Advertisement

iklan

Compounding Profit

93618

Compounding Profit adalah profit yang digunakan untuk bertrading kembali. Seberapa efektifkah compounding profit itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel kali ini mengajak Anda membicarakan tentang bagian yang "enak" dari trading, yaitu: profit. Apapun motivasi awal Anda dalam memulai trading forex, memperoleh profit pasti hal yang menyenangkan, bukan? Apalagi jika profit itu bisa berlipat ganda.

Nah, tahukah Anda bahwa ada berbagai cara untuk melipatgandakan keuntungan yang sudah diperoleh? Salah satunya adalah dengan menerapkan Compounding Profit. Dengan cara ini, Anda bisa menjadi investor dari hasil trading sendiri, karena Compounding Profit adalah teknik mengelola keuntungan yang sudah didapatkan menjadi modal trading lagi.

 

Apa Itu Compounding Profit?

Apapun yang akan Anda lakukan terhadap profit trading forex, tentu menjadi hak asasi masing-masing. Ada trader yang menetapkan profit dalam jumlah sekian, lalu menarik semua dananya. Ada juga trader yang secara berkala menarik profit tradingnya. Entah mingguan, bulanan, atau menurut jadwalnya masing-masing.

compounding profit forex

(Baca Juga: Cara Termudah Menjadi Trader Forex Yang Profit)

Jika Anda ingin menjadikan trading forex sebagai kegiatan jangka panjang, mempelajari teknik Compounding Profit yang baik dan benar bisa sangat membantu. Melalui teknik Compounding Profit, Anda tidak mengambil profit yang sudah didapat, melainkan menahannya tetap di dalam akun dan mengembangkannya. 

Profit yang ditanamkan kembali sebagai modal trading inilah yang biasa dikenal sebagai Compounding Profit dalam trading. Prinsipnya hampir sama seperti sebuah perusahaan yang menahan sebagian labanya (tidak dibagikan kepada pemegang saham) sebagai cadangan ekspansi.

 

Keuntungan Dan Hambatan Compounding Profit

Kalau dilihat perhitungan di atas kertas, Compounding Profit memang bisa menghasilkan modal (dan profit) yang fantastis apabila dilakukan secara konsisten. Bayangkan, dengan modal 100 USD, apabila Anda menghasilkan keuntungan 3% per hari lalu dikelola dengan teknik Compounding selama 3 bulan saja, profitnya bisa mencapai ribuan pips.

Mendengar hal ini, tidak jarang orang langsung berfikir, "Wah, berarti Compounding Profit adalah cara paling mudah untuk meraup untung besar di forex trading ya?".

Hal itu bisa jadi benar, tetapi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Jika keburu nafsu dan tidak memperhatikan faktor-faktor ini, Anda akan menemukan berbagai hambatan Compounding Profit antara lain:

 

1. Trading Bukan Hanya Soal Profit, Melainkan Soal Loss

Dalam trading forex, meraih profit konsisten per hari mungkin terjadi, tapi untuk bisa terus seperti itu selama 3 bulan berturut-turut tentu saja sangat susah. Setiap hari, banyaknya peluang yang muncul tidaklah sama. Memaksakan diri untuk terus meraih profit pada angka tertentu akan membuat Anda merasa tertekan dan justru terbebani. Niatnya ingin cepat mengelola modal yang besar, tapi modal justru makin berkurang karena terlalu terburu-buru buka tutup posisi mengejar peluang.

 

2. Masalah Manajemen Risiko

Tidak hanya ketika mengalami Loss, mendapat profit pun bisa menjadi 'cobaan' jika Anda memiliki manajemen risiko yang belum mantap. Bagi trader yang relatif baru, melakukan open position sebesar 1 lot dengan 10 lot tentu beda perhitungannya. Saat buka posisi dengan lot mini, rasa takutnya terasa lebih ringan dibanding ketika buka posisi dengan ukuran lot gajah.

Ketika teknik Compounding Profit mulai menunjukkan hasil dan dana di akun semakin banyak, godaan untuk membuka lot yang lebih besar pun terbuka lebar. Karena merasa telah memiliki modal yang lebih besar, tidak jarang trader gelap mata dan membuka posisi lebih banyak (Overtrade) dari kemampuannya.

trading overtrade

(Baca Juga: Kesalahan Terbesar Trader Adalah Over Trading)

 

3. Ketidaksabaran Diri Sendiri

Masalah psikologi trading lainnya yang tidak kalah menentukan saat mencoba melakukan Compounding Profit adalah perasaan gemas saat melihat dana di akun trading makin gemuk. Jika sebelumnya Anda menaruh modal sebesar 100 USD, lalu sekarang jumlahnya menjadi 1000 USD, akan muncul perasaan ingin menarik dan membelanjakan uang tersebut. Tapi jika hal itu dilakukan terus menerus, modal Anda tidak akan berkembang.

