Advertisement

iklan

Cara Memperbesar Rasio Risk/Reward

Apakah Anda merasa sulit meminimalkan loss dan mengoptimalkan profit? Panduan ini menuturkan trik memperbesar rasio risk/reward secara aman dan menguntungkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Keseimbangan antara prospek profit (reward) dan potensi kerugian (risk) selalu menjadi topik menarik bagi trader. Kesuksesan para trader pro juga ditentukan oleh kemampuan mereka memperbesar rasio risk/reward. Namun, upaya optimalisasi itu tidak mudah untuk dilakukan. Banyak trader pemula hanya menggeser-geser stop loss dan target take profit tanpa memperhitungkannya secara matang. Hasilnya, profit gagal dicapai. 

Sudah menjadi pendapat umum bahwa kita mesti rela kehilangan kesempatan profit atau memperkecil probabilitas profit kita demi memperbesar rasio risk/reward. Dengan kata lain, sangat riskan memperbesar level reward atau memperkecil stop loss dari nilai yang telah kita tetapkan. Anda bisa membuktikannya sendiri melalui pengalaman aplikasi strategi trading Anda. Tapi sebenarnya ada cara jitu untuk memperbesar rasio risk-reward tanpa menanggung risiko kehilangan profit.

Salah satu cara yang paling efektif dan cukup populer untuk memperbesar rasio risk/reward dengan tetap mempertahankan probabilitas profit: mencermati pergerakan harga pada time frame yang lebih rendah, kemudian menilai apakah masih ada peluang yang logis untuk merubah stop loss atau target profit. Kita akan membahas gambaran jelasnya dalam artikel ini.

 

Studi Kasus Memperbesar Rasio Risk/Reward

Berikut dicontohkan GBP/USD pada akhir bulan Juli 2012 pada grafik Daily. Kita akan masuk pasar berdasarkan sinyal dari setup pola candlestick Engulfing yang sudah terjadi dan sekaligus menentukan besarnya rasio risk/reward. Di bawah ini penjelasan singkat untuk mengingat kembali sifat pola candlestick tersebut:

Trading Dengan Pola Engulfing

Pola Engulfing terdiri dari dua batang candle di mana salah satu bar "menelan" (engulf) bar yang lain dengan body candle yang lebih panjang. Pola Engulfing ini akan makin valid jika memiliki ekor pendek atau tanpa ekor, karena ekor yang panjang mencerminkan ketidakpastian arah pergerakan harga. Trader biasanya mematok validitas pola Engulfing berdasarkan ketentuan panjang ekor "bar yang menelan" tidak lebih dari 20%-25% dari keseluruhan panjang body candle-nya.

Pola Engulfing mengisyaratkan terjadinya pembalikan trend (trend reversal). Sinyal untuk membuka posisi sell akan lebih valid jika pola Bearish Engulfing terbentuk pada saat uptrend. Sebaliknya, sinyal untuk buy akan lebih valid jika tersebut terbentuk pada downtrend. Selain itu, pola ini akan lebih akurat jika terbentuk pada time frame trading yang tinggi, semisal grafik Daily, .

Kembali ke contoh GBP/USD Daily (gambar di bawah). Perhatikan, grafik menunjukkan setup pola candlestick Engulfing yang cukup valid sebagai sinyal untuk membuka posisi sell. Normalnya, trader akan membuka posisi sell setelah candlestick kedua dari pola Engulfing selesai terbentuk. Selanjutnya, trader memasang level stop loss di atas level tertinggi candlestick kedua tersebut, sedangkan target profit yang paling aman pada level risk/ratio 1:1.

Jika kita amati pergerakan harga lebih lanjut, target profit sebesar +105 pip akan terealisasi dalam dua bar atau kurang lebih dua hari. Tapi untuk pembahasan cara memperbesar rasio risk/reward ini, mari abaikan realisasi profit tersebut sementara waktu.

Cara Memperbesar Risk/Reward

Sekarang mari kita amati pergerakan harga dan pola tersebut pada time frame yang lebih rendah untuk menemukan posisi entry yang lebih baik atau stop loss yang lebih kecil, tapi masih logis. Dalam hal ini, kita akan meninjau grafik GBP/USD pada time frame 1 jam (H1). Tampilannya seperti berikut:

Cara Memperbesar Risk/Reward

Grafik GBP/USD H1 menunjukkan pergerakan harga uptrend secara nyata. Setelah ditarik garis tren, tampak pergerakan harga dalam pola Engulfing di grafik Daily tadi telah menembus (break) garis tren pada chart H1 ini (lingkaran warna biru muda). Penembusan itu juga telah di-retest oleh beberapa batang candle selanjutnya yang menguatkan arah downtrend. Selain itu, tiga bar berikutnya setelah penembusan garis tren pun menunjukkan pola Triangle (segitiga warna hijau) yang dalam hal ini mengisyaratkan penerusan tren (downtrend).

Nah, dalam konteks seperti itu, bagaimana peluang memodifikasi entry dan kemungkinan mengubah stop loss atau target profit demi memperbesar rasio risk/reward kita?

Setelah membandingkan grafik H1 dan Daily, sebaiknya kita tidak mengubah level entry. Akan tetapi, kita bisa memodifikasi besar stop loss hingga ke atas garis tren dan pola Triangle-nya, atau sekitar 45 pip. Jadi dibandingkan dengan hanya melihat grafik Daily dengan rasior risk/reward 1:1 dan stop loss 105 pip, sekarang kita bisa memperkecil stop loss menjadi 45 pip (target profit tetap +105 pip sesuai grafik Daily). Hasilnya, kita telah memperbesar rasio risk/reward menjadi lebih dari 1:2.

Kita bisa percaya bahwa trade ini akan tetap aman karena sinyal trading yang cukup valid saat kita masuk pada time frame Daily. Yang kita lakukan hanya mengubah besarnya stop loss pada time frame 1 jam, dan ini masih logis. Selain itu, ada jaminan harga tidak akan berbalik arah dengan cepat berkat kemunculan pola Triangle serta penembusan garis tren yang sudah di-retest pada time frame 1 jam.

 

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa trader bisa memperoleh manfaat tambahan dengan memeriksa pergerakan harga dalam grafik time frame lain. Faktanya, kita bisa memperbesar rasio risk/reward dengan melihat pola pergerakan harga pada time frame yang lebih rendah. Teknis memperbesar rasio risk/reward seperti ini tidak memaksa kita menanggung potensi rugi lebih besar maupun memperkecil probabilitas profit kita.

 

Apakah Anda tertarik untuk mendalami tips & trik trading dengan beragam time frame? Simak juga artikel "Cara Trading Multi Time Frame dengan Stochastics".

103728

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Abdul Mh
mantap gan infonya
Seputarforex

Terima kasih gan @Abduh Mh.

Salam sukses.

Iksan Drj
rada ambigu pernyataan terakirnya. mungkin maksudx dalam memperbesar riskreward ratio dengan memperbesar stop loss itu probabilitas profitnya nggak secara otomatis mengecil?
Andy101
Baru tahu kalau memperbesar rasio risk reward bisa diambil dari analisa time frame yang lebih pendek. Nice info, tapi apa pengamatannya mesti diambil dari analisa candlestick aja? Apa g bisa dilihat dari indikator teknikal lain?
Hafiz Kurnia
@Andy: Sepertinya ndak harus spt itu gan, asal sinyall trading dr indikatornya kuat sptnya bisa dijadikan analisa juga untuk memperbesar rasio risk rewardnya. Selaen tu pengamatan dri time frame yg lebih pendek cuman salah satu cara yg paling efektif ja. Mungkin msh ada teknik lain yg bisa dipakai memperbesar rasio ni.
Andy101
Kalau ada cara lain memperbear rasio risk reward ini kayaknya menarik untuk disimak buat pengaturan manajemen resiko trading. Masalahnya ane kurang begitu cocok sama pengamatan pola candlestick jadi kayaknya mesti cari peluang memperbesar rasio ini dengan cara lain. Mungkin dari agan2 trader bisa di share artikel dan info2 soal memperbesar rasio risk reward ini...
Hafiz Kurnia
@Andy: Bahas di forum ja bro sptnya lebih asik
Martin S
@ Iksan Drj: .. dengan memperbesar risk/reward ratio tidak berarti kita mesti memperbesar stop loss atau memperkecil probabilitas profit kita.”, maksudnya stop loss kita tidak harus besar, dan dengan menggunakan metode seperti pada artikel ini stop loss-nya bisa lebih kecil, tanpa memperkecil (mengurangi) probabilitas profit yang akan kita peroleh.
Martin S
@ andy101: Bisa banget.. justru sebenarnya dianjurkan juga untuk mengkonfirmasikan dengan indikator teknikal seperti indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI dsb), agar sinyal yang Anda dapatkan valid. Kalau Anda tidak cocok dengan price action (pengamatan formasi candlestick), Anda juga bisa menggunakan analisa dengan Fibonacci (retracement atau expansion) dikombinasikan dengan indikator. Perlu diketahui dengan cara seperti pada artikel ini sama saja Anda trading pada time frame H1, dengan referensi tf daily, jadi akurasinya juga sesuai dengan tf H1.

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone