Cara Memilih Broker Yang Cocok Untuk EA Anda

272467

Dengan robot trading forex (EA), kita bisa menangkap setiap peluang trading yang muncul 24 jam dalam sehari. Namun, memilih EA itu gampang-gampang susah, khususnya dalam memilih broker yang cocok untuk EA.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Expert Advisor (EA) atau robot trading forex adalah software add-on yang memungkinkan proses trading dan analisa di platform trading MT4 secara otomatis. Dengan EA, kita bisa menangkap setiap peluang trading yang muncul 24 jam dalam sehari, bahkan meskipun tidak sedang berada di depan komputer. Namun, memilih EA itu gampang-gampang susah, khususnya dalam memilih broker yang cocok untuk EA.

Kadangkala EA kelihatan bagus, tetapi setelah telanjur dibeli dan dipasang ternyata tidak cocok dengan broker kita. Ada juga kejadian di mana EA sudah berjalan beberapa lama, ternyata ketika akan profit akan diambil malah dilarang broker karena disebut menggunakan strategi arbitrase yang dilarang. Untuk menghindari hal-hal seperti itu, berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

Memilih Broker Untuk EA

 

1. Mengetahui Strategi Yang Digunakan EA

Boleh jadi EA diperoleh gratisan, boleh jadi juga membeli sendiri, atau malah membuat sendiri. Apapun itu, langkah pertama dalam memilih broker yang cocok untuk EA Anda adalah dengan mengetahui strategi apa yang digunakan oleh robot, dan apakah kondisi trading di broker Anda memungkinkan untuk EA dijalankan.

Ada beberapa strategi yang populer digunakan dalam robot trading forex, diantaranya:

  • Indikator Teknikal

EA pengguna indikator teknikal menggunakan pola-pola chart atau indikator teknikal untuk open dan close posisi. Beberapa indikator populer untuk dibuat EA diantaranya: Moving Average, MACD, Momentum, Candlestick, Stochastic, dll. Kalau EA Anda menggunakan indikator teknikal, maka yang perlu dicermati adalah interval waktu: apakah indikator diaplikasikan di jangka pendek (chart M1, M5), menengah (M15, M30, H1), atau jangka panjang (H4, D1, W1, MN).

Semakin kecil chart-nya, maka butuh broker dengan akurasi makin tinggi. Namun secara umum, broker biasanya mengizinkan strategi ini karena volume trading harian hanya medium.

  • Arbitrase

Arbitrase boleh dibilang salah satu strategi EA paling kompleks karena banyak broker tidak secara terbuka melarang arbitrase, tetapi hanya menyebutkannya dalam tulisan lembut-lembut di Terms and Conditions yang belum tentu dibaca trader saat mendaftar. Akibatnya, banyak trader tidak sadar ketika dirinya melanggar.

Apa itu Arbitrase? Secara sederhana, EA pengguna strategi arbitrase menggunakan 2 broker (atau lebih) untuk open buy dan sell pada pair Currency yang sama dan berupaya mendapatkan keuntungan dari selisih kuotasi antara kedua broker. Kalau EA menggunakan Arbitrase, maka Anda perlu memilih broker yang mengizinkan strategi ini, sekaligus membolehkan high volume trading.

  • Scalping

Tak jauh berbeda dengan trading ala scalping umumnya, EA pengguna strategi scalping juga akan membuka-tutup belasan hingga ratusan posisi trading dalam sehari guna menangkap profit dari pergerakan-pergerakan kecil pada pair-pair Currency. Perlu broker yang mengizinkan High Volume Trading dan Fast Term Trading Strategy. Hindari broker yang mempersyaratkan waktu cukup lama sebelum posisi open boleh di-close.

  • Hedging/Grid

Robot trading forex yang menggunakan Hedging berupaya mendapatkan profit dengan menempatkan order buy dan sell secara strategis pada interval tertentu di atas dan di bawah level harga tertentu. Order-order tersebut biasanya ditempatkan dengan jarak 10 atau 15 pip, sehingga menciptakan sebuah grid. Grid-nya tidak masalah, tetapi yang perlu diperhatikan disini: tak semua broker membolehkan hedging.

  • Dollar Cost Averaging/Martingale

Strategi investasi Averaging atau Martingale pada dasarnya menaikkan jumlah lot pada open posisi kedua jika open posisi pertama loss. Jika dipakai manusia biasa, strategi ini high risk, dan bila dipakai robot trading forex maka akan lebih high risk lagi. Namun, Expert Advisor pengguna strategi ini biasanya boleh dipakai di broker mana saja karena dapat dijalankan medium maupun long term, dengan volume trading medium maupun high, tergantung setting money management-nya.

 

2. Kecepatan Eksekusi Broker

Setelah mengetahui strategi EA, langkah berikutnya adalah menyelidiki broker. Seberapa cepat broker menerima dan mengeksekusi order? Apakah broker menyediakan VPS sendiri, ataukah Anda harus menyewa VPS dari luar? Perhatikan bahwa makin lama suatu order dikonfirmasi, maka makin besar kemungkinannya sasaran target harga luput didapat, apalagi jika EA menggunakan strategi Scalping.

 

3. Last Look/No Last Look

"Last Look" artinya broker punya hak untuk menolak suatu order dalam jangka waktu tertentu, sedangkan No Last Look berarti broker akan menghormati kuotasi harga berapapun yang muncul, meskipun nantinya terjadi slippage. Aturan ini biasanya tidak disebarluaskan dalam promosi broker, jadi cermati Terms and Conditions.