 

Cara Compounding Profit Yang Efektif

Setelah membaca hambatan-hambatan di atas, apakah Anda siap untuk mencoba mengelola modal dengan cara Compounding Profit? Jika jawabannya adalah ya, maka ada beberapa cara Compounding Profit yang bisa Anda terapkan, antara lain:

  1. Lakukan secara Pelan-Pelan
    Sambil menyesuaikan psikologis Anda menangani transaksi dalam lot dan modal yang lebih besar, Anda tidak harus memaksakan diri "berpuasa" dari menu Withdrawal. Untuk meringankan beban psikologis, Anda bisa menarik profit sebesar deposit pertama kali. Dengan begini, Anda akan merasa sudah balik modal dan hanya mentradingkan profit saja.
  2. Pilihlah Jangka Waktu Compounding Profit Yang Pendek Terlebih Dahulu
    Tidak ada pakem tertentu mengenai berapa lama Anda harus melakukan Compounding Profit. Semuanya bisa disesuaikan dengan kemampuan diri sendiri dan berapa target yang diinginkan. Sebagai langkah awal, lakukan Compounding Profit dalam jangka waktu yang relatif pendek dahulu, misalnya 3 atau 4 bulan.
  3. Pisahkan Akun Trading Jangka Panjang Dan Jangka Pendek
    Melakukan pemisahan akun trading jangka pendek dan akun trading jangka panjang juga bisa menjadi salah satu langkah jitu. Terapkan teknik Compounding Profit pada akun trading jangka panjang, sedangkan untuk menutup biaya operasional trading, bisa diambil dari akun trading jangka pendek.
  4. Pilih Broker Yang Bisa Dipercaya
    Tanpa perlu penjelasan lebih lanjut, hal ini sudah sepatutnya penting untuk diperhatikan. Anda tentu tidak mau jika hasil trading yang sudah terkumpul dan perjuangan menahan diri untuk tidak melakukan Withdrawal menjadi sia-sia karena broker Scam.

menghindari broker scam

(Baca Juga: 4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai)

 

Sebelum memulai Compounding Profit pada satu broker, cek dulu review broker tersebut di internet, apakah pernah ada masalah dalam withdrawal, apa saja syarat-syarat penarikan dananya, komisi yang dikenakan, serta lama waktu proses penarikan hingga masuk ke rekening Anda. Jangan lupa juga untuk memilih broker yang layanan pelanggannya responsif dan siap membantu, bukan hanya menyuruh Anda terus menambah dana dan menghilang ketika terjadi masalah withdrawal.

 

Nah, kini Anda telah mempelajari teknik Compounding Profit dalam mengelola keuntungan yang diperoleh dalam trading forex. Untuk menentukan angka Compounding Profit yang realistis memang susah-susah gampang, tetapi hasil yang diperoleh akan setimpal dengan usaha Anda.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Iwan Sofyan
Pemisahan akun jangka pendek dan jangka panjang sepertinya bisa jadi cara yang bagus buat pengelolaan propit ini, tapi strategi trading untuk jangka pendek dan jangka panjang kan berbeda. Kalau tidak bisa menyesuaikan perbedaan itu bisa gagal di salah satunya.
Roffiq.az
@iwan: ane jg lg nyari2 cr trdng yg pas bwt manage profit kyk gitu, aslinya sih ane trdr jngk pendek. jd msi bljr trdng jngk pnjng dl biar bs mindahin compounding k arah sana
Pra
sepertinya trading short term pun bisa kalau mau melakukan compounding jangka panjang. yg gabisa kalau melakukan compounding jangka pendek saat trading long term.
Iwan Sofyan
Menurut saya lebih baik tidak dipaksakan untuk mengubah karakter trading hanya untuk tujuan ini. Metode terbaik trading ya tetap yang paling nyaman dengan gaya trading sebelumnya. Kalau bisa compound propit jangka panjang tapi tidak nyaman dengan cara tradingnya kan juga bisa pengaruh ke hasil trading. Lagipula compound propit juga bisa dilakukan dalam jangka pendek, jadi kalau sudah merasa tidak cocok dengan sistem trading jangka panjang lebih baik jangan terburu pindah compound propitnya ke jangka panjang
Roney Ams
ane kira akun jangka pendek & jangka panjang disini nggak berhubungan sama sistem trading short & long term yg biasanya kita kenal. kalo dihubungin sama teknik compounding maksudnya akun jangka pendek ya profit dicompound dulu dalam jangka pendek (contoh disini 3-4 bulan) baru diwd. sebaliknya di akun jangka panjang compound profitnya dalam jangka panjang (mungkin bisa tahunan) baru diwd.
Dwi
Emang apa si kelebihanx trading pake 2 akun begitu? Bukanx malah ribet ya ada lebih banyak yg diurusin udh gitu WDx jg bs beda2 jangkax. malah repot gitu perasaan bukanx menguntungkan malah ntar merugikan. Disamping gitu jalanin 2 akun juga bisa makan lebih banyak biaya.
Roney Ams
inikan cuman saran aja gan mau dipraktekin beneran apa nggak semua terserah keputusan masing2. punya 2 akun ini tadinya disaranin biasanya buat kepentingan diversifikasi. jadi ada dana yang aman kalo di salah satunya ada loss diluar perkiraan. contohnya aja kalo compounding ini cuman pake 1 akun terus teknik compoundingnya yang asli secara jangka panjang. sewaktu2 ada bencana loss besar apa nggak makin gede tuh dana yang ilang? profit udah dikumpulin sekian lama bisa abis dalam sekali trade
Aldo_setiyoso
kita sebagai trader pemula emang banyak masukan buat ngelakuin ini itu tapi akhirnya ya kita sendiri yang bisa nentuin cara paling tepat. kalo dicba aja di akun demo sih g masalah. ntar kalo g cocok kan bisa ditinggal aja....
Adit Sumitra
Tapi teknik compounding ini termasuk salah satu money management yang berurusan dengan withdrawal. Sedangkan di akun demo kita hanya menjalankan trading dengan dana virtual yang perolehan tradingnya tidak dapat diwithdraw secara real. Maka dari itu untuk mencoba apakah compounding ini akan bisa menguntungkan bagi kita atau tidak hanya bisa dilakukan di akun real. Nah untuk mengurangi resiko itu maka dianjurkan membuka 2 akun masing-masing untuk compounding jangka pendek dan jangka panjang. Karena jujur untuk melakukan compounding dalam jangka panjang cukup besar resikonya, apalagi untuk pendatang baru.
Emil
Saran bgs u/ kelola profit. Mang fx trading plng bgs disesuaikn sbgai bisnis yg hssil keuntungannya bs dikembangkan u/ dpt hssil yg lbh banyakan lgi
Fx Suseno
terlalu banyak/lama mengumpulkan profit d akun mmg jg bsa berakibat buruk terutama klo psikologi tradingnya msih labil, msih suka menyimpang aturan trading. seumpama lgi dapet winning streak bkl lbh ngasih jalan buat trader utk overtrading krn sdh difasilitasi sm balance yg brtambah krn sebelumnya dpt profit banyak. bgni klo profitnya tdk buru-buru diamankan bs hilang lg dipakai trading
Adit Sumitra
Benar. Untuk itu di sini disarankan untuk melakukan compounding secara bertahap. Pertama kali melakukan bisa mengamankan withdrawal sebulan sekali atau semacamnya. Pasti nantinya trader akan bisa merasakan sendiri ketika psikologis tradingnya sudah berkembang. Sehingga baru di saat itulah bisa diupayakan untuk melakukan compounding secara jangka panjang. Kadang mengamankan profit memang ada bagusnya dan perlu juga. Namun di sini juga harus diperhatikan apakah balance di akun sudah memenuhi kebutuhan untuk kita bisa trading lagi.
Ziqin
ya aku juga setuju , harus punya 2 akun minimal. 1 untuk jangka pndk dan 1 lg untk jangka panjang
Fxtokcer
neh gwa bilng satu lg, ada 1 pptah, "dont put all your eggs in one basket", ngerti kaga? jadi gini, silahkan aja compounding sampe numpuk segunung, seterah yg punya akun lah. tp inget resikonya makin besar jg kalo mislx tuh akun kena SL berkl smp akhirnya (smg g bnr tjd) MC, begh gila mati gy tuh kali. Mending depositnya dipecah2 ke beberp akun lain ato mungkin dijadiin modal buat gelar bakul bakso? why not lah