pertama penganut Blockchain, tetapi mereka tidak identik.

 

perbedaan bitcoin dan blockchain

 

 

Teknologi Blockchain adalah sistem rekam digital yang mendasari penggunaan Bitcoin dan Altcoins lainnya. Beberapa Blockchain memiliki transparansi, sementara yang lain memungkinkan individu untuk melakukan transaksi secara anonim.

Manfaat Blockchain sendiri tidak hanya sekedar untuk transaksi keuangan saja. Ada berbagai manfaat lain seperti manajemen rantai pasokan, pengelolaan informasi, dan lain sebagainya. Hal itu memungkinkan adopsi Blockchain di banyak sektor. Dengan segudang manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi Blockchain, tentu ada banyak cara untuk berinvestasi dengan teknologi tersebut, terutama jika Anda khawatir akan risiko di pasar kripto yang memiliki fluktuasi tajam.

Salah satu cara tepat adalah investasi saham pada perusahaan yang mengadopsi Blockchain, seperti:

 

  • Overstock

Overstock adalah perusahaan retail online yang memulai usahanya dengan menjual furnitur, properti, dan perlengkapan keluarga. Sebagian besar orang bahkan belum tahu bahwa Overstock telah mulai mengadopsi teknologi Blockchain untuk platform mereka.

Overstock telah menciptakan platform tZero. Platform sistem perdagangan alternatif yang sudah diregulasi oleh SEC ini telah menjadi platform global berbasis Blockchain. Selain digunakan untuk jual beli properti, platform tersebut juga digunakan sebagai tempat penerimaan cicilan untuk para pemberi pinjaman.

 

chart overstock terus naik

 

 

Dengan berinvestasi atau membeli saham Overstock, investor diberikan exposure yang solid ke sektor Blockchain tanpa harus memiliki mata uang kripto. Apalagi, saat ini belum banyak perusahaan yang memiliki sistem perdagangan alternatif teregulasi SEC. Jadi dengan keistimewaan yang dimiliki, perusahaan seperti Overstock yang sudah masuk ke arena Blockchain dapat menawarkan peluang menjanjikan.

Beberapa proyeksi dari analis keuangan global bahkan mengatakan jika hasil yang akan diterima dari investasi saham di Overstock dapat mencapai lebih dari 400%, apabila tZero berhasil diterapkan dan diadopsi secara mainstream.


  • MasterCard

Berbagai kabar dan isu yang kita lihat baru-baru ini, memberitakan bahwa vendor kartu kredit ternama di AS seperti Visa dan MasterCard, tidak mendukung lagi transaksi pembelian kripto secara kredit. Hal ini terjadi karena kekhawatiran pihak bank jika sewaktu-waktu fluktuasi liar pada pasar kripto terjadi, dan konsumen tidak dapat membayar tagihan kartu kredit mereka.

Memang benar bahwa MasterCard sudah melarang pembelian kripto secara kredit, tetapi perusahaan tersebut tetap berusaha untuk mengembangkan teknologi Blockchain pada sistem internal mereka. Hal ini dapat dilihat dari request paten untuk platform Blockchain, yang baru saja mereka buat pada bulan Oktober 2017.

 

saham mastercard telah naik 100%

 

 

Jika sistem pembayaran Blockchain yang sudah mereka ciptakan bisa dipatenkan dan diimplementasikan secara resmi, tentu MasterCard dapat menawarkan kartu kredit dan debit berbasis Blockchain kepada konsumen.

Perkembangan MasterCard juga dapat kita lihat dari kenaikan saham yang terus meroket. Bahkan dari Oktober 2017 hinga Februari 2018 kemarin, saham MasterCard sudah mengalami kenaikan hampir 100% dan belum terlihat adanya koreksi sama sekali.

 

 

Peluang Sama Tinggi, Risiko Lebih Aman

Selain 2 perusahaan yang sudah dijelaskan di atas, masih banyak sekali perusahaan yang sudah mulai mengadopsi teknologi Blockchain dan mengalami kenaikan saham tinggi. Beberapa contohnya adalah:

  • IBM dengan kenaikan lebih dari 50% sejak Oktober 2017.
  • Kodak dengan kenaikan lebih dari 300% sejak Desember 2017, meskipun saat ini kembali stabil di kenaikan 120%.
  • Nvidia dengan kenaikan lebih dari 400% dan masih terus bullish.

Dengan adopsi besar-besaran dari berbagai perusahaan ternama di dunia, cara investasi aman pada teknologi Blockchain menjadi pilihan manis untuk diambil. Daripada mengambil peluang investasi berisiko tinggi di pasar mata uang kripto, telah banyak saham individual yang dapat kita manfaatkan sebagai lahan investasi. Apalagi, cara investasi aman ini tidak disertai dengan tingkat volatilitas yang sama seperti di aset kripto.

Jika dianalisa secara risiko, investasi dengan tingkat return maupun risk tertinggi ada di pasar kripto. Sedangkan tingkat return yang tinggi tanpa risk ekstrim ada di investasi saham pada perusahaan Blockchain.

Bagaimana? Tertarik untuk menerapkan cara investasi aman pada perusahaan-perusahaan di atas?

Masih banyak perusaahan lain yang telah mengadopsi penggunaan Blockchain dalam bisnisnya. Beberapa contoh yang pernah kami bahas adopsinya adalah eTicket04, Western Union, serta bank besar dunia seperti ING dan Rabobank.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.