 

4. Broker DD/STP/ECN

Broker DD, yang terkenal di Indonesia dengan istilah bandar, akan "mengeksekusi trading di meja-nya sendiri", sedangkan broker STP/ECN akan mentransfer order langsung ke penyedia likuiditas atau bank afiliasinya. Mengingat Anda tidak akan memelototi EA 24 jam sehari, maka penting untuk tahu siapa yang ada di seberang meja sana dan apakah mereka bisa dipercaya.

Memilih Broker Untuk EA

 

5. Lakukan Backtest EA

Jangan pernah menggunakan robot trading forex tanpa melakukan backtest. Demikian pula dalam memilih broker yang cocok untuk EA, perlu backtest dengan data historis pada broker tersebut. Penting untuk memastikan bahwa performa EA kelak akan mulus berjalan di kondisi likuiditas yang sama. Jika belum tahu bagaimana cara melakukan backtest EA, artikel berikut ini bisa membantu Anda.

 

6. Leverage

Tak ada aturan baku tentang leverage, tetapi jelas bahwa leverage akan menentukan mulus atau tidaknya EA berjalan. Jika robot trading forex yang Anda beli menunjukkan sampel performa trading bagus dengan modal 10,000 USD dan broker dengan leverage hingga 1:500, tetapi Anda mencoba menggunakannya di broker dengan leverage maksimal 1:200, maka besar kemungkinan money management-nya tidak akan cocok. Si pembuat EA bisa profit, tapi Anda loss.

 

7. Spread/Commission Fee

Meneliti besaran spread dan komisi trading ini vital. Khususnya spread, karena merupakan selisih antara harga bid dan offer di suatu broker. Jika biaya-biaya trading terlalu tinggi, maka bisa memutar balik hasil trading EA, biarpun sebelumnya sukses di backtesting.

 

Ketujuh faktor di atas merupakan beberapa panduan pokok, tetapi bisa berkembang lebih banyak lagi mengikuti kemajuan teknologi. Akhir kata, membeli atau membuat Expert Advisor hanyalah langkah pertama dalam menjalankan sistem trading otomatis dengan robot trading forex. Memilih broker forex yang cocok untuk EA tersebut bisa jadi sama pentingnya guna memastikan profit di masa depan.

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.


Jujuba
hmm ribet juga yah milih robot trading ideal sesuai broker pilihan. Tapi apakah banyak broker terpercaya menyediakan robot trading yang bagus untuk trading di platform mereka? Terus mengenai leveraga dan semua setting pada robot harus mirip persis dengan sampel yg diberikan developer robot tradingnya supaya dapat profit? Wah susah dong, kan kondisi pasar forex selalu berubah-ubah... 
Aisha
Ada beberapa hal dalam pertanyaan Anda yang akan kami jawab satu per satu. Pertama, memilih broker memang perlu teliti dan hati-hati. Dalam hal ini, saya pribadi berkeyakinan bahwa broker yang benar-benar bonafid takkan memberikan robot EA untuk trader-nya. Kalau mereka memberikan perangkat analisa seperti autochartist atau sejenisnya, maka hal itu sangat bagus. Tetapi tidak kalau yang ditawarkan adalah robot. Sebagai trader, Anda justru harus waspada kalau ada tawaran semacam itu, karena broker bisa dengan mudah memanipulasi kerja robot saat Anda tidak melihat. Kedua, sebenarnya setting robot yang Anda pakai tidak harus persis sampel developer. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa robot akan buka-tutup posisi sendiri, dan apabila ketahanan modal Anda tidak memadai maka meski robot EA bisa profit tapi Anda bisa loss duluan. Oleh karena itu, jika memungkinkan, maka ya, setting sebaiknya proporsional dengan sampel yang diberikan developer. Atau alternatifnya, jika modal Anda lebih kecil dari sampel, maka bisa ditempuh cara memperkecil lot per trading, atau memilih leverage yang jauh lebih besar. Konsekuensinya, nominal profit yang didapat akan lebih rendah daripada sampel dari developer, tetapi minimal akan terhindar dari loss dini. Ketiga, Kondisi pasar memang selalu berubah-ubah, dan disinilah kelemahan penggunaan robot EA untuk trading: karena robot hanya dapat merespon sesuai dengan rumusan pembuatan awal, tak bisa beradaptasi secepat kalau Anda bertrading sendiri. Alternatifnya, Anda bisa sering-sering memeriksa kerja robot dan melakukan penyesuaian parameter sendiri apabila memungkinkan. Dan apabila sampai pada situasi di mana hal itu tak bisa dilakukan meski urgen, maka matikan saja robot EA untuk sementara.
Iwan
bagaimana caranya memciptakan robot?
Rizal Sf
Silahkan membaca artikel kami Site Khusus Membuat Robot Trading EA berikut ini mas.
Aisha
Untuk membuat robot: 1. Harus paham bahasa pemrograman yang dipakai platform trading. Misalnya platform Metatrader5, maka harus paham MQL5. Atau jika cTrader, maka C#. 2. Harus paham macam-macam parameter dalam trading dan cara backtest. Sekarang ada juga tools untuk bikin robot tanpa coding, jadi poin pertama bisa diabaikan. Tapi poin kedua itu mutlak harus dikuasai.
Dian Sariwinata
robot apa yg direkomendasikan bagi pemula?dari sekian banyak iklan autopilot EA...
Aisha
Jika Anda pemula di bidang forex, maka sebaiknya belajar forex dulu. Jika basic trading forex belum paham lalu langsung pakai EA, maka yang semestinya bisa profitable pun bisa bikin bangkrut. Setidaknya, pelajarilah dulu trading forex di akun demo, pahami konsep pengelolaan margin, ketahui cara backtest. Ketika Anda sudah bisa mengevaluasi sebuah EA sendiri, saat itulah Anda sudah siap untuk mulai menggunakan EA.