Cara Melihat Support Dan Resisten Dari MA 200

108762

Salah satu indikator paling populer di dunia adalah periode 200 hari Simple Moving Average, karena dapat ditemukan di bank investasi dan hedge fund sebagai titik kunci analisis.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu indikator yang paling populer di dunia adalah periode 200 hari Simple Moving Average (MA 200). Indikator ini dapat ditemukan pada grafik bank investasi, hedge fund, dan pelaku pasar dunia sebagai titik kunci dari berbagai macam analisis.

Penggunaan indikator MA ini telah meluas dan sering digunakan bersamaan dengan aplikasi analisis fundamental. Sebagai contoh, pada krisis keuangan yang terjadi beberapa waktu yang lalu, pasangan mata uang EURUSD menurun senilai lebih dari 3500 pips (atau sekitar 21.58%) hanya dalam 3 ½ bulan. Data tersebut dirilis oleh "The Troubled Asset Relieve Program (TARP)" pada tanggal 14 Oktober 2008.

Cara Melihat Support Dan Resisten Dari

Namun, beberapa waktu setelahnya, akhirnya pergerakan mengalami pembalikan, karena antisipasi yang dilakukan oleh Departemen Keuangan, dengan melakukan pembelian obligasi. Pasar pun mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dimana, EURUSD kemudian bergerak naik, hampir mencapai sekitar 2.400 pips (19.35%) dari posisi terendah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik dibawah ini:
 
Support dan Resistance
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kita tahu bahwa fungsi utama dari indikator MA 200 ini adalah untuk menemukan titik support dan resistance, yang berperan penting dalam trading. Berdasarkan grafik diatas, trader dapat menempatkan titik-titik stop di sepanjang level MA ini, apabila tujuannya adalah untuk arah trend jangka panjang.

Pada contoh tersebut, setelah harga terlihat memantul dari 200 hari Moving Average, maka trader dapat bertahan lama dengan stop yang ditempatkan pada titik-titik dibawah MA 200. Jadi, jika harga tidak bergerak lebih tinggi, trader dapat menutup atau keluar trading sebelum kerugian mencapai angka yang terlalu besar. Untuk lebih jelasnya, amati grafik di bawah ini:

Cara Melihat Support Dan Resisten Dari
 
Salah satu tujuan utama dari strategi ini adalah agar trader memiliki peluang untuk trading dengan arah trend jangka panjang. Singkatnya, jika harga bergerak turun menuju area SMA 200, maka harga akan bergerak lebih rendah dari sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa trend sebelumnya mengalami pembalikan. Dengan begitu, hal ini sekali lagi, membuktikan kegunaan lain dari SMA 200, yaitu bisa juga dipakai sebagai alat untuk menentukan arah trend trading.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Andre Kukuh
Ane taunya MA mang indikator tren, tapi SMA 200 apa lebi dipake sebagai support/resistan karna terlalu lambat responya karna periodenya terlalu lama?
Lukman
iya saya jg setuju, 200 apa tidak terlalu lama ya mas?
Puad_aziza
@andre: kayanya iya masta, ma mang sebetulnya kan indi tren, hasil analisanya ya mengikuti arah tren, tapi klo ngikuti sma 200 keburu jalan duluan harganya baru entri, lagipula sinyalnya juga ga jelas klo untk arah tren. klo diposisikan sbg support resistan barangkali bisa efektif ini sma 200...
Rachmad Tri
Trading tren dengan SMA 200 malah termasuk salah satu strategi trading yang menjanjikan, terutama untuk trading jangka panjang. SMA 200 memberikan sinyal tren yang lebih stabil dan bertahan lama dibandingkan dengan MA lain dengan periode yang lebih rendah. Entry bisa mengikuti indikasi tren secara umum, dengan mengikuti uptrend yang ditunjukkan dengan harga yang bergerak di atas SMA 200, atau mengikuti downtrend yang ditunjukkan dengan harga yang bergerak di bawah SMA 200. Selain itu indikator ini juga sekaligus bisa dijadikan penentu stop loss level dengan fungsinya sebagai support dan resistan.
Wiji Skm
Rachmad: Kl trdng jngk pnjng bth modal bnyk dong? Blm lg kl floating bnr2 bth bnyk dana spy g kena mc,
Rachmad Tri
Trading jangka panjang tidak selamanya membutuhkan dana trading yang besar. Jika ingin posisi trading tetap aman meskipun trading dengan periode harian atau lebih, yang bisa diatur ulang adalah penggunaan ukuran trading. Meskipun dana trading tidak terlalu banyak, tapi jika ukuran tradingnya bisa tepat, maka posisi trading juga tidak akan cepat terkena mergin call.

Untuk mengantisipasi kesalahan sinyal dari SMA 200, trading juga bisa menggunakan oscillator seperti RSI atau memasang SMA dengan periodisasi yang lebih rendah. Jadi meskipun dengan modal sedang, trading bisa dilakukan dengan jangka panjang dengan ukuran trading yang disesuaikan dan kesalahan sinyal dapat diminimalisasi dengan kombinasi indikator lain.