Advertisement

iklan

Cara Membaca Indikator MA

Apakah Anda menggunakan MA dalam sistem trading? Jika ya, sudah benarkah cara membaca indikator MA Anda? Pelajari selengkapnya pada artikel berikut.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Indikator Moving Average atau yang sering dikenal dengan MA, merupakan indikator universal yang pasti digunakan atau (paling tidak) diketahui oleh semua trader. Indikator MA ini memang menjadi salah satu indikator terkenal karena cara penggunaannya yang mudah, luas, dan dapat digunakan dalam berbagai unsur trading. Namun demikian, meski fungsinya sudah banyak diketahu, kebanyakan trader kurang paham betul bagaimana cara membaca indikator MA secara harfiah maupun teknikal.

 

(Draft Revisi) Cara Membaca Moving

 

Indikator MA Dan Berbagai Macam Fungsinya

Jika diamati secara matematis, indikator MA bertugas untuk menghitung rata-rata pergerakan harga per satuan waktu (periode) dalam satu time frame. Rata-rata ini digambarkan dengan sebuah garis kurva yang dilukiskan pada chart trading. Contohnya, jika Anda menggunakan Moving Average 50 pada time frame D1, maka kurva yang tampak adalah rata-rata pergerakan harga selama 50 hari. Hal ini tentu saja akan berbeda jika Anda ingin membaca indikator MA pada time frame H1. Di time frame 1-jam ini, Moving Average 50 hanya merepresentasikan rata-rata pergerakan harga selama 50 jam saja.

 

cara-membaca-indikator-ma-10
(Baca juga: Indikator Moving Average: Fungsi Dan Macam-macam-nya)

 

Tidak hanya berdasarkan periodenya, klasifikasi indikator MA juga dibagi menurut metode perhitungan serta pengaplikasiannya. Perubahan terhadap beberapa variabel ini tentu juga akan berpengaruh pada bagamana cara membaca indikator MA. Metode perhitungan yang sering digunakan saat ini adalah Simple, Exponential, Light Weighted dan Smoother. Sedangkan pengaplikasian yang sering digunakan adalah nilai Close, Open, High, Low, dan Median Price.

Selain jenisnya yang bermacam-macam, indikator Moving Average juga memiliki beragam fungsi. Utamanya, indikator MA digunakan untuk menentukan jenis dan arah tren pada market. Namun selain itu, Moving Average juga dapat digunakan sebagai tempat Open posisi, Close posisi, serta sebagai Support dan Resistance Dinamis. Masing-masing fungsi ini tentu saja juga membutuhkan cara membaca indikator MA yang berbeda-beda.

cara-membaca-indikator-ma-14

(Baca juga: Menggunakan Moving Average Sebagai Filter Tren Forex)

 

Cara Membaca Indikator Moving Average

Tidak seperti artikel-artikel sebelumnya, pada kesempatan kali ini tidak akan dibahas fungsi-fungsi dan cara penggunaan indikator MA yang umum. Sebaliknya, artikel ini membahas bagaimana dasar dari cara membaca indikator MA berdasarkan periode, serta nilai pengaplikasiannya. Dengan mengetahui dasar-dasar tersebut, Anda bisa lebih mudah 'berselancar' dengan MA, karena sudah mengerti mengapa harga dan MA dapat bertindak sedemikian rupa.

 

Periode Moving Average Dan Cara Membacanya

Dalam menghitung serta cara membaca indikator MA, periode merupakan salah satu komponen penting yang perlu dipahami. Lebih dari sekedar itu, periode harus ada jika Anda ingin menghitung rata-rata pergerakan harganya. Perhatikan gambar di bawah berikut ini sebagai awal pembahasan periode indikator MA:

 

cara-membaca-indikator-ma-1

 

Pada gambar di atas telah diaplikasikan 5 buah Simple Moving Average (SMA) dengan periode yang berbeda-beda. Kelima Moving Average ini tentu saja memiliki artian dan cara membaca yang berbeda. Misalkan, pada Moving Average dengan periode 1 tidak merata-ratakan nilai apapun dalam Chart. Moving Average periode 1 ini hanya menghubungkan 1 nilai Close candle ke Close candle berikutnya tanpa ada perhitungan apapun.

 

cara-membaca-indikator-ma-2

 

Hal ini akan berbeda dalam Moving Average 5, 10, 20 dan 50. Pada Moving Average 5, nilai-nilai MA yang didapatkan adalah hasil perhitungan dari nilai 5 buah candle. Begitu pula MA 10 dan seterusnya yang didapatkan sesuai hasil perhitungan periodenya masing-masing.

 

cara-membaca-indikator-ma-3

Coba pahami hal di atas lalu perhatikan kembali chart Anda. Bandingkan antara pergerakan MA berbagai periode tersebut dengan harga. Jika Anda cermat, maka Anda akan mendapati bahwa semakin tinggi periode Moving Average, maka akan semakin lambat pula pergerakan dan fluktuasi MA terhadap harga.

Contohnya adalah saat terjadi penurunan tajam pada harga, Slope atau tingkat kemiringan MA dengan periode kecil juga akan menukik dengan tajam pula. Namun ketika penurunan tersebut mereda dengan terjadinya koreksi kecil, maka MA dengan periode kecil juga akan ikut menukik ke atas. Hal ini tentu saja tidak akan terjadi dengan MA berperiode lebih besar.

