Advertisement

iklan

Dasar-Dasar Ilmu Probabilitas Untuk Trading Forex

Pemahaman tentang ilmu probabilitas itu perlu dimiliki oleh semua trader agar tidak terjebak mengambil keputusan berdasarkan intuisi semata.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Aktivitas utama trader forex adalah memilih ide trading dengan probabilitas sukses tertinggi. Namun, banyak orang memilih untuk trading berdasarkan intuisi daripada berdasarkan ilmu probabilitas yang terbukti secara ilmiah, sehingga mereka gagal memperoleh keuntungan secara konsisten. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas tentang dasar-dasar penggunaan ilmu probabilitas untuk trading forex.

Ilmu Probabilitas

 

Trading Forex Berbasis Intuisi vs Probabilitas

Mari bayangkan seandainya Anda dihadapkan pada dua pilihan:

  1. Peluang 75% untuk mendapatkan keuntungan USD500, disertai dengan peluang 25% untuk tidak mendapatkan uang sepeserpun.
  2. Keuntungan pasti USD100.

Manakah yang Anda pilih? Secara logis, Anda mungkin memilih opsi kedua demi menekan risiko. Namun, kebanyakan orang akan memilih opsi pertama secara intuitif, karena menginginkan keuntungan lebih besar.

Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh trader setiap hari. Ketika suatu posisi floating sudah memperoleh profit tertentu, kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri: apakah lebih baik close sekarang untuk mendapatkan keuntungan sesegera mungkin, atau biarkan trade jalan terus?

Ada juga situasi sebaliknya. Umpama Anda dihadapkan pada dua pilihan lain:

  1. Peluang 75% untuk mengalami kerugian sebesar USD500, disertai potensi tidak rugi sama sekali.
  2. Kepastian rugi USD100.

Mana pula yang Anda pilih dalam situasi ini? Seperti halnya situasi pertama tadi, dalam kondisi berpikir jernih seperti sekarang, Anda tentu memilih opsi kedua. Namun, ketika trading forex, kebanyakan orang malah memilih skenario pada opsi pertama secara intuitif.

Inilah bukti bahwa kondisi psikologis akan memengaruhi pengambilan keputusan, apabila Anda trading berdasarkan intuisi semata. Metode pengambilan keputusan seperti itu tak ada bedanya dengan berjudi. Namun, ada solusi mudah untuk mengatasinya: pelajarilah ilmu probabilitas, buat sistem trading teruji, lalu laksakan sistem tersebut secara sistematis.

Menurut beberapa master trader, probabilitas dan statistik merupakan kunci untuk profit dalam trading forex. Dengan memahami probabilitas menang dan kalah suatu sistem, maka trader dapat menciptakan strategi yang teruji dan efektif, sekaligus mengevaluasi hasil trading secara presisi.

 

Penerapan Ilmu Probabilitas untuk Trading

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, probabilitas dimaknai sebagai "kemungkinan". Secara umum, probabilitas dapat dipahami sebagai suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Probabilitas dapat dijadikan pengukur ketidakpastian, sedangkan ketidakpastian adalah bagian dari proses pengambilan kebijakan. Dengan demikian, ilmu probabilitas dapat memberikan landasan yang kuat tentang bagaimana menelaah ketidakpastian secara logis dan rasional terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh trader dalam pengambilan keputusan. 

Konsep ilmu probabilitas ini telah dirumuskan dengan lebih formal secara matematis, kemudian digunakan secara lebih luas pada dunia keuangan, sains, dan filsafat. Dalam kehidupan kita, ada dua (2) macam probabilitas yang sering digunakan:

  • Probabilitas a priori

Probabilitas a priori disusun berdasarkan perhitungan akal, bukan atas dasar pengalaman. Contohnya, untuk menentukan berapa kemungkinan mata dadu yang bakal keluar, maka mempunyai kemungkinan 1/6, karena sebuah mata dadu mempunyai enam muka. 

  • Probabilitas relatif frekuensi

Probabilitas relatif frekuensi disusun berdasarkan statistik atas fakta-fakta empiris. Contohnya, probabilitas tentang gagalnya tembakan pistol adalah 5. Maksudnya bahwa setiap 100 kali pistol ditembakkan, maka paling tidak 5 kali diantaranya macet. Ini disusun atas dasar pengamatan atas peristiwa.

Dari kedua probabilitas tersebut, trader perlu mengutamakan penggunaan probabilitas relatif frekuensi untuk menyusun sistem trading yang benar-benar efektif dan menguntungkan. Caranya dengan melakukan backtest terhadap suatu sistem atau strategi yang akan diterapkan. Kita memang tidak bisa memastikan kinerja sistem trading di masa depan, tetapi kita akan mendapatkan kisaran ekspektasi hasil yang dapat diperoleh kelak. Kisaran ekspektasi hasil ini pun bersifat ilmiah.

Apabila Anda sudah memiliki sebuah sistem trading dengan kisaran ekspektasi hasil yang memuaskan, maka langkah selanjutnya cukup mengatur manajemen risiko dengan position sizing serta memasang Stop Loss dengan mempertimbangkan rasio Risk/Reward. Dengan cara inilah trader bisa meraup keuntungan besar secara konsisten, walaupun tanpa sistem trading "holy grail" yang 100% sukses.

 

Setujukah Anda mengenai ulasan di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini. Anda juga bisa bertanya melalui halaman Tanya Jawab kami berikut ini.

122993

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone