Cara Kerja Trader Intraday

124923

Terkadang kita agak sulit membedakan mana trader scalping dan mana trader harian. Di sini kita akan kaji lebih dalam untuk mengetahui cara kerja seorang trader harian.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Terkadang kita agak sulit membedakan mana trader scalping dan mana trader harian. Di sini kita akan kaji lebih dalam untuk mengetahui cara kerja seorang trader harian, yaitu trader yang fokus pada hasil trading intraday. Lalu bagaimana cara mengetahuinya?

Cara Kerja Trader

Dalam dunia forex kita kenal bermacam-macam gaya trading. Ada yang long term dengan menahan posisi berhari-hari sampai berbulan-bulan. Ada pula gaya swing dengan mengikuti tren jangka sangat pendek misalnya dalam jangka waktu jam. Ada pula gaya scalping yang mengambil profit sangat kecil pada saat pergerakan pasar besar. Terakhir ada pula yang kita kenal dengan nama intraday yaitu membuka posisi dan menutupnya dalam satu hari.

Pada umumnya para pemula belum punya atau tidak memiliki gaya trading yang jelas alias masih coba-coba. Para pemula sering buka posisi berdasarkan feeling atau karena sinyal si anu atau petunjuk si inu padahal sebenarnya ia tidak mengerti bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sinyal atau petunjuk tersebut.

Intraday

Intraday trading adalah aksi melakukan penjualan dalam satu hari kerja saham atau batas maksimal dua hari. Contohnya melakukan pembelian ASII di harga 69500 pada pagi hari, dan ditutup di 71500 sore hari. Mendapat keuntungan 2.1% dalam satu trading. Aksi ini tergolong level advance, karena seorang trader harus tahu benar kapan saat yang tepat untuk membeli dan kapan saat yang tepat untuk menjual sebuah saham dalam dua hari kerja.

Banyak orang akan bertanya mengapa menggunakan strategi intraday? Bukankah hasil dari intraday biasanya kalah dengan hasil dari gaya swing atau bahkan scalping? Memang masing-masing trader mempunyai gaya sendiri-sendiri dan itu memang merupakan hak para trader untuk menentukannya.

Contoh :
1 tahun IHSG memiliki kurang lebih 200 hari kerja. Probabilitas menang intraday kita adalah 6 dari 10 saja. Setiap profit kita mendapatkan 1.4%. Setiap rugi kita kehilangan 1.4%

Kalkulasi profit:
Dari 200 hari kerja, hanya 60% yang menghasilkan, jadi hanya ada 120 hari. Setiap hari menghasilkan 1.4%. Jadinya 120 hari dikalikan 1.4% per hari. Maka profit adalah 168%. Sedangkan kerugian adalah 80 hari kerja atau 40% dari 200 hari. Setiap kerugian, kita kehilangan 1.4%

Jadinya 80 hari dikalikan 1.4% per hari. Maka kerugian kita adalah 112%. Dalam 1 tahun, 168% keuntungan di kurangi 112% kerugian, kita  masih surplus sebanyak 56%! Dengan intraday ini kita bisa mendapatkan perbandingan yang lebih baik antara peluang profit dan resiko loss yaitu sekitar 1:1 atau 6:5.

Ditambah dengan beberapa aturan yang dirancang sendiri oleh beberapa trader, maka rasio tersebut bisa ditingkatkan. Selain rasio profit yang meningkat, trader juga tidak mengalami kelelahan karena hanya buka satu posisi per pair dalam satu hari. Selain itu karena posisi dibuka dan ditutup dalam satu hari maka tidak perlu kuatir terkena swap atau interest negatif.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.