OctaFx

iklan

Cara Mudah Analisis Forex

62834

Trading forex memang bukan sesuatu yang mudah untuk dipelajari dalam waktu yang singkat. Namun, kita bisa menyederhanakannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trading forex memang bukan sesuatu yang mudah untuk dipelajari dalam waktu yang singkat. Teori dasarnya saja sudah cukup bikin kepala pening. Istilah-istilahnya kadang bikin lidah kesrimpet. Belum lagi saat kita mencoba memahami berbagai macam indikator. Sehari semalam manteng di depan komputer pun kadang belum tentu paham benar satu jenis indikator. Mm, apalagi bagi trader yang rada-rada lemot seperti saya.

Tapi, dalam rangka memahami bagaimana bertrading dengan benar, saya sering mencoba untuk membuat sesuatu yang ruwet itu menjadi sesederhana mungkin. Membuat sesuatu menjadi sederhana bukan berarti menggampangkan loh. Hanya saja, kita mencoba menyederhanakan analisis yang kita lakukan dengan cara mengurangi variabel-variabel independen yang kita gunakan.

Keep It Simple

Penyederhanaan Variabel

Dalam dunia analisis, melakukan penyederhanakan variable-variabel yang berpengaruh terhadap satu dependent variable, sudah jamak dilakukan. Dalam teori operation research, hal ini disebut permodelan, dimana kita mencoba menyederhanakan dunia nyata dalam suatu model yang nantinya kita nyatakan dalam suatu persamaan matematis.

Wahh, maaf kalau saya mengambil perumpamaan yang malahan bikin ruwet nih.

Intinya, saya cuma ingin memberikan gambaran, bahwa dari sekian banyak variabel atau faktor yang mempengaruhi pergerakan harga suatu pasangan mata uang dalam forex, kita tidak harus mempertimbangkan semuanya. Bisa pening kepala tuh, kalo kita harus mempertimbangkan seluruh faktor.

Lalu, faktor apa yang perlu kita pertimbangkan? Yah, tugas kita sebagai trader memang untuk memilih faktor mana yang dirasa paling berpengaruh terhadap pergerakan harga ini.

Kalau penjabaran saya ini dirasa masih terlalu rumit, oke, mari kita sederhanakan lagi.

Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Forex Trading

  • Tak semua news perlu diperhatikan.

Anda tentunya sudah mengetahui, bahwa analisis dalam forex trading secara umum dibedakan menjadi analisis teknikal dan analisis fundamental. Banyak yang bilang, untuk menjadi trader yang baik, kita harus paham benar kedua analisis ini. Tapi kalau menurut saya sih, sebenarnya tidak perlu "paham benar" semua jenis analisis kok. Perlu "paham", oke, saya setuju. Tapi menurut saya, kita tidak harus menjadi expert di kedua jenis analisis ini untuk bisa menjadi trader yang baik.

Bagaimanapun, setiap orang mempunyai keterbatasan, baik waktu, tenaga, maupun kemampuan. Tidak harus anda paham semua indikator untuk bisa menjadi trader yang handal kok. Atau, tidak harus anda tahu semua news untuk menjadi trader yang baik. Cukup pilih dan pahami beberapa indikator dan ketahui beberapa news, terutama yang high impact yang berkaitan dengan pair yang anda tradingkan. (Baca juga: Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental.

  • Trading system yang baik adalah trading system yang relatif simpel.

Tidak ada gunanya anda memasang banyak indikator di chart, kalau semua indikator itu malahan membuat anda bingung.

Terus terang, ada masanya ketika saya memasang banyak indikator di chart saya. Fibonacci aja saya pasang dua jenis, retracement dan fibonacci fan, belum lagi tambahan MACD, Moving Average, Parabolic SAR, masih lagi ditambah trend line dan beberapa horizontal line. Hasilnya? Chart saya penuh dengan coretan.

Kadang kala, saya malahan cuma asyik corat-coret chart, dan akhirnya tidak melakukan open position. Oke memang, saya menjadi paham berbagai cara membaca indikator, bisa dibilang trader teknikal yang baik, tapi account saya lambat sekali perkembangannya.

Belajar dari pengalaman tersebut, saya kemudian mencoba menyederhanakan trading system yang saya gunakan. Indikator cukup pilih satu atau dua, atau malahan sekarang saya memilih mengandalkan candlestick aja.

Memang bagus kalau anda bisa paham banyak indikator dan kemudian bisa memilih indikator yang sesuai dengan kondisi market. Tapi kalau anda merasa untuk memahami banyak indikator tersebut butuh terlalu banyak pengorbanan; saran saya, sudahlah… ambil saja satu indikator yang bisa anda benar-benar pahami. Di saat indikator tersebut tidak sesuai dengan kondisi market, ya sudah, tak usah masuk market. Tunggu sampai kondisi market (kalo istilah partner diskusi saya) "seru". Jadi, ngapain juga dibikin ruwet? Just keep it simple!

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Okta Mahendra
saya sangat setuju karena memang strategi baiknya dibuat simpel. untuk apa punya terlalu banyak indikator kalau nanti sinyalnya malah saling bertentangan dan malah membuat bingung. banyak indikator jadinya malah membuat analisa yang seharusnya bisa menghasilkan sinyal open buy/sell malah menimbulkan banyak keraguan dan memang wajar kalau akibatnya jadi makin ragu buka posisi. price action dan pola chart bisa jadi strategi yang sangat sederhana dan efektif, tapi pemahamannya lumayan susah terutama buat yang belum terlalu berpengalaman. gampangnya ya itu, cari 1 atau 2 indikator yang paling gampang dipahami dan bisa memberikan sinyal trading bagus. kalaupun lebih dari 1, cari saja yang kompatibel dan sinyalnya saling mengkonfirmasi.
Nanda
Ada g gan contoh kombi indi yg bs ane pake? Masi bingung nih soalnya masih newbe. Belom terlalu ngerti sama indi2 tertentu, taunya yg basic2 aja kaya MA sma Fibonaci. Coba kombiin 2 indi itu (cm sbgai perumpamaan aja si ini) apa bs?
Okta Mahendra
banyak perpaduan indikator yang bisa digunakan. ma dan fibonacci bisa jadi adalah salah satunya. untuk bisa memadukan sebenarnya tidak harus menuruti aturan baku tertentu. karena setiap trader bisa menyusun strateginya sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan pemahamannya. maka dari itu ada baiknya juga kalau sebagai pemula untuk mempelajari dulu tentang indikator-indikator yang ada. mempelajari bukan harus menerapkan semuanya. tapi untuk memahami indikator mana yang tepat dan bisa saling mendukung, bukannya malah saling bertentangan dalam memberikan sinyal. sebagai permulaan, saya bisa sertakan info lengkap tentang yang kombinasi yang sedikit mendekati ma dan fibonacci, yaitu trendline dan fibonacci. disini trendline sama fungsinya dengan ma yaitu sebagai indikator tren, hanya saja sifatnya lebih statis/kaku.
Helmy Budianto
dr teknikalis biasax cukup bnyak lo yg dianggep penting. ada tren, support resistance, momentum, volume, dll. apa slh satu dr hal2 itu bs diabaikan oleh seorang teknikalis u/ dpt sinyal trdng lngkp? klo enggak, indikator2 yg mewakili masing2 itu mskipun cm satu2 yg mewakili tetep sja jadix ribet. apa ini berarti trdrd teknikal mesti prlu bnyk indikator y bwt mendukung?
Teguh Febrian
Daripada ribet mending pake candle aja. Itu sudah banyak yang bilang efektif n emang terbukti ampuh klo tau cara manfaatinya. Ga pake indikator pasangan apa2 klo trader sudah biasa gmpang mengartikan pola candle bisa bersih tuh chartnya dari indi. Gini op bisa sukses tanpa perlu repot taruh indi yang macem macem.
Osmah
Yakin bisa trading tanpa indi? Realitanya susah lho baca pergerakan harga kalau cuman lihat candle aja.
Agus Bastian
Setuju bro, pake prinsip KISS, keep it stupidly simple, dah tuh bener2 bikin strategi tradng kita lebih terfokus dan bersih dari distraksi. Gwa dulu nih juga sering bergantung ma indikator2, masih demo akun sih, kelihatan tuh kadang satu indi kontra sama indi lain, begh bikin pusing sumpah...

Nah setelah sekian lama, akhirnya gwa buka akun live dan tebak gwa pake indi apa? ga pake apa2 kecuali price action dari candlestick, malah lebih manjur, gwa berpatok dari pinbar sama inside bar, terus setelah polanya jelas gwa pasang noh target take profit ma stop loss.

Meskipun sampe sekarang gwa cuma berani TP 5pip, tapi prosentase win gwa 80%. Manjur bro.
Rosa Singgih
TP 5 pip aja? Kk pake gaya trading scalping? kenapa ga coba naikin TP sampe lebih dari 10?
Agus Bastian
Itu soalnya gwa kebanyakan trading di EURUSD sayang, jadi kan karena pergerakan eurusd tuh relatif lamban banget gwa cuma berani ambil TP ga lebih dari 5, banter2nya yah sekitar 10lah.

Tapi benernya ga masalah kalo kita pingin nambah untung ya tinggal tambah aja volume trading kita... misalnya kalo kita lagi PD nih taroh aja 5 lot sekaligus wkwkwkw begono

Kecuali kalo situ trading di USDJPY, atau GBPJPY, nah itu kan modelnya keq naik roller coaster, volatilitasnya rada tinggi noh, malah kebalik, jangan nekad pasang lot besar, malah gwa biasanya lot USDJPY cuma 0.3, tapi gwa berani pasang TP sampe 25an...ngerti kan?
Rosa Singgih
hmm, dikit2 dulu kk, soalnya gue juga masih pemain pemula di akun demo. Jadi kalo kita trading di EURUSD sebaiknya jangan pasang pip jauh2 dari order awal kita ya kan, soalnya emang bener sih pergerakannya relatif lamban apalagi kalo masing siang hari gitu, pelaaaaaan banget. Terus kalo kita pingin tambah untung kita naekin volume lotnya yah, oke! Agak paham sih, ntar gue praktekkin deh, makasih infonya
Brayen
KLO aku mah gx PK ap2 cuma ikut trend aj bro, naik Ampe yg tertinggi (kira3 aj) aku put d, turun terendah (kira2 jg) aku cal, bisa jantungan bro xixixizi liat naek turunnya mantap bt latihan jantung hahaahaha