 

cara-membaca-indikator-ma-4

 

Pengetahuan tentang fluktuasi MA ini biasanya digunakan dalam melihat jangkauan MA terhadap tren atau bias market saat itu. Untuk melihat tren yang panjang, maka trader juga harus menggunakan MA dengan periode besar.

Contohnya, seringnya digunakan Moving Average 200 sebagai jangkauan untuk melihat tren panjang dalam suatu market.

Mari kembali ke periode Moving Average. Perhatikan kembali gambar yang menujukkan beberapa periode Moving Average di atas. Lihat bagaimana pergerakan harga beserta fluktuasi Moving Average-nya. Jika Anda cermat, Anda akan mendapati kecenderungan harga untuk mondar-mandir pada Moving Average. Tidak peduli berapapun periodenya, ataupun seberapa jauh harga telah bergerak dari indikator MA, pada satu waktu harga pasti akan kembali ke MA tersebut. Istilah inilah yang sering dikenal dengan "harga kangen MA" pada trader-trader senior.

Bagaimana pengaruh pembalikan harga terhadap periode MA ini? Semakin kecil periode indikator Moving Average yang digunakan, maka akan semakin sering pula harga mondar-mandir pada MA tersebut. Namun semakin besar periode MA tersebut, harga biasanya hanya cenderung kangen saja, tapi tidak mondar-mandir seperti pada MA dengan periode kecil.

 

cara-membaca-indikator-ma-5

 

Tidak percaya? Coba perhatikan kembali chart Anda. Pengetahuan ini digunakan para trader dalam menentukan titik Support dan Resistance menggunakan indikator MA. Dengan menggunakan MA berperiode Besar, seperti MA-200, trader menjadikannya sebagai titik-titik Support dan Resistance yang kuat. Sedangkan dengan MA periode kecil seperti 21 dan 8, sering digunakan sebagai titik-titik acuan saat harga sudah kangen dengan MA.

 

(Baca juga: Cara Trading Dengan Moving Average 200)

 

Sebenarnya masih banyak cara membaca indikator MA lain berdasarkan periode yang bisa diungkap, seperti bagaimana cara membaca indikator MA pada time frame H4 di tf H1 hanya dengan cara mengkonversi dan bermain-main dengan periodenya. Ada juga cara menetapkan periode-periode yang baik dalam time frame tertentu jika dilihat dan ditinjau berdasarkan waktu serta fungsi-fungsi lain. Namun seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, mari lanjut pembahasan ke pada bagaimana cara membaca indikator MA berdasarkan nilai acuan perhitungan yang digunakan.

 

Nilai Aplikasi Perhitungan MA Dan Cara Membacanya

Variable berikutnya yang juga sangat mempengaruhi dalam cara membaca indikator MA adalah nilai dalam perhitungan Moving Average. Nilai ini ada bermacam-macam jenisnya, tapi pada kesempatan kali ini, hanya akan dijelaskan nilai High, Low, Open dan Close harga. Untuk itu, perhatikan gambar di bawah ini yang mengaplikasikan SMA-20 dengan berbagai nilai sebagai dasar perhitungannya.

 

cara-membaca-indikator-ma-7

 

Perhatikan dan amati masing-masing indikator Moving Average berikut ini. Jika dijelaskan secara harfiah, SMA-20 Close merepresentasikan nilai rata-rata dari penutupan harga selama 20 candlestick terakhir. Apabila diubah menjadi SMA-20 High, MA akan merepresentasikan nilai rata-rata dari harga tertinggi masing-masing candlestick. Begitu pula untuk nilai Open maupun Low, masing-masing merepresentasikan rata-rata nilai pembukaan dan terendah pada pasar.

Perbedaan nilai acuan ini tentu saja memberikan hasil yang berbeda serta cara membaca indikator MA yang berbeda pula. Jika menggunakan nilai High dan Low sebagai acuan, Anda akan mendapati bahwa pada satu waktu harga hanya akan berkutat di dalam kedua MA yang mirip dengan Channel ini; hal ini tentu saja tidak akan terjadi jika Anda hanya menggunakan MA dengan nilai acuan Close saja.

 

cara-membaca-indikator-ma-8

 

Contoh lain dalam cara membaca indikator MA dari nilai acuan perhitungannya adalah saat melihat tren harga. Dalam penggunaan acuan nilai High atau Low, tren saat itu bisa diketahui dari MA mana yang lebih sering disambangi oleh harga. Tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan oleh MA dengan perhitungan nilai Close dan Open yang cenderung lebih dekat ke rata-rata Median harga.

 

Penutup

Hal lain yang bisa dikembangkan dari pembacaan MA adalah perbedaan mendasar dari metode perhitungan yang digunakan, serta bagaimana pengaruh nilai acuan, metode, serta periode yang disatukan.

Jika Anda dapat menguasai dasar-dasar pengamatan dalam menggunakan MA, bukan tidak mungkin Anda bisa menemukan beberapa periode, serta metode perhitungan MA yang akan menjadi Holy Grail Anda. Lihat saja contohnya pada Indikator Awesome Oscillator. Indikator tersebut menggunakan periode MA-5 dan 34 sebagai perhitungan. Padahal 34 sendiri bukan termasuk periode yang sering digunakan trader dunia. Juga, lihatlah indikator Ichimoku, periode yang digunakan justru 9 dan 26.

Penasaran ingin membuat Trading Strategy MA Anda sendiri? Anda bisa mulai melanjutkan pelajaran dengan melihat Video berikut ini:

 

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar Moving Average dan cara penggunaannya, selain kolom komentar, Anda juga bisa bertanya langsung pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus indikator berikut ini.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.