Dampak Neraca Perdagangan Pada Nilai Mata Uang

146738

Dampak neraca perdagangan pada mata uang akan tergantung pada apakah laporan menunjukkan neraca perdagangan surplus atau defisit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Di masa lalu, data neraca perdagangan berdampak tinggi pada pasar forex mengingat pengaruhnya yang langsung pada nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara partner dagangnya. Namun, pada dekade terakhir ini pengaruhnya tampak semakin berkurang seiring dinamika pasar, dibandingkan dengan indikator fundamental lainnya yang lebih berdampak pada perekonomian. Namun demikian, dalam jangka pendek, dampak neraca perdagangan masih terlihat pada pergerakan nilai tukar mata uang, terutama jika data yang dirilis menyimpang jauh dari perkiraan para pelaku pasar.

Dampak neraca perdagangan

 

Pengertian Neraca Perdagangan

Secara sederhana, neraca perdagangan atau trade balance adalah selisih nilai total ekspor suatu negara dikurangi dengan nilai total impornya. Karenanya, ada dua situasi dalam neraca perdagangan, yaitu situasi Neraca Perdagangan Surplus dan Defisit.

Setiap negara akan mempublikasikan laporan neraca perdagangan secara berkala, biasanya dalam tempo bulanan atau kuartalan. Hasilnya diamati oleh pemerintah, bank sentral, investor, spekulan, dan para pemain pasar lainnya sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, kondisi surplus atau defisit juga bisa berdampak pada nilai tukar mata uang.

 

Dampak Neraca Perdagangan Surplus

Jika nilai total ekspor suatu negara lebih besar dari nilai total impornya, maka neraca perdagangan dikatakan mengalami surplus. Dalam hal ini artinya negara tersebut mampu menjual produk-produk yang dihasilkan dengan nilai total lebih banyak dari nilai total barang dan jasa yang dibelinya dari negara-negara lain. Pendapatan yang diperoleh dari total ekspor lebih besar dari pengeluaran untuk impor, sehingga mengalami surplus. 

Surplus Neraca Perdagangan

Secara umum, hal ini berarti perekonomian negara tersebut relatif lebih kuat dibandingkan negara partner dagangnya. Sebagai dampak neraca perdagangan surplus, nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat terhadap negara partner dagang.

Dalam jangka panjang, nilai tukar akan makin menguat jika negara tersebut mampu mempertahankan kondisi surplus neraca perdagangannya. Di sisi lain, penguatan nilai tukar mata uang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diekspor lebih mahal dari produk-produk yang diimpor, sehingga berimbas pada penurunan daya saing produk ekspor negara tersebut. Oleh karena itu, guna menjaga surplus perdagangan, pemerintah perlu mengendalikan kekuatan nilai tukar mata uangnya agar tak menguat secara berlebihan.

 

Dampak Neraca Perdagangan Defisit

Sebaliknya, jika total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor, maka artinya negara tersebut membeli lebih banyak produk-produk dari negara partner dagangnya dibandingkan negara tersebut menjual produk-produknya ke negara lain. Dalam hal ini neraca perdagangan dikatakan mengalami defisit

Defisit Neraca Perdagangan

Secara umum, hal ini berarti perekonomian negara partner dagang relatif lebih kuat dibandingkan negara tersebut. Sebagai dampak neraca perdagangan defisit, mata uang negara partner dagang cenderung menguat, sedangkan mata uang negara tersebut cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagang.

Pelemahan nilai tukar mata uang dalam jangka panjang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor dari mancanegara menjadi lebih mahal dibanding produk-produk yang diekspor. Jika kondisi ini dimanfaatkan dengan baik, negara tersebut semestinya dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor dan menggenjot ekspor, agar ke depan tak lagi mengalami defisit. Namun, jika impor tetap tinggi, maka lama-kelamaan bisa menggerogoti kekayaan negara karena harus membayar lebih banyak kepada pihak lain, sementara pendapatan minim.

Perlu untuk diketahui juga. Negara dengan neraca perdagangan defisit akan cenderung untuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya agar bisa membuat harga produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif diharapkan akan meningkatkan volume ekspor, dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang, nilai tukar mata uang negara tersebut dapat kembali menguat.

Secara garis besar, berikut adalah deskripsi umum mengenai dampak neraca perdagangan terhadap nilai tukar mata uang:

Dampak neraca perdagangan infografi

Masih banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang, selain neraca perdagangan. Simak selengkapnya di artikel 6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Abdul Jalil
Sebagai pertimbangan atas data ekspor-impor yang dirilis oleh BPS Januari 2018, sejauh manakah hal itu akan berdampak pada pengentasan kemiskinan? Sedangkan mengacu pada beberapa pendapat, pengentasan kemiskinan di Indonesia masih bersifat subsidi atau berupa bantuan-bantuan yang menambah beban pengeluaran APBN. Terima kasih.
Martin S
@ Abdul Jalil:
Menurut saya data neraca perdagangan (ekspor dan impor) tidak berhubungan langsung dengan pengentasan kemiskinan. Yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi (GDP). Jika pertumbuhan ekonomi tinggi maka aktivitas ekonomi akan tinggi dan lapangan pekerjaan akan bertambah sehingga angka pengangguran turun.

Di masa orde baru ada konsep trilogi pembangunan, yaitu stabilitas nasional (maksudnya aman dan stabil secara politik), pertumbuhan yang tinggi dan pemerataan. Tanpa adanya stabilitas tidak akan bisa membangun, dan tanpa ada pembangunan tidak akan ada pertumbuhan. Tanpa pertumbuhan tidak akan ada pemerataan. Pengentasan kemiskinan adalah bagian dari pemerataan ini. Ada 8 jalur pemerataan, yaitu:
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan papan ( perumahan ).
2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan.
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja.
5. Pemerataan kesempatan berusaha.
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
7. Pemerataan penyebaran pembangunan di wilayah tanah air.
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Contoh usaha pemerataan yang sudah terealisasi misalnya kredit usaha tani dan program bapak asuh (mitra antara pengusaha besar dan kecil).
Rendry
Terkadang tidak memicu pergerakan harga secara signifikan. Masih dahsyat berita mengenai suku bunga dan NFP.