Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi

180726

Investasi deposito berjangka tergolong bentuk investasi aman. Namun, situasi tersebut lalu memunculkan berbagai macam penipuan dengan iming-iming bunga deposito tinggi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Deposito berjangka banyak dianggap sebagai bentuk investasi paling aman dan mudah dipahami masyarakat awam. Daripada menyimpan uang di rekening tabungan yang berbunga rendah dan akan digerogoti oleh biaya administrasi, banyak orang kini berpindah ke deposito berjangka. Orang berlomba-lomba mencari deposito berjangka dengan bunga setinggi-tingginya.

Masalahnya, dengan makin maraknya deposito berjangka, maka deposito menjadi umpan menarik bagi para penjahat kriminal yang ingin memangsa uang hasil jerih-payah orang lain. Kasus-kasus deposito bodong semakin meningkat dari tahun ke tahun, demikian pula penipuan deposito dengan memalsukan sertifikat deposito berjangka dari bank-bank nasional.

 

Jebakan Bunga Deposito Tinggi

 

Untuk menghindari jebakan-jebakan bunga deposito tinggi maupun penipuan deposito bodong semacam itu, Anda perlu mengetahui tiga hal berikut yang terkait dengan deposito berjangka dan bunga deposito.

 

1. Bunga Deposito Tinggi Yang Tidak Dijamin LPS

Setelah krisis tahun 97/98 dimana banyak bank kolaps, Pemerintah mengadakan program penjaminan simpanan bank yang dikelola oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika Anda menyimpan uang di bank-bank yang terdaftar di LPS, maka apabila bank-nya mengalami masalah, Anda akan mendapatkan ganti sesuai besar simpanan Anda.

Namun demikian, ada batas-batas yang telah ditetapkan LPS, yang berarti bahwa hanya simpanan yang sesuai dengan batas-batas tersebut yang akan diganti. Persyaratan tersebut mencakup besar bunga simpanan maksimum dan besar simpanan maksimum.

Untuk periode 15 Mei 2014-14 September 2014, tingkat bunga yang dijamin LPS adalah 7,75% untuk simpanan Rupiah di Bank Umum, 1,5% untuk simpanan valas di Bank Umum, serta 10,25% untuk simpanan Rupiah di BPR. Sedangkan maksimum besar simpanan per individu yang dijamin adalah Rp 2 miliar. Artinya, jika Anda menyimpan lebih dari Rp 2 miliar di satu bank, maka simpanan Anda tidak dijamin LPS. Juga, apabila Anda menyimpan deposito berjangka dengan bunga 12% misalnya, maka deposito berjangka tersebut juga tidak dijamin LPS, walaupun bank tempat Anda menyimpan uang tersebut termasuk anggota LPS. Peraturan-peraturan tersebut dapat dilihat langsung di website LPS.

 

Tanda Bank Yang Dijamin LPS

 

 

2. Tak Ada Keuntungan Tanpa Risiko

Banyak penawaran deposito berbunga tinggi menjanjikan return yang luar biasa besar tanpa risiko atau dengan risiko yang sangat kecil. Yang perlu Anda pahami disini adalah, tak ada return besar tanpa risiko yang besar. Pertumbuhan investasi dengan risiko rendah semacam deposito tidak mungkin jauh melebihi standar suku bunga acuan.

Sebagai perbandingan, suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini adalah 7,5%. Batas bunga yang dijamin LPS hanya 7,75%. Imbal hasil investasi obligasi juga hanya sekitar tujuh koma sekian persen. Dengan patokan tersebut, maka bisa dikatakan kalau Investasi yang memungkinkan return lebih tinggi atau diatas 8% adalah investasi dengan level risiko yang juga lebih tinggi, seperti saham dan forex. Jika ada yang berani menawarkan deposito berjangka dengan bunga deposito tinggi hingga belasan atau bahkan puluhan persen, maka Anda perlu hati-hati, siapa tahu itu termasuk deposito bodong, atau malah skema investasi berbahaya seperti Ponzi atau High-yield Investment Program (HYIP).

Bank resmi nasional maupun daerah bisa saja memberikan bunga deposito tinggi kepada Anda, bila dana Anda berjumlah besar. Deposito semacam itu legal secara hukum, dan tentu saja sangat menguntungkan. Namun, perlu Anda pertimbangkan juga resiko deposito yang meningkat karena deposito berjangka Anda tersebut tidak akan masuk ke program penjaminan LPS.

 

 

3. Pembukaan Dan Pencairan Deposito Hanya Di Kantor Bank

Sudah ada kasus pemalsuan sertifikat deposito berjangka dengan menggunakan slip yang dikeluarkan oleh salah satu bank nasional populer. Para pelakunya menawarkan deposito tersebut dengan iming-iming bunga lebih tinggi daripada yang sudah tercantum di bank. Selain itu, dengan berbagai alasan, pelaku mengajak korban melaksanakan transaksi pembukaan dan pencairan deposito bukan di kantor bank.

Perlu dicatat bahwa pembukaan dan pencairan deposito berjangka umumnya hanya bisa dilakukan di kantor bank. Apabila ada orang yang datang kepada Anda menawarkan deposito dengan mengatasnamakan bank tertentu, maka ada baiknya Anda melakukan pengecekan langsung ke cabang bank terdekat untuk memastikan bahwa orang tersebut benar orang bank, dan deposito yang ditawarkannya benar deposito bank tersebut. Begitupun, walau semuanya benar, masih tetap disarankan agar Anda membuka deposito langsung di kantor bank tersebut saja.

Pembukaan dan pencairan deposito berjangka relatif mudah prosedurnya, namun orang bisa dengan mudah terjerumus kedalam penipuan jika kurang berhati-hati dan tergiur dengan bunga deposito tinggi yang ditawarkan. 'High risk, high return', adalah semboyan investor yang perlu diingat-ingat agar Anda tidak mudah terjebak oleh iming-iming bunga deposito tinggi. Apabila Anda terlanjur terjerumus dalam salah satu jebakan yang diuraikan disini, maka upayakan untuk menarik deposito Anda secepatnya, atau hubungi pihak kepolisian terdekat.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

11 OKT 2019
BANK
BANK CENTRAL ASIA 4.8 4.8
BANK DANAMON INDONESIA 5.8 5.8
BANK MANDIRI 4.3 6.5
BNI 46 5.3 5.9
BANK RAKYAT INDONESIA 5.6 5.9
BANK TABUNGAN NEGARA 6.3 6.3
Selengkapnya

Wahyudi
great artikel
Tika
sangat bermanfaat sekali untuk saya, terima kasih
Rina
terima kasih atas artikel nya.
Anonymus
haha bulan lalu ada org nawarin aku buka rekening dgn imingr hadiah lah ko kaya sales dor to dor...buka rek kan harus nya di bank masa di emperan mall...hahalah ko ini ada artikel ini jgn2 penipuan jg
Maria
Terima kasih informasinya. Sangat bermanfaat.
Nama Anda
sangat bermanfaat banget infonya thx.
Har
Terima kasih dan sangat bermanfaat informasinya.
Handoko
info yg bagus,tapi ada produk yg fix income yaitu obligasi republik indonesia ORI yg dijual ke masyarakat dengan yield 8,50 % per tahun masa tenor 3 tahun setelah 3 tahun uang anda dikembalikan beserta yield. YG MENERBITKAN PEMERINTAH RI MELALUI DEPARTEMEN KEUANGAN,resiko kerugian,resiko uang hilang sangat kecil.Anda dapat datang ke Bank Bank umum yg nasional banyak yg jual ORI.Saran untuk anda dapat return yg agak tinggi dari bunga deposito bank yg ingin investasi yg resiko kecil dan aman yg jamin bukan LPS tapi PEMERINTAH RI
A. Muttaqiena
Obligasi memang merupakan pilihan aset investasi yang menarik dengan resiko relatif rendah. Namun, obligasi berbeda dengan deposito. Deposito termasuk simpanan di bank. Sedangkan "obligasi" adalah bukti bahwa Anda meminjamkan uang kepada pihak lain (dalam hal ORI, berarti Anda meminjamkan uang kepada pemerintah). Deposito juga tidak liquid, dalam arti tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Sedangkan Obligasi bisa diperjualbelikan ke pihak lain sebelum jatuh tempo apabila sedang membutuhkan dana segar. Untuk membuka deposito bisa dilakukan kapan saja di kantor cabang bank terdekat, tetapi untuk membeli ORI ada waktu-waktu tertentu di sekitar masa peluncuran saja atau jika diluar itu maka harus dengan harga berbeda di pasar sekunder.
Ella Wahyuni
Berarti enak yg deposito bulanan ya drpd yg 3bln di bni Krn setiap bulansekali terima keuntungan 6,9%Daripada kalo 3bln sekali terima 7,5% bener gak sih 
A. Muttaqiena
Anda salah paham. Persentase bunga selalu per tahun. Jadi jika dikatakan bunga deposito 1 bulan adalah 6.9%, itu berarti: jika Anda menyimpan deposito 1 bulan, maka Anda mendapat bunga 6.9% per tahun. Artinya, perhitungan bunga-nya di akhir bulan nanti akan dibagi 12 (satu tahun = 12 bulan) dan di kali 1 (karena deposito hanya disimpan 1 bulan). Sedangkan bila Anda menyimpan deposito 3 bulan dengan bunga 7.5% per tahun, maka perhitungan bunga-nya di akhir periode 3 bulan nanti akan dibagi 12 dan dikali 3 (karena deposito disimpan 3 bulan). Lebih lengkapnya mengenai perhitungan bunga deposito, Anda bisa baca di artikel ini.
Lilik
Makasih Ilmunya, bermanfaat sekali :)