OctaFx

iklan

Cara Trading Breakout Dengan Pivot Point

285489

Pernah mendengar Pivot Point? Bagaimana jika metode ini digabungkan dengan cara trading breakout? Simak selengkapnya dalam panduan cara trading Pivot Point breakout berikut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Cara trading Breakout merupakan salah satu metode paling terkenal di kalangan trader Tren Following. Metode ini merumuskan bahwa harga yang berhasil melampaui suatu batas harga tertentu, dapat menyebabkan kelanjutan arah tren. Lalu bagaimana jika metode ini digabungkan dengan Pivot Point? Simak selengkapnya dalam panduan cara trading Pivot Point Breakout berikut.

 

Sekilas Tentang Pivot Point

Pivot Point adalah salah satu jenis analisa teknikal yang sering dijadikan referensi, baik bagi trader pemula maupun profesional. Secara umum, penggunaan Pivot Point ini mirip dengan Support dan Resistance. Saat harga sampai pada level tertentu pada Pivot Point, Rejection atau Breakout adalah hal yang harus ditunggu oleh Pivot Trader. Level-level ini sedikit berbeda dengan Support dan Resistance yang ditentukan secara subjektif melalui hubungan antara titik-titik High dan Low harga. Pada Pivot, harga akan dihitung berdasarkan rumus-rumus tertentu. Simpelnya, beginilah rumus dan cara perhitungannya:

trading-pivot-point-breakout-1

(Baca juga: Cara menghitung Pivot Point)

Tentu saja, ada banyak sekali cara menghitung Pivot. Contoh di atas adalah cara menghitung Pivot metode konvensional dan yang paling banyak digunakan oleh trader di pasar. Cara menghitung lain biasa dikenal dengan Pivot Point Camarilla, Fibo Pivot, Woodie Pivot, dan lain sebagainya.

 

Sekilas Tentang Cara Trading Breakout

Breakout adalah salah satu kejadian saat pasar keluar dari kondisi Ranging. Seringnya, Breakout ini dihubungkan dengan penembusan suatu level Support dan Resistance tertentu pada pasar.

 

trading-pivot-point-breakout-2

(Baca juga: Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex)

Breakout secara harfiah sendiri dapat diartikan sebagai penembusan. Tidak hanya dengan Support dan Resistance, banyak sekali cara trading Breakout yang bertebaran di pasar. Salah satu contohnya adalah Breakout yang terjadi pada Bollinger Bands, atau pada level-level Fibonacci.

Cara trading Breakout ini terkenal dengan karena sifatnya yang juga Trend Following. Namun, layaknya sistem trading lain tentu saja cara trading Breakout juga memiliki kelemahannya sendiri. Salah satu yang paling terkenal adalah False Breakout, sebuah kondisi saat harga telah berhasil menembus suatu level penting, tapi beberapa saat setelah itu harga justru berbalik arah. Hal inilah yang sering menjadi momok banyaknya trader merugi dengan cara trading Breakout.

Setelah waktu menunggu yang cukup lama dan hanya menghasilkan sinyal palsu, cara trading Breakout ini telah mulai ditinggalkan oleh trader pemula yang menjadi korbannya. Padahal trader-trader sekelas Turtle trader aktif menggunakan cara trading Breakout sebagai sistem trading mereka, untuk memperoleh Jutaan Dolar dari market.

 

Cara Trading Pivot Point Breakout

Kedua teknik trading yang telah dijelaskan singkat di atas juga dapat digunakan secara bersamaan. Hal ini memungkinkan karena sejatinya, trading dengan Pivot Point hampir sama dengan Support dan Resistance pada umumnya. Sehingga konsep-konsep pada trading Breakout dapat digunakan pula pada Pivot Point. Metode ini biasanya dikenal dengan cara trading Pivot Point Breakout.

Sederhananya seperti ini. Dalam trading Pivot Point Breakout, akan dimanfaatkan level-level resistance yang ada. Level-level tersebut adalah R1, R2 dan S1 serta S2.

 

1. Market Bearish

Jika harga dibuka di atas Pivot harian, kemudian turun dan menembus Level Pivot, buka Order Sell dengan SL sedikit di atas High candle, sementara TP bisa di S1.

trading-pivot-point-breakout-3

Jika harga terus turun dan menembus S1, maka buka lagi order Sell dengan SL sedikit di atas High Candle, dan TP di S2.

trading-pivot-point-breakout-s2

Jika harga terus turun dan menembus S2, cara trading Pivot Point Breakout-nya adalah buka order Sell dengan SL sedikit di atas High Candle, dan TP di S3.

trading-pivot-point-breakout-s3

S3 ini merupakan target terakhir pemberhentian dari harga jika dilihat melalui Pivot Point.

trading-pivot-point-breakout-bearish

Pada pasar yang sedang naik atau bullish, urutan dan tata cara trading Pivot Point Breakout sebenarnya sama dengan pasar bearish. Hanya saja, kali ini Anda akan melihat titik-titik Resistance-nya. Berikut urutan lengkapnya:

 

