Cara Menghitung Stop Loss Ideal Menurut Kondisi Pasar

288947

Pemasangan Stop Loss ideal tidak hanya ditentukan berdasarkan uang yang direlakan untuk hilang, tapi juga dengan benar-benar melihat situasi dan kondisi pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menentukan kisaran Stop Loss ideal bukanlah perkara mudah dalam trading forex. Banyak orang menentukan Stop Loss berdasarkan persentase semata. Persentase ini pun beragam, dengan nominal yang populer dirisikokan adalah 2 persen dari modal.

Persentase risiko inilah yang kemudian dipakai para trader untuk meletakan Stop Loss-nya. Contohnya, Anda memiliki akun trading forex dengan Balance sebesar 10,000 USD dan merisikokan 2 persen dari jumlah Balance tersebut. Ini artinya, Anda menyanggupi risiko sebesar 200 USD dalam trading.

stop loss ideal

(Baca Juga: Cara Pasang Stop Loss Di Metatrader 4)

Sekarang, mari melakukan perhitungan secara cepat, 200 USD setara dengan pergerakan 20 Pips dalam satu perdagangan menggunakan Lot sebesar 1.00. Jadi Stop Loss harus diletakan 20 Pips supaya Anda memiliki risiko perdagangan sebesar 2 persen.

Dilihat dari batas toleransi risiko, Anda sudah melakukan proses menempatkan Stop Loss dengan benar. Namun, apakah cara menentukan Stop Loss dengan model seperti ini cukup efektif?

Sayang sekali jawabannya adalah BELUM TENTU!

 

Pentingnya Mengetahui Stop Loss Ideal

Dikutip dari ForexTradingStrategies, berikut adalah alasan kenapa metode sederhana di atas belum bisa disebut sebagai pemasangan Stop Loss ideal. Katakanlah Anda membuka posisi pada GBP/USD dan menempatkan Stop Loss di kisaran 20 Pips dari harga Entry. 

Tidakkah Anda merasa bahwa Stop Loss ini ditentukan hanya berdasarkan pada seberapa besar uang yang direlakan semata? Sadarkah bahwa Anda telah abai dalam mempertimbangkan situasi pasar ketika menempatkan Stop Loss? 

Pikirkan baik-baik, Anda membuka akun mini dengan modal 500 USD, dan ukuran minimum yang dapat ditradingkan adalah 10,000 unit (0.10 Lot). Rencananya adalah Entry Sell pada Pair USD/CHF ketika harga menyentuh level Resistance, yaitu di level 0.95412. Risiko yang diambil adalah 4 persen dari Balance saat ini. Untuk akun mini, setiap pergerakan 1 Pip bernilai 1 USD. Jadi 4 persen dari 500 USD adalah 20 Dolar. 

Dengan asumsi risiko 4 persen, maka level Stop Loss terbesar yang bisa dilakukan hanyalah 20 Pips saja. Apakah ini adalah Stop Loss ideal yang aman? Jawabannya tidak. Amati gambar berikut:

stop loss ideal

Sudah paham kenapa Stop Loss Anda begitu mudah tersentuh? Sadarkah bahwa Anda telah melewatkan kesempatan meraih lebih dari 100 Pips? Pasalnya, setelah Stop Loss tersentuh, harga ternyata bergerak ke arah yang sesuai prediksi. Jadi, sekarang Anda seharusnya sudah sadar bahwa menentukan Stop Loss tanpa mempertimbangkan kondisi pasar hanya akan merugikan diri sendiri.

 

Memasang Stop Loss Berdasarkan Kondisi Pasar

Cara menempatkan Stop Loss itu sendiri juga ada banyak jenisnya. Di Seputarforex sudah terdapat berbagai tips menentukan Stop Loss, serta cara mengelola risiko dalam trading forex. Namun, yang akan diterapkan pada penjelasan kali ini sangatlah berbeda dengan cara-cara pada umumnya. Mengutip dari BabyPips, untuk bisa menghitung Stop Loss ideal berdasarkan situasi dan kondisi pasar, berikut cara-cara yang bisa diterapkan:

 

1. Hitung Volatilitas Pasar Dengan ATR Dan Bollinger Bands

Anda tidak dianjurkan untuk memasang Stop Loss sebelum mengetahui seberapa kencang Volatilitas pasar saat ini. Dengan mengetahui seberapa kencang volatilitas pasar, hal ini akan memudahkan Anda untuk mengatur level Stop Loss yang strategis. Bukan berdasarkan spekulasi atau bahkan pengambilan level Stop Loss secara acak.

Contohnya, ketika melakukan Swing Trading di pair EUR/USD, ketahuilah terlebih dahulu berapa rata-rata volatilitas pair ini sebelum Entry dan menentukan Stop Loss. Jika EUR/USD memiliki rata-rata pergerakan 100 Pips per hari dalam sebulan terakhir, ini artinya meletakan level Stop Loss sebesar 20 Pips berpotensi menimbulkan Exit prematur.

Lalu bagaimana cara mengukur volatilitas pasar agar bisa mengidentifikasi level Stop Loss ideal? Anda bisa memakai indikator ATR (Average True Range) dan Bollinger Bands.

 

  • ATR (Average True Range)

Average True Range merupakan indikator yang umum digunakan untuk mengetahui range pergerakan suatu pair. Dengan bantuan indikator ini, Anda akan bisa melihat berapa Pips rata-rata pergerakan suatu pair sesuai dengan periode yang dipasang.

Misalnya Anda memasukkan periode 30 di pair EUR/USD Time Frame Daily, maka ATR akan menunjukan berapa kisaran rata-rata pergerakan EUR/USD dalam 30 hari terakhir. Sama halnya ketika memasukan ATR periode 20 di pair EUR/USD Time Frame 1-Jam, maka ATR akan menunjukan kisaran rata-rata pergerakan EUR/USD dalam 20 jam terakhir.

Lalu dimana Anda akan memasang Stop Loss? Silahkan sesuaikan peletakan Stop Loss berdasarkan hasil yang ditunjukan indikator ATR. Selengkapnya bisa dilihat pada ilustrasi berikut ini:

stop loss ideal

Perhatikan pair EUR/USD Time Frame Daily di atas. Melalui indikator ATR (30), terlihat rata-rata pergerakan pair EUR/USD adalah sebesar 56 Pips per 30 Candle yang terbentuk. Jika berniat untuk Open Posisi di EUR/USD ini, maka level Stop Loss ideal adalah sekitar 56 Pips

Opsi lainnya, gunakanlah Risk Rewards 1:1. Apabila ATR (30) menunjukan pergerakan rata-rata 56 Pips, Anda bisa mengatur Stop Loss sebesar 28 Pips dan Take Profits 28 Pips dari harga Entry saat ini.

 

  • Bollinger Bands

Indikator Bollinger Bands merupakan alat bantu teknikal alternatif yang bisa membantu Anda menemukan letak Stop Loss ideal.  Indikator ini akan membuat semacam dua band (pita) di bagian atas dan bawah Chart harga. Pita inilah yang akan memberikan gambaran tentang seberapa Volatile pergerakan pasar saat ini.

Bagaimana cara menghitung besaran Stop Loss dengan menggunakan indikator ini? Caranya cukup sederhana. Anda bisa mengukur Volatilitas pasar dengan menarik garis dari Upper Bands ke Lower Bands. Selengkapnya bisa diamati pada gambar berikut:

stop loss ideal

Setelah menarik Info Line pada Pair EUR/USD Time Frame Daily di atas, ditemukan bahwa besaran Volatilitas saat ini adalah 268 Pips. Jika hendak melakukan Open Posisi, maka besaran Stop Loss yang sebaiknya Anda gunakan adalah 268 Pips sesuai dengan takaran Volatilitas dari pengukuran Bollinger Bands.

 

2. Sesuaikan Besaran Lot Yang Ideal Untuk Stop Loss

Sebagaimana penjelasan di awal, Anda tidak dianjurkan untuk menempatkan Stop Loss hanya berdasarkan risiko uang yang direlakan untuk hilang. Namun bagaimana jika ternyata Stop Loss ideal menurut kondisi pasar ternyata berada jauh di luar jangkauan toleransi risiko Anda? Apakah Anda harus memaksakan untuk memperlebar batas toleransi risiko pribadi, sementara hal itu bisa membebani psikologi trading Anda?

Solusinya, silahkan mencari broker forex yang memungkinkan Anda untuk bisa melebarkan Stop Loss di level strategis, tapi tetap dengan risiko yang sesuai batas toleransi Anda. Broker forex yang menyediakan akun mikro bisa menjadi solusi alternatif dalam kasus ini.

Akun mikro memungkinkan Anda untuk masuk ke pasar forex dengan ukuran minimum yang ditradingkan sebesar 1,000 unit (0.01 Lot). Untuk akun mikro, setiap pergerakan 1 Pip bernilai 0.10 USD. Dengan asumsi risiko 4 persen dari Balance 500 USD, Anda tak harus memaksakan Stop Loss di kisaran 20 Pips. Sebaliknya, level Stop Loss bisa diperlebar hingga 200 Pips, karena nilainya di akun Mikro hanya sebesar 20 USD. Perhatikan gambar di bawah ini:

stop loss ideal

Pada contoh di atas, meskipun harga sempat bergerak melawan Entry Posisi, Stop Loss Anda tetap aman dan tidak terjaring. Meski Stop Loss-nya sudah diperlebar 200 Pips, dana yang dirisikokan tidak berubah, yaitu 20 USD saja. Tetap sesuai dengan batas toleransi risiko yang Anda tetapkan, bukan?

 

3. Buat Checklist Dan Jalankan Stop Loss Sesuai Rencana

Sebagai tambahan informasi, mengutip dari TradingStrategyGuides[dot]com, hanya sekedar menghitung Stop Loss ideal saja belumlah cukup. Dalam menghadapi kondisi pasar yang tak menentu, semua rencana harus disiapkan dengan sangat matang. Jika perlu, Anda juga sebaiknya melakukan Checklist yang berhubungan dengan pemasangan Stop Loss itu sendiri. Sejumlah komponen yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut:

  • Rencana Stop Loss seperti apa yang akan Anda pakai?
  • Sudahkah Anda mempertimbangkan kemungkinan terjadinya Market Crash? Apakah Anda hanya memiliki rencana Stop Loss saja? Bagaimana dengan rencana Cut Loss?
  • Apakah Leverage Anda sudah cukup aman? Cek dulu pengaturan Leverage di Panel Member Broker.
  • Sudahkah memasang Risk Reward Ratio yang memadai sesuai dengan kondisi pasar? Baca lagi dua poin di atas jika Anda belum tahu caranya.
  • Apakah Anda siap berkomitmen dan berpegang teguh pada Trading Plan yang sudah dibuat?

Jika semua pertanyaan di atas sudah terjawab dengan positif, maka artinya Anda berpeluang besar mendapat hasil trading yang konsisten dari penerapan Stop Loss ideal.

 

Penutup

Kini Anda sudah mengetahui betapa pentingnya memasang Stop Loss ideal. Dalam melakukan trading, buang jauh-jauh pikiran memasang Stop Loss hanya berdasarkan uang yang direlakan untuk hilang. Jangan pernah berpikir bahwa trading se-simple itu.

"Hmmm...Sepertinya di level harga ini saya akan kehilangan 100 USD. Kalau begitu saya akan pasang Stop Loss saya di sini."

Jika pemikiran di atas terbersit di benak Anda, maka itu adalah pemikiran yang salah besar. Selalu utamakan Mindset untuk memasang Stop Loss ideal di level strategis, contohnya dengan melihat Support Resistance, sinyal volatlitas dari Indikator Teknikal, dan lain sebagainya. Dengan memasang pemberhentian di level harga ideal, maka Anda akan bisa terhindar dari jaring perangkap Stop Loss Hunter atau Swing harga akibat volatilitas pasar yang tinggi.

 

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara menghitung Stop Loss ideal menurut kondisi pasar. Selain beberapa cara di atas, tahukah Anda bahwa Stop Loss juga bisa ditentukan melalui sinyal Price Action? Selengkapnya silahkan baca artikel kami berjudul: Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.