EUR/USD 1.064   |   USD/JPY 152.860   |   GBP/USD 1.246   |   AUD/USD 0.648   |   Gold 2,343.27/oz   |   Silver 29.47/oz   |   Wall Street 38,049.32   |   Nasdaq 16,209.16   |   IDX 7,286.88   |   Bitcoin 70,060.61   |   Ethereum 3,505.25   |   Litecoin 98.69   |   Pound Sterling menghadapi tekanan karena dolar As menguat jelang laporan Nonfarm Payrolls, 1 minggu, #Forex Fundamental   |   NZD/USD melayang di dekitar level 0.6000 menjelang data NFP AS, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD turun mendekati level 1.0830 di tengah kewaspadaan pasar, data NFP AS dipantau, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   XAU/USD terkoreksi namun kondisi Geopolitik dapat membatasi penurunan jelang NFP AS, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) +1.55%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) +1.49%, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) +1.41%, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   IHSG menguat pada awal perdagangan hari ini, naik 0.24% ke 7,272, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Avia Avian Tbk. (AVIA) melaporkan progres pembangunan Pabrik baru di Cirebon senilai Rp750 miliar, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   Wall Street ditutup melemah tajam, dengan Dow Jones Industrial Average jatuh 1.35%, S&P 500 1.23%, dan Nasdaq Composite 1.4%, Indeks MSCI untuk kinerja ekuitas global turun 0.61%, 1 minggu, #Saham Indonesia

Day Trading Mudah Menggunakan Fibonacci

Penulis

Ingin mengidentifikasi titik entry yang akurat? Temukan rahasia sukses day trading mudah dengan memanfaatkan Fibonacci dalam artikel berikut ini.

Day trading adalah gaya trading dimana posisi dibuka dan ditutup pada hari yang sama atau kurang dari satu hari. Day trading dilakukan dengan buy dan sell suatu aset seperti pair forex atau saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang cepat. Namun, day trading dapat menjadi strategi yang sangat menantang karena terkadang sulit untuk mengetahui kapan sebaiknya membeli atau menjual.

Salah satu alat atau tools yang dapat membantu Anda dalam analisis teknis adalah Fibonacci. Fibonacci telah lama menjadi alat yang populer di kalangan trader, terutama dalam menganalisis level support dan resistance pada pasar. Jika Anda ingin memanfaatkan Fibonacci untuk menghasilkan cuan saat day trading, ada beberapa poin-poin penting yang sebaiknya dilakukan agar hasil trading lebih optimal:

  • Mengaplikasikan indikator moving average
  • Gunakan price action untuk mengidentifikasi pasar
  • Menentukan level support/resisten di time frame H1 dan H4
  • Level retracement ideal adalah di 38.2%, 50% dan 61.8%
  • Jarak stop loss antara 15 hingga 30 pips
  • Target profit yang umumnya digunakan adalah antara 20 hingga 60 pips
  • Trading di sesi London dan New York

Untuk penjelasan lebih mendetail serta bagaimana cara menerapkan setup tersebut di chart, yuk simak artikel berikut ini sampai habis.

day trading mudah

 

Fibonacci Dalam Trading

Dalam trading, Fibonacci digunakan sebagai alat analisis teknikal yang membantu trader mengidentifikasi level-level harga penting yang mungkin bertindak sebagai support atau resistance. Salah satu jenis Fibonacci yang paling populer dalam trading adalah retracement Fibonacci.

Retracement Fibonacci menggambarkan tingkat koreksi harga yang mungkin terjadi setelah tren harga naik atau turun secara signifikan. Ada beberapa tingkat retracement Fibonacci yang umum digunakan, yaitu 38.2%, 50%, dan 61.8%. Tingkat retracement Fibonacci 38.2% dan 61.8% dianggap sebagai tingkat retracement paling penting, karena seringkali harga akan mengalami koreksi pada tingkat ini sebelum melanjutkan tren harga asli.

 

Cara Day Trading Menggunakan Fibonacci

Untuk memanfaatkan Fibonacci dalam day trading, Anda hanya perlu mengikuti tiga langkah sederhana. Pertama, identifikasi tren harga yang sedang berlangsung, kemudian tentukan level-support/resisten menggunakan Fibonacci, dan yang terakhir melakukan entry saat sinyal konfirmasi terbentuk. Berikut ini langkah detailnya.

Baca Juga:

Where to Get Free Trading Signals?

 

 

 

Identifikasi Tren Harga

Tren harga dapat berupa uptrend (tren harga naik), downtrend (tren harga turun), atau sideways (tren harga datar). Fibonacci umumnya digunakan dalam tren harga naik atau turun. Salah satu indikator populer yang digunakan untuk mengidentifikasi tren adalah moving average. Selain itu, trader juga dapat menggunakan price action dalam mengidentifikasi tren pasar. Time frame ideal untuk mengidentifikasi tren dalam day trading adalah H1 dan H4. Posisi entry akan mengikuti tren harga yang sedang berlangsung. Jika harga sedang tren naik, posisi yang diambil adalah tren naik, sedangkan jika harga sedang tren turun maka posisi yang diambil adalah sell.

 

Menentukan Level Support/Resisten

Time frame yang digunakan untuk menentukan level support/resisten ini masih sama yaitu H1 dan H4. Penarikan Fibonacci retracement dilakukan dengan menghubungkan titik harga tertinggi dan harga terendah dengan garis horizontal. Selain itu, penarikan Fibonacci retracement juga ditentukan sesuai dengan arah trend. Jika tren sedang naik, maka garis Fibonacci retracement ditarik dari bawah ke atas, begitu pula sebaliknya.

Baca Juga:

Calculate Your Own Fibonacci Levels

 

 

 

Entry Saat Terbentuk Signal Konfirmasi

Untuk entry yang optimal, Anda dapat menggunakan time frame lebih kecil, misalnya M30 (30 menit) atau M15 (15 menit). Time frame entry yang lebih kecil ini memungkinkan Anda untuk merespons pergerakan harga dengan lebih cepat dan memaksimalkan peluang trading yang ada.

Anda dapat menggunakan indikator teknikal, pola candlestick, atau sinyal momentum dari indikator untuk mengkonfirmasi signal entry yang diidentifikasi berdasarkan level Fibonacci. Salah satu indikator yang bisa Anda gunakan sebagai signal entry adalah stochastic dimana signal sell terkonfirmasi saat terjadi persilangan di atas angka 80 atau signal buy terkonfirmasi apabila terbentuk persilangan di bawah angka 20.

 

Tentukan Stop Loss dan Take Profit

Setelah entry, jangan lupa memasang stop loss (SL) dan take profit (TP) yang sesuai untuk day trading. Jarak stop loss yang digunakan merupakan faktor penting dalam manajemen risiko. Dalam konteks ini, jarak stop loss yang umumnya digunakan dalam day trading dengan Fibonacci adalah antara 15 hingga 30 pips.

Pada pasangan mata uang mayor, yang cenderung memiliki range harian yang lebih kecil, jarak stop loss sekitar 15-25 pips mungkin sudah mencukupi. Namun jika Anda trading pada pasangan mata uang cross atau eksotik yang memiliki volatilitas yang lebih tinggi, Anda mungkin perlu memperluas jarak stop loss menjadi sekitar 25-30 pips atau bahkan lebih, untuk memberikan ruang bagi pergerakan harga yang lebih luas dan menghindari stop loss yang terlalu dekat dengan level support atau resistance yang signifikan.

Untuk target profit, umumnya digunakan antara 20 hingga 60 pips jika Anda trading pair mayor. Target ini didasarkan pada pergerakan harga yang dapat diharapkan dalam satu sesi perdagangan. Penting untuk memperhatikan bahwa target profit yang ditetapkan harus realistis dan dapat dicapai dengan probabilitas yang memadai berdasarkan analisis teknis dan kondisi pasar.

Baca Juga:

Pelajari Seluk-Beluk Kondisi Pasar Di Akun Demo

 

 

Sesi Trading

Sesi trading yang sering disarankan untuk day trading dengan Fibonacci adalah sesi trading London dan New York. Sesi trading London dan New York memiliki volatilitas yang tinggi dan cenderung menghasilkan pergerakan harga yang lebih signifikan. Sesi trading London dimulai pada pukul 8 pagi GMT (Greenwich Mean Time) hingga sekitar pukul 4 sore GMT atau dalam waktu Indonesia barat (WIB) sekitar jam 15.00 sampai jam 23.00 WIB.

Sementara sesi trading New York dimulai pada pukul 1 siang GMT hingga sekitar pukul 9 malam GMT atau dalam waktu Indonesia Barat sekitar jam 20.00 WIB sampai 04:00 WIB. Periode overlap antara kedua sesi ini seringkali menjadi waktu yang paling aktif dan berpotensi memberikan peluang trading yang baik.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pergeseran waktu (Daylight Saving Time/DST) di beberapa negara dapat mempengaruhi selisih waktu antara sesi trading dan waktu Indonesia Barat. Waktu saat tulisan ini dibuat termasuk dalam DST yaitu bulan Maret - November sehingga sesi London dan New York lebih cepat 1 jam yaitu:

  • Sesi London: 14:00 WIB - 22:00 WIB
  • Sesi New York: 19:00 WIB - 03:00 WIB

 

Contoh Penerapan Day Trading Menggunakan Fibonacci

Untuk lebih memahami, saya akan memberikan contoh day trading menggunakan Fibonacci. Pada grafik EUR/USD time frame H1 di bawah ini. Tren yang sedang berlangsung adalah tren turun. Hal ini ditunjukkan oleh harga yang kembali membentuk harga terendah baru (lower low).

Day Trading Mudah Menggunakan

Masih pada time frame H1, selanjutnya kita akan mencari level resisten potensial sebagai area entry sell saat harga pullback menggunakan Fibonacci retracement. Caranya dengan menarik Fibonacci retracement dari harga tertinggi (high) ke harga terendah (low). Dalam hal ini level potensial sell 38,2%-61.8% berada pada harga 1.06225-1.06370.

Day Trading Mudah Menggunakan

Terakhir, kita masuk ke time frame M15 dan menunggu signal konfirmasi sell di level 38.2%-61.8% saat sesi London. Tidak lama setelah sesi London masuk pukul 14:45 WIB, terlihat konfirmasi signal sell saat stochastic menyilang di atas angka 80, posisi sell masuk. Kita menggunakan stoploss dengan jarak 16 pips dan target profit sebesar 32 pips (rasio risk/reward 1:2).

Day Trading Mudah Menggunakan

Setelah entry sell harga kembali melanjutkan tren turun hingga mencapai take profit. Posisi sell ditutup profit 2R.

Day Trading Mudah Menggunakan

Baca Juga:

Find Out Your Ideal Take Profit with Money Management Planning

 

 

 

Akhir Kata

Meskipun tidak selalu akurat dan membutuhkan waktu dan keterampilan untuk menguasainya, Fibonacci dapat memberikan keuntungan bagi trader dalam mengidentifikasi level-level penting, menentukan level entry dan exit yang potensial, serta menempatkan stop loss yang tepat.

Namun, perlu diingat bahwa Fibonacci hanyalah satu dari banyak alat analisis teknikal yang tersedia. Sebagai trader, kita harus selalu mengombinasikan penggunaan Fibonacci dengan analisis teknikal yang tepat dan manajemen risiko yang baik. Kita juga harus selalu mengikuti prinsip-prinsip dasar trading, seperti disiplin, konsistensi, dan kesabaran.

 

Salah satu metode untuk meningkatkan keakuratan strategi Fibonacci adalah menggabungkannya dengan Trendline. Seperti apa caranya? Simak panduan lengkapnya di artikel berikut.

299280
Penulis

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.