Cara Menggunakan Moving Average Dalam Trading Forex

137968

Semakin pendek periode waktu moving average, semakin cepat indikator ini bereaksi terhadap perubahan arah trend.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Moving average memperjelas arah trend dengan memperhalus fluktuasi pergerakan harga. Hal ini dilakukan dengan mengambil rata-rata dari penutupan harga selama periode tertentu. Misalnya simple moving average (sma) 50-day akan menjumlahkan harga penutupan selama 50 hari terakhir dan dibagi dengan 50. Harga rata-rata dinamakan moving karena menghitung harga rata-rata baru pada setiap bar harga. Untuk sma 50-day, setiap harinya harga penutupan baru akan ditambahkan ke harga total sementara harga awal akan dikurangkan hingga jumlah harga penutupan yang diperhitungkan tetap selama 50 hari.

Periode moving average yang populer digunakan dalam trading forex adalah 5-day (data harga penutupan dalam seminggu), 20-day (data harga penutupan sekitar sebulan), 50-day, 100-day dan 200-day. Semakin pendek periode waktu moving average semakin cepat indikator ini bereaksi terhadap perubahan arah trend. Semakin panjang periode waktunya semakin besar efek penghalusan (smoothing), yang ditunjukkan dengan sedikitnya kesalahan sinyal-sinyal yang dihasilkan (whipsaws). Sama dengan garis trend, sudut garis indikator moving average menunjukkan kekuatan arah trend saat ini.Indikator moving average sering disebut juga dengan garis trend otomatis (automated trendline). Setiap periode moving average menunjukkan tingkat trend yang berbeda-beda.

Moving Average Dalam Trading

Disamping sma, jenis moving average lainnya yang populer adalah exponential moving average (ema). Ema memberikan bobot lebih pada perubahan harga yang terakhir sehingga lebih tanggap (responsif) terhadap arah perubahan harga. Contoh berikut menggambarkan perbandingan antara sma dan ema:

Moving Average Dalam Trading

Dalam prakteknya, para analis sering menggunakan tiga indikator moving average dengan periode yang berbeda-beda. Satu moving average untuk trend jangka pendek (misalnya 5-day), satu lagi untuk trend jangka menengah (misalnya 50-day) dan yang ketiga untuk trend jangka panjang (biasanya 200-day). Moving average memberikan sinyal dari interaksi antar garis indikator tersebut atau antara garis indikator dengan pergerakan harga. Jika Anda menggunakan sebuah indikator moving average, sinyal buy dihasilkan saat penutupan harga berada diatas garis indikator, dan sinyal sell terjadi saat penutupan harga dibawah garis indikator. Moving average dengan periode waktu yang lebih panjang (misalnya sma 100-day) sering kali menunjukkan level-level support (pada uptrend) atau resistance (pada downtrend) yang cukup kuat.

Moving Average Dalam Trading

Jika Anda menggunakan dua buah moving average dengan periode yang berbeda, misalnya 5-day dan 21-day maka sinyal buy terjadi bila periode moving average yang lebih pendek memotong periode yang lebih panjang kearah atas, dan sinyal sell terjadi jika periode yang lebih pendek memotong periode yang lebih panjang kearah bawah. Untuk konfirmasi, Anda bisa menggunakan indikator MACD untuk mengantisipasi perpotongan garis kedua indikator tersebut. Contoh kombinasi dua moving average yang populer adalah 5 dan 21-day, 5 dan 55-day, 5 dan 100-day, dan 50 dan 200-day.

Moving Average Dalam Trading

Karena moving average terbilang sederhana dan cukup obyektif dalam menentukan trend, maka indikator ini sering digunakan sebagai acuan dalam trading forex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Tri_warsono
trims saran2nya, untuk indikator tren memang ma yang paling banyak digunakan karena kemudahan analisanya. kalo sudah ada saran tentang kombinasi periode yg paling baik untung masang garis2 ma jadi berkurang bingungnya
Burhan Prasetyo
Biasax ane kurang suka sama indi yang suka bikin tampilan di chart tambah ribet. Tapi ma ini emang bener2 perlu buat sinyal entri, apalagi kalo bisa nebak perpotongan garis2nya dg bener itu bisa bgt diandalkan bwt trading tiap kali mau entri position.
Yulisasongko
bgaimn mksudnya klo mvng average dgn priode wkt yg lbh pnjng bs dgnkn sbg level2 sr? bknkah ini utk mngenali trsn saja? dn klo sbg sr apa g trlalu lbt mvng average ini?
Bambang Priyono
Justru karena pergerakannya yang lebih lambat dalam merespon harga, moving average dengan periode yang lebih panjang akan lebih stabil jika digunakan sebagai level support dan resistan. Dalam hal ini, jika MA dengan periode yang panjang bergerak di bawah harga, maka akan berfungsi sebagai support, sedangkan MA yang berada di atas pembentukan harga bisa bertindak sebagai resistan. Tentu saja harga akan bergerak lebih dulu daripada pembentukan garis MA, tetapi jika harga berhasil breakout dari level support atau resistan yang terbentuk dari garis MA ini, itu bisa dijadikan indikasi sebagai sinyal entri.
Yulisasongko
ane msh lbh suka ambil sr dr fibo, kesannya lbh nyata, lbh gmpng diamati, dn brsifat leading. mvng average ttp dijlnkn sbg indiktr tren ja sbnrnya sdh bnyk bntu utk nunjukin posisi msk yg sesuai
Tanjung Istiana
Berapa value indikator MA yang harus saya isi, banyak sumber yang menyarankan value indikator MA dengan berbagai angka, yang benar yang mana? ada yg bilang pakai angka fibonacci, ada yg bilang pakai ma 20 dan 200. Yang benar yg mana?
Seputarforex
Untuk menentukan nilai MA dan cara menggunakan indikator MA ini, Anda bisa membaca di artikel kami mengenai Indikator Moving Averages.