Cara Menentukan Titik Support Dan Resistance

125269

Bagaimana cara menentukan titik Support dan Resistance dalam forex? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Menentukan titik Support (S) dan Resistance (R) yang tepat terkadang susah dilakukan. Kenapa? Banyak alasan yang bisa diberikan, dimana salah satunya adalah mungkin trader belum mengenal betul tentang apa itu SR dan cara menentukannya.

Sebagai seorang trader, menentukan titik Support dan Resistance merupakan salah satu basic skill yang wajib Anda kuasai. Kedua level ini adalah tempat dimana terdapat kecenderungan harga akan bergerak secara signifikan. Masing-masing tempat telah memiliki bias-bias tertentu, dan apabila bias itu sejalan dengan keinginan pelaku pasar, maka terjadilah pergerakan-pergerakan yang sering dikenal dengan Breakout dan Rejection.

menentukan-titik-support-dan-resistance

 

Konsep Dasar Support Dan Resistance

Titik Support, atau sering dikenal dengan "lantai" market, didefinisikan sebagai batas bawah suatu pergerakan menurun pada pasar. Saat harga mampu mencapai titik Support, maka bias yang muncul adalah harga akan kembali naik. Begitu pula sebaliknya, titik Resistance atau "Atap" Market didefinikasikan sebagai batas atas pergerakan naik pada pasar. Pasar akan memunculkan bias Bearish ketika harga mampu mencapai level ini.

menentukan-titik-support-dan-resistance-2

Jika ditinjau dari sisi lain, titik Support dan Resistance ini sebenarnya menggambarkan tempat-tempat dimana dorongan harga terjadi karenaterjadinya pertukaran kekuatan antara penjual (seller) dan pembeli (buyer). Misalkan saat EUR/USD turun menuju suatu level Support Daily, maka terjadi Rejection yang ditandai dengan munculnya Candlestick Pin Bar. Rejection ini menunjukkan 2 hal, yaitu:

  1. Banyak seller yang telah melepaskan posisinya.
  2. Banyak buyer yang telah masuk ke dalam pasar.

Jika dihubungkan lebih dalam, SR sebenarnya berhubungan dengan Supply And Demand pada pasar. Titik Support sama dengan zona Demand, sedangkan titik Resistance sama dengan zona Supply.

menentukan-titik-support-dan-resistance

(Baca juga: Trading Dengan Zona Supply And Demand Like A Pro)

 

Mengapa Bisa Ada Titik Support Dan Resistance?

Titik-titik Support dan Resistance sebenarnya bukan tempat ajaib yang bisa menyebabkan harga bergerak naik maupun turun. Titik-titik Support dan Resistance ini sejatinya merupakan cerminan dari psikologi para pelaku pasar sendiri. Pelaku pasar di sini dibagi menjadi 3, yaitu buyer, seller, dan trader yang diam atau tidak memasang posisi apapun.

Misalkan, harga suatu pasangan mata uang telah mengalami penurunan hingga pada titik Support kuat, kemudian berbalik naik secara signifikan. Kenaikan dari level support ini memunculkan 2 jenis psikologi pada pelaku trader, yang berupa:

  1. Fear: Rasa takut ini muncul dari para trader yang sudah terlanjur masuk posisi Sell saat itu. Biasanya, trader-trader ini berharap harga setidaknya dapat turun kembali ke BEP agar posisinya bisa ditutup, sebelum berpindah haluan menjadi seorang buyer.
  2. Greed: Rasa serakah ini muncul dari para trader yang masuk posisi Buy saat itu. Biasanya, trader-trader ini menyesal tidak membeli lebih banyak saat harga turun. Mereka akan berharap agar harga dapat turun lagi untuk menambah keuntungan dari posisi Buy-nya.

Meski keduanya berbeda, masing-masing trader berharap mendapatkan "kesempatan kedua" untuk dapat membeli kembali pasangan mata uang tersebut. Rasa harap yang timbul dari sifat tamak dan takut inilah yang menyebabkan harga terpantul pada titik-titik tertentu dalam market.

menentukan-titik-support-dan-resistance-4

Sebenarnya ada banyak sekali cara untuk menentukan titik Support dan Resistance. Beberapa ekstrimis teknikal bahkan beranggapan bahwa harga mampu berhenti dan membentuk 1 Candlestick karena ada titik Support dan Resistance di level itu. Namun, pada kesempatan kali ini hanya akan di bahas 3 buah metode yang paling sering digunakan. Metode tersebut adalah Visual, perhitungan, serta penggunaan indikator.

 

Menentukan Titik Support Dan Resistance Dengan Pengamatan Visual

Cara pertama untuk menentukan titik Support dan Resistance adalah dengan menghubungkan nilai High/Low. Metode ini merupakan salah satu metode paling sederhana dalam menentukan titik Support dan Resistance. Perhatikan gambar di bawah ini untuk keterangan lebih jelasnya:

menentukan-titik-support-dan-resistance-6

Simpelnya, Anda cukup memperhatikan titik-titik dimana banyak terjadi Rejection pada level tersebut. Anda juga dibebaskan menggunakan Ekor maupun Body sebagai patokan untuk menarik garis. Semakin sering harga ditolak dari suatu level tersebut maka semakin kuat pula status titik Support atau Resistance tersebut.

Selain dengan garis horizontal, terdapat pula cara visual lain dalam menentukan titik Support dan Resistance. Cara ini digunakan dalam menggambar Trendline Channel. Upper Channel menjadi titik Resistance, sedangkan Lower Channel menjadi Support-nya. Pendekatan ini sedikit berbeda, mengingat agar suatu Channel terbentuk terdapat syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.

(Baca juga: Menggambar Channel Untuk Mengetahui Tren Forex)

Pengamatan secara visual lain pada pasar adalah Round Number. Metode menentukan titik Support dan Resistance ini menjelaskan bahwa suatu level dengan angka bulat dan mudah diingat, berpotensi menjadi level yang kuat. Angka-angka bulat ini juga sering disebut dengan level psikologis pasar.

 

Menghitung Sendiri Titik Support Dan Resistance

Cara lain dalam menentikan titik support dan resistance adalah dengan menghitungnya. Cara ini memang sedikit memakan waktu jika dilakukan sendiri. Namun berkat kemajuan zaman, telah banyak alat-alat penyedia perhitungan praktis untuk menghasilkan Support dan Resistance yang ideal. Perhitungan titik Support dan Resistance dengan metode perhitungan ini biasanya digunakan dalam trading menggunakan Pivot Point.

(Baca juga: Cara Mengidentifikasi Pasar Dengan Pivot Point)

Perhitungan ini diambil dari nilai-nilai seperti High (harga tertinggi), Close (harga penutupan), serta Low (harga terendah) pada Chart. Kelebihan utama dari metode perhitungan ini adalah, kemudahan untuk analisa pada beberapa time frame sekaligus. Berikut rumus yang sering digunakan dalam perhitungan titik Support dan Resistance.

 

Pivot Point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan)/3

Level Resistance pertama (R1) = (2 x PP) - harga terendah

Level Support pertama (S1) = (2 x PP) - harga tertinggi

Level R2 = PP + (harga tertinggi - harga terendah)

Level S2 = PP - (harga tertinggi - harga terendah)

Level R3 = harga tertinggi + 2 x (PP- harga terendah)

Level S3 = harga terendah - 2 x (harga tertinggi - PP)

 

Seperti yang Anda dapat lihat di atas, basis perhitungannya bergantung pada Pivot Point dalam suatu periode waktu. Dari nilai Pivot itulah nilai-nilai seperti R1 dan S1 dapat ditentukan. Dalam penggunananya, terdapat pula R2 dan R3 serta S2 dan S3. Masing-masing level ini memiliki tingkat validitas dan kekuatan yang berbeda-beda pula. Ajaibnya, nilai-nilai ini biasanya tidak jauh berbeda dengan kisaran yang didapatkan dari data visual. Kedekatan ini dianggap bisa mengeliminasi bias-bias subjektif yang akan timbul saat menentukan titik Support dan Resistance dengan visual.

 

Menentukan Titik Support Dan Resistance Dengan Indikator

Cara paling gampang dalam menentukan titik Support dan Resistance adalah menggunakan indikator yang telah tersedia pada Metatrader, maupun platform trading lainnya. Indikator dapat menjadi titik Support dan Resistance ideal, karena indikator sendiri dihitung dan didapatkan dari kalkulasi yang menggunakan harga serta waktu sebagai variabelnya, terutama indikator-indikator turunan pertama dari harga seperti Moving Average. Berikut beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan titik Support dan Resistance.

 

Moving Average

Moving Average merupakan salah satu indikator yang sangat sering digunakan untuk menentukan titik Support dan Resistance, mengingat posisinya sebagai turunan langsung dari harga. Moving Average dihitung dari rata-rata pergerakan harga selama periode waktu tertentu. Namun tidak semua Moving Average juga dapat digunakan sebagai titik Support dan Resistance. Kecenderungannya, semakin kecil periode Moving Average itu, maka semakin kecil pula kekuatan yang terkandung di sana. Moving Average yang terkenal ampuh sebagai titik Support dan Resitance sendiri adalah SMA-50, SMA-100, dan SMA-200.

menentukan-titik-support-dan-resistance

(Baca juga: Cara Melihat Support Dan Resistance Dengan MA 200)

 

Bollinger Bands

Bollinger Bands merupakan salah satu indikator terkenal lain yang sering digunakan oleh trader di seluruh dunia. Indikator ini seringnya digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dalam periode waktu tertentu. Namun tahukah Anda jika Bollinger Bands juga dapat digunakan sebagai titik Support dan Resistance?

menentukan-titik-support-dan-resistance

(Baca juga: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands)

Bollinger Bands sering digunakan untuk menentukan titik Support dan Resistance saat fluktuasi garis-garisnya dalam keadaan mendatar. BB mendatar atau Flat adalah keadaan saat harga berada dalam kondisi Sideways. Pada keadaan seperti ini, Mid, Low dan Top BB akan terlihat sangat datar dan sejajar satu sama lain. Saat-saat inilah garis-garis Top dan Low BB bisa menjadi Support dan Resistance.

 

Penutup

Selain beberapa cara dan indikator di atas, masih terdapat banyak sekali cara menentukan titik Support dan Resistance dalam market. Meskipun ada banyak caranya, tetap saja kebanyakan trader lebih sering memanfaatkan visual saja sebagai patokan dalam menentukan titik Support dan Resistance. Oleh karena itu, jika ingin berlatih menempatkan titik Support dan Resistance dengan baik, latihlah dengan baik kemampuan visual Anda dalam membedakan titik balik di grafik.

Ingin belajar lebih lanjut? Anda bisa menambah wawasan dan pengetahuan dengan menonton video di bawah ini. Video ini menjelaskan dengan detail, bagaimana cara menentukan titik Support dan Resistance yang kuat dalam pasar.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.


Kim Ta Bok
numpang ngasih saran hehe. sebaiknya waktu candle menemui titik support, lihat juga apa candle mengalami pelemahan ukuran n apa ada buntut2 dari candle yang cukup panjang . biasanya dengan adanya pelemahan candle yg mendekati S/R biasanya bakal balik arah
Sukarnie
iya bener, paling mantab kalo strategi support/resistance emang digabungin sama price action. tapi ane juga rada bingung sama maksud agan, candle melemah itu kaya apa ya? kalo yang shadownya panjang sih ane dah tau. tapi kalo yg melemah itu belum pernah nemu ane istilah yg kaya begitu. melemah apa sama kaya body candle-nya makin kecil? gampangan disebutin langsung gan nama candle-nya, tipe doji, pin bar dll. kalo mw buka buku candlestick biar langsung dapet maksudnya hehe
Ardi Firnansyah
kalau pelemahan ukuran mungkin maksudnya body candle yang semakin mengecil di area support atau resistance. dalam teori price action ini bisa jadi sinyal pelemahan tren. tapi dari banyak penjelasan yang ada tentang candle dan support resistance, panjang sumbu sepertinya lebih diperhatikan daripada besar tubuh candle.
Mas Sinar
diskusi di forum tanya jawab analisa teknikal ini aja guys.
Fxflash
hehe maen buntut - buntut ajah neh si agan kim ta bok wkkwkwkw XD... namanya mani kim ta bok gannn XD. ane mo nanya juga, agan kayaqnya jago soal pola candle. klo candle doji pengaruhnya besar kah? ane kurang memahami trading dengan menggunakan pola candle. soalnya ane liat banyak yang terlihat trend pembalikan dari pola candle tapi ternyata harga tetep terbang :(
Muhaimin Adi
Saya perhatikan doji ini adalah salah satu pola candle yang paling banyak dbahas dan dipelajari, entah karena peluangnya yang menjanjikan atau karena ini yang paling umum ditemui dalam chart. Pengaruhnya besar karena bentuk candle bisa menggambarkan keadaan pasar yang sebenarnya, dan karakter doji yang memiliki bentuk candle sangat kecil dengan sumbu panjang menandakan konsolidasi pasar, dengan model pemanjangan sumbu yang berbeda-beda untuk menandakan arah selanjutnya.

Emang Lebay
Yaemang tiap metode itu ada kemungkinan meleset.
Ndak realistis kalo agan pake pola candle terus ngarep bisa kena terus ordernya.
Susahnya pola candle ya disini ini.

Butuh pengalaman buat ngantisipasi fake signal makanya kalau agan cari tentang strategi candle pasti banyak yg kasih kombinasi2 sama indikator laen buat konfirmasi.
Satu contohnya ya support ama resistan ini, jelas kalau ada price action di level2 penting support ato resistan kanbisa dijadiin sinyal tuh.

Tapi ini ya tergantung kecocokan tradernya.
Cz gg semua trader pastinya cocok analisa pake pola candle.
Ridwan Arieff
Koq mlh pd bhs soal price action si? ane mlh ngrasa ni pnjlsn krg bgt krn bhsn sr tuh buanyak macemx. Diliat dr sifatny yg msh perkiraan ja tuh udh bs bgt bkn bertanya2, kl cmn perkiraan knp dbilang akurat n bnyk yg make? N ada jg yg udah pinter makenya. Kl msh skls trdr nubi aja jls gbs kira2 sndr kn? Berarti mstiny ni indikator cocok bwt yg dah brpnglmn ja. G cocok dikasih ke pemula yg msh liat chart ja kdg suka bngung sndr.
Nurdi Alimin
belum tentu support dan resistance menjadi indikator yang sulit untuk pemula. banyak macam indikator yang bisa dijadikan sebagai penentu support dan resistance, dan yang paling sederhana adalah dengan mengukur level-level harga tertinggi dan terendah. dari sini trader yang tertarik menggunakan support dan resistance bisa belajar dan melatih analisanya. ditambah lagi level harga dan tertinggi tentunya bukan sekedar perkiraan, melainkan data yang sifatnya real dan objektif. dengan semakin terbiasanya seorang trader menggunakan analisa support dan resistance, maka bukan barang sulit baginya untuk mengartikan pergerakan harga dengan memperkirakan sendiri level support dan resistance.
Juna Satyo
good explanation tentang support & resistance. mantap bos!!!
Jeki Irul M
Mau menambahkan boleh ya???
mungkin untuk lebih lengkapnya, tdk cuma menjelaskan cr menarik titik sr dari metode visual sj,
tp juga ada cr lain sprti menggunakan fibo, pivot point, juga sr dinamis sprti ma & bollinger bands.
Ahmad Pramudya
ya betul gan. kadang perlu juga tuh belajar cara sr lain... cz kalo ditarik sendiri cenderung subjektif. iya kalo yg narik udah banyak pengalaman liat chart. lha kalo nubi, mana bisa diandalkan hasil tarikan sr nya. emang sih sekilas rada gampang mau narik sr sendiri, tinggal liat mana ujung2 candle yg bisa dihubungkan. tapi sr juga ada yg valid ada yg enggak. buat tau syarat2 n cara konfirmasi tentu butuh banyak latihan n pengalaman. makanya kadang kita juga perlu pertimbangin belajar sama sr2 lain macam fb ato pp...
Bahri
Kalau support resistance tak bole terlalu panjang/pendek, berarti kita cuman bole analisa di 1 timeframe aja dong? Soalx gw liat tiap ganti timeframe, jarak support resistance bakal berubah mengecil ato membersar - kalo di timeframe yg lebih kecil support resistance makin membesar, kalo di timeframe lebih besar jarak support resistance makin mengecil - so idealnya kita selalu pake timeframe yg sama ya biar jarak support resistancenya selalu stabil?
Candra Perdana
Alasan mengapa support dan resistance sebaiknya tidak terlalu panjang atau pendek adalah supaya trader bisa menentukan level entry dengan lebih baik. Bahkan dalam sistem trading yang menggunakan banyak time frame sekaligus pun, trader hanya menentukan posisi entry di satu timeframe yang dianggapnya paling ideal. Jika dipelajari lagi, fungsi mengamati time frame lebih tinggi di analisa multiple time frame adalah untuk melihat tren jangka panjang guna mengkonfirmasi posisi entry yang ditentukan di time frame lain. Jadi sr tetap bisa digunakan dalam analisa seperti ini, tepatnya untuk ditempatkan di time frame yang dianalisa untuk mencari titik entry.
Moses
Support dan Resistance merupakan bagian terpenting dalam menentukan titik tertinggi dan titik terendah harga. Para teknikalis wajib tahu ini.