Advertisement

iklan

Cara Mengukur Potensi Mata Uang Kripto Baru

285544

Tak ingin terjebak berinvestasi dalam koin kripto baru yang tidak potensial? Selain identitas perusahaan penerbit, ada 6 hal lain yang perlu Anda tahu.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mata uang kripto sedikit demi sedikit mulai diminati di sektor keuangan, terutama untuk media transaksi dan investasi. Meskipun ada beberapa pasang surut dari Bitcoin yang merupakan mata uang kripto andalan, pengguna kripto tetap antusias dengan peluang investasi baru dari banyaknya jenis koin yang bermunculan.

Setiap mata uang kripto baru bisa menjadi peluang menjanjikan, karena investor dapat membeli di harga rendah, lalu menargetkan untuk mengambil profit saat popularitas dan harga koin tersebut sudah menanjak. Akan tetapi, cara investasi seperti itu tentu saja berisiko, mengingat tidak ada jaminan bahwa setiap mata uang kripto baru akan selalu diminati dan mengalami kenaikan harga. Tak jarang, kripto-kripto baru justru gagal bersaing dengan koin yang sudah ada, dan akhirnya tenggelam tak bersisa.

Karena itu, bagi Anda yang berminat pada Altcoin baru, baik untuk investasi utama ataupun sekedar diversifikasi portofolio kripto, sebaiknya perhatikan dulu 7 hal berikut untuk mengidentifikasi peluang mata uang kripto yang masih relatif baru:

Mengukur Potensi Mata Uang Kripto

 

1. Riwayat Developer

Pertama, lihat anggota pengembang (Developer) proyek kripto yang Anda minati. Pencarian Google semestinya dapat memberikan semua informasi yang Anda butuhkan mengenai hal ini. Ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda pastikan. Misalnya, proyek lain apa yang telah para pengembang lakukan di masa lalu? Apakah mereka berpengalaman di bidang teknologi atau dalam mata uang kripto?

Jika tim pendiri proyek kripto baru memiliki sedikit pengalaman, Anda sebaiknya menghindari kripto tersebut. Sebaliknya, jika tim memiliki riwayat yang bagus dan tampaknya mempunyai hubungan erat dengan pemain utama dalam industri kripto lain, itu adalah pertanda baik untuk masa depan mata uang kripto yang sedang Anda lirik.

Selain menengok pengalaman tim pengembang, Anda juga perlu melihat bagaimana interaksi mereka di komunitas kripto. Jika mereka aktif di media sosial dan responsif dalam menjawab pertanyaan pengguna kripto lain, maka ini bisa menjadi nilai plus yang tak terbantahkan.

 

2. Komitmen Developer

Apakah tim pengembang berusaha memaksimalkan produktivitasnya dan mempertahankan komunikasi yang kuat? Ataukah mereka justru tidak terlihat aktif dalam repositori GitHub mereka? Dua hal ini perlu Anda pastikan, karena pengembang yang aktif adalah pertanda bahwa tim selalu berkomitmen untuk memperbaiki kinerja produk mereka, dan akan menambal bug segera setelah mereka muncul. Periksa repositori kode untuk melihat berapa banyak masalah yang muncul, berapa banyak masalah yang telah ditutup, dan seberapa cepat pekerjaan itu selesai.

 

3. Kekuatan Komunitas

Jika tim pengembang terlihat bagus, sekarang saatnya untuk mulai meninjau pendapat pengguna lain. Tentunya, Anda berhak atas perspektif Anda sendiri. Akan tetapi, memantau perspektif orang lain dapat menjelaskan masalah atau menyoroti aspek yang belum Anda pertimbangkan.

Komunitas Kripto

(Baca juga: Figur Kripto Yang Wajib Difollow Di Twitter)

Forum mata uang kripto seperti Cryptorum dan CryptoCompare adalah contoh tempat ideal untuk dijelajahi. Di sana, Anda akan dapat melihat apa yang dikatakan para anggota komunitas mengenai koin baru yang sedang Anda tinjau. Faktanya, dukungan publik itu penting, karena bisa menjadi indikasi pertumbuhan kripto di masa depan.

 

4. Dukungan Dana dan Distribusi Token

Belakangan ini, ICO (Initial Coin offering) telah mendapatkan jumlah pendanaan yang luar biasa berkat hype mata uang kripto. Filecoin misalnya, baru-baru ini menerima $257 juta. Pada kesan pertama, Anda mungkin berpikir bahwa semakin banyak pendanaan koin, semakin stabil perkembangan koin tersebut. Meskipun itu sebagian benar, Anda juga harus mengevaluasi bagaimana tokennya didistribusikan. Jika koin mendistribusikan kurang dari 50 persen dari pasokan yang beredar ke masyarakat umum, itu bisa menjadi Flag dan hanya akan berujung ke skema Pump and Dump.

 

5. Volume Perdagangan

Volume perdagangan adalah tanda likuiditas yang bagus di pasar. Secara umum, semakin tinggi Volume perdagangan, semakin mudah bagi Anda untuk keluar dari sebuah transaksi beli dan melikuidasi keuntungan dari posisi sebelumnya. Dengan demikian, tingginya Volume menandakan stabilitas dan risiko rendah.

Jika Volume perdagangan terlalu rendah, Anda mungkin tidak dapat menjual kapan pun Anda mau, sehingga sulit untuk merealisasikan keuntungan ataupun menghentikan kerugian Anda. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan Volume perdagangan sebagai alat untuk menganalisa kekuatan pergerakan harga. Volume perdagangan yang melemah ketika harga tengah naik biasanya mengindikasikan penurunan yang tak lama lagi akan terjadi.

 

6. Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar juga merupakan indikator penting untuk mengukur risiko yang melekat dalam mata uang kripto baru. Seperti halnya saham, total kapitalisasi pasar yang lebih besar umumnya merupakan indikasi lebih banyak keandalan dan stabilitas bagi koin kripto. Selain itu, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar yang tinggi tidak rentan terhadap manipulasi pasar.

 

7. Diperdagangkan Di Bursa

Fakta terakhir yang harus diperiksa adalah berapa bursa besar yang memperjualbelikan kripto tersebut. Bursa kripto biasanya memiliki filter tersendiri dalam memilih aset yang mereka perdagangkan, sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk mengukur potensi kripto yang sedang Anda minati. Bagaimanapun juga, bursa tidak akan mendaftar aset yang kurang terkenal dan tidak diminati para kliennya. Jika koin yang Anda pilih terdaftar di bursa-bursa kripto utama, dan ada dukungan yang signifikan bagi kripto tersebut untuk bertahan di sana, maka bisa disimpulkan bahwa kripto itu memiliki potensi yang cukup besar.

 

Checklist Sebelum Berinvestasi Di Kripto Baru

Di luar fakta-fakta di atas, Anda masih perlu memastikan beberapa hal lain sebelum Anda terlalu terlibat dalam investasi kripto baru. Kriteria tersebut bisa diukur dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

1. Seberapa Besar Toleransi Risiko Anda?

Mata uang kripto adalah investasi yang secara inheren lebih berisiko daripada aset tradisional seperti saham atau obligasi. Jika toleransi risiko Anda rendah (seperti jika Anda bersiap untuk pensiun), Anda mungkin harus sangat berhati-hati mempertimbangkan ukuran investasi Anda. Namun apabila Anda memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi, Anda mungkin bisa mengejar peluang yang lebih menarik dengan merisikokan nilai investasi yang lebih besar.

Ukuran Investasi Kripto

(Baca juga: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin?)

 

2. Bagaimana Anda Akan Berinvestasi?

Metode mana yang akan Anda gunakan untuk berinvestasi dalam mata uang kripto? Jika Anda memiliki perangkat dan kemampuan yang diperlukan, Anda dapat mencoba menambang kripto sendiri. Jika tidak, Anda harus memilih apakah ingin trading melalui broker atau melakukan jual beli langsung di bursa.

 

3. Apakah Anda Tipe Investor Jangka Pendek Atau Jangka Panjang?

Ada beberapa cara untuk berinvestasi dalam mata uang kripto. Jika Anda ingin mendapatkan beberapa keuntungan cepat, maka strategi jangka pendek bisa menjadi jurus andalan. Tetapi jika Anda hanya berinvestasi dalam koin yang menurut Anda memiliki pertumbuhan jangka panjang, Anda bisa mengadopsi pendekatan investasi jangka panjang.

 

Pelajaran awal dalam investasi di pasar kripto tidak berhenti pada tahap peninjauan potensi mata uang kripto saja. Anda juga perlu menerapkan analisa terukur untuk mengetahui kapan saat jual beli yang tepat. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, silahkan buka artikel Panduan Analisa Untuk Trading Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.