Advertisement

iklan

Dua Faktor Yang Mempengaruhi Akselerasi Harga

Penulis

+ -

Hampir semua orang telah mengetahui bahwa pasar bergerak dengan sangat dinamis setiap harinya. Pernahkah terbesit pikiran mengapa pasar sedemikian dinamisnya?

iklan

iklan

Pasar forex selalu bergerak naik turun secara dinamis setiap harinya. Kenapa dinamis? Karena pergerakan naik dan turun tersebut tidak pasti aturannya. Tapi pernahkah terbersit, hal apakah yang membuat pasar demikian dinamis? Ada fakta menarik yang dinamakan “momentum”. Menurut www(dot)kamusbahasaindonesia(dot)org, salah satu arti momentum adalah saat yang tepat. Tepat untuk apa? Tentu saja untuk bergerak lebih cepat (dalam konteks forex).

faktor akselerator harga

Gerakan lebih cepat  tersebut dapat kita lihat ataupun rasakan jika kita sedang melakukan trading di depan komputer. Momentum-momentum  inilah yang secara kontinu memberikan "bahan bakar" bagi pasar untuk mulai bergerak lebih cepat atau menambah kecepatan yang sedang terjadi. Ok, langsung saja kita coba identifikasi beberapa halyang dengan mudah dapat kita amati selama kita melakukan trading.

Momentum fundamental

Hal ini biasanya berkaitan dengan rilis suatu berita. Konteksnya dapat bermacam-macam, mulai dari pemberitaan tentang jumlah tenaga kerja, pengangguran, tingkat pertumbuhan ekonomi, maupun tingkat suku bunga termasuk juga level inflasi. Aspek-aspek tersebut sangat berkaitan dengan kondisi perekonomian suatu negara secara langsung. Jika salah satu kondisi dalam data-data di atas mengalami perubahan maka potensi untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara akan dengan cepat terjadi.

Ada pula faktor tambahan yang masih dikategorikan sebagai momentum fundamental lainnya yaitu kondisi peperangan, bencana alam dan konflik-konflik politik. Khusus untuk fundamental yang berkaitan langsung biasanya sudah terdapat jadwal yang tetap setiap minggu atau bulannya. Di saat jam rilis berita tiba, maka melalui bantuan tampilan grafik untuk trading, kita dapat amati bagaimana pergerakan  harga mengalami akselerasi kecepatan dan volume yang melebihi rata-rata. Semua pihak yang terlibat atau berkepentingan seperti trader retail, trader institusional, spekulan, dan bank sentral mulai  memperebutkan posisi. Dapat dibayangkan bagaimana ramainya pasar karena penuh dengan penjual dan pembeli.


Momentum teknikal

Ini adalah bagian yang paling menarik. Kenapa? Karena di momentum ini biasanya ditandai dengan terbentuknya suatu pola atau tercapainya suatu kondisi visual tertentu. Penggunaan alat bantu berupa grafik menjadi suatu keharusan untuk mengidentifikasi terbentuknya momentum teknikal. Hal ini tentu saja bukan persoalan yang ruwet, karena sudah menjadi standar bahwa aplikasi yang digunakan untuk trading dapat mencantumkan tampilan grafik sebagai menu dasarnya.

Contoh grafis bisa diambil dari munculnya pola "doji" saat pasar sedang memasuki momentum ketidakpastian. Pola tersebut mencerminkan kekuatan pembeli dan penjual yang berada dalam kondisi seimbang. Setelah keseimbangan terbentuk biasanya salah satu pihak akan dengan cepat mengungguli atau mengambil alih arah pergerakan. Disinilah akselerasi terjadi.

Contoh lain adalah pola "flag" yang sering kita temui. Pola chart yang bisa menandakan momentum ini menggambarkan pasar yang mengalami konsolidasi, semacam situasi untuk berkasak kusuk antara para pembeli dan penjual untuk menegosiasikan arah pergerakan harga selanjutnya. Namun demikian, setelah terjadi konsolidasi, pola ini juga mengindikasikan potensi terdorongnya kembali harga dengan gerakan yang lebih kuat.

Penentu lain adalah tanda atau sinyal dari penggunaan suatu indikator. Ambil contoh salah satunya bernama Stochastic. Setelah pergerakan garis indikator ini menembus suatu range nilai tertentu, maka para pelaku pasar akan merespon dengan mengeluarkan energi melebihi rata-rata sebelumnya.


Nah, sekarang menjadi sedikit jelas kan bagaimana pengaruh momentum? Contoh keadaan di atas dapat menjadi fakta dari adanya penggerak momentum. Fakta-fakta tersebut terus bergulir sejalan dengan perputaran roda industri forex. Semoga sedikit informasi ini dapat membantu para trader sekalian. Bijaklah dalam bertransaksi dan semoga sukses.

 

Diinspirasi dari "What Moves The Forex Market?" oleh Andrew Beattie.

237973
Penulis

Kukuh Raharjo aktif sebagai penulis berita dan artikel di Seputarforex.com sejak tahun 2014 serta aktif juga sebagai freelance di dunia social media promotion. Sambil masih bertrading forex online, Kukuh Raharjo juga menggeluti dunia blogging dengan posisinya sebagai pengisi konten lepas.

Risnanda

lalu bagaimana caranya supaya tidak ketinggalan momentum itu?

Fiqih Kartika

Masuk sebelum momentumnya terjadi pak.

Vivin S.

seberapa akurat sih momentum fundamental itu? soalnya kemarin baca berita currency USD naik, lah kok pas OP, dia malah turun, ini beritanya yang salah atau grafinya yg gak bener?

Sugih

Jangan cuman pakai fundamental mbak, coba pakai analisa teknikal juga

Indah Kurnia

kenapa grafik harga yang kelihatannya akan naik keatas, malah tiba2 terjun bebas turun kebawah. kasihan kalau mereka sudah terlanjur pasang di sell, tp harga tiba2 terjun bebas. Yang ada malah kerugian didapat karena lupa tidak masang stop loss.

Seputarforex

Kelangsungan suatu trend memang dipengaruhi oleh sentimen pasar. Jadi tidak bisa melakukan prediksi hanya dengan mengira-ngira saja. Untuk menganalisa trend yang terjadi, Anda bisa membaca artikel mengenai Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick berikut ini.

Andri

Knp saat saya buy, harga malah turun. Lalu saat sell, harga malah naik?

Seputarforex

Sebelum Anda masuk pasar (buy atau sell) hendaknya melihat sentimen pasar terlebih dahulu, bisa melalui price action atau indikator teknikal.

Semua tergantung dari sentimen pasar saat Anda buy. Misal harga EUR/USD: Bid pada 1.1277 dan Ask pada 1.1279. Jika Anda buy maka Anda memperoleh harga 1.1279. Nah, kalau saat Anda buy tersebut sentimen beli sedang kuat maka harga akan naik sehingga harga bid akan naik dan bisa saja lebih tinggi dari saat Anda buy atau diatas level 1.1279, misalnya 1.1290, sehingga untuk sementara Anda profit 1.1290-1.1279 = 0.0011 atau 11 pip. Tetapi jika sentimen jual sedang kuat maka harga ask bisa saja lebih rendah dari harga saat Anda buy sehingga untuk sementara Anda mengalami kerugian.

Muhasibah Munina

Mau lihat akselerasi harga yang tercepat? Lihat pergerakan harga saat ada rilis data interest rate.