Advertisement

iklan

Cara Trade Menggunakan Scaling Out

Scaling out merupakan cara menutup transaksi yang menghasilkan profit saja, sedangkan transaksi yang masih merugi belum akan ditutup.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Apakah Anda pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan berkaitan dengan close position? Beberapa hari setelah melakukan close, harga cenderung melanjutkan tren. Anda mulai menyesal dan berandai-andai, jika saja Anda tidak melakukannya tentu keuntungan yang didapatkan akan berlipat-lipat. Atau yang lebih parah lagi, setelah melakukan close, harga justru bergerak ratusan poin, padahal sebelumnya tidak bergerak banyak. Apakah Anda pernah kondisi semacam ini?

Sebelumnya, kami ucapkan selamat kepada Anda yang sudah take profit dalam trading. Dan bagi Anda yang kurang beruntung, janganlah terus bersedih karena di bawah ini kami akan menguraikan strategi pengelolaan trading yang tepat.

Scaling out merupakan cara menutup transaksi yang menghasilkan profit saja, sedangkan transaksi yang masih merugi belum akan ditutup.

Ada dua hal yang perlu Anda ingat ketika menerapkan strategi ini:
1. Semakin banyak Anda melalukan transaksi maka semakin besar pula resiko yang akan dihadapi.
2. Pastikan Anda selalu menggunakan aturan pengelolaan uang (money management), sehingga tidak perlu mengalami transaksi yang overtrade pada account trading Anda.

Berikut ini, kami akan menunjukkan contoh grafik harian USD/CHF:


 

Misalnya ada 4 transaksi yang sama-sama menggunakan volume 4 lot. Transaksi dibuat berdasarkan pemantulan harga yang sudah dipasangi order pending sell pada area reversal tersebut. Setelah order pending dilakukan mengingat adanya penurunan yang terlihat pada panah hitam pertama pada gambar di atas, maka dapat diprediksi bahwa harga akan terus terjun ke bawah. Penurunan yang terjadi sebesar 250 point dari posisi pembukaan.

Setelah harga mencapai panah hitam kedua, salah satu transaksi mulai di-close. Jadi sekarang ada 3 transaksi yang tersisa. Saat harga menyentuh panah ketiga, transaksi tersebut di-close dan menyisakan dua transaksi yang masih bertahan. Penutupan transaksi tersebut memberi keuntungan sebesar 600 point.

Selanjutnya, dapat kita amati bahwa harga masih terus bergerak dan tren masih menunjukkan kekuatan bearish-nya. Posisi transaksi ketiga di-close ketika harga sudah mencapai panah ketiga. Dari ketiga close position itu, trader sudah mengumpulkan keuntungan sebesar 1050 point. Sampai akhirnya, posisi keempat di-close sama seperti penutupan posisi pertama sampai ketiga.

Strategi Scaling Out dapat Anda jadikan sebagai rujukan cara transaksi yang bermanfaat. Namun perlu diingat bahwa tidak ada satu strategi pun yang sempurna, termasuk Scaling Out. Trading yang ideal harus memiliki tren yang bisa berlangsung sampai jangka waktu yang cukup lama. Perlu diperhatikan, jika pada market hanya terjadi sideway saja, maka Scaling Out kurang tepat untuk diterapkan.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Kusnanjaya
jadi caranya scaling out ini dengan menempatkan banyak posisi, tapi setting take profit nya dibedakan seperti cara diatas? cara mengantisipasi kalau nanti trennya tidak sesuai sama perkiraan kan dengan stop loss, disini apa ada cara khusus untuk tempatkan stop loss yg benar sesuai metode scalin out? terima kasih
Nino Si Nano
analisax gmn itu masta? indikator yg dipake apa aja? kan perlu strategi juga spy yakin trenx bakal berlanjut trus?
Willy Darwian
Bila melihat cara penggunaannya maka strategi trend following bisa juga dimanfaatkan untuk bisa memaksimalkan profit dengan scaling out. Dari beberapa artikel yang pernah membahasnya, indikator seperti support dan resistance adalah yang paling sering dibahas karena bisa menentukan target profit dengan lebih spesifik.

Namun karena penghitungan jumlah posisi dan ukuran trading yang perlu dilakukan dengan lebih teliti sesuai pengaturan money management, maka disarankan untuk tidak langsung mencoba strategi ini di akun live.

Karena semakin banyak posisi yang diambil, maka resikonya juga akan semakin besar, dan potensi keuntungan yang besar juga bisa mempengaruhi emosi trading. Untuk itu analisa tren perlu dikonfirmasi dengan indikator pelengkap seperti indikator tren, ADX, RSI pada time frame yang berbeda, dll.
Kusnanjaya
iya, memang kesulitan analisa kalau dengan scalling out ini bukan cuma untuk sekedar follow tren, tapi juga memastikan bahwa trading di buka di awal tren, atau pada posisi dimana tren masih akan melanjutkan penguatannya. paling stabil memang bener di tf yang tinggi, jadi cocoknya untuk trading jangka panjang. master2 sekalian ada yang tau cara penempatan stop loss yg bener kalau dengan metode scalling out ini?
Willy Darwian
Jika trading sudah menggunakan indikator support dan resistance, maka level stop loss bisa dicari berdasarkan level-level sr yang terbentuk.

Contohnya jika masuk scaling out saat downtrend, maka posisi close position bisa ditentukan dari level S1, S2, dan S3
(jika indikator support dan resistance yang digunakan adalah pivot point). Jika ingin dilindungi dengan stop loss, maka posisi stop loss bisa ditempatkan di atas level support sebelumnya yang telah tertembus.
Abdul Hamid
wah ini artikelnya koq agak rancu yah, hmm ini maksudnya scaling out saya ambil posisi dengan 4 lot tapi satu demi satu lotnya ditutup pada momen terntentu gitu? 4 lot itu saya order sekaligus di satu posisi atau terpisah-pisah?
Joko Priambodo
wah sama pak saya juga bingung maksud teknis dari artikel ini, soalnya langkah-langkah yang diberikan kurang detil. Bisa jadi memang 4 lot itu dibuka satu satu tapi semua posisinya sama (jadi kalo buy, buy semua, kalo berlawanan kan jadi hedging jadinya)... terus ditutup satu per satu saat momen kontinuasi atau reversal.... gitu? Tapi kalo dipikir2 lagi wah berat juga nih strateginya, lot yang dibuka aja sebesar itu terus holding positionnya juga pasti lebih dari sehari, wah ini sih strategi buat orang yang kuat di modalnya. Modal besar, leverage minim.