Dasar Trading Dengan Channel Dalam Forex

213260

Channel terdiri dari 2 garis yang sejajar dan ada 3 type yaitu up, down dan sideways channel. Ini merupakan alat bantu analisa teknikal untuk menentukan level entry (buy atau sell).

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Channel dalam forex adalah alat bantu analisa teknikal yang sering digunakan terutama untuk menentukan level entry (Buy atau Sell). Channel terdiri dari dua garis yang sejajar. Garis atas menunjukkan area yang potensial sebagai Resistance, sedangkan garis bawah menunjukkan area potensial Support.

Dilihat dari bentuknya, ada tiga tipe channel, yaitu:

  1. Up Channel (Ascending Channel), yaitu channel yang terbentuk ketika pergerakan harga sedang dalam keadaan uptrend.
  2. Down Channel (Descending Channel), yaitu channel yang terbentuk ketika pergerakan harga sedang dalam keadaan downtrend.
  3. Sideways Channel (Horizontal Channel), yaitu channel yang terbentuk ketika pergerakan harga sedang sideways (ranging).

Contoh masing-masing dapat dilihat pada gambar berikut:

 

Contoh Channel Dalam Forex

 

Cara Membuat Channel

Fasilitas untuk menggambar channel biasanya sudah tersedia pada platform trading yang disediakan oleh broker, termasuk pada platform Metatrader. Pada platform Metatrader, channel nampak sebagai salah satu opsi yang bisa disisipkan (Insert) sebagaimana nampak dalam lingkaran oranye di bawah ini.

 

Trading Menggunakan Channel Dalam Forex

 

Platform trading bisa menyediakan lebih dari satu jenis channel untuk digambar. Namun, channel paling sederhana seperti nampak pada gambaran Down Channel, Up Channel, dan Sideways di atas, diperoleh dengan menggunakan Linear Regression Channel.

Untuk menerapkan channel pada grafik harga, Anda cukup klik pada opsi Linear Regression, kemudian klik pada level-level high dan low yang dapat ditemukan pada grafik, sesuai dengan syarat-syarat berikut:

  • Up Channel: Jika harga bergerak uptrend, yaitu ketika harga membentuk level-level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya (higher lows), dan level-level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya (higher highs), maka tarik garis yang menghubungkan minimal dua level low, kemudian buat garis paralel yang sejajar (dengan sudut yang sama) dan atur posisinya sehingga paling tidak menyentuh satu level high.
  • Down Channel: Ketika harga bergerak downtrend atau membentuk level-level high yang lebih rendah dari high sebelumnya (lower highs), dan level-level low yang lebih rendah dari low sebelumnya (lower lows), maka tarik garis yang menghubungkan minimal dua level high, kemudian buat garis paralel yang sejajar dan atur posisinya sehingga paling tidak menyentuh satu level low.
  • Untuk membuat Horizontal Channel, cukup dengan menarik garis-garis yang menghubungkan minimal dua level low dan dua level high.

Apabila terjadi kekeliruan dalam menetapkan high dan low, Anda bisa menggesernya belakangan hingga tercapai bentuk channel yang memenuhi syarat dan dapat diterka bentuknya.

 

 

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Membuat Channel

  • Tidak ada ketentuan baku dalam membuat sebuah channel, tetapi semakin curam sudut channel yang Anda buat, maka akan semakin tidak reliable atau kurang valid. Ini karena pola pergerakan harga yang naik atau turun dengan tajam akan rawan terjadi break atau penembusan pada channel yang Anda buat.
  • Semakin sering channel yang Anda buat diuji atau gagal ditembus pergerakan harga, maka akan semakin valid dan reliable.
  • Garis-garis Resistance dan Support pada sebuah channel tidak menunjukkan level Resistance atau Support yang pasti, melainkan merupakan sebuah area (range) resistance atau support. 

 

Contoh Trading Dengan Channel Dalam Forex

Trading dengan channel biasanya dilakukan dengan entry Sell pada area Resistance dan Buy pada area Support, serta level stop yang ketat untuk mengantisipasi jika harga menembus (break) channel. Level Target (limit) biasanya ditentukan pada area yang berlawanan, dekat Support atau Resistance. Contohnya seperti nampak pada gambar di bawah ini:

 

Contoh Trading Dengan Channel Dalam Forex

 

Sebagai konfirmasi sebelum entry, Anda bisa menggunakan indikator teknikal. Misalnya indikator Moving Averages atau indikator oscillator seperti RSI, indikator stochastics, dan lainnya. Selain itu, dapat pula mencari konfirmasi dengan menyelidiki formasi candlestick apa yang terbentuk di sekitar area Resistance atau Support.

Perlu dipahami bahwa pergerakan harga di pasar tidaklah pasti. Meskipun saat terbentuk channel memang ada kecenderungan harga bergerak naik-turun di dalamnya, tetapi bukan tidak mungkin harga bergerak keluar dari channel. Oleh karenanya, setelah mempelajari bahasan trading dengan channel dalam forex ini, ada baiknya menelaah berbagai bahasan lainnya yang bisa digunakan sebagai konfirmator.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Adam
waaa..simple yaa..master? Nah kalo begini aku gampang ngertiinnya. Trus kira2 kalo model beginian aku pake di timeframe yang kecilan macam h1 gtu..menurut master gmn? Kalo pake timeframe yang harian gitu kog sering lupa kalo lg analisa trading tuh master..hehehe.
Martin S
@ adam:
Untuk channel trend tersebut bisa saja diterapkan pada time frame yang lebih kecil termasuk 1 jam bahkan 5 menit, tetapi mungkin saja akurasinya tidak sebesar time frame tinggi karena sample data pada time frame rendah lebih sedikit dari time frame tinggi. Berikut contoh pada USD/JPY 1 jam :


Junaedi
Kayaknya kalo di aplikasi trading metatrader ada juga fasilitas channel indicator yang otomatis bikin garis atas bawah sendiri ya?
Rivan
Cuma kalo pake manual kog kayaknya lebih ada seninya bro. Kata orang-orang di forum master itu, trading itu gak cuma hitungan matematis aja. Butuh sentuhan seni dan feeling.
Firman
Boleh lah kalo mo di anggap gitu. Yang penting kalo saya sih tetep konsisten pada rule masing-masing. Kadang kita lihat saat ini feeling kita jalan di sistem. Suatu ketika saat semuanya berubah merah alias lebih banyak loss nya, mulai deh banyak alasan nyalahin feeling. Yang kurang tajam lah, tumpul lah, banyak gangguan lah, kurang fokus lah. Seribu satu alasan muncul.
Billy
Makanya pake yang udah otomatis dan matematis aja kan? Dah jelas batasannya mo pake regresi atau equidistant silakan aja.
Firman
@billy..hmmh..hal itu juga gak banyak membantu jika kita tetep masih mudah tergoda. Banyak hal yang menjadi pemicu perubahan pilihan indikator. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh suatu indikator pun, baik yang berupa hasil perhitungan matematis maupun yang murni menggunakan feeling sama potensinya untuk berubah di kemudian hari.
Tutik
Kalo channel ini dibandingkan indikator bands, gimana bedanya ya? Ada master yang bisa bantu?
Hari
bagiku sih..channel lebih tegas untuk nentuin tren. Bands sering kali berubah begitu ada harga mendadak.
Wingky
Berubah gimana? Kalo Bolinger Bands kan emang direncang untuk mengetahui volatilitas pasar juga. Jadi nggak semata-mata untuk nentuin tren. Justru dengan berubahnya bentuk suatu bands, maka akan terdeteksi adanya penguatan suatu tren atau justru menjadi akhir atau indikasi penolakan suatu arah tren.
Gane
Bands lebih mudah bikinnya juga, sekali setting dipake dari awal sampai akhir. Mo back test juga lebih mudah. Channel harus seting berkali-kali.
Yota
Ada yang punya strategi open dengan bands atau channel?
Vando
Tunggu rejection di upper atau lower line nya aj..boss.
Dani
Nah itu di atas kan udah dikasih contoh sama penulisnya.
Tangguh

Udah..gabungan aja keduanya. Tungguin aja kalo udah cross, open sesuai feeling. Masuk semua tuh persyaratan. Feeling diwakili tren line manual, bands memakai hitungan matematis bukan? Mencoba mennyimak obrolan di atas aja sih..bukan begitu para guru?
Tutik
Ohhhh..masuk akal juga tuh. Tapi bands suka telat-telat gak ya master? Nanti keburu harga dah bergerak duluan gak sih?
Toni
Coba dulu..mbak. Pakai akun demo kan enak dan gak resiko. Semua teknik atau sistem kalo cuma di bayangin tanpa mau praktek ya percuma aja.
Kharisma
Talk less do More
Kamu
Lalu apa bedanya channel dengan trend line
Martin S
@ Kamu:
Channel mencakup resistance dan support, sedangkan garis trend hanya menunjukkan resistance atau support saja.
Baca juga: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading