Advertisement

iklan

Cara Menghindari Kecanduan Trading

Penulis

+ -

Trading memang menggiurkan. Namun jika dilakukan secara berlebihan, trading bisa menyebabkan kecanduan. Lalu, bagaimana cara menghindari kecanduan trading?

iklan

iklan

Akhir-akhir ini, trading menjadi semakin populer sebagai sumber penghasilan tambahan. Akibat lockdown selama pandemi Corona, orang-orang mulai mencari kesibukan baru dengan mencoba day trading.

Setelah aplikasi-aplikasi mobile semakin merajalela, aktivitas trading menjadi lebih mudah dilakukan. Maka tak heranbila banyak orang mulai terpikat untuk terjun ke dunia trading dengan harapan meraup profit berlimpah.

Sayangnya, meski trading dapat membuat Anda meraup ekstra cuan, tetapi bisa saja berakhir tragis. Bila tidak terkontrol, tak hanya akun, tapi juga psikologi Anda ikut terganggu.

cara menghindari kecanduan trading

Para day trader pemula rentan mengalami berbagai kondisi psikologis seperti FOMO, overleveraging, hingga kecanduan trading. Apakah Anda salah satunya? Bagaimana ya cara menghindari kecanduan trading itu?

 

Gejala Kecanduan Trading

Pernahkah Anda mendengar cerita seorang day trader yang kapitalnya sudah ambles tiga kali berturut-turut, namun masih nekat membuka akun live baru? Ia bahkan memakai leverage tinggi karena percaya bahwa sikap overtrading-nya suatu saat akan membuahkan profit.

Parahnya, day trader ini memiliki keluarga untuk dinafkahi. Tak peduli berapa banyak uang telah hilang, ia tidak berkeinginan mempelajari pasar secara menyeluruh dan merevisi rencana trading. Ia justru menggunakan tabungan keluarga sebagai deposit saat membuka akun baru.

Kasus seperti itu tidak terjadi pada satu-dua orang saja, tapi ada banyak di luar sana. Dampak kecanduan trading bisa sangat menyeramkan, bukan?

Perilaku kecanduan trading biasanya ditunjukkan oleh trader yang terus trading tanpa mempedulikan seberapa besar konsekuensi negatif yang ditimbulkannya. Trader yang sudah kecanduan jadi susah mengerem hawa nafsu meski kehidupannya jadi berantakan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah Anda sudah memasuki fase kecanduan atau hanya sekedar excited? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sebaiknya Anda tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah saya sering mendapati diri masih trading bahkan setelah mengatakan pada diri sendiri untuk berhenti?
  • Apakah trading menimbulkan masalah dalam hubungan saya dengan orang lain?
  • Apakah trading menyebabkan saya mengalami masalah keuangan?
  • Pernahkah saya diberitahu bahwa saya terlalu sering trading dan harus berhenti?
  • Apakah saya menganggap diri saya sebagai pengambil risiko besar, dan bertaruh lebih dari rencana awal?
  • Pernahkah saya mencoba meminimalisir kerugian dengan meningkatkan posisi?
  • Apakah ada saat-saat di mana saya trading hanya karena bosan?
  • Apakah saya merasakan sakit karena rugi lebih besar daripada perasaan senang ketika profit?

Jika Anda menjawab ya untuk semua atau sebagian besar pertanyaan di atas, harap tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri. Anda mungkin sudah berada di level kecanduan trading.

 

Bagaimana Cara Menghindari Kecanduan Trading?

Cara menghindari kecanduan trading yang pertama ialah memahami tanda-tanda peringatan lewat pertanyaan-pertanyaan di atas. Mungkin Anda masih bertanya-tanya, kok bisa trading membuat ketagihan?

  • Trading tidak membutuhkan banyak biaya. Sekarang sudah banyak broker menawarkan minimal deposit sangat rendah.
  • Anda dapat melakukan trading sesuai kemampuan, syarat, dan ketentuan yang sesuai dengan preferensi.
  • Akses pasar semakin mudah.
  • Adanya adrenaline rush ketika Anda menang.

Meski hobi trading, bukan berarti Anda otomatis ketagihan trading. Namun jika Anda memilih trading dibandingkan melakukan hal penting lainnya, maka Anda harus waspada. Untuk itu, beberapa cara berikut ini bisa dicoba agar kecanduan trading tidak semakin parah.

 

Istirahat Sejenak

Cara menghindari kecanduan trading bisa dimulai dengan meninggalkan monitor Anda sebentar dan manjakan diri beberapa hari untuk berlibur atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Anda juga bisa berolahraga, atau mungkin duduk dan menonton Netflix. Apa pun yang Anda lakukan, pastikan untuk menjauhkan diri sementara waktu dari chart-chart trading.

Layaknya seorang atlet, trader juga butuh waktu istirahat. Hal ini akan memberi kesempatan bagi pikiran untuk pulih dari stress sehingga membantu Anda kembali trading dengan lebih segar dan penuh semangat.

 

Membuat Jurnal Trading

Seringkali, mereka yang kecanduan tidak menyadari kondisinya. Dengan memiliki jurnal trading, Anda akan menulis semua ide, pemikiran, dan tindakan sehingga mudah untuk melihat apakah sudah terlalu banyak pasang posisi atau tidak.

Jurnal trading memungkinkan Anda mencatat semua hal yang ditemukan dan dilakukan selama trading. Anda pun jadi sadar mengenali trading setup dan pemicu emosi di balik setiap transaksi. Selain itu, mendokumentasikan setiap transaksi juga dapat membantu mendeteksi kekuatan dan kelemahan Anda sebagai trader, lho.

 

Ketahui Batasan Anda

Tetapkan kerugian trading maksimum, mungkin antara 1-3% per hari. Hal tersebut bakal membantu mengendalikan aktivitas trading Anda. Ingat, prioritas utama adalah menjaga kapital sehingga cukup sebagai modal trading di lain hari.

Setiap trader diharuskan menggunakan sistem loss limit agar bisa membatasi kerugian dari modal yang digunakan dalam satu transaksi. Setelah persentase kerugian tercapai, Anda bisa langsung berhenti trading dan segera keluar pasar secepat mungkin sebelum kerugian bertambah besar.

Baca Juga: 5 Aturan Money Management Paling Simpel Dan Populer

 

Kesimpulan

Trading berbeda dari judi karena tidak bergantung pada keberuntungan. Sebaliknya, kesuksesan trading ditentukan dari hasil analisa dan perhitungan matang. Tetapi, sama seperti judi, trading juga bisa membuat kecanduan.

Selain yang sudah dituliskan di atas, ada banyak cara menghindari kecanduan trading lainnya, seperti menghapus platform trading, aplikasi, dan memblokir situs web yang digunakan untuk trading. Bisa juga memilih agar dana Anda dipantau oleh orang tepercaya.

Namun, cara menghindari kecanduan trading yang terpenting ialah berusaha menemukan kesibukan positif lain seperti kegiatan sosial, rekreasi atau terlibat dalam hobi baru. Ini akan membantu mengurangi perasaan bosan dan kesepian yang sering memicu kecanduan kambuh.

Jika Anda seorang pemula yang mempertimbangkan untuk trading tapi khawatir apakah jenis investasi ini bisa menyebabkan Anda ketagihan, cobalah masuk ke pasar menggunakan akun demo terlebih dahulu. Sesudah melakukan beberapa transaksi, rasakan apakah trading justru membuat stress atau sejalan dengan passion Anda.

 

Tak hanya cara menghindari kecanduan trading, tapi Anda juga harus paham akan Sindrom King Kong yang kerap dialami trader. Apa itu Sindrom King Kong dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

297689
Penulis

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah. Kini tengah sibuk melanjutkan kuliah di jurusan Media Komunikasi Universitas Airlangga sekaligus menjadi jurnalis seputarforex.com