Catatan Awal Tahun 2019: Forex Adalah Proses Yang Panjang

Artikel yang saya tulis kali ini barangkali tidak ada kaitannya dengan persoalan teknikal atau fundamental, tapi masih erat hubungannya dengan forex dan tips psikologi yang bermanfaat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Setelah melewati banyak tantangan dari berbagai dinamika pasar finansial global di sepanjang tahun 2018, kini kita berada di awal 2019 untuk bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Pada catatan forex 2018 lalu, dari sekian banyak pertanyaan yang mampir ke saya, entah itu lewat facebook, whatsapp, atau telegram, sebagian besar adalah tentang teknikal. Sebagian kecil lainnya mengajak saya bertukar pikiran tentang kondisi fundamental. Hanya satu atau dua orang saja yang menyinggung persoalan Money Management sebagai bahan diskusi.

Sehingga, setiap tahun, bentuk atau strukturnya rasa-rasanya hampir selalu sama. Ibaratnya seperti piramida yang terbalik; jika diurutkan berdasarkan persentase terbanyak, maka di posisi pertama adalah teknikal. Berikutnya adalah tentang fundamental. Kemudian mengerucut pada Money Management.

Psikologi-Forex

Barangkali hal itu memang menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Sebagian besar trader lebih mengutamakan fokus pada aspek teknikal ketimbang fundamental. Ini bagi saya masih terhitung normal dan tidak terlalu keliru. Yang jadi masalah, Money Management mendapat porsi yang sangat kecil atau malah benar-benar diabaikan. Padahal ia adalah nafas keberlangsungan perjalanan panjang yang terbentang di hadapan kita.

Kadang-kadang saya membayangkan, atau berandai-andai... jika bagan piramida itu bentuknya diratakan, katakanlah menjadi agak lebih persegi untuk mencerminkan fokus yang diharapkan berimbang, maka laporan atau "curhat" Margin Call (MC) yang disampaikan ke saya barangkali akan makin menyusut jumlahnya.

 

Kunci Trading Forex Adalah Bertahan Menjalankan Proses

Proses... adalah bagian penting lainnya yang juga tidak bisa diabaikan. Saya sendiri termasuk trader yang percaya pada kekuatan proses yang teruji cukup lama. Tetapi saya pun maklum bahwa tidak semua trader segera memahami hal ini dalam rentang waktu tertentu, mengingat saya pun pernah berada di kondisi seperti itu.

Ada yang membutuhkan waktu singkat, tapi juga tak sedikit yang membutuhkan waktu cukup panjang, untuk menyadari bahwa kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat adalah bagian penting untuk terus berproses agar semakin menjadi lebih baik.

Waktu belajar forex

(Baca juga: Sukses Dan Lamanya Belajar Trading Forex)

Proses ini, untuk sebagian besar trader barangkali memang menjadi tantangan berat tersendiri. Terutama jika masih belum menemukan implementasi Money Management serta Trading System yang dianggap ideal atau senyaman mungkin. Proses ini juga membutuhkan ketabahan, kekuatan mental, serta konsentrasi yang terus menerus.

Akibatnya, barangkali tidak semua trader mampu bertahan menjalani proses itu. Jika, katakanlah ada 100 orang yang terjun ke dunia trading forex dalam satu kurun waktu tertentu, dimulai dari nol pengalaman, maka dalam lima tahun berikutnya, mungkin hanya tersisa kurang lebih sepersepuluhnya saja. Ini adalah seleksi alam yang mungkin memang wajar.

Contoh sederhana: banyak orang punya bakat menyanyi, tapi hanya sebagian kecil dari mereka yang akan eksis sebagai penyanyi profesional dan dikenal masyarakat luas serta memiliki banyak penggemar. Atau, banyak berdiri restoran yang baru, tapi hanya sebagian kecil dari restoran itu yang akan tetap bertahan karena bisa menjaga kualitas masakannya. Begitu pula profesi atau bisnis yang lain, kualitas layanan atau produk yang disajikan harus selalu terjaga, agar setidaknya mampu bertahan supaya tidak ditinggalkan konsumennya.

 

Masih Ada Proses Lanjutan Bagi Yang Sukses

Dari yang sebagian kecil atau yang sepersepuluh ini, barangkali juga tidak lantas mudah berbangga hati menepuk dada atau pamer keberhasilan sesaat... karena menyadari bahwa "proses yang lain" masih akan berlangsung. Beberapa trader profesional yang saya kenal, lebih suka menyibukkan diri membaca berbagai ulasan untuk menambah wawasan, atau mengkoleksi informasi-informasi fundamental terkini saat mereka step-aside dari market karena alasan tertentu, seperti contohnya ketika telah mencapai target harian.

Yang sepersepuluh ini barangkali juga menyadari, bahwa perdagangan forex bukanlah tentang keberhasilan pencapaian jangka pendek. Ia adalah "proses panjang" yang terus menerus untuk menjangkau jarak yang lebih jauh. Mungkin ibarat lari marathon... yang dibutuhkan adalah stamina dan speed yang tetap stabil, tidak mudah turun tapi juga tidak gampang kebablasan akibat greedy dan ego yang berlebihan. Yang dibutuhkan lainnya adalah mental atau psikis dan ketabahan hati yang senantiasa terjaga.

Menjada emosi trading

(Baca juga: Cara Mengatasi Emosi Dalam Trading)

Istirahat yang cukup untuk mengembalikan kebugaran, tentu saja dibutuhkan. Manfaatkanlah sebaik-baiknya, termasuk misalnya untuk bersosialisasi atau berkomunikasi dengan teman atau keluarga. Lalu kemudian bersiap untuk melanjutkan lari marathon berikutnya. Demikian seterusnya, berlangsung dari Senin hingga Jumat, setiap pekan... bulan demi bulan... dan setiap tahun.

Akhir kata, saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2019. Saya barangkali lebih suka mendoakan agar kita selalu diberi berkah kesehatan jasmani dan mental yang baik dari Sang Maha Kuasa. Karena kita memang membutuhkannya... agar dapat terus "berproses" untuk menjadi lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Amin YRA... Sukses selalu untuk kita semua...

 

Dalam menutup akhir tahun dan menyongsong lembaran baru di tahun berikutnya, terdapat tips-tips tertentu agar Anda lebih mudah belajar dari kegagalan sebelumnya, sekaligus mempersiapkan rencana trading yang lebih baik. Anda bisa mempelajari inspirasinya di artikel Kiat Menyusun Evaluasi Trading Akhir Tahun.

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.