Cara Mengidentifikasi Trend Dengan Support Dan Resistance

Ada sebuah pernyataan bahwa "trend adalah teman", dari situ trader disarankan untuk lebih baik mengikutinya. Lalu bagaimana cara mengenalinya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada sebuah pernyataan bahwa "trend adalah teman", dari situ trader disarankan untuk lebih baik mengikutinya. Lalu bagaimana cara mengenalinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan menunjukkan cara mengidentifikasi trend dengan analisa teknis.

Sebelum kita mulai, perlu dijelaskan mengapa trading di kala harga trending banyak diminati trader, baik pemula maupun profesional. Trader yang berpengalaman tahu ketika mereka menemukan tren yang kuat dan sesuai dengan arah harga, maka transaksi mereka akan lebih mudah. Oleh karena itu, trader berpengalaman lebih mencari tren yang kuat untuk mendapatkan keuntungan.


Misalnya, jika pasar bergerak naik saat terjadi trend yang kuat, Anda tidak perlu memikirkan strategi apa yang cocok digunakan untuk buka posisi. Anda hanya perlu open dengan meng-klik tombol buy saja. Begitu sebaliknya, bila pasar bergerak turun saat terjadi trend kencang, apapun strategi yang Anda gunakan sebenarnya tidak penting, yang lebih penting adalah Anda hanya perlu klik sell saja. Saat terjadi trend besar ada banyak pips yang dapat Anda kumpulkan daripada Anda mencoba melawan arah trend.

Menentukan Trend

Untuk menentukan tren, cobalah untuk membuat garis support atau resistance pada chart pair yang Anda sukai, lalu tariklah sekitar 100 sampai 200 candle. Dengan cara ini, maka Anda akan lebih mudah melihat sebuah trend yang akan terjadi secara jelas dan valid. Bagaimana bisa? Teorinya, jika harga sedang melanjutkan trend, biasanya ditemukan penembusan harga support atau resistance yang dibarengi dengan tidak kembalinya harga pada titik trend sebelumnya. Coba perhatikan gambar di bawah ini:


Dari gambar diatas terlihat bahwa trend harga sebenarnya sedang naik. Garis support ditempatkan sejajar dengan low dari retracement terakhir. Ketika penurunan harga kemudian menembus garis support tersebut, maka bisa diartikan bahwa tren harga telah berubah arah, karena break pada level penting tersebut mengindikasikan kecenderungan harga untuk melanjutkan penurunannya, dan di saat yang sama juga mengkonfirmasi pembalikan arah tren.

Sebaliknya, jika penurunan sudah selesai, dan market sedang berpindah memulai pembalikan suatu trend, maka harga akan menembus titik resisten dan tidak pernah lagi menembus titik support.


Penting untuk dicatat bahwa tidak ada aturan khusus untuk mengidentifikasi support dan resisten yang digunakan untuk menganalisa trend. Satu-satunya yang dapat membantu Anda adalah dari hasil pengalaman yang selama ini Anda lakukan sendiri untuk mengetahui terjadinya titik resisten dan support lebih dini.

Ringkasan
Ada beberapa keuntungan untuk mengikuti tren yang kuat. Carilah pergerakan harga yang sedang trend paling jelas. Ada lebih dari 30 pasangan mata uang yang berbeda. Hal ini memberikan banyak peluang bagi Anda untuk dapat mencari penguatan tren di banyak pergerakan pair mata uang yang potensial.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Ivan Sulivan
mnrt ane trjdnya tren tu bkn trgntng dr pairny, tp dr sentimen psr thdp kondisi pair tu lg bgs atau enggak, ysg beda dr tiap pair itu mngkn volatilitasny, cz sbnrny tiap pair pst ada peluang utk tren, tp sbrp srng dan kpn aja tren tu trjd adlh yg bs membedkn prgrkn dr tiap pair
Hlow
dari yang gw tangkep maksud artikelnya bukan nyuruh kita cari tren di pair2 tertentu, jadi sebenernya ini udah sejalan sama yang dimaksud masta.
Halim Prasetyo
Tapi kalau trading dengan tren dari level support sm resistan akan susah karena menentukan level support dan resistan itu saja sudah berbeda jadi posisi level support dan resistannya juga akan relatif berbeda untuk tiap trader. Seperti ini akan membuat perkiraan trading jadi kurang akurat dan bergantung sm kemampuan indivdual dalam menganalisa.
M. Wicaksono
Ya makanya itu kudu banyak latihan bang
Pengen trading forex sendiri emang kesulitan itu bakal selalu ada
Kalo pengen ambil gampangnya ya invest ke trader lain aja Gampang tinggal kasih modal buat ditradingkan sama orang lain
Tapi kalo trading sendiri, bahkan cara yg dibilang paling gampang pun nantinya ada kesulitan
Kalo bukan dari sistemnya ya dari pemahaman kita, ato mental trading kita yg belum tertata, jadi dlm penerapannya masi belom maksimal
Wahyu Anggara
gampang aja tuh gan. pertamanya mungkin susah, tapi kalau udah terbiasa jadinya gampang aja. plus hasilnya juga worth it lah sama waktu & upaya yg terpakai buat belajar support resistance. yang penting semangat terus, kalopun ada nggak cocok sama metode ini, masih banyak cara mengenali tren
Abu.rmd
@halim;cara mengidentifikasi tren sih sebenernya banyak nggak cuma ini aja. banyak indikator yg bisa dipake buat ngidentifikasi ini. tapi ane rasa ini bisa bantu buat trader yg nggak suka pake lagging indikator cz dg indikator sr trader bisa lebih cepat memperkirakan ara pergerakan selanjutnya, itu pendapat ane aja sih.
Halim Prasetyo
@Abu: Bagaimanapun perlu pembiasaan bagi trader untuk dapat mengenali tren dari level support dan resistan, karena rebound atau breakout harga juga membutuhkan latihan agar dapat mengantisipasi dan menyikapinya.

sepertinya menggunakan indikator tren atau oscilator bisa menampilkan hasil analisa yang lebih baik, sementara sifat laggingnya bisa ditutupi dengan analisa konvergence divergence pada oscillator atau pengamatan pola pada candle dan pergerakan harga.
Ardian Levi
kalao cuma ngenali tren aja secara langsung juga bisa. kalao kuat kan pasti keliatan banget begitu kita buka chart yang perlu dibantu dari tren trading ini kan cara tahu kapan mulai dan berakhirx. supaya take profitx bisa lebih maksimal.
Mr Sahrul
Mendeteksi dari contoh tren yang sudah ada masih mungkin, tapi memprediksi awal dan akhir tren mustahil. Harga di masa depan ndak bisa diprediksikan secara akurat seperti itu. Salah satu cara kita mengenali dari yang sudah terjadi, sambil berharap sebisa mungkin posisi kita ndak terlalu terlambat merespon pergerakan harga. Ini kalau kita trading pakai analisa teknikal.
Slowmover
kalo menurutku sih. kita fokus di MM & MR aj. trend adalah masa lalu..op kita mo buy ato sel kan buat masa depan. so itu aj fokusny. kita kan bisa jg dpt profit jika salah trend. tinggal kita mainkan aj strategi trading kita.

inget...trading itu dinamis. salah trend lost ya udah lepasin bnyk jg yg ikut trend jg lost. bagiku tetep MM & MR lah senjata perang kita..aku mo ingetin temen-temen pemain forex di sini. para big boys aj. yg punya duit sekontainer aj gak bisa nentuin kmn hrga akan bergerak 30 detik ke dpn. so jng terpedaya oleh filosofi trend is your friend.
Thohir
saya ada setuju sama pendapat diatas, tapi ada tidak setujunya juga. memang manajemen resiko dan mm adalah senjata trading, mungkin yang paling ampuh. tapi apa kemudian lantas kita bisa mengesampingkan strategi trading dan metode analisa? manajemen resiko memang bisa meminimalisir jumlah kerugian, dan dengan mm yang tepat kita juga bisa memaksimalkan peluang keuntungan, tapi kalau tidak didukung dengan strategi yang mapan, darimana kita bisa mendapat arahan buy atau sell yang potensial? apakah bisa trading hanya dengan manajemen resiko dan mm yang bagus, tapi menanggalkan analisa2 pada potensi di pasar seperti mengikuti tren yang ada?
Achmad Wardoyo
Kenapa susah sekali mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung?
Rizal Sf
Karena tak ada satu pun yang tahu kemana pasar akan bergerak. Di sinilah platform trading membantu kita dengan berbagai tools seperti Trendline, Fibonachi, dan indikator teknikal untuk menentukan arah trend saat ini serta mengidentifikasi titik entry yang akurat.