2. Market Bullish

Jika harga dibuka di bawah Pivot, kemudian naik dan menembus level Pivot. Maka buka order Buy dengan SL sedikit di bawah Low Candle dan TP di S1.

trading-pivot-point-breakout-r1

Jika harga terus naik dan menembus R1, maka buka lagi order Buy dengan SL di bawah Low Candle dan TP di R2.

trading-pivot-point-breakout-r3

Jika harga terus naik dan menembus R2, maka buka lagi order Buy dengan SL di bawah Low Candle dan TP di R3.

trading-pivot-point-breakout-r2-r3

R3 ini merupakan target terakhir pemberhentian dari harga jika dilihat melalui Pivot Point.

trading-pivot-point-breakout-bullish

Mudah bukan? Namun kenyataannya, untuk menghasilkan profit konsisten dari cara trading dengan Pivot Point Breakout tidak akan semudah yang Anda bayangkan. Kebanyakan harga yang telah Breakout tidak akan langsung berlari menuju target; harga seringnya akan menyambar SL Anda terlebih dahulu, sebelum bergerak menuju target.

 

Sinyal Palsu Pada Cara Trading Breakout Dengan Pivot Point

Sama dengan cara trading Breakout yang lainnya, sinyal palsu juga dapat terjadi pada trading Pivot Point Breakout. Seperti yang dikenal, sinyal ini dikenal dengan nama False Breakout. False Breakout terjadi saat harga berhasil melakukan penembusan pada suatu Level Support dan Resistance Pivot, tapi justru malah berbalik arah sesaat setelah penembusan. Sinyal-sinyal palsu ini cenderung sering terjadi pada level yang dekat dengan Pivot (S1 dan R1). Berikut salah satu contoh sinyal palsu pada cara trading Pivot Point Breakout:

cara-trading-breakout-1

Harga yang telah Breakout dari R1 tiba-tiba kembali turun hingga ke level Pivot Point-nya. Meskipun harga akhirnya kembali ke sekitar level R1, tentu saja jika menggunakan Stop Loss tepat di bawah R1, maka SL akan tersambar dengan cepat. Hal ini juga sering terjadi pada level S1 yang berada dekat Pivot Point. Sehingga biasanya harga hanya akan mondar mandir di sekitar level-level tersebut.

Kejadian seperti ini tidak bisa dihindari pada market. Justru dari sinilah nanti mental Anda akan diuji; bagaimana dengan adanya False Break ini Anda dapat mengatur Money Management, serta mengkondisikan psikologi trading Anda agar dapat tetap terjaga. Lalu apakah tidak ada cara mengantisipasi False Break pada trading Pivot Point Breakout? Tentu saja ada, salah satu yang terkenal adalah menggunakan jenis strategi lain dalam market, yaitu Pullback.

Pullback adalah entry yang bisa dilakukan setelah terjadinya Breakout. Prinsipnya adalah menunggu adanya Retrace harga untuk menguji terlebih dahulu. Setelah harga kembali pada sekitar daerah Support dan Resistance tersebut, maka barulah Anda boleh membuka posisi di sana. Pada dasarnya, Breakout yang terjadi tidak bisa dipastikan validitasnya dengan metode ini. Hanya saja, dengan menunggu harga kembali ke sekitar level itu, jumlah risiko bisa menjadi lebih kecil. Simak perbandingannya berikut.

cara-trading-break-out-pullback

Perhatikan perbandingan Setup yang dihasilkan keduanya. Dengan menunggu terjadinya Pullback, level Stop Loss bisa Anda letakkan jauh lebih rendah daripada saat Anda masuk ketika Breakout terjadi. Namun Anda perlu ingat, terkadang harga juga akan langsung tancap gas meninggalkan level yang telah ditembus tersebut. Jika ini terjadi, maka para trader Pullback harus ikhlas tidak dapat ikut mengambil peluang dalam market.

 

Penutup

Pivot Point menggunakan cara trading Breakout ini sedikit jarang digunakan. Apalagi menunggu terjadinya Breakout sendiri membutuhkan rasa sabar yang tinggi, terlebih lagi jika Anda menggunakan Pivot harian pada time frame H1. Pada keesokan harinya, nilai Pivot sendiri telah berganti. Selain itu, untuk memperkuat sinyal-sinyal yang terjadi pada sekitar level Pivot, banyak trader profesional yang menggunakan indikator-indikator lain seperti MACD, Stochastics, RSI, dsb. sebagai penopang trading Breakout dengan Pivot Point.

Mengenai Breakout sendiri, sampai saat ini belum ada trader yang bisa dengan tepat membedakan Breakout yang valid maupun tidak. Dan tidak ada yang peduli bagaimana caranya. Seperti yang disampaikan para Turtle di bukunya, asalkan Anda tetap disiplin dan konsisten dengan analisa Anda, maka keuntungan pun tetap bisa diraih.

Bagi Anda yang penasaran dengan apa itu Turtle Trading, berikut adalah e-book yang bisa didapakan secara gratis:

Ebook Turtle Trading Rules

Download gratis e-book The Original Turtle Trading Rules di sini.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.