Cara Trading Multi Time Frame Dengan Stochastics

Sudah pernah trading dengan Stochastics? Bagaimana jika dipadukan dengan cara trading multi time frame? Simak panduan Stochastics Multi Time Frame selengkapnya berikut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sesuai dengan namanya, cara trading Multi Time Frame adalah jenis analisa yang memanfaatkan lebih dari satu time frame untuk memprediksi pergerakan harga dalam pasar. Biasanya digunakan 2-3 time frame untuk menganalisa. Proses analisa dengan menggunakan banyak time frame ini didasari dari harga bersifat Fractal (semua kejadian yang pernah terjadi), sehingga akan terus berulang dari waktu ke waktu. Karena terus berulang, kejadian-kejadian tersebut bisa dicatat, ditelaah, dan dianalisa untuk mencari tahu mana yang baik dan profitable.

cara-trading-multi-time-frame-1

(Baca juga: Analisa Multi Time Frame: Cara Konfirmasi Indikator BBMA OA)

Kaidah penggunaan cara trading Multi Time Frame ini sering digunakan pada sistem trading BBMA OA. Sistem trading tersebut mengutamakan validitas sinyal yang dapat dilihat dari dua buah time frame di bawahnya. Seperti contoh, jika analisa menggunakan time frame 4-jam, maka perlu digunakan time frame 1-jam dan 15-menit untuk memastikan baik tidaknya sinyal tersebut.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas cara penggunaan indikator Oscillator terkenal, yakni Stochastic, yang diaplikasikan dengan menggunakan cara trading Multi Time Frame.

 

Sekilas Tentang Stochastics

Stochastics merupakan indikator yang ditemukan oleh George C. Lane pada tahun 1950-an. Indikator ini mirip dengan Momentum dan RSI karena sama-sama menampilkan kecepatan perubahan harga dalam bentuk Oscillator. Berdasarkan hasil pengamatannya, George C. Lane menilai bahwa terdapat hubungan atara harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah, selama kurun waktu tertentu.

Contohnya dalam trend naik, harga penutupan yang secara konsisten semakin mendekati harga tertinggi, mengindikasikan dorongan beli yang tinggi. Sedangkan harga penutupan yang semakin mendekati harga terendah, mengindikasikan dorongan jual yang rendah.

indikator-stochastics

(Baca juga: Trading Dengan Menggunakan Indikator Stochastics)

Berdasarkan pemikiran tersebut terciptalah indikator Stochastics dengan dua buah garis yang berfluktuasi di antara level 0-100. Kedua garis dibentuk dari 3 buah garis yang telah disebutkan di atas. Garis tersebut dikenal dengan %K dan %D. Berikut cara perhitungannya:

%K(n)= 100*(( Harga Penutupan(n) – Harga Terendah(n)) / (Harga Tertinggi(n) – Harga Terendah(n)))

%D(N)= SMA(%K,N)

Dalam penggunaannya sendiri, berikut beberapa poin yang diperhatikan dari indikator Stochastics:

  • Area di atas level 80 merupakan zona Overbought.
  • Area di bawah level 20 merupakan zona Oversold.
  • Jika garis %K dan %D bersilangan ke atas pada zona Oversold, merupakan sinyal Buy.
  • Jika garis %K dan %D bersilangan ke bawah pada zona Overbought, merupakan sinyal Sell.

 

Cara Trading Multi Time Frame Dengan Stochastics

Pembelajaran cara trading multi time frame Stochastics dimulai dengan memilih time frame mana yang akan digunakan dalam analisa. Jika mengikut pada sistem lain yang menggunakan cara trading multi time frame, maka biasanya terdapat tiga time frame yang digunakan. Time frame pertama sebagai penentu trend dan sinyal, time frame kedua sebagai konfirmasi sinyal, serta time frame ketiga sebagai tempat Entry. Namun pada cara trading multi time frame dengan Stochastics ini hanya akan digunakan dua buah time frame, yaitu time frame besar dan time frame Entry.

 

Kondisi Time Frame Besar

Pada cara ctrading Multi Time Frame dengan Stochastics, time frame besar akan berfungsi sebagai tempat menentukan trend dan arah yang terbentuk di pasar. Dengan berpatokan pada time frame besar, peluang-peluang yang muncul pada time frame kecil akan jadi lebih tersaring.
Karena bertujuan melihat trend dalam jangka panjang, maka dalam cara trading ini dapat digunakan berbagai macam Tools yang sering digunakan untuk menentukan trend. Beberapa cara tersebut di antaranya adalah dengan menggunakan Trend Channel maupun Trendline pada Chart. Beberapa trader juga sering menggunakan indikator Trend pada Metatrader 4 seperti Bollinger Bands dan Moving Average, untuk menentukan trend-nya.

moving-average-trend

(Baca juga: Menggunakan Moving Average Sebagai Penentu Trend Forex)

Karena pada artikel akan diajarkan cara trading Multi Time Frame dengan Stochastics, maka indikator Oscillator tersebut juga akan digunakan untuk melihat trend dan arah pasar pada time frame besar. Cara penggunaannya kurang lebih sama dengan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Namun untuk melihat arah ini, Crossover dari %K dan %D saja yang akan dilihat. Aturannya sebagai berikut:

Jika garis %K dan %D bersilangan ke atas, maka cari peluang Buy saja.

Jika garis %K dan %D bersilangan ke bawah, maka cari peluang Sell saja.

Aturan di atas dibuat tanpa mengindahkan zona Overbougt dan Oversold indikator Stochastics. Hal ini karena pada realita penggunaannya, sampainya harga pada zona-zona tersebut tidak berarti harga akan segera berputar balik. Sinyal yang paling valid adalah tetep menunggu Crossover-nya.

 

Kondisi Time Frame Kecil

Setelah melihat gambaran besar yang terjadi di time frame besar, inilah saatnya mempelajari bagaimana cara Entry lewat tf kecil. Secara garis besar, cara trading multi time frame dengan Stochastics di tf Entry sama seperti trading dengan Stochastics pada umumnya. Anda hanya perlu masuk saat garis %K atau %D bergerak ke daerah Overbought atau Oversold, atau jika ada persilangan di antara keduanya. Namun, tidak semua sinyal tersebut bisa dianggap sebagai peluang Entry yang valid.

arti-overbought

(Baca juga: Arti Overbought dan Oversold)

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, cara trading Multi Time Frame berprinsip pada dua asas. Pada kedua asas itulah Entry akan disusun. Asas pertama adalah: pergerakan harga di time frame kecil akan mengikuti trend di time frame besar. Dari asas pertama tersebut, maka Entry nomor 1 adalah hanya masuk saat pergerakan harga di time frame kecil sejalan dengan time frame besar. Berikut contoh Entry-nya:

stoch-searah

 

Perhatikan baik-baik gambar di atas. Entry hanya boleh dilakukan saat kedua time frame yang Anda gunakan menunjukkan arah yang sama. Dengan disiplin untuk masuk hanya pada pasar yang sesuai, maka persentase profit yang Anda dapat juga akan meningkat. Kebanyakan trader yang baru mencoba cara trading multi time frame dengan Stochastics akan mengira bahwa jumlah sinyal yang muncul sangat sedikit. Namun, kenyataan berkata lain. Market yang sedang trending dengan kecil sekalipun, pasti akan selalu memberikan peluang profit di berbagai Retracement. Kira-kira beginilah peluang yang bisa Anda dapatkan.

entry-stochastics-1

 

Asas kedua dari trading dengan Multi Time Frame adalah: pergerakan pada tf kecil mampu mengubah struktur dan arah pergerakan market pada time frame besar. Namun sebelum masuk lebih dalam, perlu Anda ketahui bahwa jenis Entry ini jauh lebih berisiko daripada Entry sebelumnya. Mengapa lebih berisiko? Sebab kejadian perputaran atau pembalikan trend dalam pasar tidak semudah pembalikan garis Stochastics dari zona Overbought ke Oversold. Harga terkadang akan mondar-mandir terlebih dahulu sebelum berbalik, atau harga justru akan naik lebih tinggi lagi sebelum benar-benar berbalik.

entry-stochastics-2

Perhatikan gambar di atas, gambar tersebut menggambarkan contoh Stochastics di time frame kecil yang menjadi patokan bahwa trend besar secara resmi telah berubah. Perubahan ini tentu saja di awali oleh Crossover sebelumnya. Hanya saja, masuk market pada saat-saat tersebut sangat berbahaya. Oleh karena itulah, lebih baik menunggu di titik awal pergantian trend pada time frame besar. Kelebihan dari cara trading multi time frame ini adalah, Anda sudah tidak perlu khawatir lagi dengan Crossover yang terjadi di time frame kecil. Anda hanya perlu fokus pada pergerakan harga dan indikator Stochastics pada time frame besar saja. Berikut salah satu contohnya:

stoch-besar

 

Penutup

Cara trading Multi Time Frame dengan Stochastics ini hanya merupakan salah satu dari sekian banyak strategi yang bisa diterapkan. Masih banyak jenis indikator lain yang tentu saja juga akan menjadi lebih efektif jika digunakan dengan cara trading multi time frame. Namun, perlu diingat pula dibutuhkan kesabaran serta ketekunan lebih dalam menganalisa. Masalah yang timbul adalah ketika misalnya dua buah time frame yang dianalisa hanya pasar Sideways, atau ketika terjadi perbedaan pergerakan di dua time frame, di mana time frame besar sedang Sideways, tapi time frame kecilnya justru sedang trend.

Selain dianggap lebih valid dalam menilai sebuah sinyal, terdapat pula beberapa trader yang menganggap cara trading multi time frame sebagai cara yang tidak efektif dan merepotkan. Mereka beranggapan dengan cara membagi fokus ke beberapa time frame sekaligus, hasil justru tidak akan menjadi lebih baik. Bayangkan saja jika Anda terbiasa trading dengan menghadapi lebih dari 10 macam instrumen, dan itu harus dikalikan dengan jumlah time frame masing-masing instrumen yang harus diamati pula. Karena itu, sebaiknya sesuaikan saja cara trading yang hendak Anda lakukan dengan pilihan instrumen Anda. Agar bisa lebih bijak memilih instrumen trading, Anda bisa memahaminya lebih lanjut di artikel Pasangan Mata Uang Dalam Forex Dan Korelasinya